Kegunaan Sistem Operasi pada Komputer itu jauh lebih dalam dari sekadar tempat kita membuka aplikasi atau menyimpan file. Bayangkan ia sebagai nyawa dari mesin fisik yang kita sebut PC atau laptop; tanpa sistem operasi, komputer hanyalah tumpukan logam dan plastik yang mati. Ia adalah sang konduktor yang tak terlihat, mengatur setiap komponen agar bekerja dalam harmoni sempurna, dari ketikan keyboard yang paling sederhana hingga render video yang paling rumit.
Pada intinya, sistem operasi berperan sebagai jembatan mutlak antara kita, software yang kita gunakan, dan hardware yang menjadi tulang punggung mesin. Dialah yang mengalokasikan memori, menjadwalkan tugas, mengelola file, dan memastikan printer bisa mencetak sesuai perintah. Dari antarmuka grafis yang memikat hingga keamanan yang menjaga data dari ancaman, semua dikelola oleh lapisan perangkat lunak inti ini. Pemahaman tentangnya bukan cuma untuk ahli IT, tapi bagi siapa saja yang ingin benar-benar menguasai alat kerjanya sehari-hari.
Pengertian dan Fungsi Dasar Sistem Operasi
Bayangkan Anda punya sebuah gedung pencakar langit yang canggih penuh dengan ruangan, listrik, pipa air, dan lift. Tanpa pengelola yang cekatan, gedung itu hanyalah kumpulan beton dan kabel yang tak berguna. Sistem operasi (OS) adalah sang pengelola gedung itu di dunia komputer. Ia adalah perangkat lunak inti yang bertugas mengelola semua sumber daya perangkat keras dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak lainnya.
Intinya, sistem operasi berperan sebagai jembatan atau penerjemah. Ia menjadi penghubung vital antara tiga entitas: perangkat keras (hardware) seperti prosesor dan memori, perangkat lunak aplikasi (software) seperti browser dan pengolah kata, serta Anda, si pengguna. Tanpa OS, Anda harus berkomunikasi langsung dengan hardware menggunakan kode biner yang sangat rumit, sebuah tugas yang hampir mustahil bagi kebanyakan orang.
Fungsi-Fungsi Pokok Sistem Operasi
Untuk menjalankan perannya sebagai manajer, sistem operasi memiliki beberapa fungsi pokok yang bekerja secara simultan di balik layar. Fungsi-fungsi ini memastikan segala sesuatunya berjalan tertib dan efisien.
| Kategori Fungsi | Deskripsi Singkat | Komponen Terkait | Contoh Tindakan |
|---|---|---|---|
| Manajemen Proses | Mengatur eksekusi program (proses), termasuk penjadwalan dan sinkronisasi. | Penjadwal (Scheduler), Penukar Konteks (Context Switch) | Membagi waktu CPU antara game yang sedang berjalan dan pemutar musik di latar belakang. |
| Manajemen Memori | Mengawasi penggunaan memori utama (RAM), mengalokasikan ruang untuk proses, dan mengelola memori virtual. | Manajer Memori, Page File/ Swap Space | Memindahkan data yang jarang dipakai dari RAM ke penyimpanan disk untuk memberi ruang pada aplikasi aktif. |
| Manajemen Berkas | Mengorganisir penyimpanan, pencarian, dan pengaksesan data di disk dalam struktur seperti folder dan file. | Sistem Berkas (File System seperti NTFS, APFS, ext4) | Membuat folder baru, menyalin dokumen, atau membaca file konfigurasi suatu aplikasi. |
| Manajemen Perangkat | Mengendalikan komunikasi dengan perangkat keras melalui driver. | Driver, Manajer Perangkat (Device Manager) | Menerjemahkan perintah dari aplikasi menjadi instruksi yang dimengerti oleh printer atau kartu grafis. |
Seperti seorang konduktor orkestra, sistem operasi tidak memainkan alat musik sendiri (aplikasi), tetapi ia yang mengatur kapan biola (prosesor) dimainkan, seberapa keras suara trombon (memori), dan menjaga semua bagian berjalan harmonis sesuai partitur (perintah pengguna). Tanpa konduktor, yang terjadi hanyalah keributan yang tidak karuan.
