Sederhanakan Perpangkatan Berikut Ini a 10^6 x 4^2/25^3 x 8^3 b 21^5 /9^2 7/2^2

Sederhanakan perpangkatan berikut ini. a. (10^6 x 4^2)/ (25^3 x 8^3) b. 21^5 /9^2 : (7/2)^2. Kalimat itu mungkin bikin kita langsung flashback ke pelajaran matematika yang dulu bikin pusing tujuh keliling.

Tapi jangan buru-buru kabur, karena sebenarnya di balik angka-angka dan tanda pangkat yang terlihat ruwet itu, ada pola rapi yang bisa kita bongkar bareng-bareng. Ibaratnya, kita lagi mau merapikan kamar yang berantakan—semua barang harus dikelompokkan berdasarkan jenisnya dulu, baru bisa dicari tempat yang pas.

Nah, kunci utama dalam merapikan ekspresi perpangkatan ini adalah dengan memecah semua bilangan menjadi faktor prima mereka. Angka seperti 4, 8, 9, dan 25 itu sebenarnya adalah penyamaran dari bilangan prima yang dipangkatkan. Begitu kita tahu rahasia ini, perkalian dan pembagian pangkat jadi semudah mengurutkan buku di rak. Prosesnya bakal terasa seperti menyelesaikan puzzle, di mana setiap langkah penyederhanaan membawa kita lebih dekat ke jawaban akhir yang bersih dan elegan.

Pendahuluan dan Konsep Dasar Penyederhanaan Ekspresi Perpangkatan

Mari kita bicara tentang seni menyederhanakan perpangkatan. Bayangkan kamu punya tumpukan kardus bekas yang berantakan di gudang. Daripada membiarkannya begitu saja, kamu membongkarnya, merapikan, dan menyusunnya menjadi tumpukan yang rapi dan mudah dihitung. Kira-kira seperti itulah analogi menyederhanakan bentuk pangkat. Tujuannya bukan sekadar mendapatkan jawaban, tapi memahami struktur bilangan hingga ke akar-akarnya, yaitu bilangan prima.

Perpangkatan, atau eksponen, pada dasarnya adalah cara singkat menulis perkalian berulang. Sifat-sifat operasinya, seperti perkalian pangkat dengan basis sama (a^m × a^n = a^(m+n)), pembagian pangkat dengan basis sama (a^m / a^n = a^(m-n)), dan pangkat dari pangkat ((a^m)^n = a^(m×n)), adalah alat-alat utama kita. Kunci utamanya adalah mengubah semua bilangan komposit—seperti 4, 8, 9, 25, bahkan 10—menjadi bentuk pangkat dari bilangan prima.

Dengan begitu, kita bisa melihat relasi yang tersembunyi dan melakukan penyederhanaan dengan lebih elegan dan minim kesalahan.

Identifikasi Bilangan Komposit Menjadi Pangkat Bilangan Prima, Sederhanakan perpangkatan berikut ini. a. (10^6 x 4^2)/ (25^3 x 8^3) b. 21^5 /9^2 : (7/2)^2

Langkah pertama yang sering menentukan adalah mengenali “wajah asli” dari bilangan-bilangan yang terlihat kompleks. Ini seperti melihat kode batang di belakang kemasan. Angka 4 bukan sekadar 4, tapi 2 pangkat 2. Angka 8 adalah 2 pangkat 3, angka 9 adalah 3 pangkat 2, dan angka 25 adalah 5 pangkat 2. Bahkan 10 bisa kita urai menjadi 2 dikali 5.

BACA JUGA  Carilah akar persamaan kuadrat 2x^2 + 5x + 2 = 0 dengan faktorisasi

Kemampuan dekomposisi ini mengubah soal yang awalnya terlihat menakutkan menjadi puzzle yang bisa disusun ulang dengan logika yang jelas.

