Jelaskan Maksud Hologram Teknologi Ilusi Cahaya Tiga Dimensi

Jelaskan maksud hologram, dan kita akan memasuki dunia di mana batas antara ilusi dan realitas menjadi kabur. Lebih dari sekadar gambar yang melayang di udara, hologram adalah revolusi pencatatan cahaya, sebuah cara pintar untuk mengunci dan memutar ulang sifat cahaya itu sendiri sehingga menciptakan ilusi visual yang begitu nyata. Teknologi ini bukanlah sihir, melainkan penerapan cerdas dari prinsip-prinsip fisika optik klasik yang telah membuka gerbang menuju berbagai inovasi futuristik.

Inti dari holografi terletak pada kemampuannya merekam bukan hanya intensitas cahaya, seperti foto biasa, tetapi juga fase gelombangnya. Proses ini melibatkan interferensi antara cahaya yang memantul dari objek dan cahaya referensi yang koheren, menghasilkan pola rumit pada pelat khusus. Saat diterangi kembali, pola ini mendifraksi cahaya untuk merekonstruksi sebuah gambar tiga dimensi yang dapat dilihat dari berbagai sudut, lengkap dengan efek paralaks yang membuatnya seolah hidup dan bernapas di hadapan kita.

Secara sederhana, hologram adalah proyeksi tiga dimensi yang tercipta dari interferensi cahaya, menciptakan ilusi visual yang nyata. Namun, penerapannya di dunia nyata tak lepas dari analisis biaya dan manfaat, yang erat kaitannya dengan Pengertian Pertimbangan Ekonomi. Evaluasi finansial ini menjadi penentu apakah teknologi canggih seperti hologram dapat diadopsi secara luas atau tetap menjadi konsep futuristik semata.

Pengertian dan Prinsip Dasar Hologram

Bayangkan Anda melihat sebuah vas bunga di atas meja. Anda bisa berjalan mengelilinginya, melihat sisi kanannya yang ada retakan kecil, atau membungkuk untuk melihat pola di bagian dasarnya. Sekarang, bayangkan Anda bisa melakukan hal yang persis sama terhadap sebuah gambar yang sebenarnya tidak ada di sana secara fisik. Itulah esensi dari hologram: sebuah rekaman tiga dimensi yang utuh, bukan sekadar ilusi kedalaman.

Berbeda dengan gambar atau foto biasa yang datar, hologram menangkap dan merekonstruksi cahaya dari objek asli, memberikan kita sebuah jendela untuk melihat objek tersebut dengan semua informasi visualnya.

Definisi Hologram dalam Istilah Sederhana

Secara sederhana, hologram adalah hasil dari teknik fotografi khusus yang merekam bukan hanya intensitas cahaya, tetapi juga fase gelombang cahaya yang dipantulkan oleh suatu objek. Rekaman ini, yang disebut holograf, berisi informasi yang cukup untuk merekonstruksi sebuah gambar 3D yang sangat realistis ketika disinari dengan cahaya yang tepat. Hasilnya bukanlah objek padat, melainkan sebuah ilusi optik yang sangat meyakinkan, seolah-olah objek tersebut benar-benar hadir di ruang yang sama dengan kita.

Prinsip Fisika di Balik Keajaiban: Interferensi dan Difraksi

Kunci pembuatan hologram terletak pada dua fenomena optik: interferensi dan difraksi. Prosesnya dimulai dengan cahaya koheren dari laser, yang dipecah menjadi dua jalur. Satu jalur, disebut beam objek, diarahkan ke objek yang akan direkam. Cahaya ini memantul dari objek dan membawa informasi tentang bentuknya. Jalur kedua, disebut beam referensi, diarahkan langsung ke pelat rekaman (seperti film fotografi khusus).

Kedua berkas cahaya ini kemudian bertemu di pelat dan saling berinterferensi—pola gabungan dari puncak dan lembah gelombang cahaya ini terukir secara mikroskopis pada pelat. Saat pelat hasil rekaman (holograf) ini nanti disinari hanya dengan beam referensi, pola mikroskopis tadi akan mendifraksi atau membelokkan cahaya, secara tepat merekonstruksi gelombang cahaya asli dari objek. Mata kita yang menangkap gelombang rekonstruksi ini akan melihat gambar 3D yang utuh.