Jenis-Jenis Sistem Operasi dan Karakteristiknya
Dunia sistem operasi jauh lebih beragam daripada yang terlihat. Perbedaan ini tidak hanya pada tampilannya, tetapi juga pada filosofi desain, cara distribusi, dan kelompok pengguna yang dituju. Memahami karakteristiknya membantu kita memilih alat yang tepat untuk pekerjaan yang tepat.
Klasifikasi bisa dilakukan dari berbagai sudut, mulai dari antarmuka pengguna—apakah berbasis teks (Command Line Interface/CLI), grafis (Graphical User Interface/GUI), atau sentuh (Touch Interface)—hingga model lisensi dan ketersediaan kode sumbernya. Sistem operasi proprietary seperti Windows dan macOS dikembangkan secara tertutup oleh perusahaan, sementara Linux, sebagai contoh utama open-source, kode sumbernya dapat dilihat, dimodifikasi, dan didistribusikan ulang oleh siapa saja.
Perbandingan Sistem Operasi Populer, Kegunaan Sistem Operasi pada Komputer
Setiap sistem operasi populer membawa keunikan, kekuatan, dan trade-off-nya sendiri. Berikut adalah tinjauan singkat mengenai tiga raksasa yang mendominasi pasar.
- Microsoft Windows
- Kelebihan: Kompatibilitas perangkat keras dan perangkat lunak yang sangat luas, dukungan driver yang masif, familiar bagi banyak pengguna, pilihan utama untuk gaming PC.
- Kekurangan: Rentan terhadap malware jika tidak dikonfigurasi dengan baik, pembaruan terkadang mengganggu, lisensi berbayar, dan terkadang dianggap kurang efisien dalam manajemen sumber daya dibandingkan pesaingnya.
- macOS (Apple)
- Kelebihan: Integrasi yang mulus dengan ekosistem Apple (iPhone, iPad), antarmuka yang konsisten dan dianggap user-friendly, stabilitas dan keamanan yang tinggi, performa yang dioptimalkan untuk hardware khusus Apple.
- Kekurangan: Hanya berjalan di komputer Mac (hardware lock-in), pilihan perangkat lunak khusus lebih terbatas dibanding Windows, harga hardware yang relatif premium, dan kustomisasi yang lebih terbatas.
- Linux (dalam berbagai distribusi seperti Ubuntu, Fedora)
- Kelebihan: Gratis dan open-source, sangat stabil dan aman, kustomisasi yang sangat tinggi, ringan dan efisien dalam penggunaan sumber daya, pilihan utama untuk server dan pengembangan software.
- Kekurangan: Kurva belajar yang lebih curam untuk pengguna baru, dukungan driver untuk hardware terbaru (terutama gaming) kadang tertunda, dan beberapa aplikasi desktop populer (seperti Adobe Creative Suite) tidak tersedia secara native.
Pemilihan sistem operasi sangat bergantung pada kebutuhan. Untuk gaming berat dan kompatibilitas aplikasi perkantoran universal, Windows sering menjadi pilihan. Untuk pekerja kreatif yang terintegrasi dengan produk Apple dan mengutamakan stabilitas, macOS adalah jawabannya. Sementara untuk server web, pengembangan program, atau sekadar ingin memiliki kendali penuh atas komputer, berbagai distribusi Linux menawarkan solusi yang powerful.
Manajemen Sumber Daya dan Proses
Ini adalah bagian dimana sistem operasi benar-benar membuktikan kehebatannya sebagai seorang multitasker sejati. Bagaimana mungkin sebuah CPU dengan hanya beberapa core bisa menjalankan puluhan aplikasi sekaligus yang terasa mulus? Jawabannya terletak pada manajemen sumber daya yang cerdik dan penjadwalan proses yang sangat teratur.
Salah satu tugas terberat adalah mengelola memori. RAM fisik terbatas, namun tuntutan aplikasi tak terbatas. OS menggunakan teknik seperti paging dan swapping untuk menciptakan ilusi memori yang lebih besar (memori virtual), dengan memindahkan data yang tidak aktif sementara ke ruang khusus di hard disk atau SSD. Sementara itu, penjadwalan proses (process scheduling) adalah seni menentukan proses mana yang berhak menggunakan CPU, dan untuk berapa lama, menggunakan algoritma seperti Round Robin atau Priority Scheduling.
