Hasil dari (2x + 3)(4x – 5) adalah Perkalian Binomial

Hasil dari (2x + 3)(4x – 5) adalah gerbang kecil menuju dunia aljabar yang lebih luas. Kalau kita anggap matematika itu seperti main puzzle, nah, perkalian dua suku dua ini adalah salah satu potongan kunci yang bikin gambar besarnya mulai keliatan. Nggak cuma sekadar angka dan huruf yang dikali-kalian, proses di baliknya itu melatih logika dan ketelitian, skill yang bakal berguna banget buat nyelesein soal-soal yang lebih njelimet nantinya.

Mari kita bedah bareng-bareng bagaimana dua kelompok angka dan variabel ini dipertemukan. Dengan pendekatan yang sistematis, kita akan melihat bagaimana setiap suku saling berinteraksi, lalu menyatu menjadi sebuah ekspresi aljabar baru yang lebih sederhana. Proses ini bukan cuma ritual menghafal, tapi lebih ke memahami cerita di balik setiap tanda plus dan minus yang ada.

Pengenalan Ekspresi Aljabar dan Perkalian

Kita mulai dari sesuatu yang mungkin sudah akrab tapi sering kali bikin deg-degan: ekspresi aljabar. Bentuk seperti (2x + 3)(4x – 5) itu bukan sekadar huruf dan angka acak. Itu adalah pernyataan matematika yang padat, menggambarkan hubungan kuantitas yang belum diketahui (si ‘x’) dengan bilangan tetap. Memahami cara mengolahnya, khususnya melalui perkalian, adalah kunci untuk membuka banyak pintu dalam matematika, dari menyelesaikan persamaan hingga memodelkan situasi dunia nyata.

Perkalian dalam aljabar punya roh yang sama dengan perkalian bilangan biasa, tapi dengan sedikit twist. Kalau 23 x 45 kita kalikan digit per digit, dalam aljabar kita kalikan suku per suku. Operasi ini sering melibatkan bentuk binomial (dua suku) seperti pada contoh kita. Konsep dasarnya adalah sifat distributif yang diperluas.

Bentuk Umum Perkalian Dua Binomial, Hasil dari (2x + 3)(4x – 5) adalah

Secara umum, perkalian dua binomial (a + b)(c + d) akan menghasilkan empat suku sebelum disederhanakan: a*c, a*d, b*c, dan b*d. Pola inilah yang kemudian diakronimkan menjadi FOIL untuk memudahkan mengingat urutannya. Memahami pola ini lebih penting daripada sekadar menghafal metode, karena ia adalah fondasi untuk manipulasi aljabar yang lebih kompleks.

Aspek Perkalian Bilangan Biasa (contoh: 23 x 45) Perkalian Suku Aljabar (contoh: (2x+3)(4x-5)) Kesamaan Prinsip
Objek Angka tetap Variabel dan koefisien Operasi perkalian dan penjumlahan
Proses Kalikan setiap digit, perhatikan nilai tempat Kalikan setiap suku, perhatikan variabel dan tanda Menggunakan sifat distributif
Hasil Sementara Beberapa produk parsial (20×40, 20×5, 3×40, 3×5) Empat suku hasil FOIL (First, Outer, Inner, Last) Terbentuk dari kombinasi semua kemungkinan
Penyederhanaan Menjumlahkan produk parsial berdasarkan nilai tempat Menggabungkan suku-suku sejenis (yang punya variabel dan pangkat sama) Melakukan operasi penjumlahan/pengurangan akhir
BACA JUGA  Penyelesaian dari 1/3a >= 5 - a/2 adalah a lebih besar sama dengan 6

Prosedur Perkalian Binomial secara Langsung: Hasil Dari (2x + 3)(4x – 5) Adalah

Nah, sekarang kita eksekusi untuk (2x + 3)(4x – 5). Metode paling populer dan sistematis untuk ini adalah FOIL. Ini bukan si “kertas timah”, tapi akronim dari First, Outer, Inner, Last yang membantu kita memastikan tidak ada suku yang terlewat. Mari kita jabarkan.

Langkah-langkah Metode FOIL

Berikut adalah prosedur berurutan untuk mengalikan (2x + 3)(4x – 5) menggunakan FOIL:

  • First (Pertama): Kalikan suku pertama dari setiap binomial. 2x
    – 4x = 8x².
  • Outer (Luar): Kalikan suku luar dari perkalian tersebut. 2x
    – (-5) = -10x.
  • Inner (Dalam): Kalikan suku dalam. 3
    – 4x = 12x.
  • Last (Terakhir): Kalikan suku terakhir dari setiap binomial. 3
    – (-5) = -15.

Setelah keempat langkah itu, kita kumpulkan semua hasilnya: 8x² + (-10x) + 12x + (-15). Perhatikan bahwa kita belum menyederhanakan. Langkah ini murni ekspansi.

