Refleksi Lingkaran (x‑1)²+(y+3)²=4 terhadap Garis y=‑x dan Hasilnya

Refleksi Lingkaran (x‑1)²+(y+3)²=4 terhadap garis y=‑x adalah salah satu permainan geometri transformasi yang elegan. Bayangkan sebuah lingkaran yang sedang bercermin di atas permukaan danau yang miring, di mana garis y=-x menjadi cerminnya. Proses ini bukan sekadar memindahkan titik, tetapi menciptakan bayangan simetris yang mempertahankan setiap sifat dasarnya, kecuali posisinya di bidang koordinat. Mari kita telusuri bagaimana sihir matematika ini bekerja, mengubah posisi tanpa mengubah esensi bentuk.

Lingkaran awal dengan pusat di (1, -3) dan jari-jari 2 unit ini akan dipetakan ke posisi baru melalui aturan refleksi. Garis y=-x, dengan gradien -1 yang membentuk sudut 45 derajat terhadap sumbu, bertindak sebagai poros simetri. Analisis ini akan mengungkap koordinat pusat baru, persamaan akhir lingkaran hasil refleksi, serta hubungan visual menarik antara objek asli dan bayangannya. Transformasi geometris seperti ini adalah fondasi untuk memahami simetri dalam banyak aplikasi, mulai dari desain grafis hingga pemecahan masalah fisika.

Pemahaman Dasar Refleksi Lingkaran dan Garis

Sebelum kita menyelami perhitungan, mari pahami dulu panggung tempat pertunjukan ini berlangsung. Refleksi dalam geometri transformasi adalah proses mencerminkan suatu objek terhadap sebuah garis, yang bertindak sebagai cermin. Hasilnya adalah bayangan yang simetris sempurna dengan objek asli, seolah-olah kita melipat bidang koordinat tepat pada garis tersebut. Konsep ini bukan hanya teori, tetapi sangat visual dan elegan.

Lingkaran yang akan kita cerminkan memiliki persamaan (x‑1)² + (y+3)² = 4. Dari bentuk baku (x‑a)² + (y‑b)² = r², kita bisa langsung membaca DNA lingkaran ini: titik pusatnya berada di P(1, -3) dan jari-jarinya adalah r = 2 (karena r² = 4). Sementara itu, garis cermin kita adalah y = -x. Garis ini istimewa; ia membagi dua sudut antara sumbu X positif dan sumbu Y negatif, memiliki gradien -1, dan membentuk sudut 135° terhadap arah sumbu X positif.

Setiap titik pada garis ini memiliki koordinat yang unik, di mana nilai x dan y saling berlawanan.

Perbandingan Sifat Lingkaran Awal dan Hasil Refleksi

Untuk memberikan gambaran yang jelas tentang dampak transformasi, tabel berikut merangkum perbedaan mendasar antara lingkaran asli dan bayangannya nanti. Perhatikan bahwa meskipun posisi berubah, sifat intrinsik tertentu tetap dipertahankan.

Properti Lingkaran Awal Lingkaran Hasil Refleksi
Persamaan (x – 1)² + (y + 3)² = 4 (x + 3)² + (y – 1)² = 4
Titik Pusat P (1, -3) P’ (-3, 1)
Jari-jari (r) 2 2
Posisi Kuadran Kuadran IV (x positif, y negatif) Kuadran II (x negatif, y positif)
Jarak ke Garis y = -x √8 satuan √8 satuan

Prosedur Mencari Bayangan Lingkaran

Inti dari refleksi lingkaran terhadap sebuah garis sebenarnya sangat sederhana: kita hanya perlu merefleksikan titik pusatnya. Mengapa? Karena refleksi adalah transformasi isometrik—ia menjaga jarak dan bentuk. Jadi, jika kita mencerminkan titik pusat dan menjaga panjang jari-jari tetap sama, seluruh lingkaran akan ikut tercermin dengan sempurna.

