Kembar Identik Berasal Dari Ovum Satu Sel Telur Satu Sperma

Kembar Identik Berasal Dari Ovum merupakan sebuah keajaiban alam yang dimulai dari sebuah peristiwa biologis yang luar biasa. Bayangkan, dari satu sel telur dan satu sel sperma yang bertemu, tercipta bukan hanya satu, melainkan dua kehidupan dengan cetak biru genetik yang hampir serupa. Fenomena ini, yang dalam dunia medis disebut kembar monozigot, menyimpan cerita kompleks tentang awal mula kehidupan manusia, di mana sebuah zigot tunggal memutuskan untuk membelah diri dan memulai perjalanan terpisah.

Proses dimulai dari fertilisasi biasa, namun diikuti oleh sebuah kejadian langka di tahap awal pembelahan sel. Zigot yang seharusnya berkembang menjadi satu individu justru terpisah, menghasilkan dua embrio yang berkembang secara paralel. Mekanisme pasti yang memicu pemisahan ini masih menjadi bahan penelitian, tetapi hasilnya adalah dua manusia yang sering kali memiliki kemiripan fisik yang sangat menakjubkan, melebihi sekadar hubungan saudara biasa.

Dasar Biologis Kembar Identik: Kembar Identik Berasal Dari Ovum

Keberadaan dua individu dengan wajah yang nyaris serupa seringkali memicu rasa kagum dan penasaran. Di balik kemiripan yang menakjubkan itu, terdapat sebuah proses biologis yang presisi dan unik, yang berawal dari sebuah peristiwa fertilisasi tunggal. Kembar identik, atau dalam istilah medis disebut kembar monozigot, tidak berasal dari dua sel telur yang berbeda, melainkan dari satu sel telur dan satu sel sperma yang membentuk satu zigot, yang kemudian memutuskan untuk memisahkan diri.

Proses dimulai sebagaimana kehamilan tunggal pada umumnya: satu ovum (sel telur) dibuahi oleh satu spermatozoa (sel sperma). Hasil dari pertemuan ini adalah sebuah zigot, sel tunggal yang mengandung paket genetik lengkap dari kedua orang tua. Zigot ini kemudian memulai perjalanannya dengan melakukan pembelahan sel secara mitosis. Dalam kondisi normal, pembelahan ini akan menghasilkan sekumpulan sel yang kemudian berkembang menjadi satu embrio.

Namun, pada kasus kembar identik, terjadi suatu peristiwa di mana massa sel awal ini terpisah menjadi dua kelompok sel yang independen, masing-masing memiliki potensi untuk berkembang menjadi individu yang utuh.

Mekanisme Pembelahan Zigot

Pemicu pasti pemisahan zigot menjadi dua embrio masih menjadi subjek penelitian, namun secara umum diyakini sebagai kejadian acak (spontan) yang tidak diwariskan. Faktor yang diduga berperan adalah penundaan implantasi atau variasi dalam proses biologis internal sel itu sendiri. Waktu terjadinya pemisahan sangat krusial, karena akan menentukan bagaimana struktur pendukung kehamilan, seperti plasenta dan kantung ketuban, akan dibagi oleh kedua janin.

Untuk memahami perbedaan mendasar antara kembar identik dan fraternal, tabel berikut merangkum asal usul sel telur dan karakteristik pembentukannya.

Aspek Kembar Identik (Monozigot) Kembar Fraternal (Dizigot) Konsekuensi Genetik
Asal Sel Telur Satu sel telur (satu ovum). Dua sel telur berbeda (dua ovum). Monozigot: DNA hampir identik. Dizigot: DNA seperti saudara kandung biasa.
Asal Sel Sperma Satu sel sperma. Dua sel sperma (bisa dari ayah yang sama). Monozigot: Ayah genetik tunggal. Dizigot: Dapat memiliki ayah genetik berbeda (sangat jarang).
Proses Pembentukan Satu zigot membelah menjadi dua embrio. Dua zigot terpisah berkembang bersamaan. Monozigot: Proses pasca-fertilisasi. Dizigot: Proses multi-ovulasi dan fertilisasi ganda.
Kemiripan Genetik Biasanya 99.9% identik. Rata-rata 50% identik. Monozigot: Klon alami. Dizigot: Saudara kandung yang kebetulan seusia.