Perbandingan Mendasar dengan Gambar 2D dan 3D Stereoskopik

Perbedaan antara gambar biasa, gambar 3D stereoskopik (seperti di bioskop), dan hologram bersifat fundamental. Gambar 2D hanya mencatat intensitas warna dan cahaya dari satu sudut pandang. Gambar 3D stereoskopik menipu otak dengan menyajikan dua gambar yang sedikit berbeda untuk masing-masing mata, menciptakan ilusi kedalaman, namun sudut pandangnya tetap terbatas—Anda tidak bisa menggerakkan kepala untuk melihat sisi lain objek. Hologram, sebaliknya, merekam informasi cahaya dari hampir semua sudut yang mengenai pelat selama perekaman.

Inilah yang memberikan efek paralaks: ketika Anda menggerakkan posisi melihat, Anda akan melihat bagian yang berbeda dari objek holografik, persis seperti melihat objek nyata.

BACA JUGA  Arti Alumni Lebih Dari Sekadar Mantan Mahasiswa

>Terkadang (cahaya koheren untuk hologram asli), tetapi banyak display holografik modern langsung dapat dilihat.

Parameter Foto Biasa (2D) Gambar 3D Stereoskopik Hologram
Kedalaman Datar, ilusi kedalaman dari perspektif dan bayangan. Ilusi kedalaman yang dihasilkan otak dari dua gambar. Kedalaman nyata yang dapat diverifikasi dengan menggerakkan pandangan.
Sudut Pandang Tetap, tunggal. Terbatas, biasanya dari satu posisi yang ditentukan. Bebas, multi-sudut (efek paralaks penuh).
Informasi yang Direkam Intensitas cahaya (amplitude). Dua set data intensitas cahaya untuk masing-masing mata. Intensitas dan fase gelombang cahaya.
Kebutuhan Perangkat Khusus untuk Melihat Tidak. Ya (kacamata khusus, layar stereoskopik).

Proses Pembuatan dan Teknologi Perekaman Holografik

Menciptakan sebuah hologram asli (bukan proyeksi) adalah sebuah tarian yang presisi antara cahaya, stabilitas, dan material sensitif. Proses ini lebih mirip eksperimen laboratorium daripada memotret dengan kamera biasa, membutuhkan pengendalian lingkungan yang ketat untuk menangkap interferensi dengan sempurna. Setiap getaran kecil, bahkan langkah kaki, dapat mengacaukan pola interferensi dan merusak rekaman.

Dari persiapan hingga hasil akhir, setiap tahap dirancang untuk memastikan bahwa informasi fase gelombang cahaya tertangkap secara akurat pada media penyimpanan.

Langkah-Langkah Teknis dalam Pembuatan Hologram

Proses dimulai dalam ruangan yang gelap atau dengan cahaya safelight khusus. Objek yang akan direkam harus memiliki permukaan yang dapat memantulkan cahaya dengan baik dan stabil. Laser dihidupkan dan sistem optik (seperti beam splitter dan cermin) digunakan untuk membagi sinar laser menjadi beam objek dan beam referensi. Beam objek menyinari objek, sementara beam referensi diarahkan langsung ke pelat holografik. Kedua beam ini bertemu di permukaan pelat, dan selama waktu eksposur tertentu—bisa dari beberapa detik hingga menit—pelat mencatat pola interferensi yang rumit.

Pelat kemudian diproses secara kimiawi (seperti film foto) untuk mengembangkan dan mem-fix pola tersebut, menghasilkan hologram master.

Jenis Laser dan Material Film Holografik

Pilihan laser dan material pelat sangat menentukan hasil. Laser yang digunakan harus koheren dan monokromatik, biasanya laser Helium-Neon (He-Ne) dengan cahaya merah atau laser solid-state seperti Nd:YAG. Koherensi yang tinggi memastikan interferensi yang tajam. Untuk material rekaman, yang umum digunakan adalah pelat glass yang dilapisi emulsi perak-halida berbutir sangat halus (seperti film foto ultra-high resolution), atau material fotopolimer yang berubah sifat fisiknya ketika terpapar cahaya.

Material fotopolimer semakin populer karena tidak memerlukan pemrosesan kimia basah yang rumit.

