Luas Segienam Beraturan dengan Sisi 6 cm – Luas Segienam Beraturan dengan Sisi 6 cm bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan pintu gerbang untuk memahami keanggunan geometri yang tersembunyi dalam sarang lebah, mur baut, hingga pola lantai yang memesona. Bentuk ini, dengan enam sisi yang identik dan sudut yang seragam, menawarkan efisiensi struktural yang telah mengilhami desain selama berabad-abad. Mari kita telusuri lebih dalam bagaimana bentuk yang tampak sederhana ini menyimpan rumus perhitungan luas yang elegan dan sangat aplikatif dalam berbagai bidang.
Segienam beraturan merupakan poligon dengan enam sisi sama panjang dan enam sudut sama besar, yang dapat dibagi secara sempurna menjadi enam segitiga sama sisi yang kongruen. Konsep kunci dalam menghitung luasnya terletak pada apotema, yaitu garis tegak lurus dari pusat ke titik tengah sisi, yang berperan sebagai tinggi dari setiap segitiga penyusun. Pemahaman terhadap hubungan antara sisi, apotema, dan jari-jari lingkaran luar inilah yang memungkinkan kita menurunkan rumus praktis L = (3√3
– s²)/2, sebuah formula yang menggabungkan presisi matematika dengan efisiensi perhitungan.
Pengertian dan Konsep Dasar Segienam Beraturan
Sebelum kita terjun ke dalam angka dan rumus, mari kita kenali dulu karakter utama kita: segienam beraturan. Secara sederhana, segienam beraturan adalah poligon dengan enam sisi yang semuanya memiliki panjang yang persis sama dan enam sudut dalam yang juga identik besarnya. Setiap sudut dalamnya tepat berukuran 120 derajat. Keberaturan ini memberinya sifat simetri yang sangat tinggi, membuatnya menjadi bentuk yang efisien dan sering ditemui di alam, seperti pada sarang lebah madu.
Dalam membedah segienam beraturan, kita akan sering berjumpa dengan tiga komponen kunci: sisi (s), apotema (a), dan jari-jari lingkaran luar (R). Apotema adalah garis tegak lurus dari pusat segienam ke titik tengah salah satu sisinya, sementara jari-jari lingkaran luar adalah jarak dari pusat ke setiap sudut (titik pojok). Jika dibandingkan dengan poligon beraturan lain, rumus luas segienam terbilang unik karena hubungannya yang sangat erat dengan akar tiga (√3), yang muncul dari pembagiannya menjadi enam segitiga sama sisi sempurna.
Menghitung luas segienam beraturan dengan sisi 6 cm itu seperti mengurai sebuah pola yang elegan—rumusnya pasti dan hasilnya 93,53 cm². Proses berpikir sistematis ini mengingatkan kita pada pentingnya mengklasifikasi narasi, misalnya dalam menentukan apakah Dongeng Sang Kancil termasuk legenda, epos, fabel, atau sage. Sama halnya, dalam geometri, ketepatan klasifikasi bangun dan penerapan rumus adalah kunci untuk mendapatkan solusi yang akurat dan otoritatif.
Definisi dan Sifat Geometris Utama
Segienam beraturan, atau heksagon beraturan, adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh enam ruas garis lurus identik yang saling terhubung, menciptakan enam sudut internal yang sama besar. Sifat simetri yang dimilikinya sangat kaya; ia memiliki enam sumbu simetri dan simetri putar tingkat enam. Bentuk ini begitu efisien dalam menutupi suatu bidang tanpa celah, sebuah prinsip yang dikenal sebagai tessellasi, yang menjadi alasan mengapa sarang lebah memilih bentuk ini untuk memaksimalkan ruang penyimpanan dengan material yang minimal.
Komponen Penting: Sisi, Apotema, dan Sudut Pusat
Memahami komponen ini adalah kunci untuk menguasai perhitungan terkait segienam. Sisi (s) adalah unsur paling dasar. Apotema (a) berperan sebagai tinggi dari setiap segitiga sama sisi yang membentuk seperenam bagian segienam. Hubungannya dengan sisi adalah tetap: a = (s√3)/2. Sementara itu, jari-jari lingkaran luar (R) ternyata sama panjang dengan sisi, yaitu R = s.