Ilustrasi skematis proses ini dapat digambarkan secara berurutan: dimulai dari (1) fertilisasi tunggal ovum oleh sperma membentuk zigot, (2) zigot membelah menjadi 2 sel (blastomer), (3) pada tahap awal pembelahan (biasanya dalam 3-8 hari pertama), massa sel tersebut terpisah secara sempurna menjadi dua kelompok sel, (4) masing-masing kelompok sel kemudian berkembang secara mandiri membentuk morula dan kemudian blastokis, (5) kedua blastokis tersebut akan mengimplantasi diri ke dinding rahim dan berkembang menjadi dua embrio dengan kode genetik yang sama.

Peran Genetik dan Faktor Penentu

Kesamaan fisik yang luar biasa pada kembar identik berakar pada kesamaan genetik mereka yang hampir sempurna. Karena berasal dari satu zigot yang membelah, mereka berbagi set kromosom yang identik. Hal ini menjadikan mereka subjek yang sangat berharga dalam penelitian untuk membedakan pengaruh genetik dari pengaruh lingkungan.

Profil DNA mereka yang hampir serupa berarti bahwa dalam tes DNA konvensional, mereka akan muncul sebagai individu yang sama. Implikasinya cukup luas, mulai dari tantangan dalam forensik hingga kemungkinan penerimaan organ transplantasi yang lebih tinggi di antara mereka. Namun, penting untuk diingat bahwa “hampir identik” bukan berarti “sama persis”. Perubahan kecil seperti mutasi somatik pasca-pembelahan dan perbedaan dalam metilasi DNA (epigenetik) dapat memperkenalkan variasi.

BACA JUGA  Nama Kongsi Dagang Belanda VOC Penguasa Rempah Nusantara

Kembar identik berasal dari satu ovum yang dibuahi, kemudian membelah menjadi dua embrio. Proses ini mengingatkan kita pada konsep disiplin dan pengendalian diri, yang secara mendasar terkait dengan Arti Puasa dalam Bahasa Arab. Sama seperti puasa yang bermakna menahan, dalam dunia medis, fenomena pembelahan sel telur ini juga ‘menahan’ potensinya untuk berkembang menjadi satu individu, lalu justru menghasilkan dua kehidupan yang memiliki kode genetik sama persis.

Faktor yang Mempengaruhi Pembelahan Embrio

Meski dianggap kejadian acak, beberapa faktor internal dan eksternal diduga memiliki korelasi dengan kejadian kembar monozigot. Faktor internal mencakup usia sel telur dan karakteristik sitoskeleton sel yang mungkin mempengaruhi stabilitas pembelahan. Secara eksternal, beberapa studi menunjukkan kemungkinan pengaruh dari teknologi reproduksi berbantu (seperti IVF), di mana manipulasi lingkungan zigot diduga dapat meningkatkan peluang pembelahan, meski mekanismenya belum sepenuhnya dipahami. Tidak ada bukti kuat bahwa faktor keturunan atau etnis mempengaruhi kejadian kembar identik, berbeda dengan kembar fraternal.

Tabel berikut membandingkan karakteristik mendasar antara kedua jenis kembar dari sisi genetik, kesehatan, dan fisik.

Karakteristik Kembar Identik Kembar Fraternal Catatan Penting
Kesamaan Genetik Sangat tinggi (hampir 100%). Pola epigenetik dapat berbeda. Sekitar 50%, sama seperti saudara kandung biasa. Perbedaan epigenetik pada kembar identik menjelaskan mengapa mereka bisa memiliki penyakit atau sifat yang berbeda.
Risiko Kesehatan Bersama Risiko tinggi untuk kondisi seperti Twin-to-Twin Transfusion Syndrome (TTTS) jika berbagi plasenta. Risiko lebih rendah untuk TTTS, karena biasanya memiliki plasenta terpisah. Risiko komplikasi kehamilan secara umum lebih tinggi pada semua jenis kehamilan kembar.
Ciri Fisik Jenis kelamin selalu sama, wajah sangat mirip, sidik jari berbeda. Dapat berbeda atau sama jenis kelamin, kemiripan wajah bervariasi. Sidik jari bukan determinan genetik murni; pola alur terbentuk oleh tekanan lingkungan dalam rahim.
Konsep “Natural Clones” Sering disebut sebagai klon alami karena genotip identik. Tidak termasuk dalam kategori klon alami. Istilah “klon” pada kembar identik memiliki batasan, karena mereka memiliki lingkungan prenatal dan pengalaman hidup yang unik yang membentuk fenotip.