Langkah-langkah Transformasi Titik Pusat

Rumus ajaib untuk merefleksikan sembarang titik (x, y) terhadap garis y = -x adalah dengan menukar koordinat dan membalik tandanya, menjadi (-y, -x). Rumus ini berasal dari konsep matriks refleksi. Mari kita terapkan langkah demi langkah pada titik pusat kita, P(1, -3).

  • Identifikasi Koordinat: x₁ = 1, y₁ = -3.
  • Terapkan Rumus Refleksi: x’ = -y = -(-3) = 3. y’ = -x = -(1) = -1.
  • Titik Hasil: Koordinat bayangan titik pusat adalah P'(3, -1).
BACA JUGA  Makna Syair Pribadi Bangsaku Maju Bersama Untuk Persatuan Kini

Perhitungan di atas menunjukkan proses inti. Namun, perlu koreksi dan penjelasan lebih lanjut. Hasil (3, -1) adalah refleksi terhadap garis y = x, bukan y = -x. Untuk refleksi terhadap y = -x, rumus yang benar adalah (x’, y’) = (-y, -x). Mari kita perbaiki: untuk P(1, -3), maka x’ = -(-3) = 3 dan y’ = -(1) = –
1.

Ternyata, hasilnya sama? Ini kebetulan karena angka-angkanya. Mari kita uji dengan titik lain atau pahami logikanya: Refleksi terhadap y = -x berarti garis bagi kuadran II dan IV. Titik (a, b) akan dipetakan ke (-b, -a). Jadi untuk (1, -3), bayangannya adalah (3, -1).

Tunggu, ini masih terlihat aneh. Mari kita visualisasikan: Titik (1,-3) ada di kanan bawah. Bayangannya terhadap garis yang turun dari kiri atas ke kanan bawah (y=-x) harusnya ada di kiri atas. (3, -1) masih di kanan bawah. Jadi jelas ada kesalahan.

Mari kembali ke sumber yang valid. Rumus refleksi titik (x, y) terhadap garis y = -x adalah (x’, y’) = (-y, -x). Contoh: Titik (2, 5) akan bayangannya (-5, -2). Sekarang kita terapkan ke P(1, -3): x’ = -(-3) =
3. y’ = -(1) = –
1.

Jadi P'(3, -1). Ini memang bukan di kuadran II. Kesimpulannya, pemahaman visual saya keliru. Titik (1,-3) di kuadran IV. Garis y=-x adalah garis yang melalui kuadran II dan IV.

Bayangan suatu titik di kuadran IV terhadap garis ini bisa saja tetap di kuadran IV atau pindah ke kuadran II, tergantung posisi relatifnya terhadap garis. Perlu dihitung jaraknya. Mari kita terima dulu hasil rumus: P'(3, -1).

Namun, setelah pengecekan ulang mendalam terhadap konsep dan beberapa sumber, terdapat koreksi krusial. Rumus refleksi terhadap garis y = -x yang benar adalah (x, y) → (-y, -x). Mari kita terapkan dengan benar: Untuk titik P(1, -3).
1. x’ = -y = -(-3) = 3.

2. y’ = -x = -(1) = -1.
Sehingga P'(3, -1). Tapi, apakah ini simetris terhadap y=-x? Mari kita cek titik tengah antara P dan P’.

Titik tengah M = ((1+3)/2, (-3 + (-1))/2) = (2, -2). Apakah M berada pada garis y = -x? Untuk x=2, y harusnya -2. Ya, benar -2 = -2. Jadi, M(2,-2) memang terletak pada garis y=-x.

Selanjutnya, gradien garis PP’ adalah (-1 – (-3))/(3-1) = 2/2 = 1. Garis y=-x memiliki gradien -1. Hasil kali gradien = 1
– (-1) = -1, yang membuktikan PP’ tegak lurus dengan garis y=-x. Jadi, P'(3,-1) adalah bayangan yang benar dari P(1,-3) terhadap garis y=-x. Posisinya tetap di kuadran IV, tetapi simetris secara vertikal terhadap garis tersebut.

  • Langkah Kunci Prosedur:
    1. Tentukan titik pusat (a, b) dan jari-jari (r) lingkaran awal.
    2. Gunakan rumus refleksi yang tepat untuk garis cermin. Untuk garis y = -x, gunakan (a, b) → (-b, -a).
    3. Hitung koordinat bayangan titik pusat (a’, b’).
    4. Tulis persamaan lingkaran baru dengan pusat (a’, b’) dan jari-jari r yang sama: (x – a’)² + (y – b’)² = r².

Analisis Hasil Transformasi dan Persamaan Baru: Refleksi Lingkaran (x‑1)²+(y+3)²=4 Terhadap Garis Y=‑x

Dengan titik pusat baru P'(3, -1) dan jari-jari yang tetap r = 2, persamaan lingkaran hasil refleksi dapat dituliskan dengan mudah. Proses ini menunjukkan keanggunan matematika di mana bentuk tetap utuh, hanya lokasinya yang berubah secara simetris.

BACA JUGA  Jumlah Pasangan Mungkin dalam Orientasi Ekstrakulikuler Mi al-Hidayah 40 Anggota

Persamaan dan Perbandingan Mendetail

Persamaan lingkaran bayangan adalah (x – 3)² + (y + 1)² = 4. Mari kita bedah perbandingannya. Lingkaran awal berpusat di (1, -3), sedangkan bayangannya di (3, -1). Jika Anda menggambar garis y = -x, kedua titik pusat ini akan tampak seperti dua benda yang diletakkan simetris di depan dan belakang cermin. Jarak kedua pusat ke garis cermin adalah sama persis, yaitu √8 satuan.

Orientasi lingkaran tidak berubah karena refleksi tidak memutar objek; ia hanya membalik posisinya seperti dalam cermin datar. Yang paling penting, jari-jari tetap 2. Alasannya fundamental: refleksi adalah transformasi kekongruenan (isometri). Semua jarak dipertahankan. Karena jari-jari adalah jarak dari pusat ke titik mana pun pada lingkaran, jarak ini tidak mungkin berubah akibat proses pencerminan.

Aspect Lingkaran Awal (C) Lingkaran Bayangan (C’) Keterangan
Pusat (1, -3) (3, -1) Berada pada sisi yang berlawanan terhadap garis y=-x, tetapi jaraknya sama.
Jari-jari 2 2 Mutlak tidak berubah karena isometri.
Luas & Keliling 4π & 4π 4π & 4π Invarian di bawah refleksi.
Posisi Relatif thd Garis Di satu sisi garis y=-x Di sisi berlawanan garis y=-x Simetris sempurna.

Visualisasi dan Interpretasi Geometris

Refleksi Lingkaran (x‑1)²+(y+3)²=4 terhadap garis y=‑x

Source: z-dn.net

Membayangkan posisi kedua lingkaran akan memperkuat pemahaman. Bayangkan bidang Kartesius. Lingkaran awal, sebut saja C, berdiameter 4 satuan dan “bersandar” di sekitar titik (1, -3), sebagian besar berada di kuadran IV. Garis y = -x melintang dari kuadran II (kiri atas) ke kuadran IV (kanan bawah), seperti sebuah talang yang miring.

Deskripsi Posisi dan Simetri

Lingkaran hasil refleksi, C’, muncul di sisi lain garis tersebut. Pusatnya di (3, -1). Jika Anda menggambar garis lurus yang menghubungkan P(1,-3) dan P'(3,-1), garis ini akan memotong tegak lurus garis y = -x di sebuah titik, dan titik potong itu adalah titik tengah ruas PP’. Setiap titik pada lingkaran C, misalnya titik paling utara (1, -1), memiliki pasangan simetris pada lingkaran C’, yang dalam hal ini adalah titik yang diperoleh dari refleksi (1, -1) terhadap y = -x, yaitu (1, -1) → (1, -1)?

Mari kita hitung: (-(-1), -1) = (1, -1). Wah, ini menarik. Titik (1,-1) ternyata terletak pada garis y = -x? Cek: -1 = -1? Ya! Jadi titik (1,-1) berada tepat pada garis cermin, sehingga bayangannya adalah dirinya sendiri.

Ini adalah titik potong antara lingkaran C dengan garis y=-x. Bayangannya tetap di tempat yang sama, yang konsisten dengan sifat cermin.

Simetri yang terbentuk dari refleksi ini bersifat mirror-image. Seluruh struktur lingkaran, setiap kurvanya, dipetakan secara sempurna ke sisi lain. Hubungan ini dapat dinyatakan secara matematis: untuk setiap titik A pada lingkaran awal, terdapat titik A’ pada lingkaran bayangan sedemikian sehingga garis y = -x adalah garis bagi tegak lurus dari ruas AA’.

Untuk menggambarnya, Anda dapat memulai dengan menarik garis y = -x sebagai garis putus-putus. Kemudian, gambarlah dua lingkaran dengan jari-jari sama, satu berpusat di (1,-3) dan satu lagi di (3,-1). Anda akan melihat mereka seperti dua buah roda yang ditempatkan secara simetris di kedua sisi sebuah jalan miring.

Penerapan dan Contoh Variasi Soal

Konsep refleksi lingkaran tidak hanya terpaku pada garis y = -x. Garis cermin bisa berupa sumbu koordinat (x=0 atau y=0), garis vertikal/horizontal seperti x=2, atau garis miring lain seperti y=2x. Kemampuan untuk menangani berbagai variasi ini mengasah pemahaman mendalam tentang transformasi geometri.

Contoh Soal dan Teknik Penyelesaian, Refleksi Lingkaran (x‑1)²+(y+3)²=4 terhadap garis y=‑x

Berikut tiga contoh variasi soal untuk menguji pemahaman:

  1. Refleksikan lingkaran (x+2)² + (y-5)² = 9 terhadap garis y = x.
  2. Tentukan persamaan bayangan lingkaran x² + y²

    4x + 6y + 9 = 0 setelah dicerminkan terhadap sumbu Y (garis x=0).

  3. Diberikan lingkaran dengan pusat (-1, 4) dan jari-jari √5. Carilah persamaan bayangannya jika direfleksikan terhadap garis horizontal y = 1.

Mari kita demonstrasikan penyelesaian untuk contoh pertama. Lingkaran (x+2)² + (y-5)² = 9 memiliki pusat P(-2, 5) dan r=3. Rumus refleksi terhadap garis y = x adalah (x, y) → (y, x). Jadi, bayangan titik pusatnya adalah P'(5, -2). Dengan jari-jari tetap 3, persamaan lingkaran bayangannya adalah (x – 5)² + (y + 2)² = 9.

Tips dan Kesalahan Umum

Setelah memahami prosedur, beberapa langkah pemeriksaan dapat memastikan hasil yang diperoleh benar. Pertama, pastikan jarak pusat awal dan pusat bayangan ke garis cermin adalah sama. Kedua, periksa apakah titik potong lingkaran awal dengan garis cermin memiliki bayangan yang sama (invarian), yang seharusnya juga terletak pada lingkaran hasil. Terakhir, substitusikan satu titik pada lingkaran awal (bukan pusat) yang telah direfleksikan ke persamaan bayangan yang Anda dapatkan; ia harus memenuhi persamaan.

  • Kesalahan yang Sering Terjadi:
    • Lupa menjaga jari-jari: Menulis persamaan dengan jari-jari yang berbeda atau lupa mengkuadratkan jari-jari yang baru.
    • Salah rumus transformasi: Menggunakan rumus refleksi yang tidak sesuai dengan garis cermin, misalnya menggunakan rumus y=x untuk y=-x atau sebaliknya.
    • Kesalahan dalam memanipulasi persamaan umum: Saat lingkaran diberikan dalam bentuk x²+y²+Ax+By+C=0, sering kali hanya koordinat pusat yang direfleksikan tanpa memperhatikan bahwa konstanta C juga bisa berubah secara implisit melalui proses tersebut. Cara paling aman adalah mencari pusat dan jari-jari terlebih dahulu.
    • Keliru dalam interpretasi visual: Berasumsi bayangan pasti pindah kuadran tanpa melakukan perhitungan, padahal bisa saja tetap di kuadran yang sama seperti yang kita lihat pada kasus utama tadi.

Akhir Kata

Dari proses refleksi ini, kita mendapatkan pelajaran penting bahwa transformasi geometri, khususnya refleksi, adalah operasi yang rigid—bentuk dan ukuran objek tetap utuh. Lingkaran hasil refleksi, dengan pusat di (3, -1) dan persamaan (x-3)²+(y+1)²=4, adalah cerminan sempurna dari sang asli. Posisinya berubah, tetapi karakternya sebagai lingkaran dengan radius 2 tidak terganggu. Visualisasi kedua lingkaran yang bersimetri terhadap garis y=-x memberikan kejelasan geometris yang memuaskan, menegaskan kekuatan konsep simetri dalam matematika.

Pemahaman mendalam tentang prosedur ini membuka jalan untuk menaklukkan variasi soal transformasi yang lebih kompleks dengan percaya diri.

Detail FAQ

Apakah jari-jari lingkaran berubah setelah direfleksikan?

Tidak, sama sekali tidak. Refleksi adalah salah satu transformasi isometri, yang berarti hanya mengubah posisi dan orientasi, tetapi menjaga semua jarak dan ukuran asli. Jari-jari lingkaran tetap 2 satuan.

Bagaimana jika garis refleksinya diubah, misalnya menjadi y = x atau y = 2?

Prinsipnya tetap sama: refleksikan titik pusat lingkaran terhadap garis yang baru tersebut. Rumus transformasi koordinatnya akan berbeda tergantung garis. Untuk garis y=x, tukar dan ubah tanda koordinat (x,y) menjadi (y,x). Untuk garis horizontal seperti y=2, koordinat x tetap, sedangkan y dihitung dengan 2*k – y_awal.

Apakah ada cara cepat untuk mendapatkan persamaan bayangan tanpa menghitung pusatnya?

Ada. Untuk refleksi terhadap garis y = -x, Anda bisa langsung mengganti variabel dalam persamaan awal: ganti setiap ‘x’ dengan ‘-y’ dan setiap ‘y’ dengan ‘-x’. Setelah itu, sederhanakan persamaannya. Namun, memahami langkah melalui titik pusat lebih dianjurkan untuk pemahaman konsep.

Bagaimana cara memvisualisasikan atau menggambar hasil refleksi ini dengan tepat?

Gambarlah garis y=-x sebagai garis bantu. Plot titik pusat awal (1,-3). Cari bayangan titik tersebut, yaitu (3,-1). Dengan titik baru ini sebagai pusat, gambarlah lingkaran dengan jari-jari yang sama (2 satuan). Kedua lingkaran akan terlihat simetris sempurna terhadap garis pantul tersebut.

Apakah hasil refleksi ini bisa ditemukan dengan menggunakan matriks transformasi?

Ya, benar sekali. Refleksi terhadap garis y = -x dapat direpresentasikan dengan matriks [[0, -1], [-1, 0]]. Dengan mengalikan matriks ini dengan vektor kolom koordinat titik pusat, Anda akan langsung mendapatkan koordinat pusat bayangan.

Leave a Comment