Menentukan Nilai g(2) dari (f∘g)(x)=x²‑2x‑2 dan f(x)=x‑3

Menentukan nilai g(2) dari (f∘g)(x)=x²‑2x‑2 dan f(x)=x‑3 adalah sebuah teka-teki aljabar yang menarik, menguji pemahaman mendasar tentang komposisi fungsi. Soal ini bukan sekadar latihan hitung-hitungan biasa, melainkan sebuah puzzle yang memerlukan kecermatan dalam membalikkan operasi fungsi untuk mengungkap bentuk fungsi yang tersembunyi. Bagi siapa pun yang tertarik pada matematika, menyelesaikan masalah seperti ini memberikan kepuasan intelektual tersendiri, layaknya menyelesaikan misteri dengan logika sebagai petunjuk utamanya.

Pada intinya, kita diberikan hasil dari suatu proses komposisi fungsi, yaitu (f∘g)(x), dan juga mengetahui bentuk dari fungsi luar f(x). Tantangannya adalah merekonstruksi fungsi dalam g(x) dari informasi yang terbatas tersebut, lalu mengevaluasinya pada titik tertentu. Proses ini melibatkan manipulasi aljabar yang sistematis dan penerapan konsep fungsi invers secara implisit, menjadikannya contoh sempurna untuk mengasah keterampilan berpikir analitis dan pemecahan masalah dalam matematika.

Menyelesaikan soal komposisi fungsi, seperti menentukan nilai g(2) dari (f∘g)(x)=x²‑2x‑2 dan f(x)=x‑3, memerlukan ketelitian logis yang sistematis. Proses analitis ini serupa dengan ketepatan dalam memahami konsep ekonomi makro, misalnya saat mendalami Istilah Pendapatan Negara yang menjadi fondasi kebijakan fiskal. Keduanya sama-sama membutuhkan pemahaman mendalam tentang relasi antar variabel, di mana dalam matematika kita mencari g(x), dan dalam ekonomi kita mengurai sumber penerimaan negara untuk mendapatkan gambaran utuh yang akurat.

Memahami Masalah dan Hubungan Fungsi

Untuk menentukan nilai g(2), kita tidak bisa langsung mencarinya karena bentuk fungsi g(x) sendiri belum diketahui. Yang kita miliki adalah informasi tentang komposisi fungsi (f∘g)(x) dan fungsi f(x). Komposisi fungsi (f∘g)(x) dibaca sebagai “f bundaran g” dan berarti fungsi f yang dijalankan setelah fungsi g. Secara matematis, ini ditulis sebagai (f∘g)(x) = f(g(x)). Nilai input x pertama-tama diproses oleh fungsi g, kemudian hasil dari g(x) itu menjadi input baru untuk fungsi f.

Dalam soal ini, kita diberikan dua informasi kunci: hasil komposisinya adalah (f∘g)(x) = x²
-2x – 2, dan fungsi f didefinisikan sebagai f(x) = x – 3. Tujuan kita adalah mengurai komposisi ini untuk menemukan bentuk eksplisit dari g(x), yang kemudian memungkinkan kita menghitung g(2). Langkah pertama yang logis adalah mensubstitusikan definisi f ke dalam bentuk komposisi.

Konsep Komposisi dan Informasi yang Tersedia, Menentukan nilai g(2) dari (f∘g)(x)=x²‑2x‑2 dan f(x)=x‑3

Memahami notasi dan makna setiap komponen adalah langkah awal yang krusial. Berikut adalah tabel yang merangkum informasi dari soal dan maknanya.

Notasi Makna Nilai/Diberikan
f(x) Fungsi f dengan variabel bebas x f(x) = x – 3
g(x) Fungsi g dengan variabel bebas x Tidak diketahui (yang dicari)
(f∘g)(x) atau f(g(x)) Fungsi komposisi, f dikerjakan setelah g f(g(x)) = x²

2x – 2

x = 2 Input spesifik yang akan dievaluasi Nilai yang akan disubstitusi ke g(x)

Dari tabel di atas, terlihat jelas bahwa hubungan f(g(x)) = x²
-2x – 2 adalah kunci untuk membongkar bentuk g(x). Karena kita tahu f melakukan operasi “kurangi 3” pada inputnya, maka kita dapat membalikkan logika ini.

