Menghitung Panjang BC Segitiga ABC AC 10 cm Sudut A 30 dan B 45 Derajat

Menghitung Panjang BC pada Segitiga ABC dengan AC = 10 cm, ∠B = 45°, ∠A = 30° – Menghitung Panjang BC pada Segitiga ABC dengan AC = 10 cm, ∠B = 45°, ∠A = 30° adalah sebuah teka-teki geometri yang menarik untuk dipecahkan. Soal ini mengajak kita untuk menjelajahi hubungan harmonis antara sudut dan sisi dalam sebuah bangun datar, di mana informasi yang tampaknya terbatas justru dapat mengungkap misteri panjang sisi yang belum diketahui. Dengan pendekatan yang tepat, segitiga akan bercerita tentang proporsinya sendiri.

Mengandalkan prinsip dasar trigonometri, khususnya Hukum Sinus, perhitungan ini menjadi contoh sempurna bagaimana matematika bekerja secara elegan dan sistematis. Dari dua sudut dan satu sisi yang diketahui, kita dapat melangkah secara logis untuk menemukan panjang sisi BC, mengubah angka-angka menjadi sebuah solusi yang konkret dan memuaskan.

Konsep Dasar Segitiga dan Hukum Sinus

Segitiga adalah bangun datar paling sederhana yang terdiri dari tiga sisi dan tiga sudut. Berdasarkan sudutnya, segitiga dibagi menjadi lancip (semua sudut < 90°), siku-siku (satu sudut 90°), dan tumpul (satu sudut > 90°). Berdasarkan sisinya, ada segitiga sama sisi, sama kaki, dan sembarang. Soal yang melibatkan dua sudut dan satu sisi, seperti dalam kasus kita, seringkali diselesaikan dengan sebuah aturan fundamental dalam trigonometri: Hukum Sinus.

Hukum Sinus menyatakan bahwa dalam segitiga mana pun, perbandingan panjang sisi dengan sinus sudut di hadapannya adalah konstan untuk ketiga sisi. Aturan ini menjadi jembatan yang menghubungkan sisi dan sudut, sangat berguna ketika kita tidak berhadapan dengan segitiga siku-siku. Untuk melengkapi pemahaman, berikut beberapa rumus penting terkait segitiga.

Rumus-Rumus Penting dalam Segitiga

Selain Hukum Sinus, terdapat beberapa aturan lain yang sering digunakan untuk menganalisis segitiga. Masing-masing memiliki kondisi penerapan yang berbeda-beda. Tabel berikut merangkum empat rumus kunci tersebut.

Nama Rumus Rumus Kegunaan Utama
Hukum Sinus a/sin A = b/sin B = c/sin C Mencari sisi dari dua sudut dan satu sisi, atau sudut dari dua sisi dan satu sudut di hadapan.
Hukum Cosinus c² = a² + b²

2ab cos C

Mencari sisi dari dua sisi dan sudut apitnya, atau sudut dari tiga sisi.
Jumlah Sudut ∠A + ∠B + ∠C = 180° Mencari sudut ketiga jika dua sudut lainnya diketahui.
Aturan Sudut Sudut terbesar berhadapan dengan sisi terpanjang, dan sebaliknya. Mengidentifikasi hubungan antara sisi dan sudut secara kualitatif.

Analisis Soal Segitiga ABC

Mari kita fokuskan pada soal spesifik: menghitung panjang BC pada segitiga ABC dengan AC = 10 cm, ∠B = 45°, dan ∠A = 30°. Langkah pertama dalam menyelesaikan masalah geometri adalah mengidentifikasi semua informasi yang diberikan dan yang ditanyakan dengan cermat. Kemudian, kita perlu menemukan informasi yang hilang agar dapat menerapkan rumus yang tepat.

Unsur yang Diketahui dan Ditanyakan

Dari soal, kita dapat mengumpulkan data sebagai berikut. Sisi AC yang panjangnya 10 cm berada di hadapan sudut B. Sudut A sebesar 30° berhadapan dengan sisi BC yang justru ingin kita cari. Sudut B sebesar 45° berhadapan dengan sisi AC. Unsur yang belum diketahui adalah besar sudut C dan panjang sisi BC (sisi a, jika kita mengikuti penamaan standar dimana sisi a di hadapan sudut A, sisi b di hadapan sudut B, dan sisi c di hadapan sudut C).

Menghitung Sudut C

Karena jumlah sudut dalam segitiga selalu 180°, kita dapat dengan mudah menemukan sudut C. Perhitungannya sederhana dan menjadi kunci untuk melanjutkan penyelesaian.

∠C = 180°

  • (∠A + ∠B) = 180°
  • (30° + 45°) = 180°
  • 75° = 105°.

Ilustrasi Deskriptif Segitiga ABC

Bayangkan sebuah segitiga sembarang yang dinamai ABC. Titik A berada di sudut kiri bawah, titik B di sudut kanan bawah, dan titik C di puncak. Sisi yang menghubungkan A dan B adalah sisi c (panjangnya belum diketahui). Sisi dari B ke C adalah sisi a (panjang BC yang akan kita hitung). Sisi dari A ke C adalah sisi b, dengan panjang 10 cm.

Di titik A, terdapat sudut sebesar 30°. Di titik B, sudutnya 45°. Dan di titik C, sudutnya adalah 105°, yang merupakan sudut terbesar dan akan berhadapan dengan sisi terpanjang nantinya.

Penyelesaian Menggunakan Hukum Sinus

Dengan semua unsur yang telah lengkap, saatnya menerapkan Hukum Sinus. Kita tahu sisi b (AC = 10 cm) dan sudut B (45°), serta kita ingin mencari sisi a (BC) yang berhadapan dengan sudut A (30°). Kita juga sudah mengetahui sudut C, yang memberikan kita opsi perbandingan lain.

Menghitung panjang sisi BC pada segitiga ABC dengan data sudut dan sisi yang diketahui memerlukan penerapan aturan sinus, sebuah konsep matematika yang presisi. Ketepatan dalam perhitungan mirip dengan memahami perbedaan mendasar antara Sifat Larutan NaCl 0,1 M dibandingkan Air Murni , di mana sifat koligatif larutan garam berbeda dari pelarut murninya. Dengan demikian, setelah memahami prinsip-prinsip dasar seperti dalam kimia tersebut, kita bisa lebih fokus dan teliti dalam menyelesaikan perhitungan panjang BC menggunakan rumus geometri yang tepat.

Langkah Perhitungan Utama

Berikut adalah penerapan Hukum Sinus secara sistematis untuk menemukan panjang BC.

  1. Tuliskan perbandingan Hukum Sinus yang menghubungkan sisi dan sudut yang kita ketahui dengan yang ingin kita cari: BC / sin A = AC / sin B.
  2. Substitusikan nilai-nilai yang diketahui ke dalam persamaan: BC / sin 30° = 10 / sin 45°.
  3. Hitung nilai sinus dari sudut yang diketahui: sin 30° = 1/2 = 0.5 dan sin 45° = √2/2 ≈ 0.7071.
  4. Kalikan silang untuk menyelesaikan persamaan: BC = (10

    sin 30°) / sin 45°.

  5. Lakukan operasi hitung: BC = (10 – 0.5) / 0.7071 ≈ 5 / 0.7071 ≈ 7.07.

Jadi, panjang sisi BC kira-kira 7.07 cm. Untuk hasil yang lebih elegan dalam bentuk akar, kita pertahankan bentuk pecahan: BC = (10
– ½) / (√2/2) = 5
– (2/√2) = 10/√2 = 5√2 cm.

Penyelesaian Alternatif, Menghitung Panjang BC pada Segitiga ABC dengan AC = 10 cm, ∠B = 45°, ∠A = 30°

Kita juga bisa menggunakan pasangan sisi dan sudut lain. Misalnya, kita bisa membandingkan sisi AC dengan sudut B dan sisi AB (yang belum diketahui) dengan sudut C. Namun, karena AB juga tidak diketahui, ini kurang langsung. Cara yang lebih menarik adalah menggunakan perbandingan yang melibatkan sudut C setelah kita mengetahuinya: BC / sin A = AB / sin C = AC / sin B.

Intinya, inti dari Hukum Sinus adalah ketiga rasio itu sama, sehingga kita bisa memilih pasangan mana pun yang paling memudahkan.

Menghitung panjang BC pada segitiga ABC dengan AC = 10 cm dan sudut tertentu memerlukan ketelitian analitis, mirip seperti ketika para ahli laboratorium harus menginterpretasi hasil Analisis Penyakit Berdasarkan Reaksi Merah Bata pada Uji Benedict untuk diagnosis. Keduanya mengandalkan data dan rumus yang tepat. Kembali ke segitiga, dengan aturan sinus, panjang sisi BC akhirnya dapat ditemukan secara akurat.

Prosedur dan Visualisasi Penyelesaian

Berdasarkan langkah-langkah di atas, kita dapat merancang sebuah prosedur umum yang dapat diterapkan untuk soal-soal serupa. Prosedur ini membantu dalam mengorganisir pikiran dan meminimalisir kesalahan.

Prosedur Sistematis Menyelesaikan Soal Hukum Sinus

  1. Identifikasi dan Label: Tentukan semua sisi dan sudut yang diketahui serta yang ditanyakan. Beri label standar (A, B, C untuk sudut dan a, b, c untuk sisi di hadapannya).
  2. Cari Unsur yang Hilang: Gunakan aturan jumlah sudut (180°) untuk mencari sudut yang belum diketahui jika memungkinkan.
  3. Pilih Perbandingan: Pilih dua rasio dari Hukum Sinus yang mencakup satu unsur yang diketahui dan satu yang ingin dicari.
  4. Substitusi dan Hitung: Substitusikan nilai-nilai ke dalam persamaan dan selesaikan untuk variabel yang tidak diketahui.
  5. Evaluasi: Periksa apakah hasil masuk akal (misalnya, sisi terpanjang berhadapan dengan sudut terbesar).

Tips Penting Penerapan Hukum Sinus: Pastikan kalkulator dalam mode derajat (degree), bukan radian. Selalu gunakan sudut yang berhadapan langsung dengan sisi yang bersangkutan dalam perbandingan. Jika mencari sudut, ingat bahwa sinus suatu sudut dan sinus suplemennya (180°
-sudut) bernilai sama, sehingga mungkin ada dua kemungkinan solusi (kasus ambiguitas).

Alur Informasi dari Soal ke Solusi

Proses berpikir dimulai dari membaca soal. Informasi tekstual “AC = 10 cm, ∠B = 45°, ∠A = 30°” diterjemahkan ke dalam diagram mental atau tulisan. Dari diagram, terlihat pola “sisi dan sudut di hadapannya” yang mengarah ke Hukum Sinus. Kekurangan satu sudut (C) segera dilengkapi dengan aturan jumlah sudut. Kemudian, otak memilih jalur perbandingan yang paling efisien, yaitu membandingkan sisi AC (diketahui) dengan sin B (diketahui) dan sisi BC (ditanya) dengan sin A (diketahui).

Persamaan dibentuk, disubstitusi, dan disederhanakan hingga menghasilkan angka akhir.

Penerapan Hukum Sinus pada Variasi Soal

Kekuatan Hukum Sinus tidak terbatas pada mencari sisi dari dua sudut dan satu sisi. Aturan ini juga dapat digunakan dalam konfigurasi lain, meskipun perlu kewaspadaan terhadap kemungkinan jawaban ganda dalam kasus tertentu.

Contoh Variasi Soal dan Pendekatannya

Berikut adalah beberapa variasi soal yang dapat dihadapi beserta strategi penyelesaiannya.

Contoh Soal Variasi Unsur Diketahui Rumus yang Digunakan Hasil Dicari
Diketahui a=8, b=6, ∠A=60° Dua sisi dan satu sudut di hadapan sisi yang lebih panjang (a) Hukum Sinus: cari sin B, lalu sudut B dan C. Panjang sisi c dan besar sudut B, C.
Diketahui a=5, b=7, ∠B=40° Dua sisi dan satu sudut di hadapan sisi yang lebih pendek (a) Hukum Sinus: hati-hati kemungkinan dua solusi (ambiguitas). Sudut A (mungkin dua nilai) dan sisi c.
Diketahui ∠A=50°, ∠C=70°, b=12 Dua sudut dan satu sisi di antara mereka Jumlah sudut cari sudut B, lalu Hukum Sinus. Panjang sisi a dan c.

Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain lupa mengonversi kalkulator ke mode derajat, sehingga perhitungan sinus menjadi salah. Kesalahan lain adalah menggunakan sisi dan sudut yang tidak berhadapan dalam perbandingan Hukum Sinus. Selain itu, dalam kasus mencari sudut, siswa sering lupa memeriksa kemungkinan solusi kedua (sudut suplemen) ketika menggunakan fungsi arcsin. Cara menghindarinya adalah dengan selalu menggambar diagram sederhana, menuliskan label dengan rapi, dan melakukan pengecekan akhir apakah sisi terpanjang benar-benar berhadapan dengan sudut terbesar di hasil perhitungan kita.

Latihan Soal dan Pembahasan: Menghitung Panjang BC Pada Segitiga ABC Dengan AC = 10 cm, ∠B = 45°, ∠A = 30°

Untuk mengasah pemahaman, cobalah selesaikan dua soal latihan berikut. Soal pertama mirip dengan contoh utama, sedangkan soal kedua menambahkan sedikit variasi.

Soal Latihan 1

Menghitung Panjang BC pada Segitiga ABC dengan AC = 10 cm, ∠B = 45°, ∠A = 30°

Source: googleapis.com

Menghitung panjang BC pada segitiga ABC dengan AC=10 cm, ∠B=45°, dan ∠A=30° memerlukan penerapan aturan sinus, mirip cara sistematis dalam sains. Proses ini punya logika berurutan seperti Transkripsi DNA 5’GCCATCAAGC3’ menjadi urutan RNA yang mengubah informasi genetik. Kembali ke segitiga, setelah menghitung sudut C, rumus sinus memberikan panjang sisi BC secara pasti dan akurat.