Prosedur Hologram Transmisi dan Refleksi

Berdasarkan cara melihatnya, hologram dibedakan menjadi dua jenis utama dengan prosedur pembuatan yang sedikit berbeda:

  • Hologram Transmisi: Dalam pembuatannya, beam objek dan beam referensi datang dari sisi yang sama terhadap pelat. Untuk melihat hasilnya, hologram harus disinari dari belakang dengan sumber cahaya koheren (seperti laser), dan gambar muncul di sisi yang berlawanan. Gambarnya sangat tajam dan dalam.
  • Hologram Refleksi (atau Whitney): Dalam konfigurasi ini, beam objek dan beam referensi datang dari sisi yang berlawanan terhadap pelat. Untuk melihatnya, hologram disinari dari depan dengan sumber cahaya putih (seperti lampu spot), dan gambar direfleksikan kembali ke mata pengamat. Hologram jenis inilah yang sering kita lihat pada logo keamanan di kartu kredit atau uang kertas, karena dapat dilihat dengan cahaya biasa.

Perekaman Objek dari Berbagai Sudut Secara Simultan

Keajaiban hologram dalam menangkap banyak sudut pandang terjadi secara alami dalam proses perekaman. Pelat holografik tidak seperti sensor kamera yang hanya merekam dari satu arah. Setiap titik kecil pada permukaan pelat menerima cahaya yang dipantulkan dari setiap titik pada permukaan objek. Secara simultan, setiap titik pada objek juga memantulkan cahaya ke setiap titik pada pelat. Hasilnya adalah sebuah rekaman yang saling bertaut di mana setiap bagian kecil dari pelat mengandung informasi cahaya dari seluruh objek, hanya dari perspektif yang sedikit berbeda.

Inilah yang memungkinkan efek paralaks: ketika Anda menggerakkan mata, Anda melihat melalui bagian pelat yang berbeda, yang merekonstruksi pandangan objek dari sudut yang sesuai.

Aplikasi dan Pemanfaatan Hologram di Berbagai Bidang

Hologram telah lama melampaui statusnya sebagai sekadar ilusi panggung yang futuristik. Teknologi ini kini tertanam dalam berbagai aspek kehidupan modern, dari ruang operasi yang steril hingga dompet kita sehari-hari. Nilainya terletak pada kemampuannya untuk menyajikan informasi spasial yang kompleks secara intuitif dan pada potensinya untuk menghadirkan kehadiran dari kejauhan dengan realisme yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemanfaatannya terus berkembang, menjawab tantangan di bidang yang memerlukan visualisasi, keamanan, dan interaksi yang lebih baik.

Hologram, secara ilmiah, adalah rekaman tiga dimensi dari medan cahaya yang menciptakan ilusi visual benda padat. Konsep struktur ini, menariknya, dapat dianalogikan dengan memahami pola kalimat dalam bahasa. Sebuah Cerita Bahasa Inggris 25 Kalimat dengan Pola Noun-Verb-N, Noun-Verb-Predikat, Predikat-Verb-Predikat mengajarkan kita untuk menyusun elemen dasar secara tepat, layaknya foton yang tersusun membentuk citra holografik yang utuh. Dengan demikian, baik dalam linguistik maupun teknologi, keduanya sama-sama memerlukan penyusunan komponen fundamental yang presisi untuk menghasilkan makna atau ilusi yang koheren dan memukau.

Penerapan dalam Dunia Medis

Di bidang medis, hologram menjadi alat edukasi dan perencanaan yang revolusioner. Dengan hologram anatomi, mahasiswa kedokteran dapat mempelajari organ tubuh manusia dalam bentuk 3D interaktif, memisahkan lapisan otot, melihat sistem peredaran darah, atau memutar kerangka tanpa perlu kadaver fisik. Lebih lanjut, teknologi ini digunakan untuk visualisasi pra-bedah, di mana data scan CT atau MRI pasien diubah menjadi model holografik. Dokter bedah dapat mempelajari tumor atau struktur anatomi yang kompleks dari semua sudut sebelum membuat sayatan, meningkatkan akurasi dan mengurangi risiko selama operasi.

Penggunaan di Bidang Hiburan dan Seni Pertunjukan

Industri hiburan telah mengadopsi hologram untuk menciptakan pengalaman yang spektakuler dan emosional. Konser hologram memungkinkan artis yang telah meninggal, seperti Tupac Shakur atau Michael Jackson, “tampil” di atas panggung dengan realisme yang memukau. Museum menggunakan hologram untuk menghidupkan kembali artefak bersejarah, memperlihatkan replika benda yang rapuh dari semua sisi, atau menampilkan narasi dari tokoh sejarah seolah-olah mereka berdiri di depan pengunjung.