Setiap sudut pusat, yaitu sudut yang dibentuk oleh dua garis jari-jari yang berdekatan, besarnya adalah 60 derajat, yang secara langsung mengarah pada pembagian menjadi segitiga sama sisi.
Perbandingan dengan Poligon Beraturan Lainnya
Dari segi rumus luas, setiap poligon beraturan memiliki karakteristiknya sendiri. Persegi menggunakan sisi kuadrat (s²), segilima beraturan rumusnya melibatkan tangen 36 derajat. Keunikan segienam beraturan terletak pada kemudahannya. Karena dapat diurai sempurna menjadi enam segitiga sama sisi, rumus luasnya pun diturunkan secara elegan dari sana, menghasilkan konstanta (3√3)/2 yang dikalikan dengan kuadrat sisinya. Ini membuat perhitungannya seringkali lebih langsung dibanding poligon beraturan dengan jumlah sisi ganjil.
Analogi dan Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Bentuk segienam beraturan bukanlah sekadar abstraksi matematika. Cobalah perhatikan sebuah baut atau mur kepala segi enam; bentuk itu dipilih karena memberikan permukaan yang baik untuk kunci pas dan distribusi tekanan yang merata. Pola lantai ubin tertentu, desain pada beberapa gelang, hingga struktur dasar karbon grafen dalam ilmu material, semuanya memanfaatkan stabilitas dan efisiensi geometris dari segienam beraturan. Bahkan, mata majemuk serangga sering tersusun atas unit-unit berbentuk heksagonal.
Rumus dan Penurunan Matematis Luas Segienam
Setelah memahami sosok segienam beraturan, kini saatnya kita menguliti rumus luasnya. Rumus yang sering kita jumpai, L = (3√3 × s²)/2, mungkin terlihat sedikit ajaib. Namun, keajaiban itu sebenarnya berasal dari logika geometris yang sangat rapi dan elegan. Penurunan rumus ini tidak memerlukan sihir, hanya pemahaman tentang bagaimana membongkar sebuah bentuk kompleks menjadi bagian-bagian sederhana yang sudah kita kuasai.
Kunci dari semua ini adalah apotema. Dalam poligon beraturan apa pun, apotema bertindak sebagai penghubung antara pusat poligon dengan sisi-sisinya, memungkinkan kita untuk memotong-motong poligon menjadi segitiga-segitiga kongruen yang mudah dihitung. Untuk segienam, keistimewaannya adalah segitiga pembentuknya bukan sembarang segitiga, melainkan segitiga sama sisi sempurna, yang memberikan hubungan pasti antara sisi dan apotema.
Rumus Luas dan Variabel di Dalamnya
Rumus baku luas segienam beraturan adalah:
L = (3√3 × s²) / 2
Dalam rumus ini, L melambangkan Luas yang ingin kita cari, sedangkan s merupakan panjang sisi segienam. Angka 3√3 adalah konstanta yang muncul secara alami dari proses penurunannya, yang berkaitan dengan luas segitiga sama sisi. Pembagi 2 menyempurnakan hubungan tersebut. Jadi, untuk menghitung luas, kita hanya perlu mengetahui panjang satu sisinya saja, kemudian mengkuadratkannya dan mengalikannya dengan faktor (3√3)/2.
Penurunan Rumus dari Luas Segitiga Sama Sisi
Mari kita telusuri asal-usul rumus tersebut. Bayangkan sebuah segienam beraturan dengan pusat O. Tarik garis dari O ke setiap keenam sudutnya. Apa yang terjadi? Segienam tersebut terbagi menjadi enam buah segitiga yang identik.
Karena sudut pusatnya 60° dan dua kaki yang membentuknya (jari-jari) sama panjang, maka keenam segitiga ini adalah segitiga sama sisi. Luas satu segitiga sama sisi dengan panjang sisi s adalah (s²√3)/
4. Karena ada enam segitiga, total luas segienam adalah:
L = 6 × (s²√3)/4 = (6 s²√3)/4 = (3 s²√3)/2
Dan voila, kita sampai pada rumus yang sama. Keanggunan penurunan ini menunjukkan betapa matematika saling terhubung.