Penyederhanaan Ekspresi Perpangkatan dengan Variabel Berbeda: Sederhanakan Perpangkatan Berikut Ini. A. (10^6 X 4^2)/ (25^3 X 8^3) B. 21^5 /9^2 : (7/2)^2

Sekarang, kita terapkan filosofi tadi pada soal yang melibatkan banyak basis berbeda, seperti pada contoh soal bagian (a). Tantangannya adalah mengelola keragaman basis tersebut menjadi suatu kesatuan yang koheren. Prosedurnya sistematis: uraikan semua bilangan menjadi faktor prima, kelompokkan basis yang sama, lalu terapkan sifat pengurangan atau penjumlahan pangkat. Proses ini mengajarkan kita untuk tidak terburu-buru dan menghargai setiap langkah dekomposisi.

Mari kita lihat penerapannya pada soal: (10^6 × 4^2) / (25^3 × 8^3). Untuk membandingkan langkah-langkahnya dengan jelas, perhatikan tabel berikut.

Bilangan Awal Dekomposisi ke Faktor Prima Bentuk Pangkat Setelah Diurai Pengelompokan Basis
10^6 (2 × 5)^6 2^6 × 5^6 Basis 2 dan 5
4^2 (2^2)^2 2^4 Basis 2
25^3 (5^2)^3 5^6 Basis 5
8^3 (2^3)^3 2^9 Basis 2

Dari tabel, ekspresi awal berubah menjadi (2^6 × 5^6 × 2^4) / (5^6 × 2^9). Kelompokkan basis yang sama: untuk basis 2 menjadi 2^(6+4-9) = 2^1, dan untuk basis 5 menjadi 5^(6-6) = 5^0 = 1. Hasil akhirnya adalah 2.

Contoh lain misalnya menyederhanakan (12^3 × 27^2) / (18^4 × 16). Penyelesaiannya bisa dirangkum dalam poin-poin berikut:

  • Uraikan setiap bilangan: 12=2^2×3, 27=3^3, 18=2×3^2, 16=2^4.
  • Substitusikan: [(2^2×3)^3 × (3^3)^2] / [(2×3^2)^4 × (2^4)].
  • Terapkan pangkat dari pangkat: (2^6×3^3 × 3^6) / (2^4×3^8 × 2^4).
  • Gabungkan pangkat per basis: 2^(6-4-4) × 3^(3+6-8) = 2^(-2) × 3^1 = 3 / 4.

Penyederhanaan Ekspresi Perpangkatan yang Melibatkan Pembagian dan Pangkat Pecahan

Kompleksitas bertambah ketika kita berhadapan dengan pembagian bertingkat dan pangkat dari suatu pecahan, seperti pada soal bagian (b): 21^5 / 9^2 : (7/2)^
2. Soal ini menguji pemahaman kita tentang hierarki operasi dan aturan pangkat untuk bilangan rasional. Bagian “: (7/2)^2” harus dibaca sebagai “dibagi dengan (7/2)^2”, sehingga kita akan mengalikan dengan kebalikannya.

Aturan pangkat untuk bilangan pecahan sangat powerful: (a/b)^n = a^n / b^n. Aturan ini memungkinkan kita untuk memisahkan pangkat pada pembilang dan penyebut, yang kemudian mempermudah proses penyederhanaan ketika bertemu dengan operasi pembagian lainnya.

Kembali ke soal, langkah cerdasnya adalah mengkonversi 21 dan 9 ke faktor primanya terlebih dahulu sebelum melakukan apa pun. Bilangan 21 adalah 3 × 7, dan 9 adalah 3^
2. Dengan demikian, 21^5 menjadi (3×7)^5 = 3^5 × 7^5, dan 9^2 menjadi (3^2)^2 = 3^
4. Ekspresi awal kini berwujud (3^5 × 7^5) / 3^4 : (7^2 / 2^2). Ingat, membagi dengan pecahan sama dengan mengalikan dengan kebalikannya, sehingga berubah menjadi (3^5 × 7^5) / 3^4 × (2^2 / 7^2).

BACA JUGA  Faktorkanlah 4x^2 + 12x + 9 dan 9x^2 - 6x + 1 Kuadrat Sempurna

Dari sini, penyederhanaan menjadi lebih mudah dengan mengelompokkan basis 3 dan 7.

