Jika 5(x + 2) + 3 = 2x – 2 nilai 4x + 3 adalah solusi aljabar langkah demi langkah

Jika 5(x + 2) + 3 = 2x – 2, nilai 4x + 3 adalah teka-teki kecil yang sering bikin kita berhenti sejenak. Tapi jangan khawatir, soal seperti ini sebenarnya adalah pintu masuk yang sempurna untuk melatih logika dan ketelitian kita dalam bermain dengan angka dan variabel. Mari kita buka bersama-sama, pelan-pelan, seperti membongkar bungkus kado yang di dalamnya ada hadiah kepuasan karena berhasil memecahkan suatu misteri.

Persamaan linear satu variabel, seperti yang kita hadapi ini, adalah dasar dari banyak konsep matematika yang lebih kompleks. Di sini, kita akan berurusan dengan ‘x’ sebagai misterius yang harus diungkap, didistribusikan, dikelompokkan, dan akhirnya ditaklukkan. Dengan memahami langkah-langkah dasarnya, kita tidak hanya menemukan jawaban, tapi juga membangun fondasi untuk menyelesaikan berbagai soal aljabar lainnya dengan lebih percaya diri.

Pengantar dan Pemahaman Dasar Persamaan Linear

Sebelum kita terjun ke dalam penyelesaian soal yang spesifik, mari kita pahami dulu medan tempurnya. Persamaan linear satu variabel adalah pernyataan matematika yang menyatakan kesetaraan antara dua ekspresi aljabar, di mana pangkat tertinggi variabelnya adalah satu. Bentuk umumnya kira-kira seperti ini: ax + b = cx + d, di mana a, b, c, dan d adalah bilangan konstanta, dan x adalah variabel yang kita cari.

Inti dari menyelesaikannya adalah mengisolasi si variabel x hingga ia sendirian di satu sisi persamaan. Caranya dengan melakukan operasi yang sama (tambah, kurang, kali, bagi) pada kedua sisi, layaknya menjaga keseimbangan timbangan. Misalnya, untuk persamaan 2x + 5 = 13, kita kurangi 5 di kedua sisi menjadi 2x = 8, lalu bagi 2, sehingga ditemukan x = 4.

Mengidentifikasi Komponen dalam Persamaan

Mari kita bedah persamaan dari soal kita, 5(x + 2) + 3 = 2x – 2. Di sini, kita menemukan beberapa komponen kunci. Variabelnya adalah x. Koefisien adalah angka yang mengalikan variabel, seperti angka 5 di depan kurung (yang akan didistribusikan) dan angka 2 di suku 2x. Konstanta adalah bilangan tunggal tanpa variabel, yaitu +3 di ruas kiri dan -2 di ruas kanan.

Memahami peran masing-masing komponen ini adalah langkah pertama yang krusial untuk menghindari kebingungan di tengah proses pengerjaan.

Hai, soal aljabar kayak “Jika 5(x + 2) + 3 = 2x – 2, nilai 4x + 3 adalah” itu sebenarnya seru kalau kamu udah paham polanya. Nah, biar makin jago, coba deh pelajari juga cara menyelesaikan persamaan yang lebih kompleks, misalnya dengan Tentukan penyelesaian dari persamaan kuadrat x^2 + 7x + 12 = 0 dengan menggunakan rumus..

BACA JUGA  Hasil dari (2x + 3)(4x - 5) adalah Perkalian Binomial

Dengan begitu, logika matematikamu akan lebih terasah dan kamu bisa dengan mudah menemukan nilai 4x + 3 dari soal pertama tadi. Yuk, kita asah terus skill berhitungnya!

Penyelesaian Langkah demi Langkah

Sekarang, kita akan mengurai persamaan tersebut dengan sabar, langkah demi langkah. Proses ini mirip seperti membuka bungkusan yang rapi; kita perlu hati-hati agar tidak merusak isinya. Tujuan akhirnya adalah menemukan nilai x yang memenuhi persamaan.

Proses Penyederhanaan dan Pengelompokan

Pertama, kita buka kurung dengan mendistribusikan 5 ke dalam (x + 2). Hasilnya, 5 dikali x menjadi 5x, dan 5 dikali 2 menjadi
10. Persamaannya berubah menjadi: 5x + 10 + 3 = 2x – 2. Sederhanakan konstanta di kiri: 10 + 3 = 13, sehingga menjadi 5x + 13 = 2x – 2.

Selanjutnya, kita kumpulkan suku-suku sejenis. Pindahkan suku yang mengandung x ke satu sisi (misalnya kiri) dan konstanta ke sisi lainnya. Kurangi kedua sisi dengan 2x: 5x – 2x + 13 = -2, yang menghasilkan 3x + 13 = -2. Kemudian, pindahkan konstanta +13 ke kanan dengan mengurangkan 13 di kedua sisi: 3x = -2 – 13, sehingga 3x = -15. Langkah terakhir, isolasi x dengan membagi kedua sisi dengan koefisiennya, yaitu 3: x = -5.