Perbandingan Luas untuk Berbagai Panjang Sisi
Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata, berikut adalah tabel yang membandingkan luas segienam beraturan dengan panjang sisi yang berbeda-beda. Perhatikan bagaimana peningkatan panjang sisi mempengaruhi luas secara tidak linear, melainkan kuadratik.
| Panjang Sisi (s) | Rumus Perhitungan | Luas (Bentuk Akar) | Luas (Pendekatan Desimal) |
|---|---|---|---|
| 3 cm | (3√3 × 3²)/2 | (27√3)/2 cm² | ≈ 23.38 cm² |
| 6 cm | (3√3 × 6²)/2 | 54√3 cm² | ≈ 93.53 cm² |
| 9 cm | (3√3 × 9²)/2 | (243√3)/2 cm² | ≈ 210.44 cm² |
| 12 cm | (3√3 × 12²)/2 | 216√3 cm² | ≈ 374.12 cm² |
Peran Kunci Apotema dalam Perhitungan Luas
Apotema sering disebut sebagai “jantung” perhitungan luas poligon beraturan. Mengapa? Karena jika kita memandang segienam sebagai gabungan dari enam segitiga yang alasnya adalah sisi segienam dan tingginya adalah apotema, maka luas totalnya adalah jumlah luas keenam segitiga tersebut: L = 6 × (½ × s × a) = 3 × s × a. Rumus ini valid untuk semua poligon beraturan.
Keunikan segienam adalah apotemanya memiliki hubungan pasti dengan sisi (a = s√3/2), sehingga ketika kita substitusi, kita kembali ke rumus L = (3√3 s²)/2. Apotema menjadi jembatan yang menghubungkan konsep luas segitiga dengan bentuk segienam yang utuh.
Perhitungan Langsung Luas Segienam Sisi 6 cm
Source: peta-hd.com
Sekarang, mari kita praktekkan ilmu kita pada kasus spesifik: sebuah segienam beraturan dengan panjang sisi tepat 6 cm. Proses perhitungannya akan kita lakukan langkah demi langkah, sekaligus mencari besaran pendukung seperti apotema dan jari-jari lingkaran luarnya. Dengan sisi 6 cm, perhitungan menjadi sangat bersahabat karena angka-angka yang dihasilkan seringkali berupa bilangan bulat atau sederhana.
Prosedur ini tidak hanya menghasilkan angka akhir, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang hubungan antara berbagai komponen geometris yang telah kita pelajari. Kita akan melihat bagaimana apotema dan jari-jari muncul dari panjang sisi yang diketahui, dan bagaimana semuanya berujung pada satu nilai luas.
Langkah Demi Langkah Perhitungan Luas
Berikut adalah prosedur sistematis untuk menghitung luas segienam beraturan dengan sisi 6 cm:
- Langkah 1: Identifikasi panjang sisi (s). Dalam kasus ini, s = 6 cm.
- Langkah 2: Tuliskan rumus luas segienam beraturan: L = (3√3 × s²) / 2.
- Langkah 3: Substitusi nilai s ke dalam rumus: L = (3√3 × 6²) / 2.
- Langkah 4: Hitung kuadrat dari sisi: 6² = 36. Sehingga, L = (3√3 × 36) / 2.
- Langkah 5: Lakukan perkalian pada pembilang: 3 × 36 = 108. Rumus menjadi L = (108√3) / 2.
- Langkah 6: Bagi pembilang dengan penyebut: 108 / 2 = 54. Hasil akhir dalam bentuk akar adalah L = 54√3 cm².
- Langkah 7: Untuk mendapatkan nilai desimal, hitung 54 × 1.7320508 (nilai pendekatan √3). Hasilnya adalah L ≈ 93.5307432 cm².
Perhitungan Apotema dan Jari-Jari Lingkaran Luar
Sambil menghitung luas, kita juga dapat dengan mudah menemukan panjang apotema (a) dan jari-jari lingkaran luar (R) untuk segienam ini.
- Jari-Jari Lingkaran Luar (R): Pada segienam beraturan, jari-jari lingkaran luar sama panjang dengan sisinya. Jadi, R = s = 6 cm.
- Apotema (a): Rumus apotema adalah a = (s√3)/2. Substitusi s = 6 cm menghasilkan a = (6√3)/2 = 3√3 cm. Nilai desimalnya adalah a ≈ 3 × 1.7320508 ≈ 5.1961524 cm.
