Hasil dari (5^2 x 2^(3/4) – 3^2 x 2^(3/4)/256(8)^1/4 adalah

Hasil dari (5^2 x 2^(3/4) – 3^2 x 2^(3/4)/256(8)^1/4 adalah – Hasil dari (5^2 x 2^(3/4)
-3^2 x 2^(3/4)/256(8)^1/4 adalah teka-teki angka yang bikin penasaran, bukan? Lihat saja tumpukan pangkat, akar, dan pembagiannya. Tapi jangan khawatir, kita bakal bongkar bareng-bareng. Sebenarnya, di balik tampangnya yang sangar, soal ini punya pola rapi yang bisa disederhanakan dengan trik aljabar dasar. Yuk, kita telusuri step-by-step biar nggak cuma bisa jawab, tapi juga paham polanya.

Ekspresi matematika ini memadukan kuadrat, pangkat pecahan, dan operasi aritmatika dalam satu paket. Intinya, kita akan bermain dengan sifat eksponen dan faktorisasi, di mana angka 2 menjadi basis kunci. Dengan memahami bagaimana menyatakan bilangan seperti 256 dan 8 dalam pangkat 2, perjalanan menuju jawaban akhir akan terasa lebih ringan dan bahkan cukup menantang untuk diselesaikan.

Memahami Ekspresi Matematika Dasar

Sebelum kita terjun ke dalam perhitungan yang tampak kompleks, mari kita pahami dulu komponen-komponennya. Ekspresi (5^2 × 2^(3/4)
-3^2 × 2^(3/4)) / (256 × 8^(1/4)) adalah perpaduan antara bilangan kuadrat, pangkat pecahan (yang berhubungan dengan akar), dan operasi perkalian serta pengurangan. Pangkat pecahan seperti 2^(3/4) bisa dibaca sebagai akar pangkat empat dari 2, lalu hasilnya dipangkatkan tiga, atau sebaliknya. Ini adalah kunci untuk menyederhanakan segala sesuatu nantinya.

Sebagai pemanasan, bayangkan kita punya 16^(1/4). Ini berarti kita mencari bilangan yang jika dipangkatkan empat hasilnya 16. Jawabannya adalah 2, karena 2^4 = 16. Konsep serupa akan kita terapkan pada bilangan 8 dan 256 dalam soal kita.

Sifat-Sifat Eksponen Penting

Untuk mengolah ekspresi ini dengan lancar, kita perlu mengingat kembali beberapa aturan main eksponen. Aturan-aturan ini adalah alat yang akan mempermudah pekerjaan kita secara signifikan.

Sifat Rumus Contoh Sederhana
Perkalian Bilangan Berbasis Sama a^m × a^n = a^(m+n) 2^3 × 2^2 = 2^(3+2) = 2^5 = 32
Pembagian Bilangan Berbasis Sama a^m / a^n = a^(m-n) 5^4 / 5^2 = 5^(4-2) = 5^2 = 25
Pangkat dari Pangkat (a^m)^n = a^(m×n) (3^2)^3 = 3^(2×3) = 3^6 = 729
Pangkat Pecahan dan Akar a^(m/n) = ⁿ√(a^m) 8^(2/3) = ³√(8^2) = ³√64 = 4

Menyoroti Faktor Persekutuan

Perhatikan baik-baik pembilang pada ekspresi kita: 5^2 × 2^(3/4)
-3^2 × 2^(3/4). Kedua suku tersebut sama-sama mengandung faktor 2^(3/4). Ini adalah sinyal kuat untuk melakukan faktorisasi. Kita bisa mengeluarkan 2^(3/4) sebagai faktor bersama, persis seperti ketika kita menyederhanakan 3x + 5x menjadi (3+5)x. Langkah ini akan menyederhanakan bentuk pembilang menjadi (25 – 9) × 2^(3/4) atau 16 × 2^(3/4).

BACA JUGA  Berdasarkan data BPS tahun 2010 jumlah penduduk pulau Jawa mencapai 130 juta jiwa luas pulau dan implikasinya

Menyederhanakan Bentuk Akar dan Pangkat

Setelah pembilang mulai rapi, tantangan berikutnya adalah menyederhanakan penyebutnya: 256 × 8^(1/4). Kunci untuk mengatasi ini adalah dengan menyatakan semua bilangan dalam basis yang sama, yaitu basis 2. Mengapa 2? Karena 2 adalah faktor dari 8, 256, dan juga sudah muncul di pembilang sebagai 2^(3/4).