Mekanisme Pengelolaan Sumber Daya
Setiap jenis sumber daya dikelola dengan strategi yang berbeda-beda. Tujuannya selalu sama: mencapai efisiensi maksimal, menghindari konflik, dan memberikan pengalaman yang responsif kepada pengguna.
| Jenis Sumber Daya | Metode Manajemen | Tujuan | Contoh |
|---|---|---|---|
| Proses | Penjadwalan (Scheduling), Sinkronisasi, Komunikasi Antar-Proses (IPC) | Mengoptimalkan penggunaan CPU, mencegah deadlock, memungkinkan kolaborasi antar program. | OS memberi waktu 20ms ke browser, lalu 15ms ke editor teks, lalu kembali ke browser, terlihat seperti berjalan bersamaan. |
| Memori | Alokasi, Paging, Swapping, Manajemen Memori Virtual | Mengisolasi memori tiap proses, mengoptimalkan penggunaan RAM, memberikan ruang alamat yang lebih besar dari fisik. | Membuat “ruang kerja” privat untuk setiap aplikasi agar tidak saling timpa data. |
| Penyimpanan (Disk) | Manajemen Ruang Kosong, Alokasi Blok, Defragmentasi (untuk HDD), Penulisan Level (untuk SSD) | Mengorganisir data agar cepat diakses, meminimalkan fragmentasi, memperpanjang usia media penyimpanan. | Menyimpan file dokumen secara terfragmentasi di lokasi kosong mana saja di piringan harddisk, namun OS mencatat petanya. |
| Perangkat I/O | Buffer, Caching, Spooling, Interupsi | Mengatasi perbedaan kecepatan antara CPU yang cepat dan perangkat I/O yang lambat, memungkinkan sharing perangkat. | Menyimpan data cetakan di memori (spool) saat printer masih sibuk, sehingga pengguna bisa lanjut bekerja. |
Multitasking yang mulus itu ilusi yang terencana. Saat Anda streaming musik sambil mengetik dokumen dan mendownload file, OS dengan gesit mengantrikan semua permintaan ini. CPU hanya fokus pada satu instruksi dalam satu waktu nanodetik. OS-lah yang dengan kecepatan tinggi mengalihkan perhatian CPU dari satu tugas ke tugas lain, menyimpan keadaan setiap proses sebelum beralih, dan mengembalikannya persis di titik yang ditinggalkan. Layaknya seorang juggler profesional yang melempar banyak bola, yang terlihat oleh kita adalah semua bola melayang di udara, padahal pada satu saat hanya ada satu bola di tangannya.
Antarmuka Pengguna dan Interaksi
Jika manajemen sumber daya adalah otak dan jantung sistem operasi, maka antarmuka pengguna adalah wajah dan kepribadiannya. Evolusi antarmuka dari baris perintah teks yang menakutkan (CLI) ke lingkungan grafis (GUI) yang penuh ikon dan jendela merupakan revolusi yang membuat komputer bisa digunakan oleh miliaran orang, bukan hanya ahli.
Sistem operasi komputer itu ibarat panggung utama yang menjalankan segala fungsi vital, dari manajemen memori hingga antarmuka pengguna. Namun, sebagaimana pentingnya membedakan antara atribut dan esensi, kita juga perlu memahami bahwa Elemen Bukan Identitas Tokoh Idola. Prinsip serupa berlaku di dunia digital: fitur dan antarmuka yang kita lihat hanyalah lapisan, sementara inti dari sistem operasi adalah arsitektur dan logika komputasi yang bekerja di balik layar, menentukan stabilitas dan keandalan perangkat kita.
Peran OS dalam interaksi tidak hanya sebatas menampilkan gambar. Ia bertanggung jawab penuh untuk menerjemahkan setiap ketukan keyboard, gerakan mouse, atau sentuhan jari menjadi sinyal yang bisa dipahami aplikasi. Ini dilakukan melalui driver perangkat, yang merupakan penerjemah khusus untuk setiap model hardware. Tanpa driver yang tepat, mouse atau kartu grafis terbaru Anda mungkin tidak akan berfungsi optimal, atau sama sekali tidak dikenali.
Elemen Dasar Antarmuka Pengguna Grafis (GUI)
GUI modern dibangun dari blok-blok penyusun yang telah distandarisasi, membuat pengguna dapat berpindah antara aplikasi dan bahkan sistem operasi yang berbeda tanpa harus belajar dari nol. Berikut adalah elemen-elemen kunci yang mungkin sudah sangat Anda kenal.
