Tentukan Persamaan Garis Melalui Titik P(4, 3) Bergradien 3/2

Tentukan persamaan garis yang melalui titik P(4, 3) dan bergradien 3/2 – Tentukan persamaan garis yang melalui titik P(4, 3) dan bergradien 3/
2. Kalau kamu lihat soal kayak gini terus bingung mau mulai dari mana, tenang aja, kita bakal bahas bareng-bareng dengan cara yang seru dan nggak bikin pusing. Bayangin aja, kita punya petunjuk lengkap: sebuah titik yang pasti dilalui dan kemiringan jalannya. Tinggal masukkan ke rumus ajaib, dan voila! Garis misterius itu bakal ketemu persamaannya.

Sebelum masuk ke hitung-hitungan, yuk kita pahami dulu dasarnya. Persamaan garis itu kayak resep atau alamat buat menggambar sebuah garis lurus di bidang koordinat. Nah, soal ini kasih kita modal spesial: bentuk titik-gradien. Dengan modal titik P(4,3) dan gradien 3/2, kita punya kunci buat nemuin persamaan lengkapnya. Nggak cuma teori doang, kita bakal praktik langsung langkah demi langkah biar kamu benar-benar ngerti caranya dan bisa aplikasikan ke soal lain.

Pengertian Dasar dan Rumus Persamaan Garis

Sebelum kita terjun ke dalam perhitungan, mari kita pahami dulu pondasinya. Bayangkan kamu sedang mendaki sebuah bukit. Kecuraman bukit itu, apakah landai atau terjal, dalam matematika koordinat kita sebut sebagai gradien atau kemiringan. Gradien (biasa dilambangkan dengan ‘m’) adalah angka yang menunjukkan seberapa cepat nilai ‘y’ berubah terhadap perubahan nilai ‘x’. Semakin besar nilai mutlak gradien, semakin curam garisnya.

Nah, buat yang lagi berjuang sama soal persamaan garis dari titik P(4,3) dan gradien 3/2, intinya pakai rumus y – y1 = m(x – x1) ya. Gampang kan? Eh, tapi jangan cuma fokus sama angka, lihat juga soal cerita kayak Dari 42 ekor kambing yang ada di kandang milik Pak Arman, 30 ekor kambing menyukai rumput gajah dan 28 ekor kambing menyukai rumput teki.

Apabila ada yang butuh logika himpunan. Kembali ke garis tadi, setelah substitusi, kamu akan dapet persamaan garisnya: 2y = 3x – 6. Selesai sudah!

Gradien positif berarti garis naik ke kanan, gradien negatif berarti garis turun ke kanan.

Nah, untuk membuat resep atau rumus dari sebuah garis lurus, ada beberapa format yang bisa kita pakai. Salah satu yang paling pas untuk kasus kita—ketika kita sudah tahu satu titik dan gradiennya—adalah bentuk persamaan titik-gradien. Rumusnya elegan dan langsung ke sasaran:

y – y₁ = m(x – x₁)

Di sini, (x₁, y₁) adalah koordinat titik yang kita ketahui, dan ‘m’ adalah gradiennya. Kehebatan rumus ini terletak pada kesederhanaannya; kita tinggal memasang ulang komponen yang sudah ada.

BACA JUGA  (2a - 3b + c)^2 = Hasil Penjabaran dan Aplikasinya

Perbandingan Bentuk-Bentuk Persamaan Garis

Selain bentuk titik-gradien, ada beberapa bentuk lain yang sering digunakan. Memahami perbedaannya akan membuat kamu lebih fleksibel dalam menyelesaikan soal. Berikut tabel perbandingan singkatnya.

Bentuk Persamaan Rumus Umum Keunggulan Kekurangan
Titik-Gradien y – y₁ = m(x – x₁) Langsung digunakan jika diketahui titik dan gradien. Belum langsung terlihat perpotongan dengan sumbu Y.
Slope-Intercept (Kemiringan-Titik Potong) y = mx + c Gradien (m) dan titik potong sumbu Y (c) langsung kelihatan. Harus diubah dulu jika yang diketahui dua titik atau titik dan gradien dalam bentuk tertentu.
Bentuk Umum (Standard Form) Ax + By + C = 0 Rapi, sering digunakan dalam perhitungan lanjutan seperti jarak titik ke garis. Gradien dan titik potong tidak langsung terlihat (gradien = -A/B).