Langkah Pengerjaan Deskripsi Aksi
5(x + 2) + 3 = 2x – 2 Persamaan awal.
5x + 10 + 3 = 2x – 2 Mendistribusikan 5 ke dalam kurung.
5x + 13 = 2x – 2 Menyederhanakan konstanta (10+3) di ruas kiri.
5x – 2x + 13 = -2 Mengurangi kedua ruas dengan 2x untuk mengelompokkan variabel.
3x + 13 = -2 Menyederhanakan suku variabel.
3x = -2 – 13 Mengurangi kedua ruas dengan 13 untuk mengelompokkan konstanta.
3x = -15 Menyederhanakan konstanta di ruas kanan.
x = -15 / 3 Membagi kedua ruas dengan koefisien x, yaitu 3.
x = -5 Nilai variabel x yang memenuhi persamaan.

Substitusi dan Perhitungan Nilai Akhir

Setelah berhasil menguak nilai x = -5, misi kita belum selesai. Soal meminta nilai dari ekspresi 4x + 3, bukan sekadar nilai x. Ini adalah tahap substitusi, di mana kita memasukkan nilai yang telah ditemukan ke dalam bentuk aljabar yang ditanyakan.

Menghitung Ekspresi Aljabar, Jika 5(x + 2) + 3 = 2x – 2, nilai 4x + 3 adalah

Substitusikan x = -5 ke dalam 4x +
3. Maka perhitungannya menjadi: 4
– (-5) + 3 = -20 + 3 = -17. Jadi, nilai dari 4x + 3 adalah -17. Proses ini seperti memiliki kunci (nilai x) dan menggunakannya untuk membuka peti harta (nilai ekspresi akhir).

Rangkuman Proses: Dari persamaan 5(x+2)+3 = 2x-2, diperoleh nilai x = -5. Substitusi x = -5 ke dalam ekspresi 4x+3 menghasilkan perhitungan 4*(-5)+3 = -20+3 = -17. Dengan demikian, jawaban akhir untuk nilai 4x+3 adalah -17.

Analisis Kesalahan Umum dan Validasi Jawaban

Banyak yang sudah sampai di garis finish, tapi kadang tersandung di tengah jalan. Kesalahan kecil dalam aljabar bisa mengarahkan pada jawaban yang melenceng jauh. Mari kita cermati jebakan-jebakan yang sering muncul.

BACA JUGA  Tentukan Akar Persamaan Kuadrat x^2 + 4x - 12 = 0 dengan Kuadrat Sempurna

Kesalahan dalam Distribusi dan Pengelompokan

Kesalahan paling umum terjadi saat mendistribusikan bilangan negatif atau saat memindahkan suku antar ruas. Misalnya, dalam 5(x+2), ada yang hanya mengalikan 5 dengan x dan lupa dengan 2, atau salah tanda saat memindahkan 2x atau 13. Ingat, memindahkan suku berarti melakukan operasi kebalikan di kedua sisi (jika pindah ruas, tanda berubah adalah konsekuensi dari pengurangan/penambahan tersebut).

Validasi jawaban adalah senjata pamungkas untuk memastikan kita tidak salah. Caranya, substitusi nilai x yang kita dapat (-5) kembali ke persamaan awal. Hitung ruas kiri: 5(-5+2)+3 = 5*(-3)+3 = -15+3 = –
12. Hitung ruas kanan: 2*(-5)-2 = -10-2 = -12. Karena ruas kiri = ruas kanan, nilai x = -5 terbukti benar.

Berikut adalah beberapa tips untuk navigasi yang lebih mulus dalam aljabar:

  • Kerjakan secara sistematis: Tulis setiap langkah dengan rapi. Jangan mencoba menyelesaikan banyak langkah sekaligus di dalam kepala.
  • Perhatikan tanda: Beri lingkaran atau garis bawah pada tanda negatif saat mendistribusikan atau memindahkan suku.
  • Selalu sederhanakan per sisi terlebih dahulu: Kumpulkan konstanta dan suku sejenis di masing-masing ruas sebelum memindahkannya antar ruas.
  • Gunakan validasi: Luangkan 30 detik untuk mensubstitusi jawaban akhir ke persamaan awal. Ini investasi waktu yang sangat berharga.

Aplikasi dan Variasi Soal Serupa: Jika 5(x + 2) + 3 = 2x – 2, Nilai 4x + 3 Adalah

Agar pemahaman semakin matang, coba latih dengan pola soal yang serupa namun dengan angka yang berbeda. Tantangannya seringkali bukan hanya mencari x, tetapi nilai dari suatu ekspresi turunannya, seperti 4x+3 tadi.

Contoh Variasi Soal dan Penyelesaian

Jika 5(x + 2) + 3 = 2x - 2, nilai 4x + 3 adalah

Source: z-dn.net

Berikut tiga variasi soal yang menguji konsep yang sama dengan tampilan yang berbeda. Perhatikan bagaimana struktur penyelesaiannya tetap konsisten.

