Gambarlah Grafik Fungsi Kuadrat y = -x^2 – 2x + 3 Langkah Demi Langkah

Gambarlah grafik fungsi kuadrat berikut. y = -x^2 – 2x + 3. Kalau dilihat sekilas, persamaan yang ada minus dan plusnya ini mungkin bikin agak bingung, ya? Tenang aja, menggambar grafiknya itu nggak serumit yang dibayangin. Kita bakal bahas ini dari nol, mulai dari memahami arti setiap angka di dalam rumusnya sampai cara menggoreskannya di atas kertas.

Percayalah, setelah paham polanya, kamu bisa menggambar parabola ini bahkan dengan mata tertutup—figuratively speaking, tentu saja.

Fungsi kuadrat seperti ini adalah bahasa visual yang keren banget untuk melihat hubungan antara x dan y. Grafiknya yang berbentuk parabola bakal ngasih tahu kita banyak hal: di mana titik tertingginya, kapan ia memotong sumbu, dan bagaimana sifat lengkungannya. Dengan memahami y = -x^2 – 2x + 3, kita bukan cuma sekadar ngegambar, tapi juga sedang membaca cerita yang diceritain oleh angka-angka dan variabel.

Mari kita urai ceritanya bersama-sama.

Memahami Persamaan dan Sifat Grafik

Sebelum kita mulai menggambar, mari kita kenali dulu karakter dari fungsi kuadrat yang kita hadapi: y = -x²
-2x + 3. Memahami bagian-bagiannya ibarat mengenali bahan baku sebelum memasak, ini akan memudahkan kita memprediksi bentuk akhir grafiknya.

Dalam persamaan y = ax² + bx + c, kita bisa langsung mengidentifikasi nilai-nilainya. Koefisien a = -1, koefisien b = -2, dan konstanta c = 3. Tanda negatif pada koefisien a adalah kunci utama. Itu memberi tahu kita bahwa parabola ini akan terbuka ke bawah, seperti sebuah bukit yang melandai. Konstanta c = 3 adalah titik potong dengan sumbu Y, artinya grafik akan memotong sumbu vertikal di titik (0, 3).

Untuk mengetahui apakah grafik memotong sumbu X, kita hitung diskriminannya (D = b²
-4ac). D = (-2)²
-4*(-1)*3 = 4 + 12 = 16. Karena D > 0, grafik akan memotong sumbu X di dua titik berbeda.

Pengaruh Koefisien ‘a’ Terhadap Bentuk Grafik

Koefisien a dalam fungsi kuadrat layaknya sutradara yang menentukan arah dan kelengkungan cerita visual grafik. Perubahan tanda dan nilainya mengubah wajah parabola secara dramatis. Berikut adalah perbandingan singkat pengaruhnya.

Nilai Koefisien a Arah Pembukaan Bentuk Grafik Nilai Ekstrem
a > 0 (contoh: a=1) Terbuka ke Atas Seperti huruf “U” atau cekungan Memiliki Nilai Minimum
a < 0 (contoh: a=-1) Terbuka ke Bawah Seperti bukit atau lengkungan terbalik Memiliki Nilai Maksimum
|a| Besar (contoh: a=3 atau a=-3) Mengikuti tanda a Grafik Lebih “Kurus” atau Tajam Perubahan nilai y cepat
|a| Kecil (contoh: a=0.5 atau a=-0.5) Mengikuti tanda a Grafik Lebih “Gemuk” atau Landai Perubahan nilai y lambat

Menentukan Titik Penting pada Grafik

Untuk menggambar dengan akurat, kita perlu titik-titik kunci sebagai patokan. Dua titik kunci utama adalah titik potong dengan sumbu X dan titik puncak atau vertex. Titik-titik ini adalah bingkai yang akan membentuk sketsa parabola kita.

BACA JUGA  Himpunan penyelesaian dari x^2 - x - 30 = 0 adalah -5, 6

Mencari Titik Potong dengan Sumbu X

Titik potong sumbu X terjadi ketika y = 0. Jadi, kita selesaikan persamaan -x²
-2x + 3 =
0. Agar lebih mudah, kalikan seluruh persamaan dengan -1 menjadi x² + 2x – 3 =
0. Kemudian, kita faktorkan: (x + 3)(x – 1) =
0. Dari sini kita peroleh akar-akarnya: x = -3 dan x =
1.