Menemukan Bentuk Eksplisit g(x)

Proses menemukan g(x) dari f(g(x)) melibatkan manipulasi aljabar dengan memanfaatkan definisi f. Ide dasarnya adalah: jika f melakukan sesuatu pada g(x), maka untuk mengisolasi g(x), kita perlu melakukan operasi kebalikan (invers) dari f. Dalam kasus ini, f(x) = x – 3 adalah fungsi linear sederhana yang inversnya adalah menambahkan 3.

Kita mulai dengan menuliskan persamaan komposisi secara lengkap menggunakan definisi f.

f(g(x)) = g(x)

  • 3 = x²
  • 2x – 2

Persamaan g(x)
-3 = x²
-2x – 2 menunjukkan bahwa hasil g(x) setelah dikurangi 3 sama dengan kuadrat x dikurangi 2x dikurangi 2. Oleh karena itu, untuk mendapatkan g(x) sendiri, kita cukup menambahkan 3 pada kedua ruas persamaan.

Langkah Aljabar Penyelesaian

Berikut adalah tahapan aljabar yang dilakukan secara sistematis untuk mengisolasi g(x).

Langkah Manipulasi Persamaan Transformasi yang Terjadi
1. Substitusi f f(g(x)) = g(x)

3

Mengganti notasi f(g(x)) dengan bentuk eksplisit berdasarkan definisi f(x)=x-3.
2. Samakan dengan komposisi g(x)

  • 3 = x²
  • 2x – 2
Menyamakan hasil substitusi dengan nilai komposisi yang diberikan.
3. Isolasi g(x) g(x) = x²

2x – 2 + 3

Menambahkan angka 3 ke kedua ruas untuk membatalkan pengurangan 3 di ruas kiri.
4. Sederhanakan g(x) = x²

2x + 1

Melakukan operasi penjumlahan konstanta (-2 + 3 = +1).

Dengan demikian, bentuk eksplisit fungsi g telah ditemukan. Perlu dicatat bahwa proses ini efektif karena f(x) adalah fungsi satu-satu yang mudah dibalik. Hasil akhirnya adalah g(x) = x²
-2x + 1. Ekspresi x²
-2x + 1 dapat difaktorkan menjadi (x – 1)², yang memberikan wawasan bahwa fungsi g ini merupakan fungsi kuadrat dengan titik puncak minimum di x = 1.

Evaluasi Nilai g(2) dari Fungsi yang Ditemukan

Setelah fungsi g(x) = x²
-2x + 1 berhasil diidentifikasi, langkah evaluasi g(2) menjadi sangat langsung. Kita hanya perlu mengganti setiap kemunculan variabel x pada rumus fungsi dengan angka 2, kemudian melakukan perhitungan aritmetika sesuai urutan operasi yang benar (pangkat, perkalian/pembagian, penjumlahan/pengurangan).

Menentukan nilai g(2) dari komposisi fungsi (f∘g)(x)=x²‑2x‑2 dan f(x)=x‑3 memerlukan logika sistematis. Proses analitis ini mirip dengan prinsip dalam fisika, di mana Energi yang ditimbulkan oleh benda yang digesek juga membutuhkan pemahaman mendalam tentang hubungan sebab-akibat. Dengan demikian, setelah melalui substitusi dan perhitungan, ditemukan bahwa solusi akhir untuk g(2) adalah 1, sebuah hasil yang konkret dan pasti.

Proses ini dapat diilustrasikan sebagai pemetaan: input nilai 2 dimasukkan ke dalam “mesin fungsi” g. Mesin ini kemudian memprosesnya berdasarkan aturan “kuadratkan input, kurangi dua kali input, lalu tambahkan satu”. Output dari mesin ini adalah nilai g(2) yang kita cari.

Perhitungan dan Penyederhanaan

Perhitungan dilakukan dengan substitusi langsung ke dalam bentuk fungsi yang telah diperoleh.

g(2) = (2)²

Menentukan nilai g(2) dari (f∘g)(x)=x²-2x-2 dan f(x)=x-3 memerlukan logika fungsi komposisi yang sistematis. Proses analisis ini mirip dengan ketelitian menelusuri sejarah Nama Kongsi Dagang Belanda yang membawa pengaruh besar. Setelah memahami pola hubungannya, kita dapat menyimpulkan bahwa nilai g(2) adalah hasil akhir dari substitusi dan penyelesaian persamaan yang tepat.

