Trigonometri Hitung Panjang Sisi b pada Segitiga ABC A 45 B 60 a 2

Trigonometri: Hitung panjang sisi b pada ΔABC dengan A=45°, B=60°, a=2. Pernahkah membayangkan bagaimana mengukur tinggi pohon atau jarak antar pulau tanpa alat ukur langsung? Rahasianya seringkali terletak pada ilmu segitiga dan trigonometri. Soal seperti ini bukan sekadar angka dan rumus, melainkan teka-teki geometri nyata yang menantang logika dan keterampilan aljabar kita. Dengan dua sudut dan satu sisi yang diketahui, kita seperti detektif yang diberi petunjuk terbatas untuk mengungkap dimensi rahasia sebuah bentuk.

Menyelesaikan teka-teki segitiga sembarang ini memerlukan senjata andalan: Hukum Sinus. Konsep elegan ini menyatakan bahwa perbandingan panjang sisi dengan sinus sudut di hadapannya adalah konstan untuk semua sisi dalam satu segitiga. Artinya, dari informasi minim yang kita punya, kita bisa membuka kunci panjang sisi b yang belum diketahui. Prosesnya melibatkan pencarian sudut yang hilang, substitusi nilai, dan sedikit manipulasi aljabar yang memuaskan.

Pengantar dan Konsep Dasar Segitiga

Trigonometri: Hitung panjang sisi b pada ΔABC dengan A=45°, B=60°, a=2

Source: dumatika.id

Bayangkan kamu sedang merancang atap rumah atau menghitung jarak sebuah perahu ke dermaga. Seringkali, kita tidak berhadapan dengan segitiga siku-siku yang manis dengan sudut 90 derajat. Dunia nyata penuh dengan segitiga sembarang, di mana setiap sudut dan sisinya punya ukuran yang berbeda-beda. Di sinilah keindahan trigonometri berperan, menjadi alat penerjemah antara sudut dan sisi.

Kunci utamanya adalah hubungan proporsional. Dalam sebuah segitiga, perbandingan panjang sebuah sisi dengan sinus sudut di hadapannya selalu konstan untuk ketiga pasangan sudut-sisi. Prinsip inilah yang kita kenal sebagai Hukum Sinus. Ia menjadi penyelamat ketika kita mengetahui dua sudut dan satu sisi, atau dua sisi dan satu sudut yang berhadapan, karena memungkinkan kita menemukan elemen yang belum diketahui.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah tabel perbandingan beberapa aturan penting dalam menyelesaikan segitiga sembarang.

Aturan Rumus Umum Kegunaan Utama Catatan Penting
Hukum Sinus a/sin A = b/sin B = c/sin C Menyelesaikan segitiga ketika diketahui: 1) Dua sudut dan satu sisi (ASA atau AAS), 2) Dua sisi dan satu sudut yang berhadapan (SSA – kasus ambigu). Pada kasus SSA, bisa menghasilkan 0, 1, atau 2 solusi segitiga yang mungkin.
Hukum Cosinus a² = b² + c²

2bc cos A

Menyelesaikan segitiga ketika diketahui: 1) Tiga sisi (SSS), 2) Dua sisi dan sudut apitnya (SAS). Merupakan generalisasi dari Teorema Pythagoras untuk segitiga non-siku-siku.
Jumlah Sudut A + B + C = 180° Menentukan sudut ketiga jika dua sudut lainnya diketahui. Langkah awal yang fundamental. Selalu berlaku untuk semua segitiga di bidang datar (Euclidean).
Aturan Luas Luas = ½ ab sin C Menghitung luas segitiga jika diketahui dua sisi dan sudut apitnya. Alternatif dari rumus dasar ½ × alas × tinggi ketika tinggi tidak diketahui.

Analisis Soal dan Identifikasi Elemen

Mari kita fokus pada soal yang diberikan: “Hitung panjang sisi b pada ΔABC dengan A=45°, B=60°, a=2”. Soal ini seperti sebuah puzzle dengan beberapa petunjuk yang sudah tersedia. Tugas kita adalah merakit petunjuk-petunjuk ini menggunakan kerangka hukum sinus untuk menemukan potongan yang hilang, yaitu sisi b.

Langkah pertama yang paling krusial sebelum memasukkan angka ke dalam rumus adalah memahami konteks geometrisnya. Kita telah diberikan dua sudut dan satu sisi. Ini adalah pola klasik AAS (Angle-Angle-Side). Keuntungannya, pola ini selalu menghasilkan satu segitiga yang unik, tidak ada ambiguitas seperti pada kasus SSA. Langkah logis berikutnya adalah mencari sudut ketiga, C, karena jumlah sudut dalam segitiga adalah 180 derajat.

