Banyaknya korespondensi satu-satu dari A = 3,5,7,9,11 ke Q = a,b,c,d,e adalah

Banyaknya korespondensi satu-satu yang mungkin terjadi dari himpunan A = {3, 5, 7, 9, 11} ke himpunan Q = {a, b, c, d, e} adalah – Banyaknya korespondensi satu-satu yang mungkin terjadi dari himpunan A = 3, 5, 7, 9, 11 ke himpunan Q = a, b, c, d, e adalah sebuah teka-teki kombinatorial yang elegan. Bayangkan kamu punya lima kunci unik dan lima gembok yang berbeda, lalu ditanya berapa banyak cara mencarikan pasangan sempurna untuk setiap kunci dan gemboknya. Nah, soal ini persis seperti itu, hanya bahasanya yang lebih matematis.

Korespondensi satu-satu itu ibarat menjodohkan anggota dua kelompok di mana setiap orang dapat pasangan yang berbeda-beda, tanpa ada yang jomblo atau selingkuh. Di balik himpunan angka ganjil yang rapi dan himpunan huruf kecil yang sederhana ini, tersembunyi sebuah prinsip hitung dasariah yang bernama faktorial. Mari kita bongkar bersama bagaimana angka-angka dan huruf-huruf ini bisa dipasang-pasangkan dengan cara yang sangat teratur.

Konsep Dasar Korespondensi Satu-Satu: Banyaknya Korespondensi Satu-satu Yang Mungkin Terjadi Dari Himpunan A = {3, 5, 7, 9, 11} Ke Himpunan Q = {a, B, C, D, E} Adalah

Bayangkan kamu punya lima pasang sepatu dan lima rak sepatu kosong. Korespondensi satu-satu adalah cara kita memasangkan setiap sepatu ke satu rak yang berbeda, sehingga tidak ada sepatu yang numpang rak dan tidak ada rak yang kosong atau diisi dua sepatu. Dalam bahasa matematika, ini adalah relasi khusus antara dua himpunan di mana setiap anggota di himpunan pertama dipasangkan dengan tepat satu anggota unik di himpunan kedua, dan sebaliknya, semua anggota di himpunan kedua terpakai.

Relasi ini sering disebut juga bijeksi.

Contoh Korespondensi Satu-Satu dalam Kehidupan Sehari-hari

Konsep ini bukan cuma teori, tapi sering kita temui dalam aktivitas rutin. Berikut beberapa contoh nyatanya:

  • Nomor Kursi dan Penonton di Bioskop: Setiap tiket memiliki nomor kursi spesifik (misal, A12). Dalam kondisi ideal, hanya ada satu penonton yang duduk di kursi A12, dan setiap penonton memiliki kursinya sendiri-sendiri. Ini adalah pemetaan satu-satu antara himpunan tiket dan himpunan kursi.
  • Kunci dan Anak Kunci: Satu buah kunci utama biasanya hanya cocok untuk satu gembok tertentu. Pasangan antara kunci dan gemboknya adalah hubungan satu-satu.
  • Nomor Induk Siswa (NIS) dan Siswa: Setiap siswa di sebuah sekolah memiliki NIS yang unik. Tidak mungkin dua siswa berbagi NIS yang sama, dan satu NIS hanya merujuk pada satu siswa. Ini adalah korespondensi satu-satu antara himpunan siswa dan himpunan NIS.
BACA JUGA  Fungsi g(x) = 3x - 2n dan Mencari n Jika g(4) = 6

Perbandingan dengan Jenis Relasi Himpunan Lainnya

Tidak semua relasi antara himpunan bersifat satu-satu. Untuk membedakannya, perhatikan tabel perbandingan berikut yang merangkum tiga jenis pemetaan dasar.

Jenis Relasi (Pemetaan) Kriteria dari Himpunan Asal (A) Kriteria ke Himpunan Sasaran (B) Contoh Sederhana
Into (Into Function) Setiap anggota A punya pasangan di B. Ada anggota B yang tidak mendapat pasangan dari A. A=1,2, B=x,y,z. 1→x, 2→y. Anggota ‘z’ tidak terpakai.
Onto/Surjektif (Onto Function) Setiap anggota A punya pasangan di B. Setiap anggota B mendapat pasangan dari A (bisa lebih dari satu dari A). A=1,2,3, B=x,y. 1→x, 2→y, 3→y. Semua B terpakai, tapi ‘y’ dapat dua pasangan.
Satu-Satu/Bijektif (One-to-One Correspondence) Setiap anggota A punya pasangan unik di B. Setiap anggota B mendapat pasangan unik dari A. A=1,2,3, B=x,y,z. 1→x, 2→y, 3→z. Pasangan sempurna dan unik.

