Menentukan Ksp CaCO3 dari Kelarutan 5 mg per 500 mL Air

Menentukan Ksp CaCO3 dari kelarutan 5 mg/500 mL membuka jendela pemahaman yang menarik tentang dunia kimia larutan yang sering kita anggap rumit. Proses ini bukan sekadar hitung-hitungan biasa, melainkan sebuah cerita tentang bagaimana zat padat yang tampak tak larut sebenarnya berinteraksi secara halus dengan air, melepaskan ion-ionnya dalam jumlah yang sangat kecil namun terukur. Dari data kelarutan sederhana inilah, konstanta kesetimbangan yang fundamental untuk memahami stabilitas senyawa dapat diungkap.

Artikel ini akan mengajak pembaca menyelami langkah-langkah praktis dan konseptual untuk mengubah data massa dan volume menjadi nilai Ksp yang bermakna. Mulai dari konversi satuan yang kritis, pemahaman hubungan antara kelarutan molar dan hasil kali kelarutan, hingga melihat faktor apa saja di dunia nyata yang dapat menggeser nilai tersebut. Semua diurai dengan pendekatan yang aplikatif, sehingga prinsip kimia fisika ini menjadi lebih dekat dan relevan.

Konsep Dasar Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)

Menentukan Ksp CaCO3 dari kelarutan 5 mg/500 mL

Source: slidesharecdn.com

Sebelum kita menghitung nilai Ksp untuk kalsium karbonat, penting untuk memahami dengan baik dua konsep kunci dalam kimia larutan ini. Kelarutan dan hasil kali kelarutan sering kali membingungkan karena terdengar mirip, padahal keduanya memiliki makna dan fungsi yang berbeda. Memahami perbedaannya adalah kunci untuk menguasai perhitungan dan prediksi mengenai pengendapan suatu zat.

Menentukan Ksp CaCO3 dari kelarutan 5 mg/500 mL memerlukan ketelitian konversi satuan dan perhitungan molaritas, serupa dengan presisi yang dibutuhkan saat Menghitung Luas Juring POQ dengan Sudut 120° dan Jari‑jari 21 cm dalam matematika. Keduanya mengajarkan pentingnya langkah sistematis. Kembali ke kimia, setelah molaritas diketahui, Ksp dapat dihitung dari hasil kali ion-ion dalam larutan jenuh.

Kelarutan (s) menggambarkan jumlah maksimum suatu zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu pelarut pada kondisi tertentu, biasanya dinyatakan dalam gram per liter (g/L) atau molaritas (mol/L). Sementara itu, Hasil Kali Kelarutan (Ksp) adalah konstanta kesetimbangan khusus untuk proses pelarutan senyawa ionik sukar larut. Nilai Ksp bersifat tetap pada suhu tertentu dan memberikan ukuran seberapa mudah suatu senyawa mengion dalam air.

Hubungan Kelarutan (s) dan Konstanta Hasil Kali Kelarutan (Ksp)

Hubungan antara kelarutan molar (s) dan Ksp bergantung pada rumus kimia senyawa dan cara senyawa tersebut terdisosiasi. Untuk senyawa ion dengan rumus umum berbeda, ekspresi Ksp-nya juga berbeda, yang berdampak pada cara kita menghubungkannya dengan nilai s. Inilah mengapa kita tidak bisa langsung menyamakan s dengan akar kuadrat Ksp untuk semua jenis senyawa.

Perbandingan Satuan Kelarutan dan Nilai Ksp

Perbedaan mendasar terletak pada satuannya. Kelarutan memiliki satuan yang jelas, seperti mol/L, yang memberitahu kita konsentrasi aktual ion dalam larutan jenuh. Di sisi lain, Ksp adalah konstanta kesetimbangan yang diperoleh dari perkalian konsentrasi ion-ion yang dipangkatkan koefisiennya. Hasil perkalian ini menghasilkan suatu angka tanpa satuan, yang nilainya tetap pada suhu tertentu. Ksp lebih berfungsi sebagai pembanding kelarutan relatif antar senyawa sejenis.