Konsep ‘natural clones’ untuk menggambarkan kembar identik memang menarik, namun memiliki batasan yang signifikan. Kloning menghasilkan individu dengan DNA inti yang sama, persis seperti kembar identik. Namun, perkembangan di dalam rahim sudah mulai membedakan mereka. Setiap janin menempati posisi yang sedikit berbeda, menerima aliran darah dan nutrisi yang mungkin tidak persis sama, dan mengalami interaksi molekuler unik yang membentuk ekspresi gen (epigenetik).

Jadi, meski cetak biru genetiknya sama, cara cetak biru itu “dibaca” dan “diwujudkan” bisa mulai berbeda sejak awal kehidupan.

Variasi dalam Proses Pembelahan

Tidak semua kembar identik mengalami proses yang persis sama di dalam rahim. Waktu spesifik ketika pembelahan zigot terjadi menjadi penentu utama dalam konfigurasi anatomi kehamilan. Variasi inilah yang kemudian menghasilkan jenis-jenis kembar monozigotik dengan kondisi plasenta dan kantung ketuban yang berbeda, yang secara langsung mempengaruhi tingkat risiko kesehatan mereka.

Berdasarkan waktu pembelahannya, kembar monozigot dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis. Klasifikasi ini penting secara klinis untuk perencanaan pemantauan kehamilan.

Jenis-Jenis Kembar Monozigotik Berdasarkan Waktu Pembelahan

Pembelahan pada 1-3 Hari Pasca-Fertilisasi (Sebelum Morula): Ini adalah pembelahan paling awal. Kedua embrio akan berkembang secara terpisah sejak awal, biasanya menghasilkan dua plasenta (dikorionik) dan dua kantung ketuban (diamnionik). Kondisi ini disebut DiDi (Dichorionic Diamniotic).

Kembar DiDi memiliki tingkat separasi yang paling sempurna. Secara struktur, kehamilan mereka menyerupai kehamilan kembar fraternal, meski genetiknya identik. Risiko komplikasi seperti TTTS paling rendah pada konfigurasi ini karena tidak ada pembuluh darah yang saling terhubung di satu plasenta.

Pembelahan pada 4-8 Hari Pasca-Fertilisasi (Tahap Blastokis): Pembelahan terjadi setelah sel-sel mulai berdiferensiasi menjadi sel-sel bagian dalam (calon janin) dan bagian luar (calon plasenta). Hasilnya, kedua janin akan berbagi satu plasenta (monokorionik) tetapi memiliki kantung ketuban masing-masing (diamnionik). Kondisi ini disebut MoDi (Monochorionic Diamniotic).

Konfigurasi MoDi adalah yang paling umum pada kembar identik. Berbaginya plasenta menjadi sumber potensi komplikasi, terutama Twin-to-Twin Transfusion Syndrome (TTTS), di mana aliran darah tidak seimbang antara kedua janin.

Pembelahan pada 9-12 Hari Pasca-Fertilisasi: Pembelahan yang sangat terlambat ini menyebabkan kedua embrio berkembang dalam satu plasenta (monokorionik) dan satu kantung ketuban (monoamnionik). Kondisi ini disebut MoMo (Monochorionic Monoamniotic).

Kembar MoMo sangat langka dan berisiko tinggi. Berada dalam satu kantung tanpa pemisah meningkatkan risiko komplikasi seperti tali pusat terlilit, yang dapat mengancam nyawa karena mengganggu suplai oksigen.

Pembelahan setelah Hari ke-13: Pembelahan yang sangat terlambat dan seringkali tidak lengkap, mengakibatkan kelahiran kembar siam (conjoined twins).

Pada kasus ini, proses pemisahan terhenti sebelum selesai, menyebabkan kedua janin terhubung pada bagian tubuh tertentu. Tingkat koneksi dan organ yang dibagi sangat bervariasi, menentukan kompleksitas dan kemungkinan pemisahan setelah lahir.