2*(2) + 1

g(2) = 4 – 4 + 1
g(2) = 1

Perhitungan menunjukkan bahwa 2 dikuadratkan menghasilkan
4. Kemudian, 2 dikalikan 2 menghasilkan
4. Selanjutnya, operasi dilakukan secara berurutan dari kiri ke kanan: 4 dikurangi 4 sama dengan 0, dan 0 ditambah 1 akhirnya menghasilkan 1. Dengan demikian, nilai g(2) adalah 1.

Verifikasi dan Penjelasan Kontekstual

Dalam matematika, verifikasi adalah langkah penting untuk memastikan kebenaran solusi. Kita dapat memverifikasi hasil g(2)=1 dengan mensubstitusikannya kembali ke dalam komposisi awal. Jika benar, maka (f∘g)(2) harus sama dengan nilai yang dihitung langsung dari rumus (f∘g)(x)= x²-2x-2 di x=2.

Secara kontekstual, nilai g(2)=1 dapat diartikan sebagai titik koordinat (2, 1) yang berada pada grafik fungsi g. Ketika nilai ini menjadi input untuk fungsi f(x)=x-3, akan dihasilkan f(1)=1-3=-2. Nilai -2 ini harus sama dengan nilai komposisi (f∘g) di x=2, yaitu (2)²-2*(2)-2=4-4-2=-2. Kesesuaian ini membuktikan konsistensi solusi kita.

Perbandingan Proses pada Titik x=2

Tabel berikut merinci perjalanan nilai x=2 melalui fungsi g, f, dan komposisinya.

Fungsi Input (x) Proses Output
g(x) 2 2² – 2*2 + 1 = 4 – 4 + 1 1
f(x) g(2) = 1 1 – 3 -2
(f∘g)(x) 2

2*2 – 2 = 4 – 4 – 2

-2

Tabel ini dengan jelas menunjukkan bahwa komposisi (f∘g)(2) setara dengan menjalankan f setelah g. Urutan operasi ini mutlak: mengerjakan g terlebih dahulu, baru kemudian f. Kesalahan umum adalah mencoba mengerjakan f dulu, yang akan menghasilkan perhitungan yang salah dan tidak sesuai dengan definisi komposisi.

Variasi Latihan dan Penerapan Konsep: Menentukan Nilai g(2) dari (f∘g)(x)=x²‑2x‑2 dan f(x)=x‑3

Menentukan nilai g(2) dari (f∘g)(x)=x²‑2x‑2 dan f(x)=x‑3

Source: studyx.ai

Untuk menguasai konsep ini, latihan dengan variasi soal sangat membantu. Prinsip umumnya tetap sama: gunakan informasi tentang f dan f(g(x)) untuk mengisolasi g(x), baik dengan operasi invers seperti penjumlahan/pengurangan/perkalian/pembagian, maupun dengan menyelesaikan persamaan yang mungkin lebih kompleks.

Strategi sistematis yang dapat diterapkan adalah: pertama, tuliskan persamaan f(g(x)) dengan mensubstitusikan definisi f. Kedua, selesaikan persamaan tersebut untuk g(x) dengan memperlakukan g(x) sebagai variabel tunggal. Ketiga, setelah g(x) ditemukan, evaluasi untuk nilai x yang diminta.

Contoh Variasi Soal dan Penyelesaian

Berikut tiga variasi soal dengan tingkat kesulitan berbeda.

  • Level Dasar: Diketahui f(x) = 2x + 1 dan (f∘g)(x) = 4x – 5. Tentukan g(3).
  • Level Menengah: Diketahui f(x) = x² dan (f∘g)(x) = (3x – 1)². Tentukan rumus g(x) dan nilai g(2).
  • Level Lanjut: Diketahui f(x) = 1/(x+2) dan (f∘g)(x) = x. Tentukan rumus g(x) dan nilai g(0).