Persamaan Disosiasi dan Rumus Ksp CaCO₃

Kalsium karbonat adalah senyawa elektrolit kuat yang sukar larut. Dalam air, ia akan terdisosiasi sebagian membentuk ion-ion penyusunnya. Persamaan kesetimbangan disosiasinya dapat dituliskan sebagai berikut:

CaCO₃(s) ⇌ Ca²⁺(aq) + CO₃²⁻(aq)

Berdasarkan persamaan tersebut, rumus untuk konstanta hasil kali kelarutan (Ksp) CaCO₃ adalah hasil kali konsentrasi ion-ionnya dalam larutan jenuh.

Ksp CaCO₃ = [Ca²⁺][CO₃²⁻]

Tabel Contoh Hubungan Kelarutan dan Ksp

Tabel berikut memberikan gambaran bagaimana rumus Ksp dan hubungannya dengan kelarutan molar (s) bervariasi tergantung jenis senyawanya. Perhatikan bahwa nilai s selalu dalam satuan mol/L, sedangkan Ksp adalah nilai numerik tanpa satuan.

BACA JUGA  Ion yang Terbentuk saat MgNH4PO4 Dilarutkan dalam Air dan Prosesnya

Menentukan Ksp CaCO3 dari kelarutan 5 mg/500 mL memerlukan ketelitian dalam perhitungan molaritas dan konsentrasi ion. Proses ini mirip dengan menghitung mundur waktu, seperti saat kamu ingin tahu Waktu 9 jam yang lalu dari 04.25 , di mana presisi adalah kunci. Dengan data kelarutan yang tepat, kita bisa mengolahnya menjadi nilai Ksp yang akurat, mengungkap seberapa jenuh larutan kalsium karbonat tersebut.

Contoh Senyawa Rumus Ksp Hubungan s dengan Ksp Catatan
CaCO₃ (kalsium karbonat) Ksp = [Ca²⁺][CO₃²⁻] Ksp = s × s = s² Rasio ion 1:1, s dari masing-masing ion sama.
PbCl₂ (timbal(II) klorida) Ksp = [Pb²⁺][Cl⁻]² Ksp = (s) × (2s)² = 4s³ Setiap 1 mol PbCl₂ menghasilkan 2 mol ion Cl⁻.
Ag₂CrO₄ (perak kromat) Ksp = [Ag⁺]²[CrO₄²⁻] Ksp = (2s)² × (s) = 4s³ Setiap 1 mol Ag₂CrO₄ menghasilkan 2 mol ion Ag⁺.
Al(OH)₃ (aluminium hidroksida) Ksp = [Al³⁺][OH⁻]³ Ksp = (s) × (3s)³ = 27s⁴ Hubungannya menjadi lebih kompleks dengan pangkat yang lebih tinggi.

Konversi Data Kelarutan ke Satuan Molar

Data kelarutan yang diberikan dalam soal seringkali bukan dalam satuan siap pakai seperti molaritas. Seperti pada kasus CaCO₃ ini, kita diberikan data 5 mg dalam 500 mL air. Untuk dapat dimasukkan ke dalam rumus Ksp, data ini harus dikonversi terlebih dahulu menjadi kelarutan molar (s) dalam mol per liter. Proses konversi ini memerlukan ketelitian dalam mengubah satuan massa dan volume.

Langkah-langkah Konversi Massa ke Konsentrasi Molar

Konversi dilakukan dalam dua tahap utama: pertama, mengubah massa zat menjadi jumlah mol; kedua, mengubah volume pelarut menjadi liter untuk mendapatkan konsentrasi. Tahap pertama memerlukan pengetahuan tentang massa molar senyawa, sementara tahap kedua adalah konversi satuan yang sederhana namun krusial.

Perhitungan Massa Molar (Mr) CaCO₃

Massa molar dihitung dengan menjumlahkan massa atom relatif (Ar) dari semua atom penyusun dalam satu molekul senyawa. Untuk kalsium karbonat (CaCO₃), penyusunnya adalah satu atom Kalsium (Ca), satu atom Karbon (C), dan tiga atom Oksigen (O).

  • Ar Kalsium (Ca) = 40 g/mol
  • Ar Karbon (C) = 12 g/mol
  • Ar Oksigen (O) = 16 g/mol

Massa molar CaCO₃ = Ar Ca + Ar C + (3 × Ar O) = 40 + 12 + (3 × 16) = 100 g/mol. Jadi, Mr CaCO₃ = 100 g/mol.