Poin-poin penting mengenai pengaruh waktu pembelahan adalah: pertama, semakin awal pembelahan, semakin mandiri lingkungan perkembangan masing-masing janin, sehingga menurunkan risiko medis. Kedua, pembelahan setelah hari ke-4 hampir selalu menghasilkan kehamilan monokorionik (satu plasenta), yang memerlukan pemantauan ketat. Ketiga, waktu pembelahan tidak mempengaruhi tingkat kesamaan genetik, tetapi dapat mempengaruhi kesamaan fenotip karena perbedaan lingkungan prenatal.

BACA JUGA  Hitung Resultan Tiga Vektor f1=8 N f2=4√3 N f3=4 N

Sebagai contoh skenario, jika pembelahan terjadi sangat awal (hari ke-2), hasilnya adalah dua blastokis terpisah yang mengimplantasi diri dengan jarak tertentu di rahim, mirip seperti dua kehamilan dalam satu rahim. Sebaliknya, jika pembelahan agak terlambat (hari ke-7), hasilnya adalah satu blastokis yang sudah mulai membentuk rongga, lalu terbelah. Sel-sel calon janin terpisah, tetapi sel-sel calon plasenta tetap menyatu, sehingga kedua janin harus “bernegosiasi” untuk mendapatkan nutrisi dari satu sumber plasenta yang sama.

Gambaran Perkembangan Prenatal

Perkembangan janin kembar identik di dalam rahim adalah sebuah tarian koordinasi yang kompleks. Sementara sistem organ mereka berkembang melalui tahapan yang sama dengan janin tunggal—dimulai dari pembentukan tabung saraf, jantung primitif, tunas anggota badan, hingga diferensiasi organ-organ—lingkungan tempat mereka tumbuh seringkali lebih penuh tantangan karena harus berbagi ruang dan sumber daya.

Setiap sistem tubuh, dari saraf hingga muskuloskeletal, berkembang berdasarkan instruksi genetik yang identik. Namun, faktor mekanis seperti ruang gerak yang terbatas dapat mempengaruhi perkembangan posisi tubuh dan, dalam beberapa kasus, menyebabkan kondisi seperti displasia pinggul. Otak masing-masing janin juga berkembang secara independen, membentuk koneksi saraf yang unik sebagai respons terhadap stimulasi internal dan mungkin interaksi dengan saudaranya.

Tantangan dan Komplikasi Kehamilan Monozigotik, Kembar Identik Berasal Dari Ovum

Kehamilan kembar monozigot, khususnya yang monokorionik (berbagi plasenta), membawa tantangan khusus. Komplikasi paling ditakuti adalah Twin-to-Twin Transfusion Syndrome (TTTS), di mana pembuluh darah abnormal di plasenta menyebabkan aliran darah dari satu janin (donor) ke janin lainnya (resipien). Janin donor bisa mengalami kekurangan cairan ketuban (oligohidramnion) dan hambatan pertumbuhan, sementara janin resipien kelebihan cairan (polihidramnion) yang membebani jantungnya.

Komplikasi lain termasuk Selective Intrauterine Growth Restriction (sIUGR), di mana satu janin tumbuh lebih lambat secara signifikan, dan Twin Anemia Polycythemia Sequence (TAPS), suatu bentuk ketidakseimbangan darah kronis. Untuk kembar monoamnionik (MoMo), risiko utama adalah keterikatan dan kompresi tali pusat, yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Ilustrasi deskriptif tentang posisi janin kembar identik yang berbagi plasenta (MoDi) menggambarkan dua janin yang terpisah oleh sebuah membran tipis di dalam rahim. Mereka “berenang” dalam kantung ketuban masing-masing, bagai dua penghuni kamar yang berdindingkan tirai tipis. Plasenta tunggal mereka menempel di satu sisi dinding rahim, menyerupai sebuah piringan dengan dua tali pusat yang tertanam di permukaannya. Posisi mereka bisa saling berhadapan, membelakangi, atau satu di bagian atas dan satu di bagian bawah rahim.

Pembuluh darah yang saling berhubungan (anastomosis) di dalam plasenta tunggal itu adalah jalur vital sekaligus sumber potensi masalah.

