Menentukan Titik pada Sumbu X yang Jaraknya Sama ke A(-5,7) dan B(6,8)

Menentukan Titik pada Sumbu X yang Jaraknya Sama ke A(-5,7) dan B(6,8) terdengar seperti teka-teki geometris yang klasik, bukan? Bayangkan kamu sedang mencari sebuah posisi istimewa di sepanjang garis horizon (sumbu X) yang membuat dua bintang di langit, si A dan si B, terasa sama dekatnya. Ini bukan sekadar hitung-hitungan biasa, melainkan petualangan kecil di bidang Kartesius di mana logika dan aljabar bersatu untuk mengungkap sebuah titik rahasia.

Mari kita telusuri bersama bagaimana konsep kesetaraan jarak ini bisa diterjemahkan ke dalam bahasa matematika yang elegan dan solutif.

Pada dasarnya, kita sedang berburu titik P(x, 0) yang bersembunyi di sumbu X. Syaratnya spesial: jarak dari P ke A(-5,7) harus persis sama dengan jaraknya ke B(6,8). Dengan memanfaatkan rumus jarak antar titik yang legendaris, kita akan menyusun sebuah persamaan. Proses menyederhanakannya bakal mengungkap nilai-nilai x ajaib yang memenuhi syarat itu. Hasilnya nanti akan memberikan kita pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan geometris antara titik-titik tersebut, sekaligus melatih intuisi spasial kita.

Konsep Dasar dan Pendahuluan

Dalam geometri koordinat, mencari titik yang berjarak sama dari dua titik tertentu adalah upaya menemukan titik yang bersikap adil, tepat di tengah-tengah dari segi jarak. Kumpulan semua titik yang memenuhi syarat ini membentuk suatu garis lurus yang sangat spesifik, yaitu garis sumbu (perpendicular bisector) dari ruas garis yang menghubungkan kedua titik tersebut. Kali ini, kita membatasi pencarian hanya pada titik-titik yang berada di sumbu X, yang berarti ordinat atau koordinat y-nya pasti bernilai nol.

Landasan dari semua perhitungan ini adalah rumus jarak antara dua titik, yang merupakan penerapan langsung teorema Pythagoras. Jika kita memiliki dua titik, misalnya titik A dengan koordinat (x₁, y₁) dan titik P dengan koordinat (x₂, y₂), maka jarak antara keduanya dinyatakan dengan rumus: √[(x₂
-x₁)² + (y₂
-y₁)²]. Rumus ini akan menjadi senjata utama kita untuk merumuskan persamaan.

Bayangkan bidang kartesius. Titik A(-5,7) berada jauh di kiri atas, tepatnya di kuadran II. Sementara titik B(6,8) terletak di kuadran I, agak ke kanan dan sedikit lebih tinggi. Garis sumbu dari ruas garis AB akan memotong sumbu X di suatu titik. Visualisasinya, titik potong itu adalah tempat di mana seseorang yang berdiri tepat di atas garis horizon (sumbu X) akan merasa bahwa jaraknya ke menara A dan menara B adalah sama persis.

BACA JUGA  Truck Ban Slashes Manila Port Trips Causes Cargo Backlog Guncang Rantai Pasok
Objek Koordinat Letak Kuadran Jarak ke Sumbu X
Titik A (-5, 7) Kuadran II 7 satuan
Titik B (6, 8) Kuadran I 8 satuan
Titik P (yang dicari) (x, 0) Tepat di sumbu X 0 satuan

Merumuskan Persamaan Matematika

Kita ingin mencari titik P(x, 0) pada sumbu X sedemikian sehingga jarak PA sama dengan jarak PB. Dengan menggunakan rumus jarak, kita dapat menyusun persamaan yang menyatakan kesamaan ini. Langkah-langkah aljabar berikut akan membawa kita dari pernyataan verbal menuju solusi numerik yang konkret.

Penyusunan dan Penyederhanaan Persamaan

Persamaan dasarnya adalah PA = PB. Karena jarak selalu positif, kita bisa mengkuadratkan kedua ruas untuk menghilangkan tanda akar, sehingga mempermudah perhitungan. Berikut adalah proses aljabar lengkapnya.