Dengan demikian, untuk segienam beraturan sisi 6 cm, kita memiliki satu set data lengkap: Luas = 54√3 cm² (≈93.53 cm²), Apotema = 3√3 cm (≈5.20 cm), dan Jari-Jari Lingkaran Luar = 6 cm.
Aplikasi dan Contoh Soal Variatif: Luas Segienam Beraturan Dengan Sisi 6 cm
Memahami rumus di atas kertas adalah satu hal, menerapkannya dalam berbagai skenario adalah hal lain yang mengasah kemampuan. Bagian ini akan menyajikan beberapa contoh soal dengan tingkat kerumitan yang berbeda, dari yang langsung hingga yang dikemas dalam cerita. Tujuannya adalah untuk melihat fleksibilitas dari konsep luas segienam beraturan ketika dihadapkan pada masalah yang lebih kontekstual.
Melalui latihan ini, kita juga akan mengidentifikasi titik-titik rawan dimana kesalahan perhitungan sering terjadi. Kesadaran akan jebakan umum ini adalah senjata ampuh untuk meningkatkan akurasi dalam menyelesaikan soal-soal geometri.
Contoh Soal dengan Tingkat Kesulitan Berbeda
Berikut tiga contoh soal yang dirancang untuk menguji pemahaman dari berbagai sudut.
- Soal Dasar: Sebuah paving block berbentuk segienam beraturan memiliki panjang sisi 10 cm. Hitunglah luas permukaan atas paving block tersebut.
Penyelesaian: Langsung gunakan rumus. L = (3√3 × 10²)/2 = (3√3 × 100)/2 = 150√3 cm² ≈ 259.81 cm². - Soal Menengah: Diketahui luas sebuah segienam beraturan adalah 150√3 cm². Berapakah panjang apotema segienam tersebut?
Penyelesaian: Dari rumus L = 3 × s × a, kita tahu L = 150√3. Kita butuh nilai s. Cari s dari rumus luas utama
150√3 = (3√3 s²)/2 → 150 = (3 s²)/2 → 300 = 3 s² → s² = 100 → s = 10 cm. Kemudian, a = (s√3)/2 = (10√3)/2 = 5√3 cm.
- Soal Cerita Kontekstual: Seorang pengrajin akan membuat meja kayu berbentuk segienam beraturan. Untuk mengecat permukaan meja, ia perlu mengetahui luasnya. Jika panjang dari satu sudut ke sudut berseberangan (yang melalui pusat) diukur 120 cm, berapa luas meja yang harus dicat?
Penyelesaian: Jarak dari satu sudut ke sudut berseberangan melalui pusat adalah dua kali jari-jari lingkaran luar (2R). Diketahui 2R = 120 cm, maka R = 60 cm. Pada segienam beraturan, sisi (s) sama dengan R. Jadi, s = 60 cm. Luas meja adalah L = (3√3 × 60²)/2 = (3√3 × 3600)/2 = 5400√3 cm² ≈ 9353.07 cm² atau 0.9353 m².
Tips Penting dalam Mengerjakan Soal Luas Segienam, Luas Segienam Beraturan dengan Sisi 6 cm
Ingatlah selalu bahwa pada segienam beraturan, jari-jari lingkaran luar (R) sama dengan panjang sisi (s). Hubungan ini, yaitu R = s, adalah pintu cepat untuk menyelesaikan soal yang hanya memberikan informasi tentang diagonal atau jarak antar sudut. Selalu periksa kembali apakah satuan sudah konsisten sebelum melakukan perhitungan akhir, terutama saat soal melibatkan konversi satuan seperti cm ke m.
Kesalahan Umum dan Cara Memperbaikinya
Beberapa kesalahan yang sering dijumpai antara lain:
- Menggunakan rumus yang salah: Misalnya, menggunakan rumus luas persegi atau segilima. Perbaikan: Pastikan mengidentifikasi bangun datar dengan benar dan menghafal atau menurunkan rumus khusus segienam beraturan.
