Buat 3 contoh kalimat passive voice (positif, negatif, tanya) seringkali menjadi titik awal yang tepat untuk menguasai struktur gramatikal yang satu ini. Meski terdengar formal, passive voice sebenarnya sangat hidup dalam percakapan sehari-hari, pemberitaan media, hingga tulisan akademis. Penggunaannya yang strategis dapat mengalihkan fokus dari pelaku tindakan kepada objek yang mengalami tindakan, menciptakan nuansa yang lebih objektif atau formal sesuai dengan konteksnya.
Memahami pola kalimat pasif bukan sekadar menghafal rumus, melainkan juga menangkap kapan dan mengapa bentuk ini dipilih. Dari laporan berita yang menyatakan “Jembatan baru akan dibangun tahun ini” hingga pengumuman “Pesanan Anda telah dikirim”, passive voice membingkai informasi dengan cara yang seringkali lebih halus dan berpusat pada hasil. Artikel ini akan membedah konsep tersebut disertai contoh-contoh aplikatif dalam berbagai situasi.
Pengertian dan Ciri-Ciri Kalimat Passive Voice
Dalam percakapan sehari-hari atau tulisan formal, kita seringkali menemukan kalimat seperti “Surat itu sudah dikirim” atau “Rumah itu sedang dibangun”. Konstruksi kalimat seperti inilah yang disebut dengan passive voice atau kalimat pasif. Secara mendasar, passive voice adalah bentuk kalimat di mana subjek tidak melakukan tindakan, melainkan menerima akibat dari tindakan tersebut. Fokus kalimat bergeser dari pelaku aksi kepada objek yang dikenai aksi.
Perbedaan utama dengan active voice terletak pada penekanannya. Active voice menonjolkan siapa yang bertindak, sementara passive voice lebih menekankan apa yang terjadi atau siapa yang menerima tindakan. Pergeseran fokus ini membuat passive voice sangat berguna dalam situasi tertentu, misalnya ketika pelaku tindakan tidak diketahui, tidak penting untuk disebutkan, atau ketika kita ingin menghindari menyebutkan pelaku secara langsung untuk alasan kesopanan atau formalitas.
Ciri-Ciri dan Perbandingan Active dan Passive Voice
Untuk mengidentifikasi kalimat passive voice, terdapat beberapa ciri khas yang mudah dikenali. Ciri yang paling mencolok adalah adanya kata kerja bantu ‘be’ (is, am, are, was, were, been, be) yang diikuti oleh kata kerja bentuk ketiga (past participle). Selain itu, pelaku aksi seringkali diawali dengan kata ‘by’ jika disebutkan, dan posisi subjek kalimat aktif biasanya berpindah menjadi objek dalam frasa ‘by’ atau bahkan dihilangkan sama sekali.
Penggunaan passive voice dianggap lebih efektif dalam beberapa konteks komunikasi. Dalam penulisan ilmiah atau laporan resmi, passive voice sering dipilih untuk menciptakan kesan objektif dan impersonal. Di dunia jurnalistik, passive voice digunakan ketika sumber informasi belum jelas atau untuk melindungi identitas seseorang. Dalam manual prosedur, bentuk pasif membantu pembaca fokus pada langkah-langkah yang harus dilakukan, bukan pada siapa yang melakukannya.
| Aspek | Active Voice | Passive Voice | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Struktur Dasar | Subjek + Kata Kerja + Objek | Subjek + To Be + V3 (+ by agent) | Subjek pasif adalah objek dari kalimat aktif. |
| Fokus Kalimat | Pelaku aksi (subjek). | Penerima aksi atau hasil tindakan. | Pasif menonjolkan ‘apa yang dikenai tindakan’. |
| Bentuk Kata Kerja | Kata kerja sesuai tense (V1, V2, V-ing). | Kata kerja bantu ‘be’ + Past Participle (V3). | V3 adalah kunci utama bentuk pasif. |
| Kehadiran Agen (Pelaku) | Selalu ada sebagai subjek. | Opsional, sering dihilangkan. | Agen disebut jika dianggap penting untuk diketahui. |
Struktur Pembentukan Kalimat Passive
Source: utakatikotak.com
Membentuk kalimat passive voice sebenarnya mengikuti pola yang sistematis. Inti dari pembentukannya adalah mengubah objek dari kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif, kemudian menyesuaikan kata kerja dengan menambahkan ‘be’ dan mengubah kata kerja utama menjadi past participle. Tense dari kalimat pasif ditentukan oleh bentuk kata kerja bantu ‘be’ yang digunakan.