Penyelesaian Langkah demi Langkah

Sekarang, dengan senjata rumus titik-gradien di tangan, mari kita hadapi soal utama: mencari persamaan garis yang melalui titik P(4, 3) dan bergradien 3/2. Prosesnya seperti memasak dengan resep yang jelas, langkah demi langkah tidak boleh terlewat.

Substitusi dan Penyederhanaan Aljabar

Langkah pertama adalah identifikasi bahan: titik (x₁, y₁) = (4, 3) dan gradien m = 3/2. Kita masukkan semua ini ke dalam rumus titik-gradien.

y – 3 = (3/2)(x – 4)

Langkah berikutnya adalah menyederhanakan persamaan ini ke bentuk yang lebih bersih. Kita hilangkan tanda kurung dengan mendistribusikan gradien (3/2) ke (x – 4).

y – 3 = (3/2)x – (3/2)*4
y – 3 = (3/2)x – 6

Untuk mengisolasi ‘y’, kita tambahkan 3 pada kedua ruas persamaan.

y = (3/2)x – 6 + 3
y = (3/2)x – 3

Ini sudah dalam bentuk slope-intercept yang cantik, y = mx + c, di mana m=3/2 dan c=-3.

Bentuk-Bentuk Persamaan Akhir

Hasil perhitungan kita bisa disajikan dalam beberapa bentuk yang setara, tergantung kebutuhan atau preferensi.

  • Bentuk Titik-Gradien: y – 3 = (3/2)(x – 4)
  • Bentuk Slope-Intercept: y = (3/2)x – 3
  • Bentuk Umum (Ax + By + C = 0): Untuk mendapatkannya, kita kalikan semua suku dengan 2 untuk menghilangkan pecahan: 2y = 3x –
    6. Lalu, pindahkan semua ke satu ruas: 3x – 2y – 6 = 0.

Visualisasi dan Interpretasi Geometris

Angka dan rumus sudah didapat, sekarang mari kita bayangkan wujud garis ini di bidang koordinat. Proses ini membantu pemahaman yang lebih intuitif dan mendalam.

Gradien 3/2 berarti untuk setiap kenaikan 2 satuan ke kanan (sumbu x), garis akan naik 3 satuan ke atas (sumbu y). Bayangkan kamu mulai dari titik P(4,3). Jika kamu melangkah 2 kotak ke kanan, maka kamu harus naik 3 kotak untuk kembali berada di garis tersebut. Titik potong dengan sumbu Y (c = -3) dapat ditemukan dari bentuk y = (3/2)x – 3.

Oke, kita mulai dari yang sederhana: cari persamaan garis lewat titik (4,3) dengan gradien 3/2. Pakai rumus y – y1 = m(x – x1), jadi y – 3 = 3/2 (x – 4). Nah, soal matematika gini sering bikin penasaran, kayak saat kamu lagi cari tahu Penyelesaian dari 1/3a >= 5 – a/2 adalah. Setelah paham logika penyelesaian pertidaksamaan itu, kamu bisa balik lagi ke soal garis tadi dan menyederhanakan persamaannya dengan lebih percaya diri, sampai ketemu bentuk akhirnya y = (3/2)x – 3.

BACA JUGA  Pada saat ini usia kakek adalah kuadrat usia cucu cari tahu jawabannya

Ini berarti garis memotong sumbu vertikal di titik (0, -3).

Ciri-Ciri Garis y = (3/2)x – 3

Berdasarkan gradien dan titik yang dilalui, berikut karakteristik garis yang telah kita temukan:

  • Garis memiliki kemiringan positif, sehingga tampak naik dari kiri ke kanan.
  • Garis memotong sumbu Y di titik (0, -3). Ini adalah titik awal garis jika diukur dari vertikal.
  • Titik P(4, 3) terletak persis di atas garis tersebut, memenuhi hubungan y = (3/2)*4 – 3 = 6 – 3 = 3.
  • Karena gradiennya 3/2, garis ini lebih curam daripada garis dengan gradien 1, tetapi lebih landai daripada garis dengan gradien 2.

