Perkalian √2 dengan (3+√3+2√20) Langkah dan Hasilnya

Perkalian √2 dengan (3 + √3 + 2√20) – Perkalian √2 dengan (3+√3+2√20) adalah seperti merakit sebuah perangkat presisi dari komponen-komponen khusus. Setiap bagian—bilangan bulat, akar kuadrat sederhana, dan akar yang perlu disederhanakan—memiliki peran dan karakteristiknya sendiri, yang harus digabungkan dengan aturan yang tepat untuk menghasilkan kinerja optimal, yaitu jawaban yang paling ringkas dan akurat.

Operasi ini menguji pemahaman mendasar tentang sifat bentuk akar dan hukum distributif dalam aljabar. Dengan menyederhanakan setiap komponen terlebih dahulu, seperti mengurai √20 menjadi 2√5, proses perkalian menjadi lebih terstruktur dan jelas, mengungkap keindahan matematika dalam menyatukan bagian-bagian yang tampaknya berbeda menjadi satu ekspresi yang kohesif.

Memahami Komponen Ekspresi Matematika

Sebelum kita mengalikan, penting untuk mengenal dengan baik setiap bagian dari ekspresi matematika yang diberikan. Ekspresi kita adalah √2 dikalikan dengan jumlah dari tiga suku di dalam kurung: 3, √3, dan 2√20. Masing-masing komponen ini memiliki makna dan nilai numeriknya sendiri, yang akan memandu proses perhitungan kita nanti.

Makna dan Nilai Komponen Akar

Perkalian √2 dengan (3 + √3 + 2√20)

Source: gauthmath.com

Bentuk akar seperti √2, √3, dan √20 mewakili bilangan irasional. Artinya, nilai desimalnya tidak berulang dan tidak berhenti. √2 adalah panjang diagonal sebuah persegi dengan sisi 1, bernilai sekitar 1,4142. √3 adalah tinggi segitiga sama sisi dengan sisi 2, bernilai sekitar 1,7321. Sementara itu, √20 dapat disederhanakan lebih lanjut karena 20 adalah hasil kali dari bilangan kuadrat sempurna (4) dan bilangan lain (5).

Penyederhanaan Bentuk Akar √20

Menyederhanakan bentuk akar bertujuan untuk mengekspresikannya dalam bentuk yang paling dasar. Untuk √20, kita cari faktor dari 20 yang merupakan bilangan kuadrat sempurna. Karena 20 = 4 × 5 dan 4 adalah 2², maka √20 dapat diuraikan menjadi √(4×5) = √4 × √5 = 2√5. Dengan demikian, suku terakhir dalam kurung, 2√20, setara dengan 2 × (2√5) = 4√5 setelah disederhanakan.

Karakteristik Suku dalam Tanda Kurung

Ketiga suku di dalam kurung memiliki sifat yang berbeda. Angka 3 adalah bilangan rasional bulat. √3 adalah bilangan irasional murni. Sedangkan 2√20, yang setara dengan 4√5, adalah bentuk akar yang dikalikan dengan koefisien rasional. Mereka tidak dapat langsung dijumlahkan karena jenisnya berbeda; penjumlahan hanya mungkin dilakukan jika mereka memiliki bentuk akar yang identik, yang dalam kasus ini tidak terjadi.

BACA JUGA  Tradisi Gotong Royong pada Rambu Perekat Hidup Masyarakat Toraja

Oleh karena itu, ekspresi (3 + √3 + 2√20) sudah merupakan bentuk penjumlahan yang paling sederhana.

Tabel Komponen Ekspresi

Komponen Ekspresi Bentuk Desimal (Pendekatan) Bentuk Akar Sederhana Penjelasan Singkat
√2 1.4142 √2 Diagonal persegi sisi 1, bilangan irasional dasar.
3 3.0000 3 Bilangan bulat rasional.
√3 1.7321 √3 Tinggi segitiga sama sisi sisi 2, bilangan irasional.
2√20 ≈ 8.9443 4√5 Disederhanakan dari 2√(4×5) = 2×2√5 = 4√5.

Prosedur Perkalian Bentuk Akar

Setelah memahami komponennya, langkah selanjutnya adalah menerapkan operasi perkalian. Prinsip kunci yang digunakan di sini adalah hukum distributif, yang memungkinkan kita untuk mengalikan faktor di luar kurung (√2) dengan setiap suku di dalam kurung secara terpisah. Proses ini mirip dengan mengalikan suatu bilangan dengan sebuah penjumlahan.

Penerapan Hukum Distributif

Hukum distributif menyatakan bahwa a × (b + c + d) = (a × b) + (a × c) + (a × d). Dalam konteks kita, a adalah √2, sedangkan b, c, dan d berturut-turut adalah 3, √3, dan 2√20. Dengan menerapkan hukum ini, kita akan mendapatkan tiga hasil perkalian yang terpisah.

√2 × (3 + √3 + 2√20) = (√2 × 3) + (√2 × √3) + (√2 × 2√20)

Perkalian Antar Bentuk Akar

Perkalian bentuk akar mengikuti aturan sederhana: √a × √b = √(a×b), asalkan a dan b non-negatif. Aturan ini sangat membantu dalam menyederhanakan hasil. Mari kita jabarkan ketiga perkalian yang muncul:

  • √2 × 3: Ini adalah perkalian bentuk akar dengan bilangan bulat. Hasilnya langsung 3√2.
  • √2 × √3: Menggunakan aturan √a × √b = √(a×b), kita peroleh √(2×3) = √6.
  • √2 × 2√20: Kita kalikan koefisiennya (2) dan bentuk akarnya (√2 × √20). Hasilnya 2 × √(2×20) = 2√40. Suku ini masih dapat disederhanakan karena √40 = √(4×10) = 2√10, sehingga menjadi 2 × 2√10 = 4√10.

Contoh Perhitungan Langkah Demi Langkah

Langkah 1: Terapkan distributif.
√2 × (3 + √3 + 2√20) = (√2 × 3) + (√2 × √3) + (√2 × 2√20)

Langkah 2: Hitung setiap perkalian.
= 3√2 + √6 + 2√40

Langkah 3: Sederhanakan bentuk akar yang bisa disederhanakan (√40).
√40 = √(4 × 10) = √4 × √10 = 2√10

Langkah 4: Substitusi kembali.
= 3√2 + √6 + 2 × (2√10)
= 3√2 + √6 + 4√10

Prosedur Sistematis Penyelesaian

  • Identifikasi dan sederhanakan semua bentuk akar di dalam ekspresi awal jika memungkinkan.
  • Terapkan hukum distributif untuk mengalikan faktor luar dengan setiap suku di dalam tanda kurung.
  • Lakukan perkalian, baik pada koefisien numerik maupun pada bagian bentuk akarnya, dengan menggunakan aturan √a × √b = √(ab).
  • Periksa kembali hasil perkalian untuk melihat apakah ada bentuk akar baru yang dapat disederhanakan.
  • Tuliskan hasil akhir sebagai penjumlahan dari suku-suku yang telah paling sederhana.
BACA JUGA  Menyelesaikan Persamaan 3x-12 = 4x-8 Langkah Demi Langkah

Penyederhanaan dan Hasil Akhir

Setelah proses distribusi dan perkalian dasar selesai, kita sering kali mendapatkan hasil yang masih mengandung bentuk akar yang dapat disederhanakan lebih lanjut. Tahap ini penting untuk menyajikan jawaban dalam bentuk yang paling elegan dan mudah untuk ditafsirkan, baik dalam bentuk akar eksak maupun pendekatan desimalnya.

Strategi Penyederhanaan Suku Sejenis

Dalam hasil perkalian kita, suku-suku seperti 3√2, √6, dan 4√10 semuanya memiliki bagian akar yang berbeda (√2, √6, √10). Karena tidak ada dua suku yang memiliki bentuk akar identik, tidak ada penjumlahan atau penggabungan yang dapat dilakukan di antara mereka. Jadi, penyederhanaan lebih lanjut hanya berfokus pada memastikan setiap suku individu sudah dalam bentuk paling dasar.

Teknik Menyederhanakan Bentuk Akar seperti √40

Bentuk akar seperti √40 yang muncul dari hasil perkalian harus disederhanakan. Caranya adalah dengan memfaktorkan bilangan di dalam akar menjadi bagian yang merupakan bilangan kuadrat sempurna dan bagian yang bukan. Untuk 40, faktor kuadrat sempurna terbesarnya adalah 4 (karena 40 = 4 × 10). Maka, √40 = √(4×10) = √4 × √10 = 2√10. Proses ini membuat koefisien di luar akar menjadi lebih besar, tetapi bentuk akarnya menjadi lebih sederhana (√10 vs √40).

Perbandingan Bentuk Eksak dan Desimal

Hasil akhir dalam bentuk akar, 3√2 + √6 + 4√10, adalah representasi eksak yang nilainya tepat. Sementara itu, bentuk desimal memberikan gambaran numerik tentang besarnya nilai tersebut. Perhitungan pendekatannya adalah: 3√2 ≈ 4.2426, √6 ≈ 2.4495, dan 4√10 ≈ 12.6491. Jumlah dari ketiganya adalah sekitar 19.3412. Bentuk eksak lebih disukai dalam matematika murni karena presisinya, sedangkan bentuk desimal berguna dalam konteks terapan seperti pengukuran.

Tabel Hasil Sebelum dan Sesudah Disederhanakan

Suku Hasil Perkalian Awal Proses Penyederhanaan Suku Hasil Akhir Nilai Desimal (Pendekatan)
√2 × 3 = 3√2 √2 sudah paling sederhana 3√2 4.2426
√2 × √3 = √6 √6 sudah paling sederhana √6 2.4495
√2 × 2√20 = 2√40 √40 = √(4×10) = 2√10, lalu 2 × 2√10 = 4√10 4√10 12.6491
Hasil Total 3√2 + √6 + 4√10 ≈ 19.3412

Konteks dan Aplikasi Praktis: Perkalian √2 Dengan (3 + √3 + 2√20)

Ekspresi aljabar yang melibatkan penjumlahan dan perkalian bentuk akar bukan hanya latihan abstrak. Mereka muncul secara alami dalam berbagai cabang matematika dan ilmu terapan, sering kali sebagai solusi dari masalah geometri atau fisika yang melibatkan hubungan kuadrat.

BACA JUGA  Menghitung Posisi Duduk Pasangan di Meja Bundar Matematika Tata Ruang

Bidang Matematika dengan Ekspresi Serupa

Ekspresi seperti ini sangat umum ditemui dalam geometri analitik dan trigonometri. Misalnya, saat menghitung jarak antara dua titik yang koordinatnya melibatkan akar, atau dalam menyederhanakan hasil dari hukum cosinus. Dalam aljabar, mereka muncul sebagai solusi dari persamaan kuadrat tertentu yang diskriminannya bukan bilangan kuadrat sempurna.

Ilustrasi Situasi Nyata, Perkalian √2 dengan (3 + √3 + 2√20)

Bayangkan sebuah lahan berbentuk persegi panjang dengan panjang (3 + √3) meter dan lebar √2 meter. Luas lahan tersebut adalah √2 × (3 + √3) meter persegi, yang akan menghasilkan ekspresi 3√2 + √6. Sekarang, tambahkan sebuah jalur diagonal di dalam lahan yang panjangnya 2√20 meter. Jika kita ingin mengetahui total “pengaruh skala” dari lebar √2 terhadap panjang total (garis lurus plus diagonal), kita akan mengalikan √2 dengan (3 + √3 + 2√20), persis seperti soal kita.

Hasilnya bisa diinterpretasikan sebagai sejenis “jumlah panjang terskala”.

Pola dan Hubungan Khusus

Dari operasi ini, kita dapat mengamati bahwa perkalian suatu bentuk akar dengan penjumlahan yang mengandung bentuk akar lain akan menghasilkan penjumlahan suku-suku yang merupakan akar dari bilangan komposit (hasil kali). Perhatikan bahwa √2 × √3 = √6, dan √2 × √20 = √40 = 2√
10. Polanya adalah: √a × √b = √(ab). Jika ab mengandung faktor kuadrat, hasilnya akan memiliki koefisien di luar akar.

Variasi Soal untuk Latihan

Untuk menguasai konsep ini, cobalah berlatih dengan variasi soal yang strukturnya serupa:

  • Sederhanakan hasil dari √3 × (5 – √2 + √12).
  • Hitung dan sederhanakan √5 × (2√5 + √15 – 1).
  • Ekspresikan dalam bentuk paling sederhana: (√6 + 2) × (√3 – 1). (Di sini, Anda perlu menerapkan distributif ganda/FOIL).
  • Sebuah segitiga siku-siku memiliki panjang sisi tegak 2√3 cm dan √6 cm. Hitunglah panjang sisi miringnya dalam bentuk akar yang paling sederhana.

Penutupan Akhir

Setelah melalui proses yang sistematis, hasil akhir dari Perkalian √2 dengan (3+√3+2√20) hadir dalam dua format yang sama-sama berharga: bentuk akar eksak 3√2 + √6 + 8√10 yang elegan dan tepat, serta nilai desimal pendekatannya sekitar 34.33. Seperti membandingkan spesifikasi teknis dengan pengalaman pengguna langsung, bentuk eksak memberikan ketelitian mutlak untuk perhitungan lanjutan, sementara bentuk desimal memberikan gambaran nyata tentang besaran nilainya dalam aplikasi praktis.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah hasil perkalian ini bisa lebih disederhanakan lagi?

Tidak, bentuk akhir 3√2 + √6 + 8√10 sudah merupakan bentuk paling sederhana karena suku-suku akarnya (√2, √6, √10) berbeda dan tidak dapat dijumlahkan atau digabungkan lebih lanjut.

Dalam konteks apa ekspresi matematika seperti ini digunakan?

Ekspresi serupa sering muncul dalam geometri, fisika, dan teknik, misalnya untuk menghitung panjang diagonal ruang, resultan vektor, atau nilai-nilai dalam rumus yang melibatkan teorema Pythagoras dengan sisi-sisi yang tidak bulat.

Mengapa kita harus menyederhanakan √20 menjadi 2√5 sebelum mengalikan?

Penyederhanaan awal memastikan perhitungan menjadi lebih rapi dan mengurangi risiko kesalahan. Ini memungkinkan kita mengidentifikasi faktor persekutuan dengan lebih mudah dan seringkali menghasilkan bentuk akhir yang lebih ringkas.

Bagaimana jika tanda kurungnya berisi pengurangan, bukan penjumlahan?

Prosedurnya tetap sama persis, hanya hukum distributif yang diterapkan dengan memperhatikan tanda positif dan negatif pada setiap suku di dalam kurung saat mengalikannya dengan √2.

Leave a Comment