Kita tahu bahwa 256 adalah 2^8 (karena 2×2×2×2×2×2×2×2 = 256). Sementara itu, 8 adalah 2^3. Dengan demikian, 8^(1/4) dapat kita tulis sebagai (2^3)^(1/4).

Konversi ke Basis yang Sama

Mari kita jabarkan konversi ini secara sistematis. Penyebut 256 × 8^(1/4) setara dengan:
2^8 × (2^3)^(1/4). Selanjutnya, kita terapkan sifat pangkat dari pangkat: (2^3)^(1/4) = 2^(3 × 1/4) = 2^(3/4). Hasilnya, penyebut kita berubah menjadi 2^8 × 2^(3/4).

Aturan utama penyederhanaan aljabar untuk ekspresi dengan basis yang sama: Gabungkan dengan menjumlahkan atau mengurangkan pangkatnya saat melakukan perkalian atau pembagian. a^m × a^n = a^(m+n) dan a^m / a^n = a^(m-n).

Evaluasi Akhir Penyebut

Dengan penyebut yang sudah menjadi 2^8 × 2^(3/4), kita bisa langsung menggabungkannya menggunakan sifat perkalian basis sama. Hasilnya adalah 2^(8 + 3/4). Untuk memudahkan penjumlahan pangkat, kita ubah 8 menjadi bentuk pecahan dengan penyebut 4, yaitu 32/4. Jadi, 8 + 3/4 = 32/4 + 3/4 = 35/4. Dengan demikian, penyebut kita yang sudah disederhanakan adalah 2^(35/4).

Prosedur Perhitungan Langkah demi Langkah: Hasil Dari (5^2 X 2^(3/4) – 3^2 X 2^(3/4)/256(8)^1/4 Adalah

Hasil dari (5^2 x 2^(3/4) - 3^2 x 2^(3/4)/256(8)^1/4 adalah

Source: z-dn.net

Sekarang kita telah memiliki semua bahan yang sudah diolah. Mari satukan dan ikuti urutan operasi yang benar untuk mendapatkan hasil akhir. Proses ini seperti merakit puzzle—setiap langkah harus tepat agar gambar akhirnya sempurna.

Urutan dan Perhitungan Tiap Segmen

Kita mulai dari ekspresi awal: (5^2 × 2^(3/4)
-3^2 × 2^(3/4)) / (256 × 8^(1/4)).

  1. Hitung nilai kuadrat: 5^2 = 25 dan 3^2 = 9.
  2. Faktorkan pembilang: Pembilang menjadi (25 × 2^(3/4)) – (9 × 2^(3/4)) = (25 – 9) × 2^(3/4) = 16 × 2^(3/4).
  3. Sederhanakan penyebut: Seperti telah dijelaskan, 256 × 8^(1/4) = 2^8 × 2^(3/4) = 2^(35/4).
  4. Bentuk pecahan akhir: Ekspresi kini menjadi (16 × 2^(3/4)) / (2^(35/4)).
  5. Sederhanakan pecahan: Angka 16 dapat ditulis sebagai 2^4. Jadi kita punya (2^4 × 2^(3/4)) / 2^(35/4) = 2^(4 + 3/4) / 2^(35/4) = 2^(19/4) / 2^(35/4).
  6. Terapkan sifat pembagian: 2^(19/4) / 2^(35/4) = 2^((19/4)

    (35/4)) = 2^(-16/4) = 2^(-4).

  7. Hasil akhir: 2^(-4) = 1 / 2^4 = 1/16.

Diagram Alur Proses Perhitungan

Bayangkan sebuah diagram alur yang dimulai dari ekspresi awal. Alur tersebut bercabang dua: satu jalur menuju penyederhanaan pembilang dengan faktorisasi, jalur lain menuju konversi penyebut ke basis 2. Kedua jalur ini kemudian bertemu menjadi sebuah pecahan tunggal (16 × 2^(3/4)) / 2^(35/4). Dari titik pertemuan ini, alur bergerak lurus dengan mengubah 16 menjadi 2^4, menggabungkan pangkat di pembilang, lalu melakukan pengurangan pangkat antara pembilang dan penyebut.