Teknologi ini mengaburkan batas antara realitas dan ilusi, menawarkan bentuk storytelling yang baru.

Fungsi Keamanan dan Anti-Pemalsuan

Aplikasi hologram yang paling luas dan sehari-hari justru ada di bidang keamanan. Logo holografik pada uang kertas, kartu kredit, kartu identitas, dan produk bermerek sangat sulit untuk dipalsukan karena memerlukan peralatan dan keahlian tingkat tinggi untuk mereproduksinya. Hologram jenis ini sering kali menampilkan gambar yang berubah-ubah ketika dilihat dari sudut berbeda atau di bawah cahaya yang berbeda, memberikan fitur verifikasi visual yang langsung.

Label hologram pada obat-obatan atau komponen elektronik juga menjadi jaminan keaslian produk bagi konsumen dan otoritas.

Inovasi dalam Antarmuka Pengguna dan Telepresensi

Pengembangan antarmuka pengguna holografik dan sistem telepresensi sedang membentuk masa depan interaksi manusia-komputer dan komunikasi jarak jauh.

  • Antarmuka Holografik: Bayangkan mengoperasikan komputer dengan menyentuh ikon dan menu yang melayang di udara, atau memanipulasi model 3D desain arsitektur dengan kedua tangan. Teknologi seperti Microsoft HoloLens mengarah ke sana, menciptakan lingkungan mixed reality di mana objek digital berinteraksi dengan dunia nyata.
  • Telepresensi Holografik: Konsep ini bertujuan untuk menghadirkan seseorang sebagai proyeksi 3D yang utuh dalam sebuah ruang rapat, seolah-olah mereka benar-benar duduk di seberang meja. Meski masih dalam tahap awal, teknologi ini berpotensi mengubah rapat virtual dari sekadar kumpulan wajah di layar menjadi pengalaman kolaboratif yang lebih natural dan imersif.

Ilustrasi Visual dan Persepsi terhadap Gambar Holografik: Jelaskan Maksud Hologram

Mengalami hologram secara langsung adalah hal yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, tetapi sensasinya berbeda secara fundamental dari melihat layar atau gambar apa pun. Bukan hanya soal gambarnya yang “keluar”, melainkan tentang bagaimana gambar itu hidup dan berinteraksi dengan gerakan Anda. Realisme yang dihasilkan berasal dari cara hologram menipu sistem visual manusia dengan menyediakan semua isyarat kedalaman yang biasa diberikan oleh objek fisik, memicu respons alami dari mata dan otak kita.

Deskripsi Pengalaman Melihat dari Berbagai Sudut, Jelaskan maksud hologram

Anggaplah Anda melihat hologram sebuah tengkorak manusia yang mengambang di dalam sebuah kotak kaca. Dari posisi berdiri di depannya, Anda melihat wajah tengkorak secara frontal. Saat Anda melangkah perlahan ke kanan, sesuatu yang ajaib terjadi: Anda mulai melihat sisi kanan tulang pipi, kemudian rongga mata dari samping, dan akhirnya bagian belakang tengkorak. Jika Anda membungkuk, Anda bisa melihat bagian atas tempurung kepala dan bahkan mengintip ke dalam rongga hidung.

Efek paralaks ini sempurna dan kontinu, persis seperti jika Anda mengelilingi sebuah objek nyata. Gambarnya tampak memiliki volume yang nyata dan menempati ruang tiga dimensi.

Mekanisme Pemrosesan oleh Mata dan Otak

Jelaskan maksud hologram

Source: hologramindonesia.com

Otak kita menginterpretasikan kedalaman dengan menggabungkan beberapa isyarat, seperti paralaks gerak (pergeseran relatif objek saat kepala bergerak), stereopsis (perbedaan gambar antara kedua mata), dan fokus lensa mata. Hologram memberikan semua isyarat ini dengan sangat baik. Ketika Anda bergerak, gambar yang direkonstruksi berubah perspektif (paralaks). Setiap mata menerima gambar yang sedikit berbeda (stereopsis). Bahkan, mata Anda harus mengakomodasi (memfokuskan) pada kedalaman yang berbeda-beda dalam gambar hologram, misalnya dari ujung hidung ke telinga sebuah wajah holografik, yang membuat otak semakin yakin bahwa ia melihat objek fisik.