Pemantauan Khusus yang Diperlukan

Karena risiko yang lebih tinggi, kehamilan kembar monozigot, terutama yang monokorionik, memerlukan protokol pemantauan yang ketat. Pemantauan ini biasanya meliputi USG lebih sering, dimulai sejak trimester pertama untuk menentukan korionisitas (jumlah plasenta). Jika terdeteksi monokorionik, USG akan dilakukan setiap dua minggu mulai minggu ke-16 untuk mengukur cairan ketuban di setiap kantung dan memantau pertumbuhan janin, guna mendeteksi dini tanda-tanda TTTS atau sIUGR.

Pemantauan Doppler pada pembuluh darah tali pusat dan otak janin juga menjadi bagian dari pemeriksaan rutin untuk menilai kesejahteraan janin. Untuk kehamilan MoMo, rawat inap di rumah sakit pada trimester ketiga sering disarankan untuk memungkinkan pemantauan jantung janin (CTG) secara terus-menerus, mengantisipasi insiden darurat terkait tali pusat.

Mitos, Fakta, dan Persepsi Umum

Masyarakat kerap disibukkan dengan berbagai anggapan mengenai kembar identik, mulai dari kemampuan telepati hingga keyakinan bahwa mereka adalah dua manusia yang benar-benar sama. Memisahkan fakta ilmiah dari mitos yang beredar penting untuk memahami keunikan mereka secara lebih utuh dan akurat.

Perbedaan biologis utama antara kembar identik dan kembar yang “hanya” mirip (fraternal) telah dijelaskan, yakni pada asal usul zigotnya. Namun, ada banyak detail lain yang sering kali luput dari perhatian atau disalahpahami.

Fakta Ilmiah yang Sering Disalahpahami

  • Kembar identik tidak selalu memiliki sidik jari yang sama. Pola sidik jari, meski memiliki kecenderungan genetik, mulai terbentuk antara minggu ke-10 dan ke-24 kehamilan dan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan mikro dalam kantung ketuban, seperti tekanan cairan, posisi janin, dan kontak dengan membran. Variasi kecil ini cukup untuk menghasilkan pola sidik jari yang unik untuk setiap individu.
  • Tidak ada “gen kembar” yang diwariskan untuk kembar identik. Kejadian kembar monozigot dianggap acak dan tidak terkait riwayat keluarga. Sementara kecenderungan memiliki kembar fraternal (karena hiperovulasi) dapat diturunkan, biasanya dari garis keturunan ibu.
  • Kembar identik bisa memiliki tangan kidal dan kanan yang berbeda. Tangan dominan tidak sepenuhnya ditentukan oleh genetik; faktor stokastik (acak) selama perkembangan otak juga berperan.
  • Mereka tidak selalu memiliki penyakit yang sama. Meski memiliki kerentanan genetik yang sama, faktor epigenetik, lingkungan, dan paparan acak menentukan apakah suatu penyakit, seperti kanker atau gangguan autoimun, akan termanifestasi.
  • Kemiripan mereka bisa berkurang seiring waktu. Gaya hidup, pola makan, paparan sinar matahari, dan pengalaman hidup dapat memperbesar perbedaan penampilan fisik seiring bertambahnya usia.
BACA JUGA  Menurunkan Kesadaran Air Agar Sabun Lebih Efektif Tips Praktis

Penjelasan rinci mengenai sidik jari kembar identik menarik untuk dikaji lebih dalam.

Sidik jari (dermatoglifik) terbentuk dari interaksi kompleks antara lapisan basal kulit yang sedang tumbuh dengan jaringan mesenkim di bawahnya. Proses ini sensitif terhadap tekanan mekanis lokal, aliran cairan, dan posisi janin yang bergerak-gerak. Bayangkan dua balon yang ditiup dalam satu kotak yang sempit; permukaan mereka akan bersentuhan dengan dinding kotak dan satu sama lain dengan pola tekanan yang unik di setiap titik. Analogi ini mirip dengan apa yang terjadi pada janin kembar dalam rahim. Sentuhan jari-jari mereka dengan kantung ketuban, plasenta, atau bahkan dengan saudaranya, terjadi pada waktu dan tekanan yang tidak persis sama, sehingga menciptakan pola alur yang berbeda. Inilah mengapa sidik jari dianggap sebagai identifikasi biometrik yang sangat andal, bahkan untuk kembar identik.

