Jika bilangan bulat x dan y dibagi 4 maka bersisa 3 maka x – 3y dibagi 4 bersisa

Jika bilangan bulat x dan y dibagi 4, maka bersisa 3. Jika bilangan x – 3y dibagi 4, maka bersisa berapa, ya? Ini bukan sekadar teka-teki angka, tapi sebuah petualangan logika yang seru banget untuk diikuti. Kita akan membongkar rahasia di balik operasi modulo ini dengan cara yang mudah dicerna, bahkan untuk yang baru kenal sekalipun. So, siap-siap untuk melihat keajaiban matematika dalam bentuk yang paling aplikatif.

Dengan memahami bahwa x dan y sama-sama menyisakan 3 ketika dibagi 4, kita bisa menulisnya dalam bahasa matematika sebagai x ≡ 3 mod 4 dan y ≡ 3 mod 4. Misalnya, bilangan seperti 3, 7, 11, atau -1, -5, semuanya memenuhi syarat ini. Dari sini, kita akan menelusuri apa yang terjadi pada si ekspresi x – 3y ketika ia sendiri menghadapi pembagi 4, menggunakan sifat-sifat aritmetika modulo yang elegan.

Konsep Dasar Bilangan Bulat dan Sisa Pembagian

Dalam matematika, khususnya teori bilangan, kita sering kali berurusan dengan bilangan bulat dan apa yang terjadi ketika bilangan-bilangan ini kita bagi dengan suatu bilangan lain. Pembagian ini tidak selalu menghasilkan bilangan bulat, melainkan sering kali menyisakan sisa. Konsep ini disebut dengan pembagian dengan sisa atau division algorithm.

Sebagai contoh, ketika suatu bilangan bulat dibagi dengan 4, sisa yang mungkin adalah 0, 1, 2, atau 3. Dalam kasus kita, informasi yang diberikan adalah bahwa baik x maupun y, ketika dibagi 4, selalu bersisa 3. Notasi matematika yang elegan untuk menyatakan kondisi ini adalah dengan menggunakan modulo, ditulis sebagai x ≡ 3 (mod 4) dan y ≡ 3 (mod 4).

Artinya, x dan y adalah bilangan-bilangan yang berada 3 satuan lebih besar dari suatu kelipatan 4.

Contoh Bilangan yang Bersisa 3 saat Dibagi 4

Bilangan-bilangan yang memenuhi syarat x ≡ 3 mod 4 atau y ≡ 3 mod 4 dapat diperoleh dengan menambahkan 3 pada kelipatan 4 mana pun. Berikut adalah beberapa contoh yang menggambarkan pola ini.

BACA JUGA  Diketahui K = himpunan bilangan prima kurang dari 15 Banyaknya himpunan bagian 4 anggota
Nilai x atau y Penjelasan
-1 Karena -1 + 4 = 3, dan 3 mod 4 = 3
3 3 dibagi 4 adalah 0 dengan sisa 3
7 7 adalah 4 + 3
11 11 adalah (2*4) + 3
15 15 adalah (3*4) + 3

Memahami Sifat-Sifat Aritmetika Modulo

Kekuatan utama dari notasi modulo terletak pada sifat-sifat aritmetikanya yang konsisten. Sifat-sifat ini memungkinkan kita untuk memanipulasi persamaan kongruen layaknya persamaan aljabar biasa, yang sangat menyederhanakan analisis untuk kasus seperti x – 3y.

Sifat-sifat dasar tersebut mencakup penjumlahan, pengurangan, dan perkalian. Jika a ≡ b (mod m) dan c ≡ d (mod m), maka:

a + c ≡ b + d (mod m)
a – c ≡ b – d (mod m)
a
– c ≡ b
– d (mod m)

Sifat inilah yang akan kita gunakan sebagai pisau bedah untuk mengurai persoalan x – 3y.

Sifat Penting Aritmetika Modulo, Jika bilangan bulat x dan y dibagi 4, maka bersisa 3. Jika bilangan x – 3y dibagi 4, maka bersisa

Berikut adalah rangkuman sifat-sifat kunci yang menjadi fondasi dalam perhitungan kita. Pemahaman terhadap poin-poin ini akan memudahkan langkah analisis selanjutnya.

  • Penjumlahan dan pengurangan dalam modulo dapat dilakukan dengan mengoperasikan sisanya terlebih dahulu.
  • Perkalian suatu bilangan dengan konstanta dalam modulo mengikuti sifat perkalian pada sisanya.
  • Hasil operasi kemudian direduksi kembali modulo untuk mendapatkan sisa akhir yang benar.
  • Nilai modulo yang dihasilkan selalu merupakan bilangan bulat non-negatif yang lebih kecil dari modulusnya.

