Carilah akar persamaan kuadrat 2x^2 + 5x + 2 = 0 dengan faktorisasi

Carilah akar-akar persamaan kuadrat berikut dengan menggunakan faktorisasi. 2x^2 + 5x + 2 = 0. Kalimat itu mungkin terasa seperti mantra matematika yang bikin deg-degan, tapi percayalah, menyelesaikannya itu semudah meracik kopi yang pas manisnya. Kita akan mengupasnya bareng-bareng, langkah demi langkah, sampai akar-akarnya ketemu tanpa perlu pusing mikirin rumus abc yang panjang.

Faktorisasi itu ibaratnya seni merakit dan membongkar puzzle aljabar. Di sini, kita punya teka-teki berbentuk persamaan kuadrat dengan koefisien yang bukan satu. Tujuannya cuma satu: mengubah bentuk persamaan yang terlihat kompleks itu menjadi perkalian dua faktor linier sederhana. Setelah itu, mencari nilai x yang memenuhi akan semudah membaca peta yang sudah jelas petunjuknya.

Pengantar Persamaan Kuadrat dan Faktorisasi

Persamaan kuadrat adalah salah satu fondasi penting dalam aljabar, berbentuk umum ax² + bx + c = 0, di mana a, b, dan c adalah bilangan real dan a tidak sama dengan nol. Keanggunan metode faktorisasi terletak pada kemampuannya mengubah bentuk persamaan yang tampak kompleks menjadi perkalian dua faktor linear yang sederhana. Prinsip dasarnya adalah mencari dua ekspresi linear (px + q) dan (rx + s) yang ketika dikalikan, menghasilkan persamaan kuadrat semula.

Ini seperti membongkar sebuah puzzle aljabar dan menyusunnya kembali dalam bentuk yang lebih mudah dipecahkan.

Namun, tidak semua persamaan kuadrat bisa difaktorkan dengan mudah menggunakan bilangan bulat. Syarat utamanya adalah diskriminan (b²
-4ac) harus merupakan bilangan kuadrat sempurna, dan kombinasi faktor dari a dan c harus memungkinkan untuk menghasilkan b. Contoh sederhana selain soal utama adalah x² + 5x + 6 = 0, yang dengan mudah difaktorkan menjadi (x + 2)(x + 3) = 0.

Gue yakin kamu bisa cari akar-akar persamaan kuadrat 2x² + 5x + 2 = 0 pake faktorisasi, karena logikanya mirip sama nalar kita cari pola deret. Nah, ngomong-ngomong soal pola, pernah kepikiran nggak gimana cara nemuin Suku ke-10 dari barisan bilangan: 2, 20, 200, 2.000, adalah ? Konsepnya seru banget, dan setelah paham itu, kamu bakal makin jago deh buat balik lagi ke soal pemfaktoran persamaan kuadrat tadi dengan kepala yang lebih fresh.

BACA JUGA  Hasil dari (5^2 x 2^(3/4) - 3^2 x 2^(3/4)/256(8)^1/4 adalah

Metode ini adalah alat yang powerful, tapi bukan satu-satunya. Berikut perbandingan singkatnya dengan metode lain.

Perbandingan Metode Mencari Akar

Metode Kelebihan Kekurangan Cocok Untuk
Faktorisasi Cepat, intuitif, langsung memberikan faktor. Hanya bekerja jika akarnya rasional dan mudah ditebak. Persamaan dengan koefisien kecil dan sederhana.
Rumus Kuadrat (ABC) Pasti berhasil untuk semua persamaan kuadrat real. Perhitungan lebih rumit, kurang intuitif secara aljabar. Semua jenis persamaan, terutama yang sulit difaktorkan.
Melengkapkan Kuadrat Memberikan pemahaman mendalam tentang bentuk verteks. Prosedur lebih panjang dan berpotensi error. Analisis geometri parabola (mencari titik puncak).

Memahami Soal: 2x² + 5x + 2 = 0

Mari kita fokus pada sang bintang utama kita: 2x² + 5x + 2 = 0. Langkah pertama adalah mengidentifikasi komponen kuncinya. Di sini, koefisien a = 2, b = 5, dan konstanta c = 2. Tantangan dalam persamaan ini adalah si “a” yang bernilai 2, bukan 1. Ini berarti kita tidak bisa hanya mencari dua bilangan yang hasil kalinya c dan jumlahnya b.

Kita perlu memikirkan faktor dari a (yaitu 2) juga.