Pembahasan tentang passive voice, dari contoh kalimat positif, negatif, hingga tanya, sering kali membutuhkan analogi konkret. Prinsip “dilakukan oleh” pada kalimat pasif dapat diilustrasikan dengan cara alat musik tradisional Alat Musik Papua yang Dipukul dan Cara Memainkannya dimainkan, di mana bunyi dihasilkan oleh pukulan. Dengan memahami mekanisme ini, konstruksi kalimat pasif seperti “Tifa itu dipukul dengan ritme tertentu” menjadi lebih mudah dipahami dan diaplikasikan dalam berbagai konteks.
Proses mengubah kalimat aktif menjadi pasif dapat dilakukan melalui langkah-langkah yang terstruktur. Pertama, identifikasi objek dalam kalimat aktif. Kedua, jadikan objek tersebut sebagai subjek baru. Ketiga, tentukan tense yang digunakan dan pilih bentuk ‘be’ yang sesuai. Keempat, ubah kata kerja utama menjadi past participle (V3).
Terakhir, tempatkan pelaku asli (subjek aktif) dalam frasa ‘by’ jika diperlukan.
Rumus Gramatikal dalam Berbagai Tenses
Rumus dasar passive voice adalah Subjek + to be + Past Participle (V3). Variasi terjadi pada bentuk ‘to be’ yang menyesuaikan dengan waktu kejadian (tense). Berikut adalah pola untuk beberapa tenses umum:
- Simple Present: am/is/are + V3 (Contoh: The letter is written every day.)
- Simple Past: was/were + V3 (Contoh: The house was built in 1990.)
- Present Continuous: am/is/are being + V3 (Contoh: The project is being discussed now.)
- Present Perfect: has/have been + V3 (Contoh: The documents have been signed.)
- Simple Future: will be + V3 (Contoh: The results will be announced tomorrow.)
Perlu diingat bahwa hanya kata kerja transitif, yaitu kata kerja yang memerlukan objek, yang dapat diubah ke dalam bentuk pasif. Kata kerja intransitif seperti ‘sleep’, ‘arrive’, atau ‘happen’ tidak dapat dipasifkan karena tidak memiliki objek untuk dijadikan subjek baru.
Peran ‘agent’ atau frasa ‘by’ dalam kalimat pasif bersifat situasional. Frasa ini digunakan ketika identitas pelaku dianggap penting untuk informasi, memberikan penekanan, atau menghindari ambiguitas. Sebaliknya, frasa ‘by’ sering dihilangkan ketika pelaku tidak diketahui, tidak spesifik (misalnya ‘someone’), atau ketika fokus utamanya adalah pada aksi dan penerimanya, bukan pada pelakunya. Dalam konteks teknis atau ilmiah, penghilangan agent sangat umum untuk menjaga sifat impersonal tulisan.
Contoh Kalimat Passive Voice dalam Berbagai Konteks: Buat 3 Contoh Kalimat Passive Voice (positif, Negatif, Tanya)
Pemahaman tentang passive voice akan semakin kuat ketika dilihat penerapannya dalam situasi yang berbeda-beda. Dari percakapan informal hingga pemberitaan media, bentuk kalimat ini memiliki fungsi dan nuansanya masing-masing. Melihat contoh langsung membantu kita mengenali pola dan memahami kapan penggunaannya tepat.
Berikut adalah beberapa contoh kalimat passive voice yang dikelompokkan berdasarkan konteks penggunaannya. Contoh-contoh ini menunjukkan fleksibilitas passive voice dalam menyampaikan informasi dengan penekanan yang berbeda, mulai dari aktivitas rutin hingga temuan teknologi mutakhir.