Poin-poin Kritis dalam Konversi Satuan

Kesalahan kecil dalam konversi satuan dapat menyebabkan hasil perhitungan yang meleset jauh. Berikut adalah hal-hal penting yang harus selalu diperiksa ulang.

Menghitung Ksp CaCO3 dari kelarutan 5 mg/500 mL mengajarkan kita ketelitian dalam menganalisis data, sebuah prinsip yang juga bermanfaat saat mengeksplorasi khasiat alam seperti Manfaat Pandan Duri untuk Kesehatan. Sama seperti kita memerlukan perhitungan akurat untuk menentukan konstanta kesetimbangan, memahami potensi herbal pun butuh pendekatan ilmiah. Kembali ke topik, dari data kelarutan itu, kita bisa menghitung konsentrasi ion untuk menemukan nilai Ksp CaCO3 yang tepat.

1. Konversi massa: Pastikan massa dalam gram. Data “mg” harus dibagi 1000 menjadi gram.
2. Konversi volume: Pastikan volume dalam liter. Data “mL” harus dibagi 1000 menjadi liter.
3. Konsistensi satuan: Massa molar (Mr) biasanya dalam g/mol, sehingga massa harus dalam gram agar satuan gram-nya saling menghilang saat menghitung mol.

4. Pembulatan angka: Lakukan pembulatan hanya pada akhir perhitungan untuk menjaga akurasi.

Perhitungan Lengkap Kelarutan Molar (s) CaCO₃

Mari kita terapkan langkah-langkah tersebut pada data yang diberikan: kelarutan CaCO₃ adalah 5 mg dalam 500 mL air.

  1. Ubah massa menjadi gram: 5 mg = 5 / 1000 = 0.005 gram.
  2. Ubah volume menjadi liter: 500 mL = 500 / 1000 = 0.5 liter.
  3. Hitung jumlah mol CaCO₃ yang larut: mol = massa / Mr = 0.005 g / 100 g/mol = 0.00005 mol.
  4. Hitung kelarutan molar (s): s = mol / volume (L) = 0.00005 mol / 0.5 L = 0.0001 mol/L.

Jadi, kelarutan molar (s) CaCO₃ dari data tersebut adalah 1 × 10⁻⁴ mol/L.

Penurunan dan Perhitungan Nilai Ksp CaCO₃

Setelah kita mendapatkan nilai kelarutan molar (s), langkah selanjutnya adalah menurunkan rumus Ksp yang sesuai untuk CaCO₃ dan mensubstitusikan nilai s tersebut. Proses ini menghubungkan data eksperimen (kelarutan) dengan konstanta kesetimbangan teoritis (Ksp). Hasil perhitungan ini akan memberikan gambaran numerik tentang seberapa sukar larut senyawa CaCO₃ dalam air murni.

BACA JUGA  Jika Kw = 10⁻¹⁴ dan Ka HCOOH = 10⁻⁴, nilai Kc HCOONa adalah 10⁻¹⁰

Penurunan Rumus Ksp Berdasarkan Kelarutan Molar

Dari persamaan disosiasi CaCO₃, kita tahu bahwa setiap satu molekul CaCO₃ yang larut akan menghasilkan satu ion Ca²⁺ dan satu ion CO₃²⁻. Jika kelarutan molar-nya adalah s mol/L, maka konsentrasi masing-masing ion dalam larutan jenuh juga sama dengan s mol/L.

CaCO₃(s) ⇌ Ca²⁺(aq) + CO₃²⁻(aq)
Awal:

0 0

Larut:

+s +s

Setimbang:

s s

Dengan demikian, rumus Ksp = [Ca²⁺][CO₃²⁻] dapat dituliskan sebagai Ksp = (s) × (s) = s².

Substitusi Nilai dan Perhitungan Akhir

Kita telah memperoleh s = 1 × 10⁻⁴ mol/L. Nilai ini kita substitusikan ke dalam rumus Ksp = s².

Ksp CaCO₃ = s² = (1 × 10⁻⁴)² = 1 × 10⁻⁸

Jadi, berdasarkan data kelarutan 5 mg dalam 500 mL air, nilai Ksp CaCO₃ yang dihitung adalah 1 × 10⁻⁸. Perlu diingat, nilai Ksp literatur pada suhu kamar sekitar 4.8 × 10⁻⁹, perbedaan ini dapat disebabkan oleh suhu, ketelitian pengukuran, atau asumsi larutan ideal.