Tips Penting: Kesalahan paling umum adalah lupa mengalikan tanda (terutama tanda negatif) dan salah dalam perkalian koefisien atau variabel. Selalu tulis semua langkah perantara, jangan mencoba menghitung langsung di kepala untuk menghindari kesalahan tanda yang fatal. Periksa juga pangkat dari variabel setelah dikali; x dikali x harusnya x², bukan 2x.

Nah, kalau soal aljabar seperti hasil dari (2x + 3)(4x – 5) sudah beres, kamu pasti makin pede ngadepin soal perkalian pecahan. Coba deh asah lagi skill aritmetika dasar kamu dengan Tentukan hasil dari: 1. 1/4 x 3/4 2. 3/4 x 5/7. Latihan kayak gini ngebangun fondasi logika matematika yang solid, yang ujung-ujungnya bikin kamu lebih cekatan dan teliti saat mengerjakan ekspansi aljabar kayak tadi.

Verifikasi dan Penyederhanaan Hasil Akhir

Hasil dari (2x + 3)(4x - 5) adalah

Source: rumushitung.com

Dari prosedur FOIL, kita dapatkan 8x²
-10x + 12x – 15. Di sini, tugas kita belum selesai. Kita harus melihat ada suku-suku yang sejenis, yaitu suku-suku yang variabel dan pangkatnya sama persis. Dalam ekspresi ini, -10x dan +12x adalah suku sejenis (sama-sama ‘x’ berpangkat 1).

Menggabungkan Suku Sejenis

Kita gabungkan koefisien dari suku-suku sejenis tersebut: -10 + 12 = 2. Jadi, -10x + 12x = 2x. Suku 8x² dan -15 tidak punya pasangan sejenis, sehingga mereka tetap. Hasil akhir yang disederhanakan adalah 8x² + 2x – 15.

BACA JUGA  Perhatikan Gambar Tentukan Nilai y 794 36 502 453 25 172 203 y 158
Suku Awal dari FOIL Proses Pengelompokan Suku Sejenis yang Digabung Hasil Akhir Setelah Disederhanakan
8x² Berdiri sendiri 8x²
-10x Dijumlahkan dengan +12x -10x + 12x = 2x 2x
12x Dijumlahkan dengan -10x (lihat baris atas) (sudah tergabung)
-15 Berdiri sendiri -15

Untuk memeriksa kebenaran hasil, kita bisa gunakan substitusi sederhana. Pilih nilai x yang mudah, misalnya x=
1. Masukkan ke bentuk awal: (2*1+3)(4*1-5) = (5)*(-1) = –
5. Lalu masukkan x=1 ke hasil kita: 8*(1)² + 2*1 – 15 = 8 + 2 – 15 = -5. Jika hasilnya sama, besar kemungkinan perhitungan kita benar.

Uji dengan nilai lain, seperti x=0, untuk lebih meyakinkan.

Aplikasi dan Konteks Penggunaan dalam Matematika

Hasil perkalian binomial 8x² + 2x – 15 bukanlah akhir perjalanan. Bentuk ini justru adalah pintu masuk ke banyak konsep lain. Dalam pemfaktoran, proses kita tadi adalah kebalikannya; jika diminta memfaktorkan 8x² + 2x – 15, kita akan mencari dua binomial yang jika dikalikan menghasilkan ekspresi tersebut.

Dalam konteks fungsi kuadrat, bentuk 8x² + 2x – 15 merepresentasikan sebuah parabola jika ditulis sebagai y = 8x² + 2x – 15. Titik potongnya dengan sumbu-x (akar-akar persamaan) adalah nilai x yang membuat y=0, yang terkait erat dengan faktor binomialnya. Perkalian binomial adalah proses “membuka kurung”, sementara mencari akar sering kali butuh “memasukkan kembali ke dalam kurung” (faktorisasi).

Kaitan dengan Grafik Fungsi Kuadrat

Bayangkan sebuah parabola. Bentuk faktornya, (2x+3)(4x-5), memberi tahu kita titik potong grafik dengan sumbu-x. Itu terjadi ketika salah satu faktor bernilai nol: 2x+3=0 atau 4x-5=0. Artinya, parabola akan memotong sumbu-x di x = -1.5 dan x = 1.25. Ekspansi aljabar yang kita lakukan mengubah bentuk tersebut menjadi bentuk standar (8x²+2x-15) yang dengan mudah menunjukkan perpotongan dengan sumbu-y (yaitu -15, saat x=0) dan menentukan kecekungan parabola (terbuka ke atas karena koefisien x² positif).

Latihan dan Variasi Soal Terkait

Agar pemahaman semakin matang, coba latihan dengan pola serupa namun dengan variasi koefisien dan tanda. Ini akan melatih kepekaan terhadap tanda negatif dan perkalian yang sedikit lebih rumit.