Alur berakhir pada simpul berlabel “1/16”. Setiap panah di diagram dilabeli dengan sifat eksponen yang diterapkan, seperti “Faktorisasi”, “a^m × a^n = a^(m+n)”, dan “a^m / a^n = a^(m-n)”.

Nah, kalau kamu sudah berhasil mengurai soal aljabar seperti Hasil dari (5^2 x 2^(3/4) – 3^2 x 2^(3/4)/256(8)^1/4 adalah, pasti pola bilangan jadi lebih mudah. Coba lihat nih, prinsip serupa bisa dipakai untuk cari tahu Suku ke-10 dari barisan bilangan: 2, 20, 200, 2.000, adalah. Setelah memahami pola deret itu, kamu akan lebih percaya diri untuk kembali menyelesaikan perhitungan kompleks yang tadi, karena logika matematikanya saling terkoneksi.

Tahap Pembilang Penyebut Bentuk yang Disederhanakan
Awal 25×2^(3/4)

9×2^(3/4)

256 × 8^(1/4) Ekspresi Penuh
Setelah Faktorisasi & Konversi 16 × 2^(3/4) 2^(35/4) (16 × 2^(3/4)) / 2^(35/4)
Setelah Menulis 16 sebagai 2^4 2^4 × 2^(3/4) = 2^(19/4) 2^(35/4) 2^(19/4) / 2^(35/4)
Hasil Akhir 2^(19/4 – 35/4) = 2^(-4) = 1/16

Aplikasi Sifat Distributif dan Faktorisasi

Langkah kunci yang membuat perhitungan ini menjadi jauh lebih sederhana adalah penggunaan sifat distributif yang dikombinasikan dengan pemahaman eksponen. Ini bukan sekadar trik, melainkan penerapan prinsip aljabar dasar yang sangat powerful.

Dalam ekspresi A·C – B·C, dimana C adalah faktor yang sama (dalam hal ini 2^(3/4)), kita bisa mengeluarkan C sehingga menjadi (A – B)·C. Inilah yang kita lakukan dengan mengubah 5^2 × 2^(3/4)
-3^2 × 2^(3/4) menjadi (25 – 9) × 2^(3/4). Tanpa langkah ini, kita mungkin akan terjebak menghitung nilai numerik dari 2^(3/4) terlebih dahulu, yang justru mempersulit dan berpotensi mengurangi akurasi.

Prinsip Faktorisasi dalam Ekspresi Serupa

Prinsip ini berlaku universal. Misalkan kita punya soal lain: (7^3 × 5^(1/2)
-2^3 × 5^(1/2)) / 10. Langkah pertama yang cerdas adalah menyadari bahwa 5^(1/2) adalah faktor bersama. Maka, pembilangnya langsung disederhanakan menjadi (343 – 8) × √5 = 335√5. Barulah kemudian kita bagi dengan 10.

Pendekatan ini menghemat waktu dan meminimalkan kesalahan.

Verifikasi Hasil Akhir dan Bentuk Alternatif

Setelah mendapatkan hasil 1/16 atau 0.0625, penting untuk melakukan pengecekan silang. Salah satu cara adalah dengan pendekatan numerik desimal, meski dengan kehati-hatian karena pembulatan.

Kita bisa mencoba menghitung nilai pendekatan: 2^(3/4) ≈ 1.
68179. Maka pembilang ≈ 16 × 1.68179 = 26.
90864. Penyebut: 256 × 8^(1/4).

Karena 8^(1/4) = (2^3)^(1/4)=2^(0.75) ≈ 1.68179 juga, maka penyebut ≈ 256 × 1.68179 = 430.53824. Hasil pembagiannya adalah 26.90864 / 430.53824 ≈ 0.0625, yang sesuai dengan 1/16. Verifikasi ini mengonfirmasi kebenaran perhitungan aljabar kita.

Kesalahan Umum yang Perlu Diwaspadai, Hasil dari (5^2 x 2^(3/4) – 3^2 x 2^(3/4)/256(8)^1/4 adalah

Beberapa jebakan sering muncul dalam perhitungan bertingkat seperti ini. Pertama, kesalahan urutan operasi, misalnya mengurangkan 5^2 dan 3^2 sebelum mengalikan dengan 2^(3/4). Kedua, salah dalam mengonversi pangkat pecahan, misalnya mengira 8^(1/4) sama dengan 2, padahal yang benar adalah akar pangkat empat dari 8. Ketiga, lupa menyamakan basis sebelum menggabungkan pangkat saat pembagian atau perkalian.