Syarat Terbentuknya Korespondensi Satu-Satu

Agar dua himpunan bisa dijodohkan dalam korespondensi satu-satu, ada dua syarat mutlak yang harus dipenuhi. Pertama, jumlah anggota kedua himpunan harus sama persis. Kedua, harus mungkin untuk membuat aturan pemasangan di mana setiap anggota dari himpunan pertama dipasangkan dengan satu dan hanya satu anggota dari himpunan kedua, tanpa ada yang terlewat atau berbagi pasangan. Syarat pertama tentang jumlah anggota ini adalah prasyarat dasar yang mudah kita periksa sebelum menghitung banyaknya kemungkinan pasangan.

Analisis Himpunan dan Kondisi Soal

Mari kita tengok langsung himpunan yang diberikan dalam soal: A = 3, 5, 7, 9, 11 dan Q = a, b, c, d, e. Himpunan A berisi bilangan ganjil berurutan mulai dari 3 hingga 11, sementara himpunan Q berisi lima huruf kecil awal yang umum digunakan. Karakteristik pentingnya adalah keduanya merupakan himpunan berhingga dan anggotanya dapat dibedakan satu sama lain.

Pembuktian Syarat Korespondensi Satu-Satu

Untuk membuktikan bahwa antara A dan Q dapat dibentuk korespondensi satu-satu, kita uji dua syaratnya. Pertama, kita hitung kardinalitas atau banyaknya anggota masing-masing himpunan. n(A) = 5 (anggota: 3,5,7,9,11) dan n(Q) = 5 (anggota: a,b,c,d,e). Karena n(A) = n(Q) = 5, syarat pertama terpenuhi. Kedua, kita bisa dengan mudah membuat setidaknya satu contoh aturan pemasangan yang memenuhi kriteria, misalnya dengan memetakan secara berurutan: 3→a, 5→b, 7→c, 9→d, 11→e.

Dengan ini, semua syarat terpenuhi.

Ilustrasi Diagram Panah Pemetaan Spesifik

Berikut adalah deskripsi dari satu contoh diagram panah untuk pemetaan dari A ke Q. Bayangkan lima titik di sisi kiri mewakili himpunan A, masing-masing diberi label 3, 5, 7, 9, dan 11. Di sisi kanan, ada lima titik lain yang mewakili himpunan Q, dengan label a, b, c, d, e. Dari titik ‘3’ di kiri, tarik satu panah lurus menuju titik ‘c’ di kanan.

Dari titik ‘5’, tarik panah ke titik ‘e’. Dari ‘7’ ke ‘a’. Dari ‘9’ ke ‘b’. Dan dari ’11’ ke ‘d’. Setiap titik di kiri hanya mengeluarkan satu panah, dan setiap titik di kanan hanya diterangi oleh satu panah masuk.

Itulah visualisasi korespondensi satu-satu.

Prinsip Perhitungan dan Faktorial

Setelah tahu bahwa korespondensi satu-satu mungkin, pertanyaan berikutnya adalah: berapa banyak cara berbeda untuk membuat pasangan sempurna itu? Jawabannya bersandar pada prinsip dasar menghitung kemungkinan, yaitu aturan perkalian.

BACA JUGA  Diketahui persamaan kuadrat (p - 2)x^2 - 2px + 2p - 7 = 0 mempunyai dua akar yang saling berkebalikan Nilai p yang memenuhi persamaan tersebut adalah

Prinsip Aturan Perkalian

Banyaknya korespondensi satu-satu yang mungkin terjadi dari himpunan A = {3, 5, 7, 9, 11} ke himpunan Q = {a, b, c, d, e} adalah

Source: slidesharecdn.com

Misalkan kita akan memasangkan anggota A ke Q satu per satu. Untuk anggota pertama di A (misalnya angka 3), ada 5 pilihan huruf di Q yang bisa menjadi pasangannya. Setelah kita pilih satu, untuk anggota A kedua (angka 5), hanya tersisa 4 pilihan huruf di Q karena satu huruf sudah dipakai. Untuk anggota ketiga (7), tersisa 3 pilihan. Begitu seterusnya.

Banyaknya total cara adalah hasil perkalian dari pilihan-pilihan yang tersedia ini: 5 × 4 × 3 × 2 × 1.

Konsep Faktorial dan Hubungan dengan Permutasi

Perkalian beruntun bilangan asli dari suatu bilangan n sampai 1 disebut faktorial, dilambangkan dengan n!. Jadi, 5! = 5×4×3×2×1 = 120. Korespondensi satu-satu antara dua himpunan dengan n anggota pada dasarnya sama dengan menyusun ulang atau mengurutkan n elemen himpunan kedua untuk dipasangkan dengan himpunan pertama yang sudah punya urutan tetap. Aktivitas menyusun ulang n objek berbeda inilah yang disebut permutasi, dan banyaknya adalah n!.

