Ubah kalimat He plays football every weekend menjadi passive voice panduan lengkap

Ubah kalimat He plays football every weekend menjadi passive voice adalah pintu masuk sempurna untuk menguasai salah satu konsep tata bahasa Inggris yang paling sering disalahpahami. Passive voice bukan sekadar aturan gramatikal yang kaku, melainkan alat strategis untuk menggeser fokus pembicaraan, menyembunyikan pelaku, atau memberikan nuansa yang lebih formal pada sebuah pernyataan. Memahami transformasi ini membuka cara baru dalam menyusun kalimat yang lebih variatif dan kontekstual.

Artikel ini akan membedah proses perubahan dari active voice ke passive voice secara sistematis, dimulai dari kalimat contoh konkret tersebut. Kita akan menelusuri setiap komponen kalimat—subjek, kata kerja, dan objek—untuk melihat bagaimana mereka berubah peran. Dengan panduan langkah demi langkah, tabel perbandingan, dan analisis mendalam, Anda akan mendapatkan peta jalan yang jelas untuk menerapkan passive voice dalam berbagai situasi, mulai dari penulisan hingga percakapan sehari-hari.

Pengantar dan Konsep Dasar Passive Voice

Dalam menulis atau berbicara bahasa Inggris, kita seringkali memiliki pilihan untuk menyampaikan informasi dari sudut pandang yang berbeda. Salah satu pilihan struktural terpenting adalah antara active voice (kalimat aktif) dan passive voice (kalimat pasif). Memahami perbedaannya bukan sekadar urusan tata bahasa, tetapi tentang mengendalikan fokus dan nuansa pesan yang ingin kita sampaikan.

Passive voice adalah konstruksi kalimat di mana subjek menerima aksi dari kata kerja, bukan melakukan aksi. Tujuan utamanya adalah untuk mengalihkan perhatian dari pelaku aksi (who does it) kepada penerima aksi atau aksi itu sendiri (what is done). Ini sangat berguna ketika pelaku tidak diketahui, tidak penting, atau ketika kita ingin lebih menekankan pada hasil atau objek dari suatu kejadian.

Struktur Dasar Active dan Passive Voice

Perbedaan mendasar antara kedua jenis kalimat ini terletak pada susunan dan bentuk kata kerjanya. Berikut adalah perbandingan strukturnya dalam bentuk tabel.

Active Voice Passive Voice
Subjek + Verb + Objek Objek (menjadi Subjek) + To Be + Verb3 (Past Participle) + (by + Pelaku)
Subjek melakukan aksi. Subjek menerima aksi.
Fokus pada pelaku. Fokus pada aksi atau penerima aksi.
BACA JUGA  Tolong Bantu Jawab Secepatnya Makna dan Strategi Komunikasi

Transformasi dari active ke passive mengikuti pola yang konsisten. Berikut beberapa contoh sederhana untuk memperjelas pola tersebut.

  • Active: The chef cooks the meal. Passive: The meal is cooked by the chef.
  • Active: She writes a letter. Passive: A letter is written by her.
  • Active: They clean the room daily. Passive: The room is cleaned daily (by them).

Analisis Mendalam pada Kalimat Contoh

Mari kita terapkan konsep tersebut pada kalimat contoh, “He plays football every weekend.” Dengan membedah kalimat ini, kita dapat melihat dengan jelas setiap komponen yang akan mengalami perubahan dalam proses transformasi.

Dalam kalimat aktif ini, kita dapat mengidentifikasi tiga elemen kunci: “He” berperan sebagai subjek yang melakukan aksi, “plays” adalah kata kerja (verb) yang menunjukkan aksi, dan “football” adalah objek yang menerima aksi. Adapun “every weekend” berfungsi sebagai keterangan waktu (adverb of time).