√[(x – (-5))² + (0 – 7)²] = √[(x – 6)² + (0 – 8)²]

(x + 5)² + (-7)² = (x – 6)² + (-8)²

x² + 10x + 25 + 49 = x² – 12x + 36 + 64

x² + 10x + 74 = x² – 12x + 100

x + 74 = -12x + 100

x + 12x = 100 – 74

– x = 26

x = 26/22 = 13/11

Proses di atas menunjukkan bahwa hanya ada satu nilai x yang memenuhi, yaitu x = 13/11 atau sekitar 1.182. Ini berarti hanya ada satu titik pada sumbu X yang berjarak sama ke titik A dan B, yaitu titik P(13/11, 0).

Verifikasi Solusi dan Interpretasi Hasil

Setelah menemukan solusi, penting untuk memastikan kebenarannya dengan menghitung ulang jaraknya. Selain itu, memahami posisi titik solusi relatif terhadap titik A dan B memberikan wawasan geometris yang lebih dalam.

Bukti Perhitungan Jarak

Mari kita hitung jarak dari P(13/11, 0) ke titik A(-5,7) dan B(6,8).

PA = √[(13/11 – (-5))² + (0 – 7)²] = √[(13/11 + 55/11)² + 49] = √[(68/11)² + 49] = √[4624/121 + 5929/121] = √[10553/121] ≈ √87.215 ≈ 9.339

PB = √[(13/11 – 6)² + (0 – 8)²] = √[(13/11 – 66/11)² + 64] = √[(-53/11)² + 64] = √[2809/121 + 7744/121] = √[10553/121] ≈ 9.339

Terbukti bahwa PA = PB. Nilai yang sama ini membenarkan bahwa solusi kita akurat.

Mencari titik di sumbu X yang berjarak sama dari A(-5,7) dan B(6,8) itu seperti menemukan titik tengah yang adil dalam geometri koordinat. Proses perhitungannya melibatkan rumus jarak dan aljabar yang sistematis. Nah, konsep ketelitian dalam menghitung ini juga sangat berguna ketika kamu harus Tentukan Besar Sudut Gambar Ini dalam berbagai soal geometri. Kemampuan analitis yang sama, yaitu memahami hubungan antar titik, akhirnya membawamu pada solusi tepat untuk koordinat titik X yang dimaksud.

Sifat Titik Solusi dan Posisinya, Menentukan Titik pada Sumbu X yang Jaraknya Sama ke A(-5,7) dan B(6,8)

Titik P(13/11, 0) memiliki beberapa karakteristik menarik dalam kaitannya dengan segmen garis AB.

  • Titik P bukanlah titik tengah dari ruas garis AB. Titik tengah AB adalah (0.5, 7.5).
  • Titik P merupakan titik potong antara garis sumbu (perpendicular bisector) dari AB dengan sumbu X.
  • Karena hanya ada satu solusi, berarti garis sumbu tersebut hanya memotong sumbu X di satu titik saja, tidak berpotongan kedua kalinya.
  • Posisi titik P lebih dekat secara horizontal ke titik B (yang di x=6) dibandingkan ke titik A (yang di x=-5), karena ordinat A dan B berbeda. Perbedaan ketinggian ini “menarik” lokasi titik adil tersebut.
BACA JUGA  Pendapat tentang Pembangunan PLTN untuk Memeratakan Kebutuhan Listrik Nasional Solusi Kontroversial

Pembahasan Kasus Khusus dan Variasi: Menentukan Titik Pada Sumbu X Yang Jaraknya Sama Ke A(-5,7) Dan B(6,8)

Tidak semua pasangan titik A dan B akan menghasilkan solusi pada sumbu X. Eksistensi dan jumlah solusi sangat bergantung pada posisi kedua titik relatif terhadap sumbu X. Mari kita eksplorasi beberapa skenario.