Berikut adalah daftar lengkap informasi yang kita miliki dan yang ingin kita temukan:

  • Diketahui:
    • Sudut A = 45°
    • Sudut B = 60°
    • Sisi a = 2 (sisi yang berhadapan dengan sudut A)
  • Ditanyakan:
    • Panjang sisi b (sisi yang berhadapan dengan sudut B)
  • Akan dicari terlebih dahulu:
    • Sudut C

Penerapan Hukum Sinus Langkah demi Langkah

Dengan semua elemen teridentifikasi, kita siap untuk menjalankan proses perhitungan. Hukum Sinus menyatakan bahwa perbandingan sisi dan sinus sudut di hadapannya adalah sama untuk semua pasangan. Kita akan menggunakan pasangan yang melibatkan sisi a (yang diketahui) dan sisi b (yang ditanya).

Pertama, kita tentukan dulu besar sudut C. Karena total sudut dalam segitiga adalah 180°, maka C = 180°
-A – B = 180°
-45°
-60° = 75°. Sekarang kita memiliki segitiga lengkap sudutnya. Selanjutnya, kita terapkan Hukum Sinus pada pasangan a/A dan b/B.

a / sin A = b / sin B

Substitusikan nilai-nilai yang kita ketahui ke dalam persamaan tersebut:

/ sin 45° = b / sin 60°

Untuk mengisolasi variabel b, kita lakukan operasi aljabar sederhana. Kalikan kedua ruas dengan sin 60°.

b = (2 / sin 45°) × sin 60°
atau
b = 2 × (sin 60° / sin 45°)

Setelah berhasil menghitung panjang sisi b pada segitiga ABC dengan aturan sinus, ternyata logika matematika ini punya koneksi menarik dengan dunia peluang, lho! Misalnya, saat kita membahas Peluang Munculnya Mata Dadu a=4 dan b=7 pada 2 Dadu , prinsip perhitungan yang sistematis dan teliti sangat dibutuhkan, persis seperti ketelitian dalam menerapkan rumus sinus untuk mencari nilai b yang akurat dalam soal trigonometri tadi.

Penyelesaian Numerik dan Penyederhanaan: Trigonometri: Hitung Panjang Sisi B Pada ΔABC Dengan A=45°, B=60°, A=2

Sekarang kita masuk ke tahap yang membutuhkan ketelitian: substitusi nilai trigonometri. Nilai sinus 45° dan 60° adalah nilai istimewa yang sering kita hafal. Sinus 75° juga akan muncul jika kita menggunakan pendekatan lain, dan nilainya dapat ditemukan dengan rumus penjumlahan sudut.

Kita tahu bahwa:
sin 45° = √2 / 2
sin 60° = √3 / 2

Mari kita masukkan ke dalam rumus untuk b:

b = 2 × ( (√3 / 2) / (√2 / 2) )
b = 2 × ( √3 / 2 × 2 / √2 )
b = 2 × ( √3 / √2 )
b = (2√3) / √2

Untuk menyederhanakan, kita rasionalkan penyebutnya:

b = (2√3 × √2) / (√2 × √2)
b = (2√6) / 2
b = √6

Dalam bentuk desimal, √6 ≈ 2.449. Tabel berikut merangkum peran setiap nilai dalam perhitungan ini.

Sudut Nilai Sinus Peran dalam Rumus Hasil Kalkulasi Parsial
A = 45° sin 45° = √2/2 ≈ 0.7071 Sebagai penyebut pada rasio sisi a. 2 / 0.7071 ≈ 2.8284 (nilai rasio a/sin A)
B = 60° sin 60° = √3/2 ≈ 0.8660 Dikalikan dengan rasio di atas untuk mendapatkan b. 2.8284 × 0.8660 ≈ 2.449
C = 75° sin 75° ≈ 0.9659 Dapat digunakan untuk verifikasi atau mencari sisi c. Rasio b/sin B dan c/sin C akan sama dengan 2.8284.

Visualisasi dan Interpretasi Hasil

Coba bayangkan segitiga ABC ini. Sudut A sebesar 45° terletak di satu titik, di hadapannya terdapat sisi a yang pendek, hanya sepanjang 2 unit. Di titik lain, ada sudut B yang lebih besar, 60°. Logikanya, sisi yang berhadapan dengan sudut yang lebih besar harus lebih panjang. Dan memang, hasil perhitungan kita menunjukkan sisi b ≈ 2.449, yang lebih panjang dari sisi a (2).

Ini sudah sesuai dengan intuisi geometris.

Sudut C adalah yang terbesar, yaitu 75°. Berdasarkan prinsip yang sama, sisi c nantinya akan menjadi sisi terpanjang dalam segitiga ini jika kita hitung. Proporsi segitiga ini terjaga dengan sempurna oleh Hukum Sinus. Rasio sisi a terhadap sin 45° (2/0.7071 ≈ 2.828) akan sama persis dengan rasio sisi b terhadap sin 60° (2.449/0.8660 ≈ 2.828). Kesesuaian ini adalah bukti bahwa perhitungan kita akurat dan hasilnya masuk akal secara spasial.

Jadi, jawaban akhir untuk panjang sisi b adalah √6 satuan panjang, atau sekitar 2.449 satuan panjang. Hasil ini bukan hanya angka, tetapi representasi dari hubungan harmonis antara sudut dan sisi dalam geometri.

Variasi Soal dan Aplikasi Lain

Setelah menguasai satu pola, kemampuanmu akan lebih terasah dengan mencoba variasi soal. Coba selesaikan dua soal latihan ini dengan pendekatan serupa.

  1. Soal 1: Pada ΔPQR, diketahui ∠P = 30°, ∠R = 105°, dan sisi r = 10. Hitunglah panjang sisi p.
  2. Soal 2: Sebuah segitiga memiliki dua sudut 40° dan 80°. Jika sisi yang terletak di antara kedua sudut tersebut panjangnya 12 cm, berapakah panjang sisi terpendek segitiga itu?

Prosedur umum penyelesaian masalah segitiga dengan Hukum Sinus dapat dirangkum dalam langkah-langkah sistematis berikut:

  • Gambarkan segitiga secara sketsa dan labeli semua sudut (huruf kapital) dan sisi yang berhadapan (huruf kecil).
  • Identifikasi informasi yang diberikan dan yang ditanyakan. Tentukan pola soal (ASA, AAS, SSA, dll).
  • Jika dua sudut diketahui, gunakan rumus jumlah sudut (A+B+C=180°) untuk mencari sudut ketiga.
  • Tulis persamaan Hukum Sinus yang menghubungkan pasangan sisi-sudut yang melibatkan variabel yang diketahui dan yang ditanya.
  • Substitusi nilai-nilai yang diketahui, lalu selesaikan persamaan untuk variabel yang tidak diketahui.
  • Lakukan penyederhanaan aljabar dan numerik, serta evaluasi apakah hasilnya masuk akal secara geometris (sisi di hadapan sudut besar harus lebih panjang).

Namun, Hukum Sinus bukanlah solusi untuk segalanya. Aturan ini memiliki batasan. Ia kurang efektif jika yang diketahui adalah tiga sisi (SSS) atau dua sisi dan sudut apitnya (SAS). Untuk kedua kasus tersebut, Hukum Cosinus adalah alat yang lebih tepat karena dapat langsung menghitung sudut atau sisi yang diminta tanpa perlu melalui perbandingan rasio. Pemilihan alat yang tepat inilah yang membuat penyelesaian masalah trigonometri menjadi efisien dan elegan.

Akhir Kata

Dari perjalanan hitung-menghitung ini, kita berhasil menemukan bahwa panjang sisi b kira-kira 2.45 satuan. Hasil ini bukan angka acak; ia konsisten secara geometris di mana sisi b, yang berhadapan dengan sudut B=60°, lebih panjang dari sisi a=2 yang berhadapan dengan sudut A=45°. Ini sejalan dengan prinsip dasar bahwa sisi yang berhadapan dengan sudut lebih besar akan memiliki panjang yang lebih besar pula.

Penyelesaian soal ini dengan Hukum Sinus menunjukkan kekuatan alat matematika dalam menerjemahkan hubungan abstrak sudut dan sisi menjadi solusi numerik yang konkret.

Panduan FAQ

Apakah segitiga dengan sudut 45° dan 60° selalu bisa diselesaikan dengan Hukum Sinus?

Ya, selama satu sisi diketahui, Hukum Sinus dapat langsung diterapkan karena sudut ketiga dapat dihitung (C = 180°
-A – B).

Mengapa kita perlu mencari sudut C terlebih dahulu padahal yang ditanya sisi b?

Mencari sudut C memastikan kita memiliki perbandingan lengkap (a/sin A = b/sin B = c/sin C) dan memverifikasi bahwa total sudut memang 180°, memastikan segitiga valid.

Bisakah Hukum Cosinus digunakan untuk soal ini?

Bisa, tetapi kurang efisien. Hukum Cosinus lebih cocok ketika diketahui dua sisi dan sudut apitnya (Sisi-Sudut-Sisi) atau ketiga sisinya (Sisi-Sisi-Sisi).

Bagaimana jika sisi yang diketahui adalah sisi b, dan yang ditanya justru sisi a? Apakah langkahnya sama?

Setelah kita hitung panjang sisi b pada segitiga dengan aturan sinus, ternyata dunia sains memang penuh pola menarik. Mirip seperti ketika kita bertanya Mengapa gugus amina (NH3+) pada asam amino memiliki muatan positif , di mana jawabannya terletak pada konsep kimia yang presisi. Nah, kembali ke soal trigonometri tadi, dengan A=45°, B=60°, dan a=2, penerapan rumus sinus memberikan hasil yang akurat dan memuaskan, persis seperti kepuasan memahami suatu konsep ilmiah.

Prinsipnya sama persis, hanya posisi variabel dalam perbandingan Hukum Sinus yang dibalik. Nilai yang diketahui akan disubstitusi, lalu sisi a yang diisolasi.

Apakah hasil desimal atau bentuk akar yang lebih akurat?

Bentuk akar (seperti √6) lebih akurat dan elegan secara matematis karena tidak mengalami pembulatan. Hasil desimal (2.45) adalah aproksimasi yang lebih mudah dibayangkan dalam konteks terapan.

BACA JUGA  Perbedaan Aufklärung atau Enlightenment di Prancis dan Inggris Kajian Gagasan

Leave a Comment