Menganalisis Ekspresi x – 3y dalam Pembagian 4

Dengan berbekal sifat-sifat aritmetika modulo, kita dapat menganalisis ekspresi x – 3y secara sistematis. Kita tidak perlu mengetahui nilai pasti dari x dan y, yang kita perlukan hanyalah nilai modulo mereka, yang sudah diberikan dalam soal.

Nah, kalau bilangan bulat x dan y dibagi 4 bersisa 3, kamu bisa tulis mereka sebagai x = 4a + 3 dan y = 4b + 3. Terus, kalau mau cari sisa dari x – 3y dibagi 4, tinggal substitusi aja. Proses aljabar seperti ini mirip dengan cara kita menentukan persamaan kuadrat dari akar-akarnya , di mana kita memanipulasi bentuk untuk dapat hasil akhirnya.

Jadi, setelah dihitung, sisa dari x – 3y dibagi 4 pasti akan ketemu, yaitu bersisa 2.

Langkah-langkahnya adalah dengan mensubstitusi representasi modulo dari setiap komponen dalam ekspresi. Kita tahu x ≡ 3 mod 4 dan y ≡ 3 mod 4. Selanjutnya, kita perlu menemukan nilai dari 3y mod 4 berdasarkan nilai y.

BACA JUGA  Hitunglah 1 1/2 + 2/3 dan 2 1/2 - 1 2/3 dengan Mudah

Proses Substitusi dan Perhitungan Modulo

Proses perhitungannya dapat diuraikan langkah demi langkah untuk memastikan keakuratannya. Setiap langkah berdasar pada sifat-sifat yang telah dijelaskan sebelumnya.

Diketahui:
x ≡ 3 (mod 4)
y ≡ 3 (mod 4)

Hitung 3y mod 4:

  • y ≡ 3
  • 3 (mod 4) -> substitusi y dengan 3
  • y ≡ 9 (mod 4)
  • y ≡ 1 (mod 4) -> karena 9 – (2*4) = 1

Sekarang hitung x – 3y mod 4:
x – 3y ≡ 3 – 1 (mod 4) -> substitusi x dengan 3 dan 3y dengan 1
x – 3y ≡ 2 (mod 4)

Verifikasi Hasil dengan Contoh Numerik

Meskipun analisis modulo sudah memberikan jawaban yang pasti, tidak ada salahnya untuk menguji kebenarannya dengan contoh bilangan yang nyata. Verifikasi ini memberikan konfirmasi intuitif dan memperkuat pemahaman kita terhadap konsep yang abstrak.

Kita akan memilih beberapa pasang bilangan x dan y yang memenuhi syarat, yaitu bersisa 3 ketika dibagi 4. Kemudian, kita hitung nilai x – 3y dan lihat sisa apa yang kita dapatkan ketika hasil tersebut dibagi kembali dengan 4. Prediksi dari analisis modulo kita adalah sisa tersebut akan selalu 2.

Contoh Numerik untuk x dan y yang Memenuhi Syarat

Tabel berikut menampilkan berbagai contoh nilai x dan y, serta perhitungan sisa untuk x – 3y. Perhatikan konsistensi hasil pada kolom terakhir.

Nilai x Nilai y x – 3y Sisa (x – 3y)/4
3 3 3 – (3*3) = -6 -6 ≡ 2 (mod 4) karena -6 + (2*4) = 2
7 -1 7 – (3*(-1)) = 10 10 ≡ 2 (mod 4) karena 10 – (2*4) = 2
11 7 11 – (3*7) = -10 -10 ≡ 2 (mod 4) karena -10 + (3*4) = 2
15 11 15 – (3*11) = -18 -18 ≡ 2 (mod 4) karena -18 + (5*4) = 2

Generalisasi dan Pembuktian Formal

Jika bilangan bulat x dan y dibagi 4, maka bersisa 3. Jika bilangan x - 3y dibagi 4, maka bersisa

Source: gauthmath.com

Dari analisis sifat modulo dan verifikasi numerik, kita dapat menyimpulkan sebuah pola yang bersifat umum. Pola ini tidak kebetulan dan akan berlaku untuk semua bilangan bulat x dan y yang memenuhi kondisi awal. Inilah keindahan dan kekuatan dari matematika abstrak.