Variasi Soal Langkah Penyelesaian Singkat Nilai x Hasil Ekspresi Akhir (jika diminta 3x-1)
3(2x – 1) + 4 = x + 10 Distribusi: 6x – 3 + 4 = x + 10 -> 6x + 1 = x +

10. Kelompokkan

6x – x = 10 – 1 -> 5x = 9.

x = 9/5 atau 1.8 3*(1.8) – 1 = 5.4 – 1 = 4.4
-2(x + 4) = 3x – 7 Distribusi: -2x – 8 = 3x –

7. Kelompokkan

Oke, jadi kalau kamu udah nemuin nilai x dari persamaan 5(x + 2) + 3 = 2x – 2, berarti kamu udah paham konsep dasar aljabar. Nah, tantangan serupa tapi lebih menarik ada di soal Jika garis 3x – 4y = 1, 2x – 3y = -1, -x + 2y = k berpotongan di satu titik, maka k = yang ngasah logika sistem persamaan.

Setelah ngerti konsep itu, kamu pasti lebih gampang ngerjain soal awal dan langsung tahu nilai 4x + 3 itu berapa.

-8 + 7 = 3x + 2x -> -1 = 5x.

x = -1/5 atau -0.2 3*(-0.2)

1 = -0.6 – 1 = -1.6

4x – (x – 3) = 2(5 + x) Buka kurung: 4x – x + 3 = 10 + 2x -> 3x + 3 = 10 + 2x. Kelompokkan: 3x – 2x = 10 – 3. x = 7 3*(7) – 1 = 21 – 1 = 20

Visualisasi Konsep Aljabar

Aljabar bukan hanya angka dan huruf yang abstrak. Kita bisa membayangkannya dengan cara yang lebih konkret. Bayangkan operasi 5(x + 2) seperti membagikan 5 buah apel kepada setiap orang dalam sebuah kelompok yang terdiri dari x orang dan 2 orang tambahan. Distribusi itu berarti setiap orang (x) dapat 5 apel, dan 2 orang tambahan itu juga masing-masing dapat 5 apel.

Total apel yang dibagikan adalah 5x (untuk x orang) ditambah 10 (untuk 2 orang).

Neraca Keseimbangan Persamaan

Persamaan itu seperti sebuah neraca atau jungkat-jungkit yang seimbang. Dua sisi tanda ‘=’ adalah dua piringan yang memiliki berat yang sama persis. Saat kita mengurangkan 2x dari kedua sisi, itu seperti mengambil beban yang identik dari kedua piringan, keseimbangan tetap terjaga. Demikian pula saat kita mengurangkan 13, seperti mengambil berat yang sama dari kedua sisi. Tujuan kita adalah menyisakan satu benda (variabel x) sendirian di satu piringan, dan sekumpulan beban (konstanta) di piringan lainnya, sehingga kita tahu berat persis dari satu benda tersebut.

Visualisasi ini membantu memahami bahwa apa yang kita lakukan di satu sisi, harus dilakukan di sisi lain untuk menjaga keadilan dan kebenaran matematis.

Penutupan Akhir

Jadi, begitulah ceritanya. Dari sebuah persamaan yang tampak rumit, kita berhasil mengurai benang kusut dan menemukan bahwa nilai 4x + 3 adalah -13. Proses ini mengajarkan lebih dari sekadar hitung-menghitung; ia melatih kita untuk sistematis, teliti, dan selalu memeriksa ulang pekerjaan. Ingat, dalam aljabar, setiap langkah punya konsekuensi, dan ketelitian adalah kunci utama. Coba terapkan metode yang sama pada soal-soal variasi, dan lihat bagaimana rasa ‘bisa’-mu akan tumbuh.

Selamat berlatih!

Panduan Pertanyaan dan Jawaban

Apakah hasil akhirnya pasti bilangan negatif?

Tidak selalu. Hasilnya tergantung pada koefisien dan konstanta dalam persamaan awal. Dalam soal ini, kita mendapatkan nilai x negatif, sehingga 4x + 3 juga negatif. Soal dengan struktur berbeda bisa menghasilkan bilangan positif.

Mengapa harus dikelompokkan suku x di satu sisi dan konstanta di sisi lain?

Pengelompokan itu bertujuan untuk mengisolasi variabel x. Dengan memindahkan semua suku yang mengandung x ke satu sisi persamaan dan angka biasa ke sisi lain, kita bisa menyederhanakan persamaan menjadi bentuk “ax = b”, yang membuat pencarian nilai x menjadi jauh lebih mudah dan terstruktur.

Bagaimana jika saya lupa mendistribusikan angka 5 ke dalam kurung (x+2)?

Itu adalah kesalahan umum. Jika lupa mendistribusikan, persamaan akan menjadi 5x + 2 + 3 = 2x – 2, yang salah. Hasil distribusi yang benar adalah 5x + 10 +
3. Selalu ingat: a(b + c) = ab + ac. Kesalahan di langkah awal akan berakibat pada jawaban akhir yang salah.

Apakah ada cara cepat atau rumus khusus untuk soal jenis ini?

Tidak ada rumus ajaib. Kunci utamanya adalah konsisten pada langkah-langkah aljabar dasar: distribusi, pengelompokan, dan operasi hitung. Ketekunan dan latihan adalah “jalan pintas” terbaik untuk menjadi cepat dan akurat dalam menyelesaikannya.

Leave a Comment