Langkah-langkah Kunci dari Data ke Nilai Ksp

Secara ringkas, berikut adalah alur logika dan perhitungan yang telah kita lakukan.

  • Konversi massa dan volume: Ubah data kelarutan (5 mg/500 mL) menjadi satuan gram dan liter.
  • Hitung massa molar: Tentukan Mr CaCO₃ (100 g/mol) dari jumlah atom penyusunnya.
  • Tentukan jumlah mol: Bagi massa dalam gram dengan Mr untuk mendapatkan mol CaCO₃ yang larut.
  • Hitung kelarutan molar (s): Bagi mol dengan volume dalam liter (s = 1 × 10⁻⁴ M).
  • Turunkan hubungan Ksp dan s: Dari persamaan ionisasi, dapatkan Ksp = s² untuk CaCO₃.
  • Hitung nilai Ksp: Kuadratkan nilai s ( (1 × 10⁻⁴)² = 1 × 10⁻⁸ ).

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelarutan dan Ksp

Nilai kelarutan yang kita hitung dan nilai Ksp yang kita peroleh tidak mutlak selamanya. Beberapa kondisi lingkungan dapat mengubah seberapa banyak suatu senyawa seperti CaCO₃ dapat larut. Memahami faktor-faktor ini penting karena dalam aplikasi nyata, jarang sekali kita berurusan dengan air murni. Perubahan kondisi dapat memicu pengendapan atau pelarutan yang tidak diinginkan, misalnya pada kerak di pipa air atau pembentukan stalaktit di gua.

Pengaruh Ion Senama (Common Ion Effect)

Jika ke dalam larutan jenuh CaCO₃ kita tambahkan sumber ion Ca²⁺ (seperti CaCl₂) atau ion CO₃²⁻ (seperti Na₂CO₃), kesetimbangan akan bergeser ke kiri sesuai azas Le Chatelier. Pergeseran ini menyebabkan kelarutan CaCO₃ menjadi lebih kecil dibandingkan dalam air murni. Yang penting untuk dicatat, nilai Ksp-nya sendiri tidak berubah selama suhu tetap, karena Ksp adalah konstanta. Yang berubah adalah konsentrasi ion-ion hingga perkaliannya kembali sama dengan nilai Ksp yang tetap.

Pengaruh Suhu terhadap Nilai Ksp

Berbeda dengan pengaruh ion senama, suhu secara langsung mempengaruhi nilai konstanta kesetimbangan Ksp. Proses pelarutan CaCO₃ umumnya bersifat endoterm (menyerap panas). Menurut prinsip Le Chatelier, kenaikan suhu akan menggeser kesetimbangan ke arah produk (ion-ion), sehingga kelarutan dan nilai Ksp-nya akan meningkat. Implikasinya, perhitungan Ksp harus selalu merujuk pada suhu tertentu. Data Ksp pada suhu 25°C akan berbeda dengan data pada suhu yang lebih tinggi.

Peran pH Larutan

Ion karbonat (CO₃²⁻) adalah basa konjugat dari asam lemah. Dalam lingkungan asam, ion H⁺ akan bereaksi dengan ion CO₃²⁻ membentuk ion bikarbonat (HCO₃⁻) dan bahkan asam karbonat (H₂CO₃) yang terurai menjadi air dan karbon dioksida. Reaksi ini mengurangi konsentrasi ion CO₃²⁻ dalam larutan, sehingga kesetimbangan pelarutan CaCO₃ bergeser ke kanan untuk menggantikannya. Akibatnya, kelarutan CaCO₃ meningkat drastis dalam larutan asam.

Inilah alasan mengapa batu kapur (yang mengandung CaCO₃) mudah larut dan membentuk gua oleh air hujan yang bersifat sedikit asam.

Tabel Faktor yang Mempengaruhi Kelarutan dan Ksp

Faktor Pengaruh terhadap Kelarutan (s) Pengaruh terhadap Nilai Ksp Contoh Kejadian
Penambahan Ion Senama (Ca²⁺ atau CO₃²⁻) Menurun Tidak Berubah (konstan pada T tetap) CaCO₃ lebih sukar larut dalam air laut yang kaya Ca²⁺ dibanding air tawar.
Kenaikan Suhu (untuk proses endoterm) Meningkat Meningkat Pemanasan dapat mengurangi kerak CaCO₃ sementara karena kelarutan meningkat.
Penurunan pH (Larutan Asam) Meningkat secara signifikan Tidak Berubah Pelarutan batu kapur oleh air hujan asam atau cuka.
Penambahan Pelarut Lain (misal etanol) Biasanya menurun Dapat berubah (karena perubahan aktivitas ion) Garam anorganik umumnya kurang larut dalam campuran air-etanol.