Poin-poin kritis untuk diperiksa kembali: 1) Apakah faktor persekutuan pada pembilang sudah difaktorkan dengan benar? 2) Apakah konversi bilangan seperti 256 dan 8 ke dalam bentuk pangkat 2 sudah tepat? 3) Apakah sifat pengurangan pangkat pada pembagian (a^m / a^n = a^(m-n)) sudah diterapkan dengan tanda yang benar? 4) Apakah bentuk akhir sudah merupakan bentuk paling sederhana (bentuk pecahan atau tanpa eksponen negatif)?

Bentuk Alternatif Penyajian Hasil

Hasil akhir kita, 1/16, sudah dalam bentuk pecahan paling sederhana. Namun, dari jejak perhitungan, kita juga bisa menyajikannya sebagai 2^(-4). Bentuk ini berguna jika hasil tersebut akan digunakan dalam perhitungan eksponen selanjutnya. Dalam konteks akar, karena 1/16 = 16^(-1), dan 16 adalah 2^4, bentuk akarnya pun tetap konsisten dengan perjalanan perhitungan kita. Intinya, 1/16 adalah representasi yang paling bersih dan mudah dipahami.

Ringkasan Akhir

Jadi, begitulah ceritanya. Dari ekspresi yang terlihat kompleks, kita berhasil menguliti lapisannya sampai ke bentuk yang paling sederhana. Kuncinya ada pada ketelitian melihat faktor persekutuan dan keberanian menyederhanakan akar serta pangkat. Ingat, soal seperti ini melatih logika dan ketelitian, bukan cuma hafalan rumus. Coba praktikkan lagi prinsip faktorisasi ini pada soal lain, pasti skill matematika lo makin tajam dan nggak mudah ketipu oleh tampilan soal yang terlihat njlimet.

Nah, kalau kamu udah dapet hasil dari perhitungan (5^2 x 2^(3/4) – 3^2 x 2^(3/4)/256(8)^1/4, pasti mikir, “ngapain sih ribet-ribet?” Tenang, logika matematika tuh nyambung banget sama kehidupan, kayak saat Edi akan memagari kebun bunganya. Untuk itu, ia memerlukan tiang-tiang yang tingginya 1 1/2 m. Berapa banyak tiang yang bisa dibuat dari sebatang besi. Dari situ, kita belajar memecah masalah besar jadi bagian-bagian kecil, persis seperti prinsip aljabar dalam soal awal tadi yang terlihat kompleks tapi sebenarnya punya pola yang rapi.

Tanya Jawab (Q&A)

Apa arti dari notasi 2^(3/4) dalam soal ini?

Notasi 2^(3/4) berarti akar pangkat empat dari 2 pangkat 3, atau (akar pangkat 4 dari 2) yang dipangkatkan 3. Ini merupakan bentuk eksponen pecahan yang menggabungkan operasi akar dan pangkat.

Mengapa kita bisa memfaktorkan 2^(3/4) pada pembilang?

Karena suku (5^2 x 2^(3/4)) dan (3^2 x 2^(3/4)) sama-sama mengandung faktor 2^(3/4). Sama seperti memfaktorkan “x” dalam “5x – 3x”, di sini 2^(3/4) berperan sebagai faktor yang sama.

Apakah hasil akhirnya bisa diubah menjadi bentuk desimal?

Bisa. Setelah disederhanakan menjadi 1/(2^(21/4)), nilai numeriknya kira-kira 0.042. Namun, bentuk eksponen atau akar yang disederhanakan dianggap lebih tepat dan elegan dalam matematika.

Kesalahan umum apa yang sering terjadi saat mengerjakan soal seperti ini?

Kesalahan umum meliputi: urutan operasi yang salah (terutama pada penyebut), lupa menyederhanakan basis yang sama (256 dan 8 sebagai pangkat 2), serta kesalahan dalam menerapkan sifat distributif dan aturan eksponen pecahan.

Leave a Comment