Rumus inti untuk menghitung banyaknya korespondensi satu-satu antara dua himpunan berhingga yang ekuivalen (n(A) = n(B) = n) adalah: n! (n faktorial).

Penyelesaian Langkah demi Langkah

Sekarang kita terapkan langsung pada soal: “Banyaknya korespondensi satu-satu yang mungkin terjadi dari himpunan A = 3, 5, 7, 9, 11 ke himpunan Q = a, b, c, d, e adalah.”

Prosedur Sistematis Penyelesaian

Langkah pertama adalah memastikan syarat terpenuhi, yaitu n(A) = n(Q). Kita hitung: A memiliki 5 anggota, Q memiliki 5 anggota. Syarat ok. Langkah kedua, karena syarat terpenuhi, banyaknya korespondensi satu-satu dihitung dengan rumus n!, di mana n adalah jumlah anggota masing-masing himpunan. Dalam kasus ini, n = 5.

Langkah ketiga, kita hitung nilai dari 5!.

Perhitungan Nilai Faktorial, Banyaknya korespondensi satu-satu yang mungkin terjadi dari himpunan A = {3, 5, 7, 9, 11} ke himpunan Q = {a, b, c, d, e} adalah

Perhitungan 5! dilakukan secara berurutan:
5! = 5 × 4 × 3 × 2 × 1
Pertama, 5 × 4 = 20.
Kemudian, 20 × 3 = 60.
Lalu, 60 × 2 = 120.
Terakhir, 120 × 1 = 120.
Jadi, 5! = 120.

Hasil Perhitungan Akhir

Dengan demikian, banyaknya korespondensi satu-satu yang mungkin dari himpunan A ke himpunan Q adalah 120 cara. Artinya, ada seratus dua puluh cara berbeda untuk memasangkan kelima bilangan ganjil itu dengan kelima huruf tersebut secara satu-satu, di mana setiap cara merupakan pengaturan atau permutasi yang unik dari pasangan-pasangan tersebut.

Hitung korespondensi satu-satu dari himpunan A ke Q? Itu soal klasik yang jawabannya pasti 5! atau 120. Tapi jangan cuma berhenti di rumus, intinya kan memahami pola hubungan yang unik. Nah, pola serupa bisa kamu eksplor di soal lain, misalnya Misalkan F = (6x^2 + 16x + 3m)/6 merupakan kuadrat dari bentuk linear terhadap x(ax + b). Nilai m yang memungkinan hal tersebut terjadi terletak di an di mana kamu mencari nilai m agar bentuknya jadi kuadrat sempurna.

Kembali ke soal awal, memahami konsep ini bikin kamu lebih jago ngitung banyaknya korespondensi yang mungkin, bukan cuma hafal angkanya.

Variasi Soal dan Penerapan

Pemahaman tentang korespondensi satu-satu menjadi lebih kokoh ketika kita mengujinya pada berbagai variasi kondisi. Perubahan jumlah anggota atau struktur himpunan akan langsung mengubah cara penyelesaian dan hasil akhirnya.

Contoh Soal Latihan dengan Variasi Kesulitan

Berikut tiga contoh soal untuk mengasah pemahaman:

  1. Tingkat Dasar: Hitung banyaknya korespondensi satu-satu antara himpunan nama hari Senin, Selasa, Rabu dan himpunan kode X, Y, Z.
  2. Tingkat Menengah: Dari 7 orang finalis lomba pidato, akan dipilih juara 1, 2, dan 3. Berapa banyak cara berbeda untuk menentukan ketiga pemenang tersebut? (Ini analog dengan korespondensi satu-satu antara posisi juara dan orang).
  3. Tingkat Analisis: Diberikan P = p, q, r dan R = 1, 2, 3, 4. Apakah dapat dibentuk korespondensi satu-satu? Jelaskan. Jika tidak, berapa banyak cara pemetaan dari P ke R dimana setiap anggota P punya pasangan berbeda di R (fungsi satu-satu/injektif)?
BACA JUGA  Tentukan Persamaan Garis Melalui Titik P(4, 3) Bergradien 3/2

Tabel Perbandingan Penyelesaian Contoh Soal

Soal n(Himp1) n(Himp2) Banyaknya Cara & Keterangan
Contoh 1 (Hari & Kode) 3 3 3! = 6 cara. Syarat n sama terpenuhi.
Contoh 2 (Juara Pidato) 3 (posisi) 7 (finalis) P(7,3) = 7×6×5 = 210 cara. Bukan korespondensi satu-satu penuh karena n tidak sama, tetapi merupakan permutasi (satu-satu dari himpunan posisi ke himpunan finalis).
Contoh 3 (P ke R) 3 4 Tidak bisa korespondensi satu-satu karena n berbeda. Fungsi satu-satu/injektif: 4×3×2 = 24 cara.