Aplikasi dan Contoh Soal Terkait: Menentukan Ksp CaCO3 Dari Kelarutan 5 mg/500 mL

Untuk menguji pemahaman tentang konsep kelarutan dan Ksp, latihan soal dengan variasi yang berbeda sangat membantu. Soal-soal ini tidak hanya melatih keterampilan hitung, tetapi juga mengasah logika dalam menerapkan konsep ke situasi yang lebih kompleks, seperti adanya campuran ion atau desain eksperimen sederhana.

BACA JUGA  Perubahan pH saat 100 mL HCl 0,1 M dicampur 100 mL NH3 0,1 M

Variasi Soal Latihan Perhitungan Ksp

Berikut tiga contoh soal dengan tingkat kesulitan yang berbeda.

  1. Dasar: Kelarutan magnesium fluorida (MgF₂) dalam air murni pada 25°C adalah 1.2 × 10⁻³ mol/L. Tentukan nilai Ksp MgF₂.
  2. Menengah: Jika diketahui Ksp perak kromat (Ag₂CrO₄) adalah 1.1 × 10⁻¹², hitunglah kelarutannya dalam satuan gram per liter (Ar Ag=108, Cr=52, O=16).
  3. Analisis: Diketahui Ksp Ca(OH)₂ = 4 × 10⁻⁶. Bandingkan kelarutan Ca(OH)₂ dalam air murni dengan kelarutannya dalam larutan NaOH 0.1 M. Manakah yang lebih besar?

Contoh Soal Kompleks dengan Campuran Ion

Sebuah larutan mengandung ion Ca²⁺ dengan konsentrasi 0.01 M. Jika ke dalam 1 liter larutan ini ditambahkan padatan Na₂CO₃ sedikit demi sedikit, pada konsentrasi ion CO₃²⁻ berapakah endapan CaCO₃ mulai terbentuk? (Diketahui Ksp CaCO₃ = 4.8 × 10⁻⁹).

Penyelesaian: Endapan mulai terbentuk ketika hasil kali konsentrasi ion ([Ca²⁺][CO₃²⁻]) melebihi nilai Ksp. Konsentrasi Ca²⁺ sudah diketahui 0.01 M.

[Ca²⁺][CO₃²⁻] > Ksp
(0.01) × [CO₃²⁻] > 4.8 × 10⁻⁹
[CO₃²⁻] > (4.8 × 10⁻⁹) / 0.01
[CO₃²⁻] > 4.8 × 10⁻⁷ M

Jadi, endapan CaCO₃ akan mulai terbentuk begitu konsentrasi ion CO₃²⁻ dalam larutan melebihi 4.8 × 10⁻⁷ M. Soal ini mengilustrasikan bagaimana ion senama (Ca²⁺) dari sumber lain sangat menekan kelarutan.

Prosedur Percobaan Hipotetis Penentuan Kelarutan Garam Karbonat

Untuk menentukan kelarutan garam karbonat seperti CaCO₃ di laboratorium, kita dapat merancang percobaan sederhana. Prinsipnya adalah menciptakan larutan jenuh, memisahkan fase padat yang tidak larut, dan menganalisis konsentrasi ion dalam larutan jenuh tersebut. Salah satu metode analisis yang mungkin adalah titrasi asam-basa, karena ion karbonat bersifat basa.

  • Siapkan sejumlah berlebih padatan CaCO₃ murni ke dalam labu berisi air destilasi.
  • Kocok campuran secara periodik selama minimal 24 jam pada suhu konstan (misal, dalam penangas air 25°C) untuk mencapai kesetimbangan jenuh.
  • Saring larutan jenuh dengan cepat menggunakan kertas saring dan corong yang telah dipanaskan untuk menghindari pengendapan ulang akibat pendinginan.
  • Ambil sevolume tertentu filtrat (larutan jenuh) dan titrasi dengan larutan asam standar (misal HCl) menggunakan indikator yang sesuai.
  • Dari volume asam yang digunakan, hitung jumlah mol ion karbonat yang ada, yang setara dengan mol CaCO₃ yang larut. Hitung kelarutan molar (s) dan kemudian nilai Ksp-nya.

