Koordinat Titik Balik Grafik Fungsi Kuadrat y = (x‑6)(x+2) dan Cara Menentukannya

Koordinat titik balik grafik fungsi kuadrat y = (x‑6)(x+2) adalah kunci untuk memahami puncak atau lembah dari parabola yang dihasilkan. Menemukan titik balik ini bukan sekadar rutinitas hitung-menghitung, melainkan upaya mengungkap inti dari perilaku grafik, di mana perubahan arah terjadi dan nilai ekstrem tercapai. Pemahaman ini menjadi fondasi penting dalam aljabar dan kalkulus, sekaligus aplikasinya dalam berbagai bidang seperti fisika dan ekonomi.

Menentukan koordinat titik balik grafik fungsi kuadrat y = (x‑6)(x+2) memerlukan analisis sumbu simetri, serupa dengan cara kita melacak pusat tekanan rendah yang menjadi Penyebab Angin Topan. Keduanya memiliki titik pusat yang krusial. Dalam matematika, titik balik ini adalah puncak atau lembah parabola, yang untuk fungsi tersebut terletak di (2, -16), sebuah simpulan definitif setelah melalui perhitungan yang teliti.

Fungsi yang tersaji dalam bentuk faktor seperti ini menyimpan informasi penting, yakni titik potongnya dengan sumbu-X. Dari sana, kita dapat menelusuri sumbu simetri yang menjadi jalan lurus menuju koordinat titik balik. Proses menemukannya bisa dilakukan dengan dua pendekatan: memanfaatkan sifat simetri dari akar-akarnya atau mengubah ke bentuk umum lalu menerapkan rumus titik puncak. Keduanya akan mengantarkan pada satu jawaban yang sama.

Memahami Fungsi Kuadrat dan Titik Balik

Fungsi kuadrat merupakan salah satu fondasi penting dalam aljabar, menggambarkan hubungan yang membentuk parabola ketika digambarkan dalam bidang koordinat. Secara umum, fungsi ini dituliskan sebagai y = ax² + bx + c, di mana a, b, dan c adalah konstanta dengan a ≠ 0. Bentuk lain yang sering dijumpai adalah bentuk faktor, seperti y = (x – p)(x – q), yang secara langsung mengungkap akar-akar atau titik potong grafik dengan sumbu-x, yaitu di x = p dan x = q.Karakteristik grafik fungsi kuadrat sangat ditentukan oleh koefisien a.

Jika a > 0, parabola terbuka ke atas (cekung ke atas) dan memiliki titik balik minimum. Sebaliknya, jika a < 0, parabola terbuka ke bawah (cekung ke bawah) dengan titik balik maksimum. Titik balik ini, sering disebut sebagai titik puncak atau vertex, merupakan titik paling ekstrem pada grafik—baik nilai terendah maupun tertinggi. Koordinat titik balik (h, k) dapat ditemukan dengan rumus yang elegan: sumbu simetri terletak di x = h = -b/(2a), kemudian nilai k didapat dengan substitusi h ke dalam fungsi, atau k = f(h).

BACA JUGA  Jumlah Suku ke-3 dan ke-4 Deret Geometri dengan Rasio Negatif Dua
Rumus inti untuk mencari sumbu simetri dari bentuk umum y = ax² + bx + c adalah x = -b / (2a). Nilai x ini merupakan jalan masuk untuk menemukan koordinat lengkap titik balik.

Menentukan Koordinat Titik Balik dari Bentuk Faktor

Mari kita terapkan pemahaman tersebut pada fungsi y = (x‑6)(x+2). Untuk menemukan titik baliknya, kita dapat bekerja langsung dari bentuk faktor tanpa harus terburu-buru mengubahnya. Kunci utamanya adalah menemukan sumbu simetri. Pada fungsi kuadrat dalam bentuk faktor y = a(x – p)(x – q), sumbu simetri selalu terletak tepat di tengah-tengah antara kedua akarnya. Akar-akar dari fungsi kita adalah x = 6 dan x = –

  • Dengan demikian, sumbu simetri (nilai x dari titik balik) adalah rata-rata dari kedua akar tersebut: x = (6 + (-2)) / 2 = 4/2 =
  • Setelah mendapatkan x = 2, kita substitusikan kembali ke fungsi awal untuk mencari nilai y: y = (2‑6)(2+2) = (-4)(4) = -16. Jadi, koordinat titik baliknya adalah (2, -16).

Metode ini dapat dibandingkan dengan metode mengubah ke bentuk umum terlebih dahulu. Jika kita jabarkan, y = (x‑6)(x+2) menjadi y = x²

  • 4x –
  • Di sini, a = 1, b = -4, c = –
  • Sumbu simetri x = -(-4)/(2*1) = 4/2 =
  • 2. Substitusi x=2 ke bentuk umum

    y = (2)²

  • 4(2)
  • 12 = 4 – 8 -12 = –
  • 16. Hasilnya identik. Tabel berikut membandingkan proses substitusi di sekitar titik balik

Nilai x Proses Substitusi ke y=(x-6)(x+2) Nilai y Posisi Relatif
1 (1-6)(1+2) = (-5)(3) -15 Lebih tinggi dari titik balik
2 (Titik Balik) (2-6)(2+2) = (-4)(4) -16 Titik Minimum
3 (3-6)(3+2) = (-3)(5) -15 Lebih tinggi dari titik balik

Analisis dan Verifikasi Hasil Perhitungan

Menemukan koordinat (2, -16) saja belum cukup; kita perlu memverifikasi bahwa titik ini benar-benar merupakan titik balik minimum. Verifikasi dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan yang saling menguatkan. Pertama, karena koefisien x² pada bentuk umumnya adalah a = 1 (positif), maka parabola terbuka ke atas, sehingga titik baliknya pasti merupakan titik minimum. Ini adalah pemeriksaan paling cepat.Kedua, seperti yang terlihat pada tabel di atas, nilai fungsi di sekitar x=2, yaitu pada x=1 dan x=3, sama-sama menghasilkan y = -15, yang lebih besar dari -16.

Ini membuktikan bahwa pada x=2, fungsi mencapai nilai terendahnya di sekitar wilayah tersebut. Pendekatan ketiga yang lebih analitis adalah menggunakan konsep turunan pertama, yang memberikan informasi tentang kemonotonan fungsi.

  • Turunkan fungsi y = x²
    -4x – 12 menjadi y’ = 2x – 4.
  • Cari titik kritis dengan menyamakan turunan pertama dengan nol: 2x – 4 = 0, sehingga x = 2.
  • Uji tanda turunan pertama di sekitar x=2: Untuk x < 2 (misal x=1), y' = -2 (negatif, fungsi turun). Untuk x > 2 (misal x=3), y’ = 2 (positif, fungsi naik).
  • Karena fungsi berubah dari turun menjadi naik di x=2, maka titik tersebut adalah titik minimum lokal, yang dalam parabola adalah titik minimum mutlak.
BACA JUGA  Sistem Ekonomi Liberal Prinsip dan Dampaknya di Dunia

Visualisasi Grafik dan Posisi Titik Balik, Koordinat titik balik grafik fungsi kuadrat y = (x‑6)(x+2)

Koordinat titik balik grafik fungsi kuadrat y = (x‑6)(x+2)

Source: amazonaws.com

Grafik dari fungsi y = (x‑6)(x+2) adalah sebuah parabola yang membuka ke atas. Grafik ini memotong sumbu-x di titik yang merupakan akar-akarnya, yaitu di (6, 0) dan (-2, 0). Sementara itu, grafik memotong sumbu-y saat x=0, yaitu di y = (0-6)(0+2) = (-6)(2) = -12, sehingga titik potong sumbu-y adalah (0, -12). Titik balik minimum (2, -16) terletak di bagian paling bawah kurva.

Posisinya secara horizontal tepat di tengah-tengah kedua titik potong sumbu-x, dan secara vertikal jauh di bawah sumbu-x serta titik potong sumbu-y.Dalam sketsa mental, bayangkan sebuah kurva halus yang turun dari kiri, mencapai titik terendahnya di (2, -16), kemudian naik kembali ke kanan. Titik minimum ini menjadi poros atau “dasar” dari bentuk parabola tersebut.

Sumbu simetri suatu fungsi kuadrat dalam bentuk faktor selalu berada di tengah-tengah antara kedua akarnya. Hubungan ini memberikan cara penghitungan yang sangat intuitif: titik balik selalu berada pada garis vertis yang membagi dua jarak horizontal antara titik potong grafik dengan sumbu-x.

Penerapan dalam Berbagai Bentuk Fungsi: Koordinat Titik Balik Grafik Fungsi Kuadrat Y = (x‑6)(x+2)

Prosedur mencari titik balik dapat disesuaikan dengan bentuk fungsi kuadrat yang diberikan. Fleksibilitas ini memungkinkan kita memilih metode paling efisien. Untuk bentuk umum y = ax²+bx+c, gunakan rumus x = -b/(2a). Untuk bentuk faktor y = a(x-p)(x-q), gunakan rata-rata akar x = (p+q)/2. Untuk bentuk vertex (puncak) yang sudah jadi, y = a(x-h)²+k, titik baliknya langsung dapat dibaca sebagai (h, k).Setiap metode memiliki kelebihan dalam konteks tertentu.

Pemilihan metode yang tepat dapat menghemat waktu dan mengurangi kesalahan hitung.

Bentuk Fungsi Kelebihan Metode Kekurangan Metode Contoh Aplikasi
Umum (ax²+bx+c) Rumus langsung, selalu berlaku. Perhitungan bisa rumit jika koefisien besar atau pecahan. y = 3x²

5x + 1, langsung gunakan x = -(-5)/(2*3).

Faktor (a(x-p)(x-q)) Sangat cepat untuk mencari sumbu simetri jika akar diketahui. Hanya mudah jika akar-akarnya bilangan bulat atau rasional. y = (x+5)(x-3), titik balik di x = (-5+3)/2 = -1.
Vertex (a(x-h)²+k) Titik balik (h,k) langsung terbaca. Bentuk ini tidak selalu diberikan langsung. y = 2(x-4)²+7, titik balik langsung di (4,7).

Sebagai contoh variasi, perhatikan fungsi y = -2(x+1)(x-5). Untuk mencari titik baliknya, kita identifikasi akar-akarnya di x = -1 dan Sumbu simetri di x = (-1+5)/2 =

  • 2. Substitusi x=2 ke fungsi

    y = -2(2+1)(2-5) = -2(3)(-3) =

  • Karena a = -2 (negatif), titik balik (2, 18) adalah titik maksimum. Penyelesaian sistematis ini menunjukkan bahwa, terlepas dari bentuk awalnya, logika pencarian titik balik tetap konsisten: temukan sumbu simetri, lalu substitusi untuk mendapatkan ordinatnya.

    Terakhir

    Dengan demikian, menelusuri koordinat titik balik dari y = (x‑6)(x+2) lebih dari sekadar mendapatkan angka (2, -16). Titik minimum tersebut adalah jantung dari parabola terbuka ke atas itu, menjadi poros simetri yang membagi dua grafik secara sempurna.

    Penguasaan terhadap konsep ini membuka pintu untuk menganalisis fungsi kuadrat dalam bentuk apa pun, membekali kita dengan alat yang ampuh untuk memetakan dan memprediksi berbagai fenomena kuadratik dalam dunia nyata. Pada akhirnya, setiap parabola bercerita, dan titik baliknya adalah klimaks dari cerita tersebut.

    Ringkasan FAQ

    Apakah titik balik dari y = (x‑6)(x+2) selalu berupa titik minimum?

    Koordinat titik balik grafik fungsi kuadrat y = (x‑6)(x+2) ditemukan dengan mencari sumbu simetri di x = 2, lalu substitusi untuk mendapatkan y = -16. Sama halnya dalam menghadapi tekanan, penting untuk menemukan titik keseimbangan, seperti yang dijelaskan dalam Cara Menjawab Tuduhan Kasar pada Anak Pesantren , yang mengajarkan respons yang tenang dan berbasis fakta. Dengan demikian, baik dalam matematika maupun kehidupan, menemukan titik tengah yang tepat adalah kunci untuk menyelesaikan persoalan dengan elegan.

Ya, karena koefisien x² setelah dikembangkan adalah positif (a > 0), sehingga parabola terbuka ke atas dan titik baliknya adalah titik minimum.

Bagaimana jika fungsi kuadratnya tidak memotong sumbu-X, apakah metode mencari sumbu simetri dari akar masih bisa dipakai?

Tidak bisa. Metode mencari sumbu simetri dengan rata-rata akar hanya berlaku jika fungsi dapat difaktorkan dan memiliki akar-akar real. Untuk fungsi yang tidak memotong sumbu-X, harus digunakan rumus x = -b/2a setelah mengubah ke bentuk umum.

Koordinat titik balik grafik fungsi kuadrat y = (x‑6)(x+2) ditemukan pada x = 2, menghasilkan titik puncak (2, -16). Menariknya, dalam konteks kehidupan sehari-hari, pola perubahan fungsi juga dapat dianalogikan dengan proses pencernaan, seperti efek konsumsi Makan Kubis, Ubi Nalar, dan Kacang‑Kacangan Penyebab Kentut yang menunjukkan hubungan sebab-akibat. Kembali ke matematika, pemahaman titik balik ini krusial untuk menganalisis sifat kurva, baik membuka ke atas maupun ke bawah.

Apakah nilai titik balik ini bisa didapatkan langsung dari bentuk faktor tanpa perhitungan?

Tidak secara langsung. Namun, setelah menemukan nilai x dari sumbu simetri (dalam hal ini x=2), substitusi ke bentuk faktor y = (2-6)(2+2) akan langsung memberikan nilai y = -16.

Bagaimana hubungan titik balik ini dengan titik potong grafik di sumbu-Y?

Titik potong sumbu-Y terjadi saat x=0, yaitu di (0, -12). Titik balik (2, -16) terletak di sebelah kanan dan lebih rendah dari titik potong sumbu-Y, menunjukkan grafik turun setelah memotong sumbu-Y menuju titik minimum.

Leave a Comment