Variasi fenotip lain juga dapat muncul meski genotip identik. Tanda lahir seperti hemangioma atau tahi lalat dapat muncul pada satu anak dan tidak pada saudaranya, karena merupakan kejadian perkembangan pembuluh darah atau melanosit yang bersifat sporadis. Preferensi, kepribadian, dan bahkan komposisi mikrobioma usus akan sangat berbeda karena dipengaruhi oleh pengalaman, pilihan, dan lingkungan yang unik bagi setiap individu. Dengan kata lain, genetik memberikan partitur musik yang sama, tetapi masing-masing kembar memainkannya dengan instrumentasi dan interpretasi yang sedikit berbeda, menghasilkan simfoni kehidupan yang serupa namun tak identik.

Pemungkas

Kembar Identik Berasal Dari Ovum

Source: mediaindonesia.com

Dari satu titik awal yang sama, kembar identik menjalani kisah perkembangan yang unik, membuktikan bahwa genetik bukanlah segalanya. Meski berbagi DNA yang hampir identik, faktor lingkungan prenatal, pengalaman hidup, dan bahkan sidik jari mereka dapat bervariasi. Kehamilan kembar monozigot memerlukan pemantauan khusus, namun di balik kompleksitas medisnya, fenomena ini tetap menjadi bukti menakjubkan dari keanekaragaman dan keunikan proses penciptaan manusia.

Mereka adalah “klon alami” yang sekaligus menegaskan individualitas.

Pertanyaan Populer dan Jawabannya

Apakah kembar identik selalu memiliki jenis kelamin yang sama?

Ya, hampir selalu. Karena berasal dari satu zigot yang memiliki satu kombinasi kromosom seks (XX untuk perempuan atau XY untuk laki-laki), maka kedua janin akan berkembang dengan jenis kelamin yang identik. Kasus berbeda jenis kelamin pada kembar identik sangatlah langka dan biasanya terkait dengan kelainan genetik.

Bisakah kembar identik memiliki sidik jari yang sama persis?

Kembar identik, atau monozigot, berasal dari satu ovum yang dibuahi lalu membelah. Prinsip diferensiasi dari satu titik awal ini mirip dengan konsep Penentuan Letak Tempat Berdasarkan Elevasi dari Permukaan Laut , di mana satu datum absolut (permukaan laut) menjadi acuan untuk variasi posisi. Demikian pula, sel awal tunggal itu adalah datum genetik mutlak yang menentukan perkembangan unik kedua individu kembar tersebut.

Tidak. Meskipun genetiknya sangat mirip, sidik jari tidak sepenuhnya ditentukan oleh gen. Pola sidik jari mulai terbentuk selama kehamilan dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan di dalam rahim, seperti tekanan cairan ketuban dan posisi janin, sehingga menghasilkan pola yang unik untuk setiap individu, bahkan pada kembar identik.

Apakah kemiripan kembar identik akan berkurang seiring waktu?

Secara fisik, kemiripan genetik tetap ada. Namun, gaya hidup, pola makan, paparan sinar matahari, dan pengalaman hidup dapat menyebabkan perbedaan dalam penampilan, seperti berat badan, gaya rambut, atau kerutan. Dari segi kepribadian dan preferensi, lingkungan dan pengalaman pribadi memainkan peran besar sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang sangat berbeda.

Apakah peluang memiliki kembar identik bisa diturunkan dalam keluarga?

Kembar identik, yang berasal dari satu ovum yang terbelah, menawarkan presisi genetik yang luar biasa. Mirip seperti presisi dalam fisika material, di mana kita mengamati fenomena seperti Selisih Panjang Penggaris Besi dan Tembaga pada 0°C akibat koefisien muai yang berbeda. Demikian pula, meski berasal dari sumber yang sama, faktor lingkungan dapat menciptakan ‘selisih’ halus dalam perkembangan kembar identik seiring waktu.

Tidak seperti kembar fraternal yang dipengaruhi faktor keturunan dari garis ibu, kemunculan kembar identik umumnya dianggap sebagai kejadian acak (sporadis). Saat ini, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa kecenderungan memiliki kembar monozigot diturunkan secara genetik dalam keluarga.

Leave a Comment