Prosesnya menjadi seperti mencari dua pasangan bilangan yang saling terkait. Kita perlu menemukan dua bilangan, sebut saja m dan n, yang memenuhi dua syarat sekaligus: 1) Hasil kali m × n harus sama dengan a × c (2 × 2 = 4), dan 2) Jumlah m + n harus sama dengan b (5). Setelah m dan n ditemukan, persamaan akan dipecah menjadi dua suku di tengah (5x) untuk kemudian difaktorkan berkelompok.

Prosedur Detail Faktorisasi

Setelah memahami analisis koefisien, sekarang kita eksekusi langkah-langkah aljabarnya. Tujuannya adalah mengubah 2x² + 5x + 2 menjadi bentuk (px + q)(rx + s). Proses ini membutuhkan ketelitian, tetapi jika langkahnya diikuti dengan runtut, hasilnya akan sangat memuaskan.

Nah, setelah kamu berhasil memfaktorkan persamaan 2x² + 5x + 2 = 0 dan menemukan akar-akarnya, coba lihat bagaimana logika berpasangan itu juga muncul di dunia himpunan. Misalnya, untuk menghitung Banyaknya korespondensi satu-satu yang mungkin terjadi dari himpunan A = 3, 5, 7, 9, 11 ke himpunan Q = a, b, c, d, e adalah , prinsip pencocokan yang rapi ini mirip dengan mencari faktor yang tepat agar persamaan kuadratmu tadi menjadi nol.

Jadi, keterampilanmu dalam memecah faktor aljabar sangat berguna untuk memahami pola-pola matematika yang lebih luas.

BACA JUGA  Jika A = 1, 2, 5, 10, B = 1, 3, 5, dan C = 1, 2, 3, 4, maka (A - B) n (A - C) adalah

Langkah-langkah Pemfaktoran, Carilah akar-akar persamaan kuadrat berikut dengan menggunakan faktorisasi. 2x^2 + 5x + 2 = 0

Carilah akar-akar persamaan kuadrat berikut dengan menggunakan faktorisasi. 2x^2 + 5x + 2 = 0

Source: slidesharecdn.com

Berikut adalah prosedur sistematis untuk memfaktorkan persamaan 2x² + 5x + 2 = 0:

  • Langkah 1: Kalikan a dan c. a × c = 2 × 2 = 4. Kita akan mencari faktor dari 4 yang jumlahnya 5.
  • Langkah 2: Cari dua bilangan. Faktor-faktor dari 4 adalah: 1 & 4, 2 & 2. Pasangan yang jumlahnya 5 adalah 1 dan 4.
  • Langkah 3: Pecah suku tengah (5x). Gantikan 5x dengan 1x + 4x. Persamaan menjadi: 2x² + 1x + 4x + 2 = 0.
  • Langkah 4: Faktorkan per kelompok. Kelompokkan dua suku pertama dan dua suku terakhir: (2x² + 1x) + (4x + 2). Faktor masing-masing kelompok: x(2x + 1) + 2(2x + 1).
  • Langkah 5: Faktorkan (2x+1) sebagai faktor bersama. Hasilnya adalah (2x + 1)(x + 2).

Untuk memastikan tidak ada kesalahan, kita kembalikan (expand) faktornya: (2x + 1)(x + 2) = 2x² + 4x + 1x + 2 = 2x² + 5x + 2. Tepat sama dengan persamaan awal. Pemfaktoran kita sudah benar.

Mencari Akar-akar Persamaan

Setelah berhasil mendapatkan bentuk faktor (2x + 1)(x + 2) = 0, mencari akar-akarnya menjadi hal yang sangat sederhana. Logikanya adalah: jika hasil kali dua buah bilangan adalah nol, maka setidaknya salah satu dari bilangan tersebut pasti nol. Prinsip yang sama berlaku untuk faktor aljabar ini.

Kita cukup menyamakan setiap faktor dengan nol dan menyelesaikan persamaan linear yang dihasilkan. Dari (2x + 1) = 0, kita dapatkan 2x = -1, sehingga x = -½. Dari (x + 2) = 0, kita dapatkan x = -2. Jadi, akar-akar persamaan kuadrat 2x² + 5x + 2 = 0 adalah x = -½ dan x = -2.

Akar-akar persamaan kuadrat, yaitu x = -½ dan x = -2, secara geometris merupakan titik-titik di mana grafik fungsi f(x) = 2x² + 5x + 2 memotong sumbu-x. Pada titik-titik ini, nilai y atau f(x) adalah nol. Dengan kata lain, akar persamaan adalah solusi nyata dari pertanyaan “Pada x berapa kurva ini menyentuh garis horizontal y=0?”.