Kombinasi ini menciptakan ilusi yang sangat kuat dan meyakinkan.

Visualisasi Model Organ yang Kompleks

Dalam konteks pendidikan kedokteran, visualisasi hologram dapat sangat detail. Bayangkan sebuah model holografik jantung manusia yang utuh. Awalnya, Anda melihat organ lengkap dengan pembuluh darah besar yang menjulur. Dengan perintah suara atau gesture, lapisan terluar otot jantung dapat “dikupas” secara digital, mengungkapkan bilik dan katup di dalamnya. Anda dapat memutar jantung tersebut untuk melihat bagian belakangnya, atau memperbesar area tertentu seperti nodus sinoatrial.

Anda bahkan dapat “menyayat” bagian ventrikel secara virtual untuk melihat ketebalan dindingnya. Hologram memungkinkan eksplorasi interaktif dan destruktif tanpa merusak model fisik, sebuah keunggulan yang tak ternilai.

“Melihat hologram untuk pertama kali itu seperti menemukan sebuah jendela ajaib di tengah dinding. Di balik kaca itu, ada sebuah objek yang sepenuhnya nyata—Anda hampir yakin bisa meraih dan menyentuhnya. Tapi ketika Anda menggerakkan kepala, jendela itu seolah-olah bergerak bersama, mengungkap sisi-sisi objek yang sebelumnya tersembunyi. Ini bukan gambar yang bergerak; ini adalah sebuah tempat, sebuah ruang kecil yang terjebak dalam cahaya, dan Anda diizinkan untuk mengintip ke dalamnya.”

Perkembangan Terkini dan Masa Depan Teknologi Hologram

Lanskap teknologi hologram saat ini sedang bergerak cepat, didorong oleh kemajuan dalam komputasi, optik, dan ilmu material. Fokus pengembangan tidak lagi hanya pada hologram statis yang direkam di pelat, tetapi pada hologram dinamis yang dapat dihasilkan secara digital dan ditampilkan dalam skala besar, bahkan di udara terbuka. Tantangan besar seperti kebutuhan akan kekuatan komputasi yang masif dan keterbatasan sudut pandang perlahan-lahan mulai terjawab, membuka jalan bagi integrasi hologram yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari.

Secara sederhana, hologram adalah proyeksi tiga dimensi yang tampak nyata namun ilusif, mirip bagaimana sistem pendidikan Islam di masa kolonial Belanda bertahan sebagai entitas yang nyata namun seringkali diabaikan dalam narasi utama. Eksistensinya, seperti yang dijelaskan dalam ulasan mendalam tentang Sistem Pendidikan Islam pada Masa Belanda , menunjukkan ketangguhan dalam mempertahankan identitas di tengah tekanan politik. Pada akhirnya, pemahaman hologram, dengan ilusi kedalamannya, mengajarkan kita untuk melihat realitas dari berbagai sudut pandang, tidak hanya permukaannya saja.

Tren Teknologi Holografik Mutakhir

Beberapa terobosan paling menarik saat ini termasuk layar holografik tanpa kaca (glass-free) yang menggunakan lensa khusus atau sistem difraksi untuk mengarahkan gambar yang berbeda ke setiap mata tanpa perlu kacamata. Teknologi proyeksi di udara, seperti yang menggunakan laser untuk mengionisasi partikel udara kecil sehingga berpendar, mulai mampu menciptakan gambar 3D yang benar-benar melayang di ruang kosong. Selain itu, kemajuan dalam algoritma Computer-Generated Holography (CGH) memungkinkan pembuatan konten holografik kompleks secara real-time dengan bantuan prosesor grafis yang kuat, yang merupakan fondasi untuk headset augmented reality generasi berikutnya.

Tantangan Teknis dan Batasan yang Dihadapi

Meski perkembangannya menjanjikan, beberapa kendala masih menghalangi. Menciptakan hologram berwarna penuh dengan kecerahan tinggi dan bidang pandang yang lebar membutuhkan sistem yang sangat kompleks dan mahal. Kebutuhan resolusi piksel yang sangat tinggi untuk menampilkan hologram besar memerlukan bandwidth data dan daya komputasi yang luar biasa. Selain itu, sebagian besar teknologi hologram dinamis saat ini masih memiliki keterbatasan dalam hal ukuran gambar, kualitas warna, dan kebutuhan akan lingkungan pencahayaan yang terkendali untuk dapat dilihat dengan jelas.