Menggambar grafik fungsi kuadrat y = -x² – 2x + 3 itu seru banget, lho! Kamu bisa lihat parabola terbuka ke bawah. Nah, soal cerita matematika kayak gini juga nggak kalah seru, misalnya nih soal tentang Harga 5 apel dan 4 jeruk adalah Rp34.000,00, sedangkan harga 7 apel dan 6 jeruk adalah Rp49.000,00. Tentukan harga 3 apel dan 5 jeruk.

yang bikin otak mikir. Setelah ketemu jawabannya, yuk balik lagi fokus ke grafik tadi untuk cari titik puncak dan perpotongan sumbunya!

Jadi, grafik memotong sumbu X di dua titik: (-3, 0) dan (1, 0).

Menentukan Koordinat Titik Puncak (Vertex)

Titik puncak adalah ujung tertinggi atau terendah dari parabola. Untuk fungsi y = ax² + bx + c, koordinat x dari vertex dapat dihitung dengan rumus x = -b / 2a. Setelah mendapatkan nilai x, substitusikan ke persamaan awal untuk mendapatkan nilai y.

Rumus Titik Puncak: xv = -b / 2a dan y v = f(x v)

Untuk persamaan kita, a = -1 dan b = -2. Maka, x v = -(-2) / (2
– -1) = 2 / -2 = –
1. Selanjutnya, kita cari y v dengan mensubstitusi x = -1 ke persamaan: y = -(-1)²
-2(-1) + 3 = -1 + 2 + 3 = 4. Jadi, titik puncak grafik berada di koordinat (-1, 4).

Rangkuman Titik Penting Grafik

Berdasarkan perhitungan di atas, kita telah mengumpulkan data penting yang akan menjadi fondasi gambar kita.

  • Titik potong sumbu Y: (0, 3)
  • Titik potong sumbu X: (-3, 0) dan (1, 0)
  • Titik Puncak (Vertex): (-1, 4)
  • Arah Grafik: Terbuka ke bawah (karena a = -1)

Prosedur Menggambar Grafik secara Manual: Gambarlah Grafik Fungsi Kuadrat Berikut. Y = -x^2 – 2x + 3

Dengan titik-titik kunci di tangan, sekarang saatnya kita menyatukan semuanya di atas kertas. Menggambar grafik manual adalah seni yang memadukan ketelitian dan intuisi. Kita akan mulai dari titik yang sudah diketahui, lalu melengkapinya dengan beberapa titik bantu untuk memastikan kelengkungan grafik akurat.

Menyusun Tabel Nilai X dan Y

Pilih nilai x di sekitar titik puncak (-1) dan titik potong sumbu X. Strategi ini memastikan kita mendapatkan gambaran yang padat dan informatif. Mari kita buat tabel dengan nilai x dari -4 hingga 2.

Nilai x Perhitungan y = -x²

2x + 3

Nilai y Koordinat (x, y)
-4 -(-4)²

2(-4) + 3 = -16 + 8 + 3

-5 (-4, -5)
-3 -(-3)²

2(-3) + 3 = -9 + 6 + 3

0 (-3, 0)
-2 -(-2)²

2(-2) + 3 = -4 + 4 + 3

3 (-2, 3)
-1 -(-1)²

2(-1) + 3 = -1 + 2 + 3

4 (-1, 4)
0 -(0)² – 2(0) + 3 3 (0, 3)
1 -(1)²

2(1) + 3 = -1 – 2 + 3

0 (1, 0)
2 -(2)²

2(2) + 3 = -4 – 4 + 3

-5 (2, -5)

Langkah-langkah Menggambar, Gambarlah grafik fungsi kuadrat berikut. y = -x^2 – 2x + 3

Setelah tabel siap, ikuti prosedur sistematis ini untuk menghasilkan sketsa yang rapi dan benar.

Buatlah sistem koordinat Kartesius (sumbu X dan Y) yang cukup besar untuk menampung titik-titik dari tabel.

  • 2. Plot atau tandai semua titik koordinat dari tabel di atas ke dalam bidang koordinat. Beri tanda khusus pada titik kunci

    vertex (-1,4) dan titik potong sumbu.