- Desktop: Area kerja utama yang menjadi latar belakang. Di sinilah ikon, shortcut, dan jendela aplikasi ditempatkan, menyerupai meja kerja fisik.
- Taskbar/Dock: Bilang yang biasanya terletak di bagian bawah (atau samping) layar. Berfungsi sebagai tempat untuk menu start, shortcut aplikasi yang sedang berjalan, dan sistem tray (area notifikasi seperti jam, volume, dan jaringan).
- Window (Jendela): Kontainer untuk setiap aplikasi yang berjalan. OS mengelola ukuran, posisi, tumpukan (z-order), dan interaksi antar jendela, termasuk fitur minimize, maximize, dan close.
- Menu: Daftar perintah yang tersembunyi dan muncul saat diakses, seperti Menu Bar (File, Edit, View) atau context menu (klik kanan). Ini adalah cara terstruktur untuk mengakses fungsi-fungsi tanpa memenuhi antarmuka dengan tombol.
Sistem operasi juga memegang peran krusial dalam inklivitas digital. Melalui fitur aksesibilitas, OS membuka dunia komputasi bagi pengguna dengan kebutuhan khusus. Fitur seperti pembaca layar (screen reader) yang mengonversi teks menjadi suara, pengubah kontras dan ukuran teks, pengenal suara untuk kontrol komputer dengan perintah lisan, serta keyboard pada layar (on-screen keyboard) memastikan bahwa teknologi dapat dinikmati oleh lebih banyak orang.
Keamanan dan Pemeliharaan Sistem
Sistem operasi tidak hanya membuat komputer bekerja, tetapi juga bertanggung jawab untuk menjaganya tetap aman dan sehat dalam jangka panjang. Dalam dunia yang terhubung, komputer yang tidak diamankan bagaikan rumah dengan pintu terkunci terbuka. OS berfungsi sebagai penjaga keamanan pertama, menerapkan lapisan pertahanan untuk melindungi data dan privasi pengguna.
Pertahanan ini dimulai dari hal yang paling dasar: manajemen akun pengguna. Dengan memisahkan hak akses antara pengguna biasa (standard user) dan administrator, OS membatasi kerusakan yang bisa ditimbulkan oleh kesalahan pengguna atau perangkat lunak berbahaya. Lapisan keamanan lainnya termasuk sistem izin akses file yang ketat, firewall bawaan untuk memfilter lalu lintas jaringan, dan enkripsi disk untuk melindungi data jika perangkat hilang atau dicuri.
Mekanisme Keamanan dalam Sistem Operasi
Keamanan adalah proses multi-lapis. Tabel berikut memetakan bagaimana sistem operasi menghadapi berbagai ancaman dengan mekanisme perlindungannya, dan peran apa yang bisa kita ambil sebagai pengguna.
| Aspek Keamanan | Mekanisme Perlindungan | Ancaman yang Diatasi | Tindakan Pengguna |
|---|---|---|---|
| Otentikasi & Otorisasi | Login dengan password/PIN/biometrik, Manajemen Akun Pengguna (User/Admin), Control Access Lists (ACL). | Akses fisik atau remote oleh orang yang tidak berwenang. | Menggunakan password kuat, mengaktifkan verifikasi dua langkah, tidak menggunakan akun admin untuk aktivitas sehari-hari. |
| Proteksi Data | Enkripsi File System (seperti BitLocker, FileVault), Izin Akses File (Read, Write, Execute). | Pencurian data dari perangkat yang hilang atau akses tidak sah oleh aplikasi lain. | Mengaktifkan enkripsi disk penuh, berhati-hati dalam memberikan izin kepada aplikasi. |
| Proteksi Jaringan | Firewall Bawaan, Deteksi Intrusi Dasar, Pembaruan Keamanan Rutin. | Serangan dari internet (hacking, malware remote), eksploitasi kerentanan protokol. | Selalu mengaktifkan firewall, menghindari jaringan Wi-Fi publik yang tidak terpercaya. |
| Integritas Sistem | Digital Signatures untuk driver dan sistem file, Sandboxing aplikasi, Pembaruan (Updates). | Pemasangan driver atau software berbahaya, eksploitasi bug untuk mengambil alih sistem. | Selalu mengunduh driver dari sumber resmi, serta melakukan pembaruan sistem secara rutin. |
Pembaruan sistem (update) sering dianggap mengganggu, namun inilah vaksinasi terpenting untuk komputer Anda. Pembaruan ini tidak hanya menambah fitur, tetapi lebih krusial lagi, menambal celah keamanan (vulnerability) yang baru ditemukan. Mengabaikan pembaruan sama saja dengan membiarkan pintu belakang rumah Anda tidak dikunci, padahal semua orang sudah tahu lokasinya.