- Kesalahan dalam menghitung kuadrat dan akar tiga: Lupa mengkuadratkan sisi terlebih dahulu sebelum dikalikan dengan √3, atau salah dalam nilai pendekatan √
3. Perbaikan: Ikuti urutan operasi matematika (Pangkat/Akar, Kali/Bagi, Tambah/Kurang) dengan disiplin. Gunakan kalkulator jika diperbolehkan untuk nilai desimal. - Mengabaikan hubungan R = s: Saat soal memberikan informasi tentang diagonal (2R), banyak yang lupa membagi dua untuk mendapatkan R, dan kemudian lupa bahwa R = s. Perbaikan: Buat sketsa sederhana dan tandai informasi yang diketahui pada gambar. Hubungan geometris dasar ini sangat powerful untuk memecahkan soal.
Visualisasi dan Ilustrasi Geometris
Matematika, terutama geometri, adalah ilmu yang sangat visual. Memahami segienam beraturan akan jauh lebih mudah dan mendalam jika kita bisa membayangkan atau menggambarnya. Deskripsi verbal yang rinci tentang bagaimana bentuk ini tersusun dapat membangun gambaran mental yang jelas, bahkan tanpa kita menggambar secara fisik. Mari kita jelajahi visualisasi dari segienam sisi 6 cm yang telah kita hitung luasnya.
Dengan membayangkan proses pembagian dan hubungan antar garis, kita tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga memahami “mengapa” rumus itu bekerja. Ini seperti melihat mesin dari dalam, bukan hanya melihat hasil kerjanya dari luar.
Pembagian Menjadi Enam Segitiga Sama Sisi
Bayangkan sebuah segienam beraturan sempurna. Sekarang, tandai titik tepat di tengahnya, yang kita sebut pusat (O). Tarik garis lurus dari pusat O ke setiap keenam sudut segienam. Apa yang tercipta? Enam buah segitiga yang tersusun rapi seperti potongan pizza.
Karena segienamnya beraturan, semua garis dari O ke sudut (jari-jari) sama panjang. Sudut di O untuk setiap segitiga adalah 60 derajat (360°/6). Dengan dua sisi yang sama dan sudut diapit 60°, maka segitiga-segitiga ini pasti kongruen dan merupakan segitiga sama sisi. Inilah fondasi visual dari penurunan rumus luas kita.
Hubungan Sisi, Apotema, dan Jari-Jari dalam Gambar
Dalam salah satu dari enam segitiga sama sisi tersebut, ambil satu segitiga dengan titik sudut O, A, dan B, dimana AB adalah salah satu sisi segienam. Garis OA dan OB adalah jari-jari (R), yang panjangnya sama dengan sisi segienam (s). Sekarang, dari titik O, turunkan garis tegak lurus ke sisi AB, dan beri nama titik temu itu sebagai M. Garis OM inilah apotema (a).
Garis ini membagi segitiga OAB menjadi dua segitiga siku-siku kongruen. Dalam segitiga siku-siku OMB, kita memiliki sisi miring OB = s, sisi alas MB = s/2, dan sisi tinggi OM = a. Teorema Pythagoras menghubungkan mereka: a² + (s/2)² = s², yang mengarah pada rumus a = (s√3)/2. Visual ini menjelaskan asal-usul angka √3 dalam perhitungan kita.
Pengaruh Perubahan Panjang Sisi terhadap Luas
Secara visual, jika kita menggambar dua segienam, satu dengan sisi 6 cm dan satu dengan sisi 12 cm, yang terbesar tidak hanya dua kali lebih lebar. Karena luas bergantung pada kuadrat sisi, segienam dengan sisi 12 cm akan memiliki luas empat kali lebih besar, bukan dua kali. Bayangkan segienam sisi 6 cm sebagai dasar. Jika kita menggandakan sisinya, setiap segitiga sama sisi pembentuknya tidak hanya memanjang, tetapi juga melebar secara proporsional, sehingga luas setiap segitiga menjadi empat kali lipat.
Akibatnya, keseluruhan segienam membesar secara eksponensial dalam hal luas, sebuah hubungan yang jelas terlihat jika kedua gambar diletakkan bersebelahan.
Narasi Menggambar Segienam Beraturan Sisi 6 cm
Mari kita buat gambar imajiner tersebut. Pertama, gambar sebuah lingkaran tipis dengan jari-jari 6 cm. Bagi lingkaran ini menjadi enam bagian sama besar dengan menandai titik setiap 60 derajat di tepi lingkaran. Keenam titik ini adalah sudut-sudut segienammu. Hubungkan keenam titik tersebut secara berurutan dengan garis lurus, dan kamu telah mendapatkan segienam beraturan dengan sisi 6 cm.