Langkah-langkah Transformasi Kalimat

Mengubah kalimat ini menjadi passive voice adalah proses sistematis. Pertama, objek “football” dipromosikan menjadi subjek baru. Kedua, kita menambahkan bentuk “to be” yang sesuai dengan tenses kata kerja asli (present tense “plays” membutuhkan “is”). Ketiga, kata kerja utama diubah menjadi past participle (“played”). Keempat, subjek asli “He” dapat ditempatkan setelah preposisi “by” menjadi “by him”.

Keterangan waktu “every weekend” biasanya tetap di akhir kalimat.

Elemen Kalimat Active Voice Passive Voice
Subjek He Football
Kata Kerja plays (V1) is played (is + V3)
Objek/Pelaku football by him

Hasil akhir transformasinya adalah “Football is played by him every weekend.” Perhatikan bagaimana fokus utama sekarang beralih ke aktivitas “football” yang dimainkan, bukan pada orang yang memainkannya.

Variasi Konteks dan Penerapan

Kalimat passive voice tidak terbatas pada present tense saja. Dengan mengubah bentuk kata kerja bantu (auxiliary verb), kita dapat mengekspresikan waktu yang berbeda-beda sambil tetap mempertahankan fokus pada penerima aksi. Hal ini memperluas aplikasi passive voice dalam berbagai konteks penulisan dan percakapan.

Keterangan waktu seperti “every weekend” umumnya ditempatkan di akhir kalimat passive, setelah “by agent” jika ada, atau di awal kalimat untuk penekanan. Posisinya fleksibel selama tidak mengganggu kejelasan makna inti dari subjek, kata kerja, dan pelaku.

Lima Variasi Kalimat Passive Berdasarkan Tenses

  • Simple Past: Football was played by him last weekend.
  • Simple Future: Football will be played by him next weekend.
  • Present Continuous: Football is being played by him right now.
  • Present Perfect: Football has been played by him every weekend this month.
  • Modal (can): Football can be played by him on that field.

Efektivitas Penggunaan Passive Voice, Ubah kalimat He plays football every weekend menjadi passive voice

Penggunaan passive voice menjadi pilihan yang lebih efektif dalam beberapa situasi tertentu. Pertimbangan ini sering berkaitan dengan gaya penulisan akademik, teknis, atau berita.

Passive voice lebih efektif ketika pelaku aksi bersifat umum, tidak diketahui, atau kurang penting dibanding aksi itu sendiri. Misalnya, dalam penulisan prosedur (“The ball must be kicked into the goal”) atau laporan insiden (“The match was postponed due to rain”). Dalam konteks “He plays football,” menggunakan passive (“Football is played…”) akan kita pilih jika dalam paragraf kita sedang membahas tentang ‘football’ sebagai topik utama, bukan tentang ‘dia’.

Latihan dan Kesalahan Umum

Seperti keterampilan bahasa lainnya, kemahiran menggunakan passive voice datang dengan latihan dan kesadaran akan jebakan umum. Berlatih mengubah berbagai pola kalimat aktif akan membantu internalisasi struktur passive secara alami.

BACA JUGA  Jumlah Suku Genap Deret Geometri Tak Hingga S=81 a1=27 dan Analisisnya

Berikut tiga latihan dengan tingkat kesulitan berbeda untuk melatih pemahaman tentang transformasi active-passive dalam konteks kegiatan rutin.

  1. Dasar: Ubahlah kalimat “Mary waters the plants every morning.” menjadi passive voice.
  2. Menengah: Ubahlah kalimat “The company will launch a new product next month.” menjadi passive voice.
  3. Lanjutan: Ubahlah kalimat “Someone has cleaned the windows already.” menjadi passive voice (perhatikan bahwa pelaku ‘someone’ sering dihilangkan).

Kesalahan Umum dalam Membentuk Passive Voice

Beberapa kesalahan sering terjadi, terutama karena lupa pada komponen-komponen wajib dalam struktur passive.