Kondisi Jumlah Solusi

Jika titik A dan B memiliki ordinat (y) yang sama dan berlawanan tanda, maka garis sumbunya akan sejajar dengan sumbu Y dan mungkin tidak berpotongan dengan sumbu X. Jika ordinatnya sama dan nilainya bukan nol, garis sumbunya sejajar sumbu X dan akan berpotongan di satu titik jika titik tengah AB tidak tepat di sumbu Y. Kasus yang paling umum, seperti pada soal kita, di mana y_A ≠ y_B, biasanya menghasilkan satu titik potong, kecuali dalam konfigurasi simetris tertentu.

Titik A Titik B Solusi pada Sumbu X Keterangan
(2, 3) (2, -3) Tidak ada Garis sumbu adalah garis x=2 (sejajar sumbu Y), tidak memotong sumbu X.
(1, 5) (9, 5) x = 5 Garis sumbu adalah garis y=5 (sejajar sumbu X), hanya berpotongan jika diperpanjang, sebenarnya tidak karena y=5 ≠ 0. Perhitungan akan menunjukkan kontradiksi.
(-4, 2) (6, 8) Satu solusi Kasus umum, mirip dengan contoh utama.
(-a, b) (a, b) x = 0 Titik tengah di (0,b). Garis sumbu adalah sumbu Y (x=0). Berpotongan dengan sumbu X di (0,0) hanya jika b≠0.

Variasi Pencarian pada Sumbu Y

Prosedurnya serupa jika titik yang dicari berada di sumbu Y, yaitu berbentuk (0, y). Persamaannya menjadi: √[(0 – x_A)² + (y – y_A)²] = √[(0 – x_B)² + (y – y_B)²]. Setelah mengkuadratkan dan menyederhanakan, kita akan mendapatkan persamaan linear atau kuadrat dalam variabel y, yang dapat diselesaikan dengan cara yang sama.

Aplikasi dan Contoh Soal Terkait

Konsep ini bukan hanya latihan aljabar belaka. Ia memiliki penerapan dalam menentukan titik tengah virtual, analisis lokasi, dan dasar untuk konsep geometri yang lebih kompleks seperti lingkaran dan elips.

Contoh Soal Latihan

Berikut tiga soal dengan tingkat kesulitan berbeda untuk mengasah pemahaman.

  1. Mudah: Tentukan titik pada sumbu X yang berjarak sama dari titik C(3,0) dan D(11,0).
  2. Sedang: Carilah titik pada sumbu Y yang berjarak sama dari titik E(-1, 2) dan F(4, 10).
  3. Menantang: Diketahui titik G(2, -3) dan H(-4, 5). Tentukan koordinat titik pada garis y = 1 yang berjarak sama dari titik G dan H.

Prosedur Penyelesaian Sistematis

Mari kita selesaikan contoh soal nomor 2 (tingkat sedang) dengan langkah-langkah terstruktur.

  1. Definisikan Titik yang Dicari: Karena pada sumbu Y, titik tersebut berbentuk Q(0, y).
  2. Susun Persamaan Jarak: Jarak QE = Jarak QF.√[(0 – (-1))² + (y – 2)²] = √[(0 – 4)² + (y – 10)²]
  3. Kuadratkan dan Sederhanakan:(1)² + (y – 2)² = (-4)² + (y – 10)²
    • + y²
    • 4y + 4 = 16 + y²
    • 20y + 100

    • 4y + 5 = y²
    • 20y + 116
  4. Selesaikan Persamaan Linear:
    • 4y + 5 = -20y + 116
    • y = 111

    y = 111/16

  5. Tulis Solusi: Titik yang dicari adalah Q(0, 111/16).

Kaitan dengan Garis Sumbu dan Aplikasi Nyata

Secara umum, solusi dari masalah “titik yang berjarak sama dari A dan B” adalah semua titik yang terletak pada garis sumbu ruas garis AB. Membatasi pencarian pada sumbu X atau Y hanyalah mencari perpotongan garis sumbu tersebut dengan sumbu-sumbu koordinat. Dalam kehidupan nyata, konsep ini dapat dimodelkan untuk mencari lokasi pos pemadam kebakaran yang ideal antara dua permukiman, atau menentukan titik di sepanjang jalan lurus (sumbu X) yang berjarak sama dari dua bangunan penting, sehingga akses menuju keduanya menjadi setara.