Ilustrasi Proses Disosiasi Ion CaCO₃ dalam Air, Menentukan Ksp CaCO3 dari kelarutan 5 mg/500 mL

Bayangkan sebuah kristal padat kalsium karbonat yang tersusun rapat oleh ion-ion Ca²⁺ dan CO₃²⁻ yang saling tarik-menarik kuat. Ketika kristal ini dimasukkan ke dalam air, molekul-molekul air yang bersifat polar mulai menyerang permukaan kristal. Ujung negatif (oksigen) dari molekul air mengelilingi dan menarik ion Ca²⁺ di permukaan, sementara ujung positif (hidrogen) dari molekul air menarik ion CO₃²⁻.

Gaya tarik antara air dan ion-ion ini, jika cukup kuat, dapat mengatasi gaya tarik-menarik elektrostatik yang mengikat ion-ion dalam kristal. Satu per satu, pasangan ion Ca²⁺ dan CO₃²⁻ terlepas dari kisi kristal dan terbawa ke dalam larutan, dikelilingi oleh selubung molekul air (proses hidrasi). Ion-ion yang terhidrasi ini kemudian berdifusi bebas dalam larutan. Proses pelepasan ini berlangsung hingga tercapai keadaan setimbang dinamis, di mana laju pelarutan ion dari kristal sama dengan laju pengendapan ion kembali ke permukaan kristal.

Akhir Kata

Dari angka kelarutan 5 miligram dalam setengah liter air, perjalanan untuk menemukan nilai Ksp CaCO₃ telah membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam tentang sifat senyawa ini di dalam air. Nilai Ksp yang diperoleh bukanlah sekadar angka statis, melainkan sebuah cerita tentang kesetimbangan dinamis antara padatan dan ion-ionnya, yang peka terhadap perubahan kondisi lingkungan. Pemahaman ini menjadi kunci dalam berbagai aplikasi, mulai dari ilmu material hingga geokimia, menunjukkan betapa elegannya hukum-hukum kimia bekerja dalam skala mikro.

Dengan menguasai langkah-langkah ini, kita tidak hanya menyelesaikan sebuah perhitungan, tetapi juga memperoleh alat untuk memprediksi dan mengendalikan kelarutan senyawa dalam berbagai situasi.

FAQ Terperinci

Apakah nilai Ksp CaCO₃ yang dihitung dari data kelarutan ini berlaku untuk semua kondisi?

Tidak. Nilai Ksp yang dihitung biasanya berlaku untuk kondisi standar, terutama suhu 25°C. Perubahan suhu, kehadiran ion senama, atau perubahan pH dapat memengaruhi kelarutan dan membuat nilai Ksp yang teramati menjadi berbeda.

Mengapa satuan Ksp tidak disebutkan, padahal berasal dari perhitungan konsentrasi?

Ksp adalah konstanta kesetimbangan yang diturunkan dari aktivitas ion, yang pada larutan encer mendekati nilai konsentrasi. Meski berasal dari perkalian konsentrasi (misal, M²), Ksp sendiri merupakan bilangan tak bersatuan karena aktivitas secara teoritis tidak memiliki satuan. Dalam praktiknya, kita sering mengabaikan satuan saat menyatakan nilainya.

Bagaimana jika CaCO₃ dilarutkan dalam air yang sudah mengandung ion kalsium atau karbonat?

Kelarutannya akan menurun drastis akibat efek ion senama. Nilai hasil kali ion (Qsp) akan lebih cepat mencapai Ksp, sehingga lebih sedikit CaCO₃ yang dapat larut. Ini penting dalam aplikasi seperti pencegah kerak pada ketel air.

Apakah metode perhitungan ini bisa diterapkan untuk senyawa lain selain CaCO₃?

Sangat bisa. Langkah-langkahnya universal: konversi kelarutan ke molaritas, tulis persamaan ionisasi, tentukan hubungan antara kelarutan (s) dan Ksp, lalu substitusi nilai s. Yang berbeda hanyalah rumus Ksp dan koefisien stoikiometrinya.

Leave a Comment