Dampak Perubahan Jumlah Anggota Himpunan

Perubahan jumlah anggota sangat krusial. Jika jumlahnya sama (n), jawabannya selalu n!. Jika himpunan asal lebih sedikit (n) dari himpunan sasaran (m, dengan m > n), maka korespondensi satu-satu penuh tidak mungkin. Yang bisa dihitung adalah banyaknya fungsi satu-satu (injektif), yaitu P(m,n) = m!/(m-n)!. Sebaliknya, jika himpunan asal lebih banyak, tidak mungkin ada fungsi satu-satu apalagi korespondensi satu-satu, karena pasti ada anggota yang berbagi pasangan.

Aplikasi Konsep dalam Bidang Lain

Konsep permutasi dan pasangan satu-satu ini bukan cuma soal matematika. Dalam pengkodean, ia muncul saat membuat cipher substitusi sederhana di mana setiap huruf diganti dengan simbol unik. Dalam penjadwalan, ia mirip dengan menugaskan sejumlah pekerja ke sejumlah mesin yang berbeda dimana satu pekerja satu mesin. Dalam manajemen data, konsep kunci primer (primary key) di database adalah implementasi langsung: setiap record memiliki kunci unik yang menjamin identifikasi satu-satu.

Pemahaman ini membantu merancang sistem yang efisien dan bebas konflik.

Ulasan Penutup

Jadi, setelah semua proses dijalani, jawaban akhirnya adalah 120 cara. Angka itu bukan sekadar hasil kali 5x4x3x2x1, melainkan bukti betapa banyaknya kemungkinan teratur yang lahir dari aturan sederhana. Konsep ini nggak cuma numpang lewat di pelajaran matematika, tapi jadi fondasi dalam pengkodean data, penyusunan password, hingga algoritma komputer. Sekarang, kalau ada yang nanya tentang memasangkan lima hal dengan lima hal lain, kamu sudah tahu jalannya: hitung faktorialnya dan selesaikan dengan percaya diri.

FAQ Terkini

Apakah hasilnya akan sama jika kita menghitung korespondensi dari Q ke A?

Ya, persis sama. Korespondensi satu-satu bersifat simetris. Banyaknya cara memasangkan semua anggota himpunan pertama ke himpunan kedua yang jumlah anggotanya sama akan selalu identik, tidak peduli arah pemetaannya.

Nah, kalau kita ngomongin soal himpunan dan korespondensi satu-satu dari A = 3, 5, 7, 9, 11 ke Q = a, b, c, d, e, jawabannya bisa ditemukan dengan logika kombinatorial yang rapi. Logika matematika seperti ini sering muncul dalam berbagai bentuk soal, misalnya konsep fungsi lantai yang dibahas di sini: Didefinisikan a = bilangan bulat terbesar yang lebih kecil atau sama dengan a.

Sebagai contoh, 2 = 2; 3/4 = 0; 5/4 = 1. Jika x = 7, maka nilai. Pemahaman terhadap prinsip-prinsip dasar seperti itu sangat membantu, lho, untuk menentukan banyaknya korespondensi satu-satu yang mungkin dari kedua himpunan tersebut.

Bagaimana jika salah satu himpunan memiliki anggota yang sama (duplikat), misalnya A = 3, 5, 5, 7, 9?

Maka korespondensi satu-satu tidak mungkin terdefinisi. Syarat utamanya adalah setiap himpunan harus beranggotakan elemen yang berbeda (tidak ada pengulangan) dan jumlah anggotanya sama persis.

Apakah korespondensi satu-satu selalu berkaitan dengan permutasi?

Betul sekali! Menghitung banyaknya korespondensi satu-satu antara dua himpunan dengan n anggota ekuivalen dengan menghitung banyaknya permutasi dari n elemen yang berbeda, yaitu n! (n faktorial).

Dalam kehidupan nyata, di mana lagi konsep ini diterapkan selain contoh kunci-gembok?

Konsep ini dipakai saat menyusun jadwal pelajaran (memasangkan kelas, guru, dan ruang), membuat kode unik untuk setiap item dalam database, atau dalam sistem antrian yang memastikan satu nomor hanya untuk satu orang.

Leave a Comment