Pembuktian dan Verifikasi Solusi

Dalam matematika, mendapatkan jawaban saja tidak cukup. Kita harus memastikan bahwa jawaban kita benar-benar tepat. Verifikasi adalah ritual wajib yang mengonfirmasi keakuratan kerja kita.

Langkah Verifikasi Kebenaran Persamaan

Pertama, kita buktikan bahwa titik P(4, 3) memang terletak pada persamaan akhir kita, y = (3/2)x – 3. Caranya dengan mensubstitusi x=4 ke dalam persamaan dan melihat apakah menghasilkan y=3.

y = (3/2)*4 – 3 = 6 – 3 = 3. Terbukti.

Kedua, kita pastikan gradien dari persamaan akhir memang 3/2. Dari bentuk y = mx + c, koefisien x adalah m, yang dalam hal ini adalah 3/2. Sudah sesuai.

Verifikasi bukan sekadar formalitas. Ini adalah cara untuk menangkap kesalahan kecil dalam perhitungan aljabar, seperti salah tanda atau salah hitung perkalian. Selalu luangkan waktu sejenak untuk memeriksa ulang pekerjaanmu; ini akan meningkatkan akurasi dan keyakinan terhadap hasil akhir.

Penerapan dan Contoh Variasi Soal Serupa

Setelah menguasai satu contoh, kamu harus bisa menerapkan logika yang sama ke dalam berbagai skenario. Prinsipnya tetap: identifikasi titik dan gradien, substitusi ke y – y₁ = m(x – x₁), lalu sederhanakan.

Variasi Soal dan Prosedur Umum

Berikut beberapa variasi soal dengan titik dan gradien berbeda. Perhatikan pola penyelesaiannya yang konsisten.

Titik (x₁, y₁) Gradien (m) Rumus Awal Bentuk Sederhana (y=mx+c)
(-2, 1) 2 y – 1 = 2(x – (-2)) → y-1=2(x+2) y = 2x + 5
(0, 5) -1/2 y – 5 = (-1/2)(x – 0) y = (-1/2)x + 5
(5, -1) 0 y – (-1) = 0(x – 5) → y+1=0 y = -1

Prosedur umum yang bisa kamu ikuti adalah: 1) Tulis rumus titik-gradien. 2) Ganti m, x₁, dan y₁ dengan nilai dari soal. 3) Sederhanakan persamaan (buka kurung, kumpulkan suku). 4) Verifikasi dengan memasukkan titiknya kembali.

Dalam konteks sehari-hari, konsep ini bisa digunakan untuk memprediksi tren. Misalnya, jika kamu tahu harga sebuah barang naik secara konstan (gradien positif) dari waktu ke waktu, dan kamu tahu harganya pada tanggal tertentu (titik), kamu bisa membuat persamaan garis untuk memperkirakan harga di masa depan atau melacaknya di masa lalu.

Latihan dan Pengembangan Konsep: Tentukan Persamaan Garis Yang Melalui Titik P(4, 3) Dan Bergradien 3/2

Tentukan persamaan garis yang melalui titik P(4, 3) dan bergradien 3/2

Source: amazonaws.com

Untuk benar-benar menguasai sebuah konsep, latihan adalah kuncinya. Mulailah dari soal yang mirip dengan contoh, lalu naikkan tingkat kesulitannya secara bertahap.

Seri Latihan Soal Bertahap

Coba selesaikan soal-soal berikut ini untuk mengasah kemampuanmu.

  1. Tentukan persamaan garis yang melalui titik (1, 2) dan bergradien 4.
  2. Tentukan persamaan garis yang melalui titik (-3, 0) dan bergradien -2/3. Sajikan dalam bentuk umum.
  3. Sebuah garis melalui titik (6, -4) dan sejajar dengan garis y = 3x +

    1. Tentukan persamaan garis tersebut. (Petunjuk

    garis sejajar memiliki gradien yang sama).

  4. Sebuah garis melalui titik (2, -1) dan tegak lurus dengan garis yang persamaannya 2x + 4y =

    8. Tentukan persamaannya. (Petunjuk

    gradien garis yang tegak lurus adalah m₁

    m₂ = -1).