  • Melupakan Past Participle (V3): Kesalahan seperti “Football is play by him” sering terjadi. Ingat, kata kerja utama harus dalam bentuk ketiga (played, written, cleaned).
  • Kesalahan dalam Memilih “To Be”: Menggunakan “is” untuk subjek jamak atau sebaliknya. Contoh salah: “The cars is washed.” Harusnya: “The cars are washed.”
  • Penempatan Keterangan yang Mengganggu: Menyisipkan keterangan antara “to be” dan past participle dapat membuat kalimat canggung. Contoh kurang baik: “Football is every weekend played by him.” Lebih natural: “Football is played by him every weekend.”

Alur Logika Transformasi Active-Passive

Bayangkan proses transformasi ini sebagai sebuah alur produksi. Pada garis aktif, subjek sebagai pekerja mengambil objek dan mengolahnya dengan kata kerja. Pada garis passive, objek tersebut yang kini menjadi produk utama dibawa ke depan. Produk ini kemudian diberi label “diolah” (to be + V3), dan jika perlu, informasi tentang pekerja aslinya ditempelkan sebagai catatan kecil di belakang dengan label “by”.

Keterangan waktu seperti “every weekend” adalah jadwal produksi yang tetap sama, ditempatkan di akhir proses baik di garis aktif maupun passive.

Ekspansi dan Aplikasi dalam Percakapan

Passive voice juga hidup dalam percakapan sehari-hari, meski lebih jarang digunakan dibanding active voice. Penggunaannya sering kali untuk menegaskan suatu hal, menghindari menyebut pelaku, atau sekadar variasi gaya bicara.

BACA JUGA  Masalah Pokok Ekonomi Umum yang Terjadi di Masyarakat Akar Persoalan Kesejahteraan

Berikut contoh dialog singkat dimana kalimat passive kita muncul secara natural, mungkin dalam obrolan antara dua teman yang membicarakan kebiasaan orang lain.

  • Alex: “I never see Tom on Sundays. He’s always busy.”
  • Jordan: “Oh, that’s because football is played by him every weekend. It’s his fixed schedule.”
  • Alex: “Ah, that explains it. The field must be booked in advance then.”

Mengubah Fokus Informasi dalam Paragraf

Passive voice adalah alat yang powerful untuk mengatur alur informasi dalam sebuah paragraf. Misalnya, jika kita menulis paragraf tentang pentingnya olahraga rutin, kita bisa memulai dengan kalimat aktif: “Many people recommend regular exercise.” Namun, jika paragraf kita khusus membahas sepak bola, kita bisa menggunakan passive untuk langsung menempatkan ‘football’ sebagai topik kalimat pertama: “Football is played by millions every weekend as a form of exercise.” Kalimat selanjutnya akan lebih mudah membahas tentang football karena telah menjadi subjek fokus.

Perbandingan Nuansa Makna dari Berbagai Bentuk Kalimat

Dari satu ide dasar yang sama, pilihan struktur dan modifikasi dapat menghasilkan nuansa makna yang berbeda. Tabel berikut membandingkan beberapa variasi tersebut.

Bentuk Kalimat Struktur Fokus Utama Nuansa/Konteks Penggunaan
Active Voice He plays football every weekend. Pada pelaku (“He”) dan kebiasaannya. Pembicaraan tentang kebiasaan pribadi seseorang.
Passive Voice (Dasar) Football is played by him every weekend. Pada aktivitas bermain sepak bola. Menekankan olahraga itu sendiri, mungkin dalam kontras dengan olahraga lain.
Passive (Tanpa Pelaku) Football is played every weekend. Pada fakta bahwa sepak bola terjadi. Mendeskripsikan rutinitas umum, pelaku tidak relevan.
Passive (Modifikasi Waktu) The match was played last night. Pada peristiwa pertandingan yang sudah berlalu. Memberikan informasi berita atau laporan tentang suatu kejadian.

Ringkasan Terakhir

Ubah kalimat He plays football every weekