Penyakit Mamae Aberans: Penyebab dan Cara Penyembuhan Operasi mungkin terdengar asing di telinga, tapi tenang, kita akan kupas tuntas biar kamu nggak cuma bisa ngomonginnya, tapi juga paham betul apa yang terjadi. Bayangkan ada sedikit “tamu tak diundang” di area payudara, bukan tumor ganas yang serem, tapi jaringan yang tumbuh di tempat yang kurang tepat. Nah, kondisi ini sering bikin bingung karena gejalanya bisa mirip dengan kelainan payudara lain, makanya pemahaman yang jelas dari awal itu penting banget.
Pada dasarnya, penyakit ini melibatkan adanya jaringan payudara yang tumbuh di luar lokasi normalnya, seringnya di area ketiak atau sepanjang garis payudara menuju ketiak. Jaringan aberan ini tetap merespon perubahan hormonal layaknya payudara biasa, jadi bisa bengkak, nyeri, atau tidak nyaman terutama saat menjelang menstruasi atau kehamilan. Meski umumnya jinak, kehadirannya bisa mengganggu dan butuh penanganan yang tepat, salah satunya lewat jalur operasi.
Pengenalan dan Definisi Penyakit Mamae Aberans
Dalam dunia medis, istilah “aberan” merujuk pada sesuatu yang menyimpang dari tempatnya yang seharusnya. Nah, Penyakit Mamae Aberans ini secara sederhana adalah kondisi di mana ditemukan jaringan payudara yang letaknya tidak pada tempatnya alias “nyasar”. Jaringan ini biasanya adalah jaringan payudara normal (seperti kelenjar dan saluran susu), tetapi tumbuh di area di luar batas anatomis payudara yang utama.
Kondisi ini sering disalahartikan sebagai tumor atau kista biasa. Bedanya dengan kanker payudara, jaringan aberan ini jinak dan tidak ganas. Sementara, perbedaannya dengan fibroadenoma atau kista sederhana terletak pada lokasi tumbuhnya yang “salah tempat”. Jaringan ini bisa ditemukan mulai dari ketiak hingga area di dekat tulang selangka.
Karakteristik Utama Penyakit Mamae Aberans
Untuk mengenalinya, ada beberapa ciri khas yang membedakannya dari kelainan payudara lain. Pemahaman ini penting sebagai langkah awal kesadaran.
- Jaringan Jinak: Jaringan yang tumbuh bersifat jinak, bukan kanker. Komposisinya mirip dengan jaringan payudara normal.
- Lokasi Ektopik: Tumbuh di luar batas utama payudara, sering di sepanjang “garis susu” yang memanjang dari ketiak ke lipat paha.
- Responsif Terhadap Hormon: Jaringan ini dapat membengkak, menjadi nyeri, atau terasa lebih padat seiring dengan fluktuasi hormon, terutama saat menjelang menstruasi, hamil, atau menyusui.
- Dapat Bersifat Asimtomatik: Banyak kasus tidak menimbulkan gejala sama sekali dan ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan pencitraan.
Anatomi Payudara dan Lokasi Kelainan
Bayangkan payudara seperti sebuah pohon yang tumbuh di atas tanah. Akar-akarnya menyebar luas di dalam tanah. Analogi ini membantu memahami bagaimana jaringan payudara bisa ditemukan di area yang tak terduga.
Payudara normal terletak di atas otot pectoralis mayor, membentang dari tulang rusuk ke-2 hingga ke-6, dan dari tepi tulang dada hingga ke garis ketiak tengah. Komponen utamanya adalah lobus (kelenjar penghasil susu), duktus (saluran susu), jaringan lemak, dan jaringan ikat. Semua ini berkembang dari sebuah garis primitif saat embrio yang disebut “ridge susu” atau garis susu.
Lokasi Spesifik Jaringan Aberan
Jaringan aberan ini adalah sisa-sisa dari garis susu primitif tersebut yang tidak menghilang sempurna saat perkembangan janin. Lokasi paling umum ditemukannya adalah di daerah aksila atau ketiak. Namun, tidak menutup kemungkinan jaringan ini ditemukan di area lain seperti di bawah tulang selangka, di sepanjang dinding dada, dan sangat jarang, hingga di area vulva.
Lokasi ini sangat memengaruhi penanganan. Jaringan di ketiak, misalnya, lebih mudah terasa dan sering dikeluhkan karena gesekan dengan lengan. Sementara, lokasi yang lebih dalam mungkin baru terdeteksi melalui mammografi. Gejala nyeri atau pembengkakan yang terkait siklus hormon juga lebih mengganggu jika lokasinya di area yang sering bergerak atau mendapat tekanan.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab pasti Mamae Aberans masih menjadi bahan penelitian, tetapi para ahli sepakat bahwa akar permasalahannya berasal dari masa perkembangan janin. Faktor hormonal kemudian berperan sebagai pemicu yang membuat jaringan “tidur” ini aktif dan menimbulkan gejala.
Selama masa embrio, garis susu akan mengalami regresi dan menghilang, meninggalkan jaringan payudara hanya di dada. Pada beberapa individu, proses regresi ini tidak sempurna, sehingga meninggalkan sisa sel yang berpotensi tumbuh menjadi jaringan payudara fungsional di lokasi yang salah. Faktor genetik diduga kuat berperan, mengingat kondisi ini kadang ditemukan dalam beberapa anggota keluarga.
Faktor Hormonal dan Perkembangan Jaringan
Jaringan aberan ini memiliki reseptor terhadap hormon estrogen dan progesteron, persis seperti payudara biasa. Itulah mengapa gejalanya seringkali muncul atau memburuk pada fase-fase kehidupan yang ditandai perubahan hormon besar: pubertas, kehamilan, menyusui, dan terkadang saat terapi hormon. Hormon-hormon ini merangsang pertumbuhan dan pembengkakan jaringan, membuatnya terasa nyeri atau lebih jelas teraba.
Faktor Risiko Penyakit Mamae Aberans
Berikut adalah rangkuman faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang memiliki atau mengalami gejala dari jaringan mamae aberan.
| Faktor Risiko | Penjelasan |
|---|---|
| Jenis Kelamin Perempuan | Kondisi ini jauh lebih umum terjadi pada wanita karena hubungannya dengan perkembangan payudara dan fluktuasi hormon. |
| Riwayat Keluarga | Adanya anggota keluarga dengan kondisi serupa mengindikasikan kemungkinan faktor genetik atau keturunan. |
| Fluktuasi Hormon Besar | Kehamilan, menyusui, dan penggunaan terapi hormon substitusi dapat merangsang pertumbuhan jaringan yang sebelumnya tidak terasa. |
| Usia Reproduktif | Gejala paling sering muncul antara usia 20-40 tahun, saat kadar hormon seksual paling aktif. |
Gejala dan Tanda Klinis yang Muncul
Gejala Mamae Aberans sangat bervariasi, dari yang sama sekali tidak terasa hingga menimbulkan ketidaknyamanan yang signifikan. Seringkali, pasien justru khawatir karena meraba benjolan di tempat yang tidak biasa, seperti ketiak, dan mengira itu adalah sesuatu yang berbahaya.
Pada pemeriksaan fisik, dokter akan meraba area yang dikeluhkan. Benjolan akibat jaringan aberan ini biasanya memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dari benjolan lain seperti limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening) atau lipoma.
Gejala Subjektif yang Dirasakan Pasien
- Nyeri Siklis: Rasa nyeri, sakit, atau rasa penuh yang muncul dan hilang seiring siklus menstruasi. Intensitasnya bisa meningkat menjelang menstruasi dan mereda setelahnya.
- Pembengkakan: Area tertentu, seperti ketiak, terlihat membengkak atau lebih menonjol, terutama saat hormonal.
- Benjolan yang Teraba: Adanya massa lunak hingga kenyal yang dapat digerakkan, biasanya di area ketiak. Ukurannya bisa berubah-ubah.
- Rasa Tidak Nyaman: Sensasi tertekan atau tergesek akibat letak benjolan, misalnya saat mengenakan pakaian ketat atau menggerakkan lengan.
Tanda Objektif pada Pemeriksaan
Dokter mungkin menemukan massa dengan batas yang relatif tegas, konsistensi yang homogen (seragam), dan tidak melekat erat ke jaringan atau kulit di sekitarnya. Massa ini biasanya tidak menyebabkan perubahan pada kulit di atasnya, seperti kemerahan, penarikan, atau kulit jeruk. Deskripsi visualnya bisa seperti gumpalan jaringan lembut yang menempel di bawah kulit ketiak, mirip dengan bagian kecil payudara yang terpisah. Warna kulit di atasnya normal, tidak ada luka atau pori-pori yang membesar.
Metode Diagnosis dan Pemeriksaan Penunjang
Diagnosis Mamae Aberans tidak bisa hanya mengandalkan perabaan. Dibutuhkan pendekatan bertahap yang dimulai dari percakapan mendetail antara dokter dan pasien, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, dan dikonfirmasi melalui teknologi pencitraan serta biopsi. Tujuannya adalah untuk memastikan kejinakan jaringan dan menyingkirkan kemungkinan kondisi lain yang lebih serius.
Langkah pertama adalah anamnesis: dokter akan menanyakan riwayat keluhan, keterkaitannya dengan siklus haid, kehamilan, riwayat keluarga, dan penggunaan obat-obatan hormonal. Pemeriksaan fisik payudara dan area sekitarnya dilakukan untuk menilai karakteristik benjolan.
Perbandingan Metode Pencitraan
- Ultrasonografi (USG): Merupakan pilihan pertama yang sangat baik, terutama untuk wanita muda dengan jaringan payudara padat. Dapat membedakan antara kista padat dan cair, serta menunjukkan karakteristik jinak dari jaringan. Kelemahannya sangat bergantung pada keahlian operator.
- Mammografi: Dapat menunjukkan kepadatan jaringan yang mirip dengan payudara normal di lokasi yang tidak biasa. Namun, pada wanita muda dengan jaringan padat, sensitivitasnya mungkin lebih rendah. Berguna sebagai pemeriksaan dasar untuk membandingkan di masa depan.
- Magnetic Resonance Imaging (MRI): Memiliki akurasi sangat tinggi dan dapat memberikan gambaran detail tentang luasnya jaringan aberan, terutama jika diduga meluas. Namun, biayanya mahal dan tidak selalu tersedia. Sering digunakan pada kasus kompleks atau sebelum rencana operasi besar.
Poin Penting dalam Laporan Patologi Anatomi
Hasil biopsi adalah penentu diagnosis. Laporan patologi anatomi yang akurat harus mencakup:
- Konfirmasi adanya jaringan payudara normal (lobulus dan duktus) di lokasi di luar payudara.
- Penilaian ada tidaknya tanda-tanda keganasan atau perubahan pra-kanker (seperti hiperplasia atipik).
- Deskripsi jenis sel yang dominan dan aktivitas hormonalnya (dengan pewarnaan reseptor hormon).
- Status margin atau batas jaringan jika spesimen berasal dari operasi pengangkatan.
Indikasi dan Pertimbangan untuk Tindakan Operasi
Operasi pengangkatan jaringan aberan bukanlah prosedur yang otomatis dilakukan pada semua kasus. Keputusan untuk menjalani operasi adalah hasil diskusi matang antara pasien dan dokter bedah, dengan mempertimbangkan berbagai aspek klinis dan personal. Prinsipnya adalah menyeimbangkan antara manfaat yang didapat dan risiko prosedur.
Alasan utama rekomendasi operasi biasanya terkait dengan gejala yang mengganggu atau ketidaknyamanan yang signifikan. Selain itu, ketidakpastian diagnosis meski telah dilakukan biopsi juga dapat menjadi pertimbangan kuat.
Penyakit Mamae Aberans memang perlu penanganan serius, dari memahami penyebab hingga opsi penyembuhan operasi. Proses penyembuhan ini mirip seperti menghitung sesuatu dengan tepat, semisal Menghitung volume akhir larutan CaCl₂ 0,15 M 500 ml agar Cl⁻ 0,05 M yang butuh ketelitian. Nah, dengan ketelitian serupa, pemahaman mendalam soal Mamae Aberans akan membantumu mengambil keputusan terbaik untuk kesehatanmu.
Pertimbangan Khusus Sebelum Operasi
Dokter akan membahas rencana hidup pasien. Untuk wanita usia subur yang berencana hamil, jaringan aberan bisa membesar dan menjadi lebih nyeri selama kehamilan. Operasi pencegahan sebelum hamil mungkin disarankan. Usia pasien juga penting; pada remaja, mungkin dipilih untuk menunda operasi jika gejalanya minimal. Status hormonal dan penggunaan kontrasepsi juga akan dievaluasi.
Skenario Observasi Tanpa Operasi Segera
Dalam beberapa kondisi, observasi ketat dengan pemantauan berkala justru menjadi pilihan yang lebih bijak.
- Jaringan berukuran sangat kecil dan tidak menimbulkan gejala apa pun.
- Diagnosis sudah pasti jinak melalui biopsi, dan pasien merasa nyaman dengan kondisinya.
- Gejala yang muncul hanya sesekali dan ringan, dapat dikelola dengan obat pereda nyeri sederhana.
- Pasien memiliki kondisi medis lain yang membuat operasi berisiko tinggi.
- Kehamilan sedang berlangsung, dan gejala dapat ditangani secara konservatif hingga persalinan.
Prosedur dan Teknik Operasi Penyembuhan
Operasi pengangkatan jaringan mamae aberan, atau disebut eksisi, bertujuan untuk mengangkat seluruh jaringan yang menyimpang tersebut dengan presisi. Prosedur ini umumnya dilakukan dengan anestesi umum atau lokal dengan sedasi, tergantung luasnya area yang akan diangkat. Prosesnya terstruktur untuk memastikan hasil yang optimal dan meminimalkan jaringan parut.
Tahapan operasi biasanya dimulai dengan penandaan area yang akan dibuka. Kemudian, dibuat sayatan (insisi) di atas benjolan, biasanya mengikuti garis kulit alami untuk meminimalkan bekas luka yang terlihat. Jaringan aberan kemudian dibedah dan dilepaskan dari sekitarnya dengan hati-hati. Setelah jaringan diangkat, luka dibersihkan dan ditutup dengan jahitan lapis demi lapis.
Perbandingan Teknik Operasi
- Eksisi Lokal Sederhana: Cocok untuk jaringan aberan yang kecil, tunggal, dan lokasinya terbatas. Sayatan relatif kecil, pemulihan cepat. Prinsipnya hanya mengangkat massa tersebut.
- Eksisi Luas atau Radikal Terbatas: Diperlukan jika jaringan aberan luas, multiple (banyak), atau melibatkan struktur lain. Sayatan lebih besar, mungkin membutuhkan penempatan drain untuk mengeluarkan cairan. Tujuannya memastikan pengangkatan menyeluruh untuk mencegah kekambuhan.
Prinsip Dasar dalam Pembedahan
Prinsip utama operasi ini adalah “complete excision with clear margins”. Artinya, pengangkatan harus dilakukan secara lengkap, dengan batas (margin) jaringan sehat di sekelilingnya yang bebas dari sel aberan. Ini adalah kunci untuk mencegah jaringan tumbuh kembali. Selain itu, prinsip kosmetik juga penting, yaitu meminimalkan cacat dan bekas luka dengan merancang sayatan yang tepat dan penutupan luka yang rapi.
Pemulihan Pascaoperasi dan Perawatan Luka
Masa pemulihan pascaoperasi adalah fase kritis yang menentukan keberhasilan akhir prosedur. Perawatan yang tepat tidak hanya mempercepat penyembuhan, tetapi juga mencegah komplikasi dan memastikan hasil estetika yang baik. Pasien akan diberikan panduan spesifik oleh tim medis, namun pemahaman umum sangat membantu.
Perawatan luka di rumah meliputi menjaga area operasi tetap bersih dan kering sesuai instruksi dokter. Biasanya, perban dapat dibuka setelah 24-48 jam. Mandi boleh dilakukan asalkan luka tidak direndam air dalam waktu lama. Oleskan salep antibiotik jika diresepkan, dan hindari menggaruk atau menarik kulit di sekitar jahitan.
Tahapan Penyembuhan dan Tanda Infeksi
Penyembuhan berlangsung bertahap: fase inflamasi (kemerahan, bengkak ringan), fase proliferasi (pembentukan jaringan baru), dan fase remodeling (pematangan jaringan parut). Waspadai tanda infeksi seperti kemerahan yang meluas, bengkak bertambah, nyeri hebat yang tidak terkontrol dengan obat, nanah berbau dari luka, atau demam di atas 38°C. Jika ini terjadi, segera hubungi dokter.
Panduan Aktivitas Selama Masa Pemulihan
| Periode | Aktivitas yang Diperbolehkan | Aktivitas yang Dihindari |
|---|---|---|
| Minggu 1-2 | Jalan santai, aktivitas ringan rumah tangga tanpa mengangkat lengan. | Mengangkat beban >3 kg, olahraga berat, berenang, gerakan mengayun lengan secara paksa. |
| Minggu 3-4 | Mulai peregangan ringan, aktivitas dengan lengan secara perlahan. | Angkat beban berat, olahraga kontak (sepak bola, basket), pekerjaan yang melelahkan. |
| Minggu 5-6 ke atas | Biasanya dapat kembali ke aktivitas normal secara bertahap sesuai izin dokter. | Langsung melakukan aktivitas intensif tanpa pemanasan. Tetap hindari tekanan langsung pada bekas luka. |
Komplikasi yang Mungkin Terjadi Pascaoperasi
Seperti prosedur bedah lainnya, operasi pengangkatan jaringan mamae aberan juga membawa risiko komplikasi, meskipun secara umum prosedur ini aman. Mengetahui komplikasi yang mungkin terjadi bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk membuat pasien lebih waspada dan tahu kapan harus mencari bantuan. Mayoritas komplikasi dapat ditangani dengan baik jika terdeteksi dini.
Komplikasi dapat dibagi berdasarkan waktu kemunculannya. Komplikasi jangka pendek biasanya terkait dengan proses penyembuhan luka itu sendiri, sementara komplikasi jangka panjang lebih berkaitan dengan hasil fungsional dan estetika dari operasi.
Komplikasi Jangka Pendek dan Penanganannya
- Perdarahan atau Hematoma: Penumpukan darah di bawah kulit. Penanganannya bisa dengan kompres dingin, tekanan, atau pengeluaran darah jika besar.
- Infeksi Luka: Ditangani dengan antibiotik sesuai hasil kultur, dan perawatan luka yang lebih intensif.
- Seroma: Penumpukan cairan bening di rongga bekas pengangkatan jaringan. Sering diatasi dengan aspirasi (penyedotan) berulang dengan jarum.
- Nyeri Pascaoperasi: Dikelola dengan obat pereda nyeri yang diresepkan dokter.
Komplikasi Jangka Panjang dan Pencegahan
- Perubahan Sensasi: Mati rasa atau kesemutan di area sekitar luka akibat cedera saraf kecil. Biasanya membaik dalam bulan-bulan, tetapi bisa permanen. Pencegahan dengan teknik bedah yang hati-hati.
- Jaringan Parut yang Menonjol (Keloid/Hipertrofik): Dapat dikurangi dengan silikon gel, tekanan, atau suntikan steroid.
- Kekambuhan: Jaringan tumbuh kembali jika pengangkatan tidak tuntas. Pencegahan utama adalah prinsip “clear margin” saat operasi.
- Asimetri atau Defek Kosmetik: Terutama jika jaringan yang diangkat besar. Diskusi sebelum operasi tentang kemungkinan ini sangat penting.
Tanda Perlu Menghubungi Dokter Segera
- Demam tinggi (>38.5°C) atau menggigil.
- Perdarahan aktif dari luka yang tidak berhenti dengan tekanan.
- Nyeri yang sangat hebat dan tidak tertahankan meski minum obat pereda nyeri.
- Kemerahan, bengkak, dan rasa panas yang menyebar jauh dari garis jahitan.
- Keluarnya nanah berwarna hijau atau berbau busuk dari luka.
- Mati rasa atau kelemahan mendadak pada lengan di sisi yang dioperasi.
Prognosis dan Kualitas Hidup Pasien Setelah Penanganan
Prognosis atau harapan kesembuhan untuk pasien Mamae Aberans yang telah menjalani operasi pengangkatan lengkap umumnya sangat baik. Operasi ini bersifat kuratif, artinya bertujuan menyembuhkan. Dengan teknik bedah yang tepat dan perawatan pascaoperasi yang baik, sebagian besar pasien dapat terbebas dari keluhan dan kembali beraktivitas normal tanpa hambatan berarti.
Tingkat kekambuhan relatif rendah, terutama jika margin jaringan sehat tercapai saat operasi. Kekambuhan lebih mungkin terjadi pada pasien dengan jaringan aberan yang sangat luas atau multiple. Namun, penting diingat bahwa operasi hanya mengangkat jaringan yang ada; secara genetik, potensi untuk tumbuhnya jaringan baru di area lain sepanjang garis susu tetap ada, meski kecil.
Dampak terhadap Kualitas Hidup dan Kesehatan Mental
Penanganan yang berhasil secara signifikan meningkatkan kualitas hidup. Rasa nyeri siklis yang mengganggu hilang, kecemasan akibat adanya “benjolan misterius” berkurang, dan kepercayaan diri pulih. Pasien tidak lagi merasa dibatasi oleh ketidaknyamanan fisik. Dari segi mental, kepastian diagnosis dan penyelesaian masalah memberikan ketenangan pikiran yang besar.
Saran Monitoring Pasca Operasi, Penyakit Mamae Aberans: Penyebab dan Cara Penyembuhan Operasi
Meski sudah dioperasi, pemantauan diri dan pemeriksaan berkala tetap dianjurkan. Ini bukan karena takut kanker, tetapi sebagai bagian dari kesadaran akan kesehatan payudara secara umum.
- Lakukan breast self-examination (periksa payudara sendiri) secara rutin setiap bulan, termasuk area bekas operasi dan sekitarnya, untuk mendeteksi adanya perubahan atau benjolan baru.
- Ikuti jadwal pemeriksaan klinis payudara oleh dokter sesuai rekomendasi, biasanya 6 bulan atau 1 tahun pasca operasi untuk evaluasi awal, kemudian sesuai usia dan risiko.
- Untuk pasien di atas 40 tahun, tetap jalani skrining mammografi rutin sesuai panduan. Bekas operasi akan terlihat di mammogram, jadi informasikan pada radiografer tentang riwayat operasi Anda.
- Jika mengalami gejala serupa (nyeri, pembengkakan) di area lain sepanjang garis payudara, konsultasikan kembali ke dokter.
Simpulan Akhir: Penyakit Mamae Aberans: Penyebab Dan Cara Penyembuhan Operasi
Source: co.id
Jadi, setelah menyelami seluk-beluk Penyakit Mamae Aberans, intinya jangan sampai panik dulu ya. Penanganannya, terutama melalui operasi, punya tingkat keberhasilan yang tinggi dengan pemulihan yang terarah. Yang paling penting adalah kamu aktif berkomunikasi dengan dokter, ikuti semua panduan perawatan pascaoperasi dengan disiplin, dan tetap lakukan pemeriksaan berkala untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Hidup setelah penanganan bisa kembali normal dan berkualitas, asal kamu punya bekal pengetahuan dan dukungan yang cukup untuk melalui prosesnya.
FAQ Terpadu
Apakah Penyakit Mamae Aberans bisa hilang dengan sendirinya tanpa operasi?
Nah, buat kamu yang lagi cari tahu soal Penyakit Mamae Aberans, mulai dari penyebab hingga opsi penyembuhan operasinya, penting banget punya informasi yang akurat dan terpercaya. Ini sama kayak prinsip negara hukum yang baik, di mana hak atas kesehatan harus dijamin—kamu bisa pelajari lebih dalam soal Ciri‑ciri Negara Hukum untuk paham konteksnya. Dengan pemahaman yang utuh, baik soal sistem negara maupun kondisi kesehatan, kamu jadi lebih siap ambil keputusan terbaik untuk penanganan Mamae Aberans.
Tidak, jaringan aberan ini merupakan struktur anatomis yang menetap dan tidak dapat menghilang sendiri. Gejala seperti nyeri dan bengkak mungkin fluktuatif mengikuti siklus hormonal, tetapi jaringan itu sendiri tetap ada.
Apakah operasi pengangkatan jaringan aberan akan mempengaruhi produksi ASI di kemudian hari?
Umumnya tidak, jika operasi dilakukan dengan hati-hati dan hanya mengangkat jaringan aberan di luar payudara utama. Kelenjar susu utama yang berfungsi untuk menyusui biasanya tidak terganggu. Diskusikan rencana kehamilan dan menyusui dengan dokter bedah sebelum operasi.
Bisakah Penyakit Mamae Aberans berubah menjadi kanker payudara?
Risikonya sangat rendah. Jaringan mamae aberan itu sendiri bukan lesi prakanker. Namun, jaringan payudara di mana pun lokasinya memiliki risiko dasar yang sama seperti payudara biasa untuk berkembang menjadi kanker, sehingga pemeriksaan berkala tetap penting.
Seperti apa bekas luka operasinya dan apakah akan sangat terlihat?
Bekas luka akan berupa garis halus, yang ukuran dan visibilitasnya tergantung pada teknik operasi dan luas pengangkatan. Dokter biasanya berusaha membuat insisi di lipatan kulit atau area yang mudah disamarkan. Bekas luka akan memudar seiring waktu.
Apakah setelah operasi, rasa nyeri saat haid atau di area tersebut akan hilang total?
Pada sebagian besar kasus, ya, gejala nyeri siklik yang berasal dari jaringan aberan akan hilang setelah pengangkatannya. Namun, nyeri payudara biasa akibat fluktuasi hormonal pada payudara utama yang normal masih mungkin terjadi.