Tabel Contoh Berdasarkan Konteks dan Jenis Kalimat
| Konteks | Jenis Kalimat | Contoh | Tense & Penjelasan |
|---|---|---|---|
| Kegiatan Sehari-hari | Positif | Kopi ini harus diminum selagi hangat. | Modal Passive (must be + V3). Menekankan kondisi objek (kopi). |
| Negatif | Pintu belakang tidak dikunci tadi malam. | Simple Past Negative (was not + V3). Menyatakan keadaan yang tidak dilakukan. | |
| Tanya | Apakah sampah sudah dibuang? | Present Perfect Interrogative (Has + S + been + V3?). Menanyakan status penyelesaian suatu tugas. | |
| Berita Formal | Positif | Kenaikan harga BBM akan direvisi oleh pemerintah. | Simple Future (will be + V3). Memberitakan rencana resmi dengan fokus pada kebijakan. |
| Negatif | Identitas korban belum dapat diungkapkan kepada publik. | Modal Passive Negative (cannot be + V3). Menyatakan pembatasan informasi dengan alasan tertentu. | |
| Tanya | Mengapa dokumen penting itu tidak diamankan? | Simple Past Interrogative (Why + was + S + not + V3?). Menanyakan alasan kelalaian dalam peristiwa penting. | |
| Teknologi | Positif | Baterai baru itu dapat diisi ulang dalam waktu sepuluh menit. | Modal Passive (can be + V3). Menonjalkan fitur atau kemampuan suatu penemuan. |
| Negatif | Sistem keamanan utama tidak diretas selama serangan siber. | Simple Past Negative (was not + V3). Menekankan ketahanan suatu sistem terhadap ancaman. | |
| Tanya | Bagaimana data tersebut dikumpulkan? | Simple Past Interrogative (How + was + S + V3?). Menanyakan metodologi proses teknis. |
Variasi dan Kompleksitas Kalimat Passive
Passive voice tidak hanya terbatas pada bentuk sederhana. Konstruksi ini dapat dikombinasikan dengan modal auxiliary, bentuk continuous, dan perfect untuk menyampaikan makna yang lebih spesifik dan kompleks. Penguasaan terhadap variasi ini memungkinkan kita untuk mengekspresikan berbagai nuansa waktu, kewajiban, kemungkinan, dan proses yang sedang berlangsung.
Penggunaan modal seperti ‘can’, ‘must’, ‘should’, atau ‘might’ dalam passive voice sangat lazim, terutama dalam instruksi, peraturan, dan spekulasi. Polanya tetap konsisten: Modal + be + Past Participle (V3). Sementara itu, bentuk continuous dan perfect dalam passive voice menambahkan dimensi waktu yang lebih detail, menggambarkan aksi yang sedang berproses atau yang telah selesai dengan dampak tertentu.
Ilustrasi Proses Produksi dengan Passive Voice
Untuk menggambarkan bagaimana passive voice digunakan secara konsisten dalam mendeskripsikan suatu proses, bayangkan sebuah lini produksi keramik. Narasi berikut seluruhnya menggunakan kalimat passive voice untuk menjaga fokus pada material dan tahapan proses, bukan pada pekerja individual.
Tanah liat pilihan pertama-tama diambil dari tambang lokal. Material tersebut kemudian diangkut ke pabrik dan disimpan di gudang bahan baku. Sebelum diproses, tanah liat harus diayak untuk memisahkan kotoran dan kerikil. Setelah itu, ia dicampur dengan air dalam mesin pengaduk besar hingga mencapai konsistensi yang tepat. Adonan yang telah homogen kemudian dibentuk menggunakan cetakan bertekanan tinggi.
Hasil cetakan yang masih basah ini dikeringkan secara bertahap dalam ruang khusus yang suhunya dikontrol. Setelah kering, benda keramik dibakar dalam tungku bersuhu sangat tinggi selama beberapa jam. Proses pembakaran ini akan mengeraskan keramik dan memberikan kekuatan. Terakhir, produk yang telah dingin diperiksa kualitasnya, lalu dikemas dengan bahan pelindung sebelum didistribusikan ke berbagai toko.
Latihan Penerapan dan Koreksi Umum
Setelah mempelajari teori dan contoh, langkah penting berikutnya adalah melatih kemampuan dengan mengubah kalimat aktif menjadi pasif. Latihan ini membantu menginternalisasi pola dan struktur yang telah dipelajari. Selain itu, mengenali kesalahan umum yang sering dibuat oleh pembelajar dapat mencegah kita melakukan hal yang sama dan meningkatkan akurasi berbahasa.
Memahami passive voice melalui contoh kalimat positif, negatif, dan tanya memang penting untuk mengasah ketrampilan berbahasa. Namun, penerapannya dalam dokumen formal seperti arsip juga memerlukan perhatian ekstra terhadap keamanan fisiknya. Riset menunjukkan bahwa dokumen krusial harus Cara Menghindari Surat Arsip Terkena Bencana agar nilai informasinya tetap terjaga. Dengan demikian, selain kalimat pasif dikuasai strukturnya, keberlangsungan arsip sebagai objek yang dilindungi pun dapat terjamin.
Kesalahan yang sering muncul antara lain lupa mengubah kata kerja menjadi past participle (V3), kesalahan dalam memilih bentuk ‘be’ yang sesuai dengan tense dan subjek baru, serta penggunaan passive voice untuk kata kerja intransitif yang seharusnya tidak bisa dipasifkan. Perhatian terhadap detail-detail ini akan menghasilkan konstruksi kalimat yang lebih tepat.