Pada segitiga PQR, diketahui panjang sisi QR = 15 cm, ∠P = 60°, dan ∠Q = 45°. Hitunglah panjang sisi PR.

  • Pembahasan Kunci: Cari dulu ∠R = 180°
    -(60°+45°) = 75°. Sisi QR (panjang 15) berhadapan dengan ∠P (60°). Sisi PR (yang ditanya) berhadapan dengan ∠Q (45°). Gunakan Hukum Sinus: PR / sin 45° = 15 / sin 60°. Hasilnya: PR ≈ (15
    – 0.7071) / 0.8660 ≈ 12.25 cm.

Soal Latihan 2

Dalam segitiga KLM, sisi KL = 8 cm, sisi LM = 10 cm, dan ∠K = 30°. Tentukan besar ∠M (dua kemungkinan solusi).

  • Pembahasan Kunci: Ini adalah kasus ambiguitas. Sisi di hadapan ∠K adalah LM (10 cm). Gunakan Hukum Sinus untuk mencari sin M: sin M = (LM
    – sin K) / KL = (10
    – sin 30°)/8 = (10*0.5)/8 = 0.625. Maka, ∠M₁ = arcsin(0.625) ≈ 38.68°. Sudut suplemennya, ∠M₂ = 180°
    -38.68° = 141.32°, juga memungkinkan karena jumlah sudut dalam segitiga masih mungkin kurang dari 180°.

Modifikasi Soal Utama

Jika soal awal kita ubah yang ditanyakan menjadi panjang sisi AB, prosesnya tetap sama. Kita akan menggunakan perbandingan: AB / sin C = AC / sin B. Dengan sin C = sin 105° ≈ 0.9659, maka AB ≈ (10
– 0.9659) / 0.7071 ≈ 13.66 cm. Jika yang ditanyakan adalah besar sudut C sejak awal, kita langsung gunakan aturan jumlah sudut: ∠C = 180°
-(30° + 45°) = 105°.

Pemungkas

Dengan demikian, perjalanan untuk menemukan panjang sisi BC telah berhasil dilakukan. Proses ini bukan sekadar substitusi angka ke dalam rumus, melainkan sebuah penerapan logika yang menunjukkan keindahan matematika dalam menyederhanakan kompleksitas. Pemahaman tentang Hukum Sinus yang didapat dari sini dapat menjadi bekal berharga untuk mengatasi berbagai variasi soal geometri lainnya, membuktikan bahwa setiap segitiga menyimpan cerita yang bisa diurai jika kita tahu caranya.

Daftar Pertanyaan Populer

Apakah hasil perhitungan panjang BC akan berubah jika segitiganya digambar dalam posisi yang berbeda?

Tidak. Panjang sisi adalah sifat mutlak segitiga. Selama besar sudut A, B, dan sisi AC tetap 30°, 45°, dan 10 cm, panjang sisi BC akan selalu sama, terlepas dari bagaimana segitiga itu diputar atau direfleksikan.

Bisakah soal ini diselesaikan dengan Hukum Cosinus?

Secara teori bisa, tetapi tidak langsung. Hukum Cosinus memerlukan pengetahuan dua sisi dan sudut di antara mereka, atau tiga sisi. Untuk menggunakan Hukum Cosinus di sini, kita harus mencari sisi AB terlebih dahulu menggunakan Hukum Sinus, sehingga Hukum Sinus tetap menjadi metode yang lebih efisien dan langsung.

Mengapa harus menghitung sudut C terlebih dahulu?

Karena Hukum Sinus membandingkan perbandingan sisi dengan sinus sudut di hadapannya. Untuk mencari sisi BC (yang berhadapan dengan sudut A), kita memerlukan pasangan perbandingan lain yang lengkap, yaitu sisi AC (diketahui 10 cm) dan sudut di hadapannya, yaitu sudut B. Namun, sudut B sudah diketahui. Perhitungan sudut C (sebesar 105°) lebih untuk memastikan kebenaran data dan memenuhi aturan jumlah sudut dalam segitiga.

Bagaimana jika yang diketahui adalah panjang BC dan sudut A, lalu yang ditanya panjang AC?

Prinsipnya tetap sama. Anda tetap menggunakan Hukum Sinus. Rumus yang digunakan akan berubah penempatan unsurnya menjadi AC / sin(B) = BC / sin(A), lalu Anda menyelesaikan untuk mencari AC. Kuncinya adalah menyusun pasangan sisi dan sudut yang berhadapan dengan benar.

BACA JUGA  Luas Segitiga FCD pada Persegi Sisi 2 cm dengan Sudut 60°

Leave a Comment