Sekarang, untuk garis bantu: tandai titik pusat lingkaran. Tarik garis dari pusat ke setiap sudut—ini adalah keenam jari-jari (R) yang masing-masing panjangnya 6 cm. Pilih satu sisi, cari titik tengahnya. Dari pusat, tarik garis tegak lurus ke titik tengah sisi tersebut. Garis inilah apotema (a), yang akan terukur sekitar 5.2 cm.
Nah, kalau kita hitung luas segienam beraturan dengan sisi 6 cm, hasilnya sekitar 93,53 cm². Proses perhitungan yang presisi ini mirip dengan metodologi ketat para Ulama Hadits dan Kitab‑Kitabnya dalam meneliti dan menyusun ilmu. Kembali ke geometri, angka 93,53 cm² itu bukan asal tebak, tapi hasil rumus yang sudah teruji, layaknya sebuah kesimpulan ilmiah yang otoritatif.
Terakhir, dalam setiap segitiga yang dibentuk oleh dua jari-jari dan satu sisi, kamu bisa melihat segitiga sama sisi yang menjadi blok pembangun utama dari seluruh struktur heksagonal ini.
Ringkasan Akhir
Dari perhitungan sistematis, didapatkan luas segienam beraturan bersisi 6 cm adalah 54√3 cm² atau sekitar 93.53 cm², sebuah bukti nyata bagaimana rumus yang elegan dapat diterapkan secara langsung. Angka ini bukan akhir perjalanan, melainkan fondasi untuk menyelesaikan masalah variatif, mulai dari merancang taman hexagonal hingga menghitung material keramik. Kesalahan umum seperti lupa mengkuadratkan sisi atau keliru menghitung nilai akar tiga dapat dihindari dengan visualisasi yang cermat dan langkah perhitungan yang tertib.
Pada akhirnya, menguasai perhitungan luas segienam beraturan melampaui hafalan rumus; ini adalah latihan dalam melihat pola, memahami simetri, dan mengapresiasi logika geometri yang tertata rapi di dunia sekitar kita. Setiap kali menemukan bentuk hexagonal, ingatlah bahwa di balik kesederhanaannya tersembunyi matematika yang presisi dan indah, siap untuk diterjemahkan menjadi solusi-solusi praktis dalam keseharian maupun dalam ranah desain yang lebih kompleks.
FAQ Terkini
Apakah rumus luas segienam beraturan L = (3√3
– s²)/2 hanya berlaku untuk satuan centimeter?
Tidak, rumus tersebut universal. Satuan luas akan mengikuti kuadrat dari satuan panjang sisi (s). Jika sisi dalam meter (m), maka luas dalam meter persegi (m²).
Bagaimana jika yang diketahui adalah panjang apotema, bukan panjang sisi?
Anda dapat mencari panjang sisi terlebih dahulu menggunakan hubungan apotema (a) = (s√3)/2 untuk segienam, lalu menghitung luas. Atau, gunakan rumus luas alternatif: L = (1/2)
– Keliling
– Apotema = 3
– s
– a.
Apakah segienam beraturan dengan sisi 6 cm pasti bisa dimasukkan ke dalam lingkaran berdiameter 12 cm?
Ya, tepat sekali. Jari-jari lingkaran luar (R) segienam beraturan sama dengan panjang sisinya. Jadi, untuk sisi 6 cm, R = 6 cm dan diameter lingkaran luar = 12 cm.
Mana yang lebih luas, segienam beraturan sisi 6 cm atau persegi dengan sisi 10 cm?
Luas persegi sisi 10 cm adalah 100 cm². Luas segienam sisi 6 cm adalah 54√3 cm² ≈ 93.53 cm². Jadi, persegi tersebut lebih luas.
Dalam konteks nyata, mengapa banyak sarang lebah berbentuk hexagonal dan bukan persegi?
Secara geometris, segienam menawarkan rasio keliling terhadap luas yang sangat efisien, menggunakan material (lilin) paling sedikit untuk menciptakan ruang penyimpanan (sel) maksimal, tanpa menyisakan celah kosong di antara sel-selnya.