Serangkaian Latihan dan Analisis Kesalahan, Buat 3 contoh kalimat passive voice (positif, negatif, tanya)
Ubahlah kalimat-kalimat aktif berikut menjadi kalimat passive voice. Perhatikan tense yang digunakan.
- Someone cleans the office every evening.
- The technician is repairing my laptop now.
- The government will launch a new program next month.
- They have delivered the package.
- People must obey the rules.
Berikut adalah kunci jawaban untuk latihan di atas:
- The office is cleaned every evening.
- My laptop is being repaired by the technician now.
- A new program will be launched by the government next month.
- The package has been delivered.
- The rules must be obeyed.
Perhatikan paragraf pendek berikut yang mengandung beberapa kesalahan dalam penggunaan passive voice. Identifikasi dan perbaiki kesalahan-kesalahan tersebut.
“Laporan tahunan sedang ditulis oleh tim keuangan. Semua data telah dikumpulkan sejak Januari. Beberapa rekomendasi penting sudah diberikan dalam rapat lalu. Namun, keputusan final belum dibuat. Presentasi akan mempersiapkan untuk minggu depan.”
Memahami passive voice, seperti dalam contoh “buku itu dibaca”, “surat itu tidak dikirim”, atau “apakah tugas sudah diselesaikan?”, memang penting untuk analisis yang lebih mendalam. Namun, penerapan logika bahasa ini juga dapat dikaitkan dengan bidang lain, misalnya saat Pengertian Bilangan Real Positif dan Contohnya dijelaskan dalam bentuk kalimat pasif untuk menekankan objek bilangan itu sendiri. Dengan demikian, penguasaan konstruksi pasif akan memperkaya cara kita menyampaikan berbagai konsep, termasuk tiga contoh kalimat positif, negatif, dan tanya tadi, dengan lebih jelas dan terstruktur.
Koreksi untuk paragraf tersebut adalah: “Laporan tahunan sedang ditulis oleh tim keuangan. Semua data telah dikumpulkan sejak Januari. Beberapa rekomendasi penting sudah diberikan dalam rapat lalu. Namun, keputusan final belum dibuat. Presentasi akan dipersiapkan untuk minggu depan.” Kesalahan terletak pada kalimat terakhir, di mana kata kerja ‘mempersiapkan’ seharusnya dalam bentuk past participle ‘dipersiapkan’ setelah ‘will be’.
Penutupan Akhir
Penguasaan terhadap passive voice, termasuk kemampuan untuk membuat 3 contoh kalimat passive voice (positif, negatif, tanya), pada akhirnya memperkaya khazanah berbahasa. Struktur ini bukan hanya alat gramatikal, tetapi juga piranti retoris yang memungkinkan penyampaian pesan menjadi lebih variatif dan tepat sasaran. Dengan terus berlatih menerapkannya dalam berbagai tense dan konteks, penggunaan bahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan, akan terasa lebih natural dan efektif.
Informasi FAQ
Apakah semua kalimat aktif bisa diubah menjadi pasif?
Tidak. Hanya kalimat aktif yang memiliki kata kerja transitif (kata kerja yang diikuti objek) yang dapat diubah ke dalam bentuk passive voice. Kata kerja intransitif seperti “sleep”, “arrive”, atau “die” tidak dapat dipasifkan.
Kapan sebaiknya menghilangkan “by phrase” (frasa oleh) dalam kalimat pasif?
“By phrase” dapat dihilangkan ketika pelaku tindakan tidak diketahui, tidak penting, atau sudah sangat jelas dari konteks. Misalnya, dalam kalimat “The window was broken”, siapa yang memecahkan kaca tidak disebutkan karena fokusnya adalah pada kondisi kaca.
Apakah penggunaan passive voice membuat tulisan menjadi kurang baik?
Tidak selalu. Passive voice justru direkomendasikan dalam konteks ilmiah atau formal untuk menekankan hasil atau proses, bukan pelaku. Namun, penggunaan berlebihan tanpa alasan yang jelas dapat membuat tulisan terasa kaku dan berbelit-belit.
Bagaimana cara membentuk kalimat pasif negatif dan tanya?
Untuk negatif, tambahkan “not” setelah auxiliary verb (be). Contoh: “The letter is not sent”. Untuk pertanyaan, invert atau balikkan posisi subjek dan auxiliary verb. Contoh: “Is the letter sent?”