Contoh Variasi Soal dan Penyelesaian

Berikut tiga variasi soal untuk dicoba:

  1. (5x – 2)(3x + 4)
  2. (-x + 6)(2x – 3)
  3. (3x + 1)(3x – 1) // Ini pola khusus: selisih dua kuadrat.

Panduan untuk Soal 1 (5x – 2)(3x + 4):Gunakan FOIL dengan hati-hati. First: 5x*3x=15x². Outer: 5x*4=20x. Inner: (-2)*3x=-6x. Last: (-2)*4=-

8. Kumpulkan

15x² + 20x – 6x –

8. Gabungkan suku sejenis

20x – 6x = 14x. Hasil akhir: 15x² + 14x – 8.

Contoh Soal Metode Utama Langkah Kunci yang Perlu Diperhatikan Hasil Akhir
(5x – 2)(3x + 4) FOIL Perkalian tanda negatif pada suku -2 saat Inner dan Last. 15x² + 14x – 8
(-x + 6)(2x – 3) FOIL Koefisien -x pada First dan Outer; gabungkan suku x dengan teliti. -2x² + 15x – 18
(3x + 1)(3x – 1) FOIL (Pola Khusus) Suku Inner dan Outer saling menghilangkan (3x* -1 + 1*3x = 0). 9x² – 1
BACA JUGA  Jika h(x) = x/a + 5 dan h(a^2) = 12 maka nilai a adalah

Perubahan tanda pada konstanta secara dramatis mengubah suku tengah (koefisien x) dan konstanta akhir. Pada pola selisih dua kuadrat seperti soal ketiga, tanda yang berlawanan justru menghasilkan bentuk yang sangat sederhana karena suku tengahnya nol. Eksplorasi variasi ini membantu membangun intuisi aljabar yang kuat.

Kesimpulan Akhir

Jadi, setelah mengurai dan menyusun kembali, kita sampai pada titik terang. Perjalanan mengalikan (2x + 3) dan (4x – 5) ini membuktikan bahwa aljabar itu sebenarnya sangat intuitif. Ia cuma butuh dikenali polanya. Hasil akhir yang kita dapatkan bukan sekadar jawaban, melainkan sebuah fondasi. Dari sini, jalan terbuka untuk menjelajahi pemfaktoran, grafik parabola, atau sekadar jadi bekal buat ngadepin soal ujian dengan lebih percaya diri.

Nah, kalau kamu udah paham cara mengalikan (2x + 3)(4x – 5) hingga dapat hasil 8x² + 2x – 15, skill aljabar itu bisa banget dipakai buat ngitung hal-hal yang lebih nyata, kayak nentuin Keliling sebuah lahan yang berbentuk persegi panjang adalah 180 m. Jika selisih panjang dan lebar nya 14 m, luas lahan tersebut adalah. Setelah ngerti logika soal cerita tadi, balik lagi deh ke konsep dasar aljabar tadi—memahami polinomial seperti 8x² + 2x – 15 itu jadi pondasi penting untuk menyelesaikan berbagai teka-teki matematika lainnya.

Ingat, kuasai yang dasar, maka yang kompleks akan terasa lebih bersahabat.

Panduan Tanya Jawab

Apakah metode FOIL selalu bisa digunakan untuk perkalian binomial?

Ya, metode FOIL (First, Outer, Inner, Last) adalah cara yang sistematis dan selalu berlaku untuk mengalikan dua suku dua (binomial). Ia membantu memastikan tidak ada suku yang terlewat selama proses perkalian.

Bagaimana jika ada lebih dari dua suku, misal (a+b)(c+d+e)?

Metode FOIL khusus untuk dua binomial. Untuk ekspresi dengan lebih dari dua suku, kita gunakan prinsip distributif berulang: kalikan setiap suku di kurung pertama dengan setiap suku di kurung kedua (dan seterusnya), lalu jumlahkan semua hasilnya.

Apakah hasil perkalian binomial selalu berbentuk persamaan kuadrat?

Perkalian dua binomial linear (pangkat tertinggi x adalah 1) seperti contoh ini akan selalu menghasilkan ekspresi kuadrat (pangkat tertinggi x adalah 2), kecuali jika koefisien x²-nya nol karena penjumlahan yang spesifik, namun itu kasus yang jarang.

Bisakah kita membalik prosesnya dari hasil akhir ke bentuk faktor?

Tentu! Proses itu disebut pemfaktoran. Misalnya, dari hasil 8x² + 2x – 15, kita bisa mencoba mencari dua bilangan yang jika dikali hasilnya -120 (8*-15) dan jika dijumlah hasilnya +2, untuk kemudian difaktorkan kembali menjadi (2x+3)(4x-5).

Leave a Comment