Generalisasi dari masalah ini adalah: Untuk setiap bilangan bulat x dan y dimana x ≡ 3 (mod 4) dan y ≡ 3 (mod 4), maka ekspresi (x – 3y) akan selalu kongruen dengan 2 modulo 4, atau (x – 3y) ≡ 2 (mod 4).

Langkah-Langkah Pembuktian Formal

Pembuktian formal menjamin bahwa generalisasi kita benar untuk semua kasus tanpa terkecuali. Pembuktian ini bergantung pada definisi modulo dan sifat-sifat aljabar bilangan bulat.

Teorema: Jika x ≡ 3 (mod 4) dan y ≡ 3 (mod 4), maka (x – 3y) ≡ 2 (mod 4).

Bukti:
Karena x ≡ 3 (mod 4), maka terdapat bilangan bulat k sehingga x = 4k + 3.
Karena y ≡ 3 (mod 4), maka terdapat bilangan bulat m sehingga y = 4m + 3.

Substitusikan ke dalam ekspresi x – 3y:
x – 3y = (4k + 3)

3(4m + 3)

= 4k + 3 – 12m – 9
= 4k – 12m – 6
= 4(k – 3m – 1) + 2 -> Karena -6 = -4 – 2 = 4(-1) + (-2), maka kita tambahkan dan kurangkan 4 untuk mengelompokkan: -6 = -10 + 4 = 4(-2) + 2. Cara yang lebih langsung adalah dengan memfaktorkan 4 dari suku yang bisa difaktorkan.

Dari persamaan terakhir, x – 3y = 4(k – 3m – 2) + 2. Misalkan n = (k – 3m – 2), yang merupakan suatu bilangan bulat. Maka, x – 3y = 4n + 2.
Berdasarkan definisi, ini berarti (x – 3y) ≡ 2 (mod 4). ∎

Kalau bilangan x dan y dibagi 4 sama-sama bersisa 3, maka x – 3y pasti punya sisa yang unik kalau dibagi 4. Nah, untuk memahami pola bilangan seperti ini, penting banget punya dasar aljabar yang kuat, kayak saat kamu menyelesaikan sistem persamaan dengan metode grafik. Dengan begitu, analisis terhadap sisa pembagian x – 3y pun jadi lebih mudah dan terstruktur, deh.

Simpulan Akhir

Jadi, itulah dia, pembahasan lengkapnya. Ternyata, setelah melalui semua analisis dan verifikasi, bilangan x – 3y dibagi 4 akan selalu bersisa 2, tanpa terkecuali. Hasil ini konsisten dan terjamin kebenarannya untuk semua bilangan bulat x dan y yang memenuhi kondisi awal. Sekarang, pengetahuan ini bukan cuma teori, tapi bisa jadi senjata andalan buat ngadepin soal-soal modular arithmetic lainnya. Selamat mencoba dan semoga makin jago!

BACA JUGA  Bentuk sederhana dari (32^(1/2) . 64^(1/3))/ 16^(-3/8) adalah

Pertanyaan Umum (FAQ): Jika Bilangan Bulat X Dan Y Dibagi 4, Maka Bersisa 3. Jika Bilangan X – 3y Dibagi 4, Maka Bersisa

Apakah hasilnya akan sama jika bilangan yang dipilih negatif?

Ya, pasti. Sifat modulo berlaku untuk semua bilangan bulat, termasuk yang negatif. Misal, x = -1 dan y = -1 (keduanya ≡ 3 mod 4), maka x – 3y = -1 – 3(-1) = 2. 2 dibagi 4 bersisa 2.

Mengapa kita bisa mengganti 3y mod 4 dengan 3*3 mod 4?

Karena y ≡ 3 mod 4, maka perkalian dalam modulo mengikuti sifat: 3y ≡ 3
– (y mod 4) ≡ 3
– 3 ≡ 9 ≡ 1 mod 4. Jadi, 3y mod 4 ekuivalen dengan 1.

Bisakah sifat ini diterapkan untuk pembagi selain angka 4?

Tentu bisa! Logika dan sifat aritmetika modulonya sama. Yang berubah adalah nilai modulusnya dan nilai sisa yang dihasilkan, tergantung pada kondisi soal.

Apakah penting urutan penghitungannya (x – 3y bukan 3y – x)?

Sangat penting. Pengurangan tidak komutatif dalam matematika biasa maupun modulo. Menghitung 3y – x akan memberikan hasil sisa yang berbeda, yaitu 1 – 3 ≡ -2 ≡ 2 mod 4? Tunggu, itu perhitungan untuk soal yang berbeda. Untuk ekspresi x – 3y, urutannya sudah tetap.

Leave a Comment