Skenario Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari 10 Tahun ke Depan

Dalam satu dekade mendatang, hologram dapat berubah dari teknologi spesialis menjadi bagian dari antarmuka sehari-hari. Di bidang pendidikan, guru sejarah dapat “memanggil” replika holografik artefak dari Piramida Giza langsung ke tengah kelas untuk diperiksiswa. Di ritel, Anda mungkin bisa melihat hologram pakaian yang disesuaikan dengan ukuran tubuh Anda di depan cermin virtual di rumah sebelum membeli. Komunikasi personal dapat berevolusi di mana panggilan video digantikan oleh telepresensi holografik skala kecil, membuat anggota keluarga yang tinggal jauh terasa seperti duduk di sofa yang sama.

Bahkan, manual perbaikan untuk mobil atau peralatan rumit dapat menampilkan petunjuk holografik langkah demi langkah yang diproyeksikan langsung pada komponen yang sedang diperbaiki.

Parameter Teknologi Hologram Masa Kini (2020-an) Prediksi Perkembangan Masa Depan (2030-an)
Interaktivitas Terbatas, seringkali memerlukan perangkat kontrol terpisah (controller, gesture terbatas). Tinggi, dengan interaksi sentuh di udara (haptic feedback), kontrol suara, dan gestur alami yang diakui AI.
Ketersediaan Terutama di sektor enterprise, militer, hiburan high-end, dan penelitian. Semakin terjangkau untuk konsumen, terintegrasi dalam perangkat mobile, kendaraan, dan rumah pintar.
Realisme Baik untuk monokromatik, masih berkembang untuk warna penuh dan pencahayaan yang dinamis. Sangat tinggi, dengan warna spektrum penuh, rendering tekstur dan material yang akurat, serta integrasi sempurna dengan lingkungan nyata.
Media Tampilan Bergantung pada layar/lensa khusus (HoloLens), proyeksi pada permukaan, atau pelat statis. Proyeksi volumetrik di udara bebas yang lebih umum, serta kacamata sehari-hari dengan kemampuan holografik.

Ulasan Penutup

Dari sekadar fitur keamanan pada kartu kredit hingga visi telepresensi yang mengubah cara kita berinteraksi, hologram telah membuktikan dirinya sebagai lebih dari sekadar trik panggung. Perjalanannya dari laboratorium fisika ke ruang operasi, museum, dan ruang rapat virtual menggambarkan potensi luar biasa yang masih terus digali. Meski tantangan seperti biaya dan kompleksitas teknis masih ada, arah perkembangannya jelas: menuju integrasi yang lebih mulus dalam keseharian.

Masa depan di mana komunikasi dan visualisasi menjadi lebih imersif dan intuitif bukan lagi khayalan, tetapi sebuah destinasi yang sedang dituju, satu gelombang cahaya pada suatu waktu.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah hologram yang ada di konser musik itu hologram asli?

Seringkali bukan hologram optik klasik, melainkan ilusi yang diciptakan menggunakan teknik Pepper’s Ghost (pantulan pada kaca tipis) atau proyeksi canggih pada kabut atau layar khusus. Efeknya mirip, tetapi prinsip fisika di baliknya berbeda.

Bisakah saya menyentuh dan merasakan hologram?

Saat ini, umumnya tidak. Hologram konvensional adalah ilusi optik murni tanpa massa fisik. Namun, penelitian sedang berkembang dalam bidang haptik udara yang menggunakan gelombang ultrasonik untuk menciptakan sensasi sentuhan pada gambar yang diproyeksikan.

Apakah semua hologram berwarna-warni seperti di film fiksi ilmiah?

Tidak selalu. Banyak hologram praktis, terutama untuk keamanan, masih monokromatik (sering hijau atau merah) karena keterbatasan sumber laser dan material perekaman. Hologram warna penuh lebih kompleks dan mahal untuk diproduksi.

Apakah smartphone bisa membuat atau menampilkan hologram?

Smartphone biasa belum dapat merekam hologram optik sejati karena membutuhkan kondisi laser yang sangat stabil. Namun, ada aplikasi dan aksesori sederhana (seperti alas plastik) yang menciptakan ilusi gambar 3D melayang menggunakan layar ponsel, yang sering dipasarkan sebagai “hologram”.

BACA JUGA  Apa yang dimaksud dengan psikologi umum ilmu dasar perilaku manusia

Leave a Comment