Sistem operasi pada komputer berfungsi sebagai fondasi yang mengatur semua interaksi antara hardware, software, dan pengguna, menciptakan tatanan operasional yang stabil. Mirip seperti dalam masyarakat, ketiadaan aturan ini akan menciptakan kekacauan, di mana Orang yang Gagal Terapkan Norma Disebut Penyimpangan Sosial. Oleh karena itu, peran sistem operasi sebagai penjaga norma digital menjadi krusial untuk memastikan setiap ‘warga’ aplikasi berjalan sesuai koridor, sehingga produktivitas dan keamanan pengguna tetap terjaga.
Praktik Pemeliharaan Sistem Dasar
Source: pasarind.id
Selain keamanan, kesehatan performa sistem juga perlu dijaga. Beberapa tindakan pemeliharaan sederhana dapat memperpanjang umur sistem dan menjaga kecepatannya.
- Pembersihan File Sementara: Gunakan tool pembersih disk (Disk Cleanup) secara berkala untuk menghapus file cache, log lama, dan data sementara yang menumpuk dan memakan ruang penyimpanan.
- Manajemen Startup: Mengurangi jumlah program yang berjalan otomatis saat startup dapat mempercepat waktu booting dan menghemat sumber daya.
- Pencadangan Data (Backup): Ini adalah prosedur paling vital. Manfaatkan fitur backup bawaan OS (seperti File History di Windows atau Time Machine di macOS) untuk menyimpan salinan data penting di drive eksternal atau cloud. Hardware bisa gagal, tapi backup yang baik menyelamatkan segalanya.
- Defragmentasi (Khusus HDD): Untuk komputer yang masih menggunakan Hard Disk Drive (HDD), menjalankan defragmentasi secara berkala (biasanya sudah terjadwal otomatis) dapat mengatur ulang pecahan file dan meningkatkan kecepatan baca/tulis. Jangan lakukan ini pada SSD, karena justru memperpendek umurnya.
Dukungan untuk Jaringan dan Komunikasi
Kemampuan komputer modern untuk terhubung ke internet dan perangkat lain bukanlah keajaiban hardware semata. Semua itu dimungkinkan berkat dukungan jaringan yang komprehensif dari sistem operasi. OS menyediakan fondasi perangkat lunak yang memungkinkan kartu jaringan, Wi-Fi adapter, atau chip Bluetooth berkomunikasi sesuai aturan baku yang dipahami oleh seluruh dunia.
Inti dari dukungan ini adalah implementasi stack protokol, terutama TCP/IP, yang merupakan bahasa universal internet. Sistem operasi memasang “tumpukan” perangkat lunak ini, mulai dari lapisan yang menangani pengalamatan fisik (seperti alamat MAC) hingga lapisan yang mengatur koneksi antar aplikasi (seperti port). Selain itu, OS juga menyediakan utilitas konfigurasi yang user-friendly untuk menyambung ke jaringan Wi-Fi, mengatur IP address, atau memecahkan masalah koneksi.
Fungsi Berbagi Sumber Daya dan Komunikasi
Jaringan tidak hanya tentang mengakses internet. Salah satu fungsi penting adalah memungkinkan berbagi sumber daya dalam sebuah lingkungan lokal, seperti rumah atau kantor.
- File dan Folder Sharing: OS memungkinkan Anda menandai folder tertentu untuk dibagikan melalui jaringan. Pengguna lain di jaringan yang sama dapat mengaksesnya dengan izin yang Anda tentukan, memudahkan kolaborasi tanpa perlu menggunakan flashdisk.
- Printer Sharing: Satu printer yang terhubung ke satu komputer dapat digunakan oleh semua komputer lain dalam jaringan, berkat fungsi sharing yang dikelola oleh OS pada komputer host.