Kesalahan Umum dan Koreksinya

Beberapa jebakan sering ditemui dalam mengerjakan soal seperti ini. Kenali dan hindari kesalahan-kesalahan berikut.

  • Salah Menempatkan Tanda: Saat mensubstitusi titik seperti (-3, 0) ke dalam rumus y – y₁, sering tertulis y – 0 menjadi y saja, tapi untuk x₁ yang negatif, hati-hati: x – (-3) harus menjadi x + 3, bukan x – 3.
  • Kesalahan dalam Distribusi: Saat mengalikan gradien pecahan seperti -2/3 dengan suku dalam kurung, pastikan kedua suku (x dan x₁) dikalikan. Contoh: -2/3 (x + 3) = (-2/3)x – 2, bukan (-2/3)x + 2.
  • Lupa Menyederhanakan ke Bentuk yang Diminta: Soal sering meminta jawaban dalam “bentuk umum” atau “bentuk y=mx+c”. Pastikan kamu telah menyelesaikan penyederhanaan aljabar hingga mendapatkan bentuk yang diminta.

Hubungan dengan Konsep Garis Sejajar dan Tegak Lurus, Tentukan persamaan garis yang melalui titik P(4, 3) dan bergradien 3/2

Konsep persamaan titik-gradien menjadi fondasi untuk memahami hubungan antar garis. Dua garis dikatakan sejajar jika dan hanya jika gradiennya identik (m₁ = m₂). Jadi, jika diketahui garis sejajar dengan suatu persamaan, kita langsung bisa ambil gradiennya sebagai ‘m’ untuk rumus titik-gradien kita. Sementara itu, dua garis tegak lurus memiliki hubungan gradien yang unik, yaitu hasil kali gradiennya sama dengan -1 (m₁
– m₂ = -1).

Jika diketahui garis tegak lurus, kita harus mencari dulu gradien garis yang diketahui, lalu cari gradien garis yang tegak lurus dengannya sebelum mensubstitusikan ke rumus titik-gradien.

Ringkasan Akhir

Jadi, gimana? Ternyata nemuin persamaan garis dari sebuah titik dan gradien itu nggak serumit yang dibayangkan, kan? Dari awal yang cuma modal titik P(4,3) dan angka gradien 3/2, kita udah berhasil nemuin beberapa bentuk persamaannya. Intinya, konsep ini adalah salah satu fondasi penting yang bakal sering kamu temui, jadi memahami prosesnya bener-bener worth it. Sekarang, coba deh terapkan cara yang sama ke titik dan gradien lain.

Siapa tau, matematika yang dulu keliatan abstrak, sekarang jadi punya cerita dan logika yang asik buat diikuti.

Tanya Jawab Umum

Apakah jawaban akhir untuk soal ini hanya satu bentuk persamaan?

Tidak. Hasil akhirnya bisa ditulis dalam beberapa bentuk yang setara, seperti y – 3 = (3/2)(x – 4), y = (3/2)x – 3, atau 3x – 2y – 6 = 0. Semuanya benar dan menggambarkan garis yang sama.

Bagaimana jika gradiennya bilangan negatif atau titiknya ada di kuadran lain?

Caranya tetap sama. Rumus titik-gradien (y – y1 = m(x – x1)) berlaku universal untuk semua titik (x1, y1) dan semua nilai gradien (m), baik positif, negatif, pecahan, atau desimal.

Kenapa verifikasi dengan memasukkan titik P ke persamaan akhir itu penting?

Verifikasi adalah langkah krusial untuk memastikan tidak ada kesalahan hitung. Dengan mensubstitusi koordinat titik P ke persamaan yang kita dapat, kita memastikan bahwa titik tersebut benar-benar memenuhi persamaan, membuktikan perhitungan kita akurat.

Apakah konsep ini bisa digunakan untuk menentukan garis sejajar atau tegak lurus?

Sangat bisa! Garis sejajar memiliki gradien (m) yang sama. Garis tegak lurus memiliki gradien yang merupakan negatif kebalikan (m1
– m2 = -1). Jadi, jika diketahui sebuah garis, kamu bisa cari persamaan garis lain yang sejajar atau tegak lurus dengannya melalui sebuah titik tertentu menggunakan rumus yang sama.

Leave a Comment