Mari kita demonstrasikan penyelesaian untuk soal level menengah. Informasi: f(x)=x² dan f(g(x)) = (3x-1)².

Langkah Penjelasan
1. Substitusi f f(g(x)) = [g(x)]² = (3x – 1)²
2. Analisis Persamaan Karena [g(x)]² = (3x-1)², maka g(x) bisa bernilai +(3x-1) atau -(3x-1). Seringkali diambil akar positif (prinsip akar kuadrat).
3. Isolasi g(x) g(x) = 3x – 1 (diasumsikan bentuk utama).
4. Evaluasi g(2) g(2) = 3(2) – 1 = 6 – 1 = 5.

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah lupa urutan komposisi (mencari (g∘f) bukan (f∘g)), salah melakukan operasi invers (misalnya membagi padahal seharusnya mengalikan), dan tidak menyederhanakan persamaan secara teliti. Selalu verifikasi hasil akhir dengan cara yang telah dibahas untuk meminimalisir kesalahan.

Ringkasan Terakhir

Dengan demikian, perjalanan untuk mencari nilai g(2) telah mencapai titik terang. Melalui serangkaian langkah deduktif yang ketat, berhasil ditemukan bahwa g(x) = x²
-2x + 1 dan nilai g(2) adalah 1. Hasil ini bukan sekadar angka akhir, tetapi sebuah konfirmasi tentang keindahan struktur matematika yang konsisten dan dapat diprediksi. Verifikasi yang dilakukan dengan mensubstitusi balik nilai tersebut ke dalam komposisi awal semakin mengukuhkan validitas solusi yang diperoleh.

Pelajaran dari soal ini jauh melampaui pencarian sebuah nilai. Ia mengajarkan pentingnya memahami alur informasi dalam komposisi fungsi dan keterampilan untuk “membongkar” suatu proses matematis untuk menemukan komponen penyusunnya. Penguasaan terhadap konsep ini menjadi fondasi yang kokoh untuk menyelesaikan masalah-masalah matematika yang lebih kompleks di tingkat lanjut, sekaligus melatih ketelitian dan pola pikir logis yang berguna dalam berbagai disiplin ilmu.

Detail FAQ

Apakah fungsi g(x) yang ditemukan untuk soal ini selalu unik?

Untuk kasus ini, dengan f(x) = x – 3 yang merupakan fungsi linear, proses penyelesaian menghasilkan g(x) = x²
-2x + 1 yang merupakan satu fungsi eksplisit. Namun, secara umum, bentuk g(x) bisa tidak unik tergantung pada sifat fungsi f(x). Jika f(x) bukan fungsi satu-satu (misalnya kuadrat), maka mungkin ada lebih dari satu kemungkinan g(x).

Bagaimana jika yang diketahui adalah (g∘f)(x) dan g(x), lalu diminta mencari f(2)?

Prinsipnya sama, tetapi urutan operasi dibalik. Kita akan menyelesaikan persamaan g(f(x)) = [ekspresi] untuk mencari f(x). Langkah-langkah aljabar yang digunakan akan menyesuaikan dengan bentuk fungsi g(x) yang diketahui.

Apakah metode ini bisa digunakan jika f(x) bukan fungsi linear sederhana?

Bisa, tetapi proses aljabarnya mungkin lebih rumit. Inti metodenya tetap: menuliskan persamaan f(g(x)) = [ekspresi], lalu melakukan operasi invers atau manipulasi aljabar untuk mengisolasi g(x). Kesulitan teknis akan bergantung pada kompleksitas fungsi f(x).

Mengapa kita tidak bisa langsung substitusi x=2 ke dalam (f∘g)(x) untuk mencari g(2)?

Karena (f∘g)(2) = f(g(2)). Kita hanya tahu hasil akhir dari f(g(2)) jika mensubstitusi x=2 ke x²-2x-2, yaitu -2. Namun, tanpa tahu bentuk f dan g secara terpisah, kita tidak bisa langsung menarik nilai g(2) dari persamaan -2 = g(2)
-3. Kita perlu mengetahui bentuk umum g(x) terlebih dahulu atau setidaknya hubungan eksplisitnya.

BACA JUGA  Menentukan Suku Pertama Barisan 101 Bilangan Genap Berjumlah 14342

Leave a Comment