Ringkasan Akhir

Jadi, setelah melalui proses aljabar dan verifikasi, kita berhasil menemukan titik-titik di sumbu X yang menjadi ‘penengah’ jarak antara A(-5,7) dan B(6,8). Perjalanan ini menunjukkan betapa matematika koordinat mampu memberikan jawaban yang pasti dan elegan untuk pertanyaan spasial seperti ini. Konsep ini tidak berhenti di sini; ia adalah fondasi untuk memahami garis sumbu (perpendicular bisector) dan banyak aplikasi praktis lainnya, seperti mencari titik yang seimbang antara dua lokasi.

Selalu menarik untuk dilihat bahwa dari sebuah pertanyaan sederhana, kita bisa menggali pola, rumus, dan interpretasi yang sangat powerful.

FAQ dan Informasi Bermanfaat

Apakah jawaban untuk soal ini selalu ada?

Tidak selalu. Jika kedua titik A dan B memiliki ordinat (y) yang sama dan absis (x) yang sama pula, maka semua titik di sumbu X memiliki jarak yang berbeda, kecuali dalam kasus khusus yang menghasilkan tak hingga solusi atau tidak ada solusi sama sekali. Eksistensi solusi bergantung pada posisi relatif titik A dan B.

Mengapa kita mengkuadratkan kedua sisi saat menggunakan rumus jarak?

Mengkuadratkan dilakukan untuk menghilangkan akar kuadrat dalam rumus jarak. Ini menyederhanakan persamaan menjadi bentuk aljabar polinomial (biasanya kuadrat) yang jauh lebih mudah untuk diselesaikan dan dimanipulasi daripada berurusan dengan bentuk akar.

Bisakah metode ini digunakan untuk mencari titik di sumbu Y?

Tentu bisa! Prinsipnya persis sama. Jika mencari titik Q(0, y) di sumbu Y, kita tetap menggunakan rumus jarak dengan syarat jarak QA = QB. Variabel yang tidak diketahui berubah dari x menjadi y, dan proses aljabar yang serupa akan diterapkan untuk menyelesaikan nilai y.

Menentukan titik pada sumbu X yang berjarak sama dari A(-5,7) dan B(6,8) itu seru lho, seperti teka-teki geometri yang butuh ketelitian dalam perhitungan. Nah, soal hitungan detail seperti ini mengingatkanku pada pentingnya presisi, mirip seperti saat kamu perlu Hitung 450.000 × 2/3 × 100.000 untuk keperluan finansial atau proyek. Setelah angka-angka besar itu terkuak, kembali ke soal kita: dengan rumus jarak yang tepat, titik X yang dicapai pasti akan membawa kepuasan tersendiri, lho!

Apa hubungannya dengan perpendicular bisector?

Titik yang kita cari sebenarnya adalah bagian dari garis perpendicular bisector (garis sumbu) ruas AB. Garis tersebut adalah garis yang tegak lurus dan membagi dua ruas garis AB. Titik-titik pada sumbu X yang kita temukan adalah perpotongan antara garis sumbu tersebut dengan sumbu X. Jika kita mencari semua titik yang berjarak sama, maka akan terbentuk garis lurus itulah perpendicular bisector-nya.

Bagaimana jika titik A dan B sama-sama berada di sumbu X?

Jika A dan B sama-sama di sumbu X (misal A(a,0) dan B(b,0)), maka titik yang berjarak sama di sumbu X adalah titik tengah antara a dan b. Proses aljabar akan menghasilkan persamaan linear, bukan kuadrat, yang solusinya adalah x = (a+b)/2.

BACA JUGA  Pembagian Warisan 9 Miliar untuk Istri Ibu 2 Anak Perempuan 1 Anak Laki-Laki

Leave a Comment