Aplikasi Sifat-Sifat Perpangkatan dalam Penyelesaian Soal

Sederhanakan perpangkatan berikut ini. a. (10^6 x 4^2)/ (25^3 x 8^3) b. 21^5 /9^2 : (7/2)^2

Source: pikiran-rakyat.com

Nah, sebelum kita sederhanakan perpangkatan rumit seperti (10^6 x 4^2)/(25^3 x 8^3) atau 21^5 /9^2 : (7/2)^2, yuk kita lihat dulu soal cerita yang butuh logika serupa, misalnya tentang Diketahui harga 2 buah mangga dan 3 buah jeruk adalah Rp6.000,00, sedangkan harga 5 buah mangga dan 4 buah jeruk adalah Rp11.500,00. Jumlah uang yang dibutuhkan. Setelah paham konsep penyederhanaan variabel di soal itu, kamu pasti lebih siap balik lagi ke soal pangkat tadi dan pecahkan dengan lebih percaya diri!

Menyatukan semua sifat perpangkatan membutuhkan panduan yang jelas. Mulailah dengan menguraikan semua bilangan komposit menjadi pangkat bilangan prima. Kemudian, terapkan sifat perkalian dan pembagian pangkat untuk basis yang sama. Jangan lupa untuk memperhatikan tanda operasi, terutama ketika berhadapan dengan pembagian bertingkat atau pangkat negatif. Terakhir, tuliskan hasil akhir dalam bentuk yang paling sederhana, biasanya dalam bentuk pangkat positif atau bilangan bulat.

Beberapa jebakan sering mengintai di tengah proses. Berikut adalah daftar kesalahan umum beserta koreksinya.

  • Kesalahan: Langsung menjumlahkan pangkat pada basis yang berbeda, misalnya 2^3 × 3^2 disederhanakan menjadi 5^
    5. Koreksi: Sifat penjumlahan pangkat hanya berlaku untuk basis yang identik. Basis yang berbeda tidak dapat digabungkan pangkatnya.
  • Kesalahan: Melupakan hierarki operasi dalam notasi pembagian, seperti a/b^c diartikan sebagai (a/b)^c. Koreksi: Perhatikan dengan seksama. a/b^c berarti a dibagi dengan (b^c). Gunakan tanda kurung untuk kejelasan.
  • Kesalahan: Salah dalam menerapkan pangkat pada pecahan, misalnya (a/b)^n hanya dipangkatkan pembilangnya. Koreksi: Kedua bagian, pembilang (a) dan penyebut (b), harus dipangkatkan n.

Strategi memeriksa kebenaran hasil cukup sederhana. Pertama, pastikan tidak ada basis bilangan prima yang tersisa dengan pangkat yang masih bisa disederhanakan. Kedua, kamu bisa mencoba memasukkan nilai numerik (dengan angka yang kecil) ke bentuk awal dan bentuk akhir. Jika hasilnya sama, besar kemungkinan penyederhanaanmu sudah benar.

Latihan dan Eksplorasi Bentuk Perpangkatan Kompleks

Untuk mengasah keterampilan, cobalah tiga soal latihan dengan tingkat kesulitan yang berjenjang berikut ini. Selesaikan dengan menunjukkan langkah-langkah penyederhanaan yang detail.

  1. Sederhanakan (8^2 × 125^3) / (20^4). (Tingkat Dasar-Menengah)
  2. Sederhanakan (6^(2x) × 35^(x+1)) / (14^x × 15^(x-1)). (Melibatkan variabel pada eksponen)
  3. Sederhanakan [(2/3)^(-2) × 81^(0.5)] / (18^2 : 12^2). (Melibatkan pangkat negatif, pecahan, dan desimal)
BACA JUGA  Diketahui persamaan kuadrat (p - 2)x^2 - 2px + 2p - 7 = 0 mempunyai dua akar yang saling berkebalikan Nilai p yang memenuhi persamaan tersebut adalah

Eksplorasi menjadi lebih menarik ketika eksponennya mengandung variabel atau bilangan negatif. Prinsipnya tetap sama: uraikan basis ke bilangan prima. Untuk eksponen variabel, perlakukan ia sebagai suatu entitas aljabar dan terapkan sifat a^(m) × a^(n) = a^(m+n). Untuk pangkat negatif, ingat bahwa a^(-n) = 1/(a^n), yang artinya kita bisa memindahkan basis tersebut ke bagian pecahan yang berlawanan.