- Bluetooth dan Jaringan Ad-hoc: OS mengelola proses pairing Bluetooth untuk menghubungkan mouse, keyboard, speaker, atau transfer file antar ponsel dan laptop. Ia juga dapat membuat jaringan area lokal (LAN) sementara tanpa router (ad-hoc) untuk keperluan tertentu.
Proses pengiriman data melalui jaringan adalah ballet yang terkoordinasi. Saat Anda mengklik sebuah link di browser, aplikasi browser meminta data ke OS. OS kemudian membungkus permintaan itu dengan informasi alamat tujuan dan port, menyerahkannya ke driver kartu jaringan, yang akhirnya mengubahnya menjadi sinyal elektrik atau gelombang radio. Di sisi penerima, OS melakukan proses sebaliknya: memilah sinyal yang masuk, memeriksa alamatnya, membuka bungkusan protokol lapis demi lapis, dan akhirnya menyerahkan data yang tepat kepada aplikasi yang menunggu (misalnya, web server).
Semua ini terjadi dalam sekejap mata, dan semuanya dikelola oleh sistem operasi di kedua ujung komunikasi.
Akhir Kata: Kegunaan Sistem Operasi Pada Komputer
Jadi, setelah menelusuri berbagai lapisan fungsinya, menjadi jelas bahwa sistem operasi adalah fondasi dari setiap interaksi digital kita. Ia bukan sekadar program, melainkan ekosistem kompleks yang memungkinkan hardware bernyawa dan aplikasi bermanfaat. Pilihan sistem operasi—entah itu Windows, macOS, Linux, atau lainnya—pada akhirnya adalah memilih lingkungan kerja dan filosofi komputasi yang paling selaras dengan kebutuhan kita, dari gaming hingga pengembangan software.
Memahami kegunaannya adalah langkah pertama untuk menjadi pengguna yang cerdas, bukan sekadar penekan tombol. Pada akhirnya, di balik setiap klik yang mulus, ada sistem operasi yang bekerja keras sebagai otak dan manajer dari seluruh operasi komputer.
Pertanyaan yang Kerap Ditanyakan
Apakah sistem operasi smartphone seperti Android dan iOS termasuk dalam pembahasan ini?
Ya, absolut. Android dan iOS adalah sistem operasi yang dirancang khusus untuk perangkat mobile. Mereka menjalankan fungsi dasar yang sama—mengelola sumber daya hardware, menjalankan aplikasi, dan menyediakan antarmuka pengguna—hanya dengan arsitektur dan optimasi yang disesuaikan untuk smartphone dan tablet.
Bisakah satu komputer memiliki dua sistem operasi yang berbeda?
Bisa, teknik ini disebut dual-boot. Komputer dapat dikonfigurasi untuk menyimpan dua sistem operasi berbeda (misalnya, Windows dan Linux) pada partisi terpisah. Saat dinyalakan, pengguna akan diminta memilih sistem operasi mana yang akan dijalankan untuk sesi tersebut.
Mengapa sistem operasi perlu sering di-update? Apakah tidak mengganggu?
Update rutin sangat krusial. Update tidak hanya membawa fitur baru, tetapi lebih penting lagi, menambal celah keamanan (security patches) yang ditemukan, memperbaiki bug, dan meningkatkan kompatibilitas dengan hardware atau software terbaru. Meski terasa mengganggu, update adalah tindakan pencegahan utama untuk melindungi data dan kinerja sistem.
Apa yang terjadi jika sistem operasi mengalami crash atau error berat?
Sistem bisa berhenti merespons (hang), muncul layar biru (BSOD pada Windows), atau restart secara paksa. Seringkali, ini disebabkan oleh konflik driver, kerusakan file sistem, atau masalah hardware. Solusinya bervariasi, mulai dari restart, booting dalam safe mode, menggunakan sistem restore, hingga instalasi ulang sebagai opsi terakhir.
Apakah “BIOS” atau “UEFI” itu bagian dari sistem operasi?
Bukan. BIOS/UEFI adalah firmware yang tertanam pada motherboard. Fungsinya lebih mendasar: melakukan inisialisasi dan pengecekan hardware saat komputer dinyalakan (POST), lalu menemukan dan memuat bootloader sistem operasi dari penyimpanan. Sistem operasi baru berjalan setelah proses ini selesai.