Ilustrasi dan Penerapan Konsep

Bayangkan sebuah parabola yang terbuka ke atas (karena a = 2 > 0), melayang di atas bidang kartesian. Grafik dari y = 2x² + 5x + 2 ini akan memotong sumbu-x tepat di dua titik, yaitu pada koordinat (-2, 0) dan (-0.5, 0). Titik puncak parabola berada di antara kedua akar ini, yaitu di sebelah kiri sumbu-y karena kedua akarnya negatif.

Secara visual, parabola tersebut seperti sebuah talang air yang menyentuh tanah di dua titik tersebut sebelum naik lagi ke kedua sisinya.

BACA JUGA  Jumlah semua bilangan bulat di antara 1 sampai 50 yang tidak habis dibagi tiga sama dengan 34

Dalam konteks nyata, misalnya soal tentang luas atau proyektil, akar-akar ini bisa mewakili waktu saat suatu objek mencapai ketinggian tanah (waktu = 0 dan waktu tertentu), atau dimensi nol dari suatu bidang. Membandingkan solusi dari faktorisasi dengan sketsa grafik memberikan konfirmasi ganda: hitungan aljabar dan ilustrasi visual saling menguatkan bahwa -½ dan -2 adalah solusi yang valid.

Latihan dan Variasi Soal

Untuk mengasah kemampuan, cobalah tantang diri dengan beberapa variasi soal di bawah ini. Semuanya masih bisa diselesaikan dengan metode faktorisasi yang elegan. Ingat prinsip utamanya: cari dua bilangan yang hasil kalinya a×c dan jumlahnya b.

Koleksi Soal Latihan

Soal Tingkat Kesulitan Petunjuk Kunci Akar-akar (Untuk Cross-check)
1. x²

3x – 10 = 0

Mudah (a=1) Cari dua bilangan yang hasil kali -10 dan jumlah -3. x = 5 dan x = -2
2. 3x² + 10x + 3 = 0 Sedang (a>1) a×c = 9. Cari faktor dari 9 yang jumlahnya 10. x = -⅓ dan x = -3
3. 6x²

x – 1 = 0

Menantang a×c = -6. Faktor yang jumlahnya -1? Perhatikan tanda negatif. x = ½ dan x = -⅓

Penutupan Akhir: Carilah Akar-akar Persamaan Kuadrat Berikut Dengan Menggunakan Faktorisasi. 2x^2 + 5x + 2 = 0

Jadi, begitulah ceritanya. Dari persamaan 2x^2 + 5x + 2 = 0, kita berhasil menguak dua solusi: x = -1/2 dan x = -2. Proses faktorisasi ini menunjukkan bahwa matematika seringkali adalah tentang mencari pola dan koneksi yang tersembunyi. Kedua angka itu bukan sekadar jawaban di kertas; mereka adalah titik-titik spesial di mana grafik parabola menyentuh sumbu-x, memberi kita pemahaman visual yang lebih dalam.

Selamat, kamu sudah berhasil membongkar kodenya!

Ringkasan FAQ

Apakah semua persamaan kuadrat bisa diselesaikan dengan faktorisasi?

Tidak. Faktorisasi langsung hanya mudah jika persamaan memiliki akar-akar rasional yang “cocok”. Banyak persamaan kuadrat memerlukan metode lain seperti rumus kuadrat atau melengkapkan kuadrat sempurna.

Bagaimana jika saya tidak menemukan dua bilangan yang memenuhi syarat perkalian dan penjumlahan?

Itu adalah tanda bahwa persamaan tersebut sulit atau tidak dapat difaktorkan secara mudah dengan bilangan bulat. Saatnya beralih ke metode rumus kuadrat yang lebih umum.

Apa bedanya akar persamaan dengan titik potong sumbu X?

Konsepnya sangat terkait. Akar persamaan f(x)=0 adalah nilai x-nya, sedangkan titik potong sumbu X adalah koordinat (x, 0) di grafik. Secara sederhana, akar adalah nilai absis (x) dari titik potong tersebut.

Mengapa setiap faktor harus disamakan dengan nol?

Berdasarkan sifat perkalian nol: jika hasil kali beberapa faktor adalah nol, maka setidaknya satu dari faktor tersebut harus bernilai nol. Dengan menyamakan tiap faktor dengan nol, kita mencari nilai x yang membuat sifat itu terpenuhi.

Leave a Comment