Proses memilih sifat perpangkatan yang tepat dapat divisualisasikan dalam sebuah diagram alur konseptual. Bayangkan sebuah titik awal: “Dihadapkan pada Ekspresi Perpangkatan”. Pertanyaan pertama adalah, “Apakah semua basis sudah berupa bilangan prima?” Jika belum, bongkar menjadi faktor prima. Selanjutnya, “Apakah operasinya perkalian/pembagian?” Jika ya, kelompokkan basis yang sama dan tambahkan/kurangkan pangkatnya. Kemudian, “Apakah ada bentuk (a^m)^n atau (a/b)^n?” Jika ada, terapkan aturan pangkat dari pangkat atau pangkat pecahan.

Soal menyederhanakan perpangkatan seperti (10^6 x 4^2)/(25^3 x 8^3) dan 21^5/9^2 : (7/2)^2 memang butuh trik jitu, mirip logika saat kamu Tentukan himpunan penyelesaian dari: 2x + 3y = 12 2x – y = 4 yang mengandalkan eliminasi atau substitusi. Nah, setelah kamu kuasai cara sistematis itu, kembali ke soal perpangkatan tadi, kamu akan lebih mudah melihat pola dan menyederhanakan bilangan berpangkat dengan percaya diri.

Terus ulangi proses bertanya ini hingga mencapai bentuk yang paling sederhana. Alur ini pada dasarnya adalah panduan berpikir sistematis untuk tidak tersesat dalam kerumitan soal.

Penutupan Akhir

Jadi, setelah mengurai dan menyusun ulang semua potongan, kita sampai pada kesimpulan bahwa menyederhanakan perpangkatan itu lebih tentang logika dan pengelompokan yang cermat daripada sekadar menghafal rumus. Hasil akhir dari soal-soal tadi bukan lagi sekadar angka, tapi bukti bahwa kita berhasil menemukan struktur di balik kekacauan. Ingat, setiap soal matematika yang terlihat kompleks selalu punya jalan pintas rahasia—dan kali ini, jalan pintasnya adalah mengenali wajah asli setiap bilangan.

FAQ dan Panduan

Mengapa harus diubah ke bentuk pangkat bilangan prima?

Karena dengan basis yang sama (bilangan prima), sifat-sifat perpangkatan seperti a^m x a^n = a^(m+n) atau a^m / a^n = a^(m-n) bisa langsung diterapkan, sehingga perhitungan menjadi jauh lebih sederhana dan sistematis.

Bagaimana jika di soal ada pangkat nol atau pangkat negatif?

Prinsipnya tetap sama: ubah dulu ke basis prima. Untuk pangkat negatif, gunakan sifat a^-n = 1/a^n. Untuk pangkat nol, ingat bahwa a^0 = 1 selama a tidak nol. Sifat-sifat ini bisa diterapkan setelah basis disamakan.

Apakah hasil penyederhanaan harus dalam bentuk pangkat, atau boleh menjadi bilangan biasa?

Kedua bentuk umumnya diterima, tergantung instruksi soal. Bentuk pangkat sering lebih diutamakan karena lebih ringkas dan menunjukkan proses aljabar. Namun, menghitung nilai akhirnya hingga menjadi bilangan biasa juga merupakan bentuk penyederhanaan yang valid.

Bagaimana cara memeriksa apakah jawaban penyederhanaan kita sudah benar?

Beberapa cara bisa dilakukan: hitung nilai numerik dari soal awal dan bandingkan dengan nilai dari hasil akhir kita. Atau, telusuri kembali setiap langkah dengan menerapkan sifat pangkat secara terbalik untuk melihat apakah bisa kembali ke bentuk awal.

Leave a Comment