  • Perhatikan pola titik-titik tersebut. Mereka akan membentuk pola lengkung yang simetris. Hubungkan semua titik dengan sebuah garis lengkung yang halus, membentuk parabola yang terbuka ke bawah.
  • Pastikan grafik simetris terhadap garis vertikal yang melalui vertex, yaitu garis x = -1. Titik-titik seperti (-2,3) dan (0,3) memiliki nilai y yang sama dan berjarak sama dari garis x = -1.
  • 5. Beri label pada grafik dengan persamaan fungsinya

    y = -x²

  • 2x + 3.

Analisis Visual dan Karakteristik Grafik

Grafik yang telah jadi bukan hanya sekadar gambar. Ia menyimpan informasi tentang perilaku fungsi. Dari bentuknya, kita bisa membaca kisah tentang nilai maksimum, daerah hasil, dan bagaimana ia berubah dibandingkan dengan fungsi yang lebih sederhana.

Daerah Hasil (Range) Fungsi

Karena parabola terbuka ke bawah dan titik puncaknya di y = 4, nilai y tidak akan pernah melebihi
4. Grafik turun dari puncak tersebut ke arah kiri dan kanan tanpa batas. Oleh karena itu, daerah hasil atau range dari fungsi ini adalah semua nilai y yang kurang dari atau sama dengan
4. Dalam notasi interval, kita tulis: y ∈ (-∞, 4].

Perbandingan dengan Grafik y = -x²

Gambarlah grafik fungsi kuadrat berikut. y = -x^2 - 2x + 3

Source: z-dn.net

Fungsi kita, y = -x²
-2x + 3, adalah transformasi dari grafik dasar y = -x². Membandingkan keduanya membantu kita memahami pengaruh dari koefisien b dan konstanta c. Grafik dasar y = -x² memiliki vertex di (0,0) dan terbuka ke bawah. Penambahan -2x dan +3 menggeser dan mengubah bentuknya.

Karakteristik Grafik y = -x² Grafik y = -x²

Nah, kalau kamu lagi asyik menggambar grafik fungsi kuadrat y = -x² – 2x + 3, ingat bahwa matematika itu penuh pola yang saling terhubung. Sama kayak kamu lagi cari tahu Tuliskan tiga suku berikutnya dari pola bilangan 1, 2, 3, 5, 8, 13, logika berpikirnya tetap sama: butuh ketelitian dan analisis. Jadi, setelah paham pola bilangan, kamu pasti lebih mudah menganalisis bentuk parabola dari grafik fungsi kuadrat tadi, termasuk titik puncak dan arah bukaannya.

2x + 3

Interpretasi Perubahan
Titik Puncak (Vertex) (0, 0) (-1, 4) Geser ke kiri 1 satuan dan ke atas 4 satuan.
Titik Potong Sumbu Y (0, 0) (0, 3) Grafik terangkat secara vertikal sebesar 3 satuan.
Sumbu Simetri Garis x = 0 Garis x = -1 Sumbu simetri bergeser ke kiri.
Bentuk Visual Parabola simetris sempurna di atas titik asal. Parabola dengan bentuk serupa, tetapi terletak di kuadran II dan I. Bentuk dasar (lengkungan) tetap, hanya posisinya yang berubah.

Aplikasi dan Konteks Nilai dari Grafik

Fungsi kuadrat dan grafiknya bukan hanya permainan matematika di kertas. Mereka adalah model untuk berbagai fenomena di sekitar kita, dari lintasan bola hingga keuntungan penjualan. Memahami grafik y = -x²
-2x + 3 memberi kita alat untuk memprediksi dan mengoptimalkan.

Nilai Maksimum Fungsi

Secara visual, titik puncak (-1, 4) adalah titik tertinggi pada grafik. Ini berarti fungsi tersebut mencapai nilai maksimum y = 4 ketika x = -1. Dalam konteks terapan, misalnya jika y mewakili keuntungan (dalam juta rupiah) dan x mewakili jumlah kenaikan harga (dalam ribu rupiah), maka keuntungan maksimum adalah 4 juta rupiah, dicapai ketika harga dinaikkan sebesar -1 ribu rupiah?

Tunggu, nilai x negatif di sini bisa diinterpretasikan sebagai penurunan harga sebesar 1 ribu rupiah. Ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan domain yang masuk akal dalam konteks masalah.

Interpretasi Titik Potong Sumbu X

Dua titik potong sumbu X, (-3, 0) dan (1, 0), adalah solusi dari persamaan -x²
-2x + 3 = 0. Dalam konteks dunia nyata, titik-titik ini sering merepresentasikan “break-even point” atau titik impas. Misalnya, jika fungsi ini memodelkan tinggi bola (y) terhadap waktu (x), maka titik potong sumbu X adalah momen ketika bola menyentuh tanah (tinggi = 0), yaitu pada detik ke -3 dan ke 1.

Tentu saja, waktu negatif mungkin tidak relevan, sehingga kita ambil interpretasi pada x = 1 sebagai saat bola jatuh kembali ke tanah.

Representasi Hubungan Kuadratik

Grafik ini secara visual menggambarkan hubungan kuadratik yang tidak linear antara x dan y. Perubahan pada variabel x tidak menghasilkan perubahan yang proporsional pada y. Sebagai ilustrasi, bayangkan hubungan antara kecepatan angin (x) dan tekanan pada permukaan layar (y). Pada kecepatan rendah, tekanan meningkat perlahan. Namun, setelah mencapai titik tertentu (mendekati vertex), peningkatan kecepatan justru mulai menyebabkan tekanan maksimum yang kemudian dapat menurun jika struktur berubah (analogi untuk parabola terbuka ke bawah).

Lengkungan grafik menangkap esensi percepatan dan perlambatan dampak tersebut, di mana ada satu titik optimal (vertex) sebelum akhirnya trennya berbalik atau mencapai jenuh.

Penutup

Jadi, begitulah proses menggambar grafik dari y = -x^2 – 2x + 3 dari awal sampai akhir. Dari sekadar deretan koefisien dan konstanta, kita berhasil mentransformasikannya menjadi sebuah bentuk parabola yang elegan dan penuh makna. Setiap titik potong dan puncak yang kita hitung tadi adalah bukti bahwa matematika itu punya sisi yang sangat visual dan aplikatif. Grafik ini bukan akhir, tapi justru pintu masuk untuk memahami pola-pola lain yang lebih kompleks.

Terakhir, ingat satu hal: skill menggambar grafik manual seperti ini adalah fondasi. Di era serba digital ini, kemampuan untuk membayangkan dan mensketsa dengan tangan akan membuat pemahamanmu jadi lebih mendalam ketimbang sekadar mengandalkan software. Coba praktikkan lagi dengan fungsi kuadrat lain, dan lihat bagaimana cerita yang berbeda terungkap dari setiap persamaan. Selamat mencoba dan bereksplorasi!

FAQ Terpadu

Apakah fungsi y = -x^2 – 2x + 3 pasti memotong sumbu X?

Tidak selalu pasti. Itu tergantung nilai diskriminannya (D = b²
-4ac). Untuk fungsi ini, D = (-2)²
-4*(-1)*3 = 4 + 12 = 16. Karena D > 0, grafik ini memotong sumbu X di dua titik berbeda.

Bagaimana jika koefisien -x^2 diubah menjadi positif, misalnya y = x^2 – 2x + 3?

Arah parabola akan berubah total. Grafik akan terbuka ke atas (seperti senyuman), titik puncaknya menjadi titik minimum, dan daerah hasil fungsinya akan berubah. Visualnya jadi seperti cawan, bukan seperti payung terbalik.

Apakah ada cara cepat menggambar grafik tanpa membuat tabel nilai x dan y yang banyak?

Ada. Cukup cari tiga titik kunci: titik potong sumbu Y (saat x=0), titik potong sumbu X (jika ada), dan titik puncak (vertex). Ketiga titik ini sudah cukup untuk membuat sketsa parabola yang akurat.

Dalam konteks dunia nyata, apa arti dari titik puncak parabola ini?

Titik puncak (vertex) merepresentasikan nilai maksimum dari fungsi. Misalnya, jika fungsi ini memodelkan tinggi lemparan bola terhadap waktu, maka titik puncak adalah tinggi maksimum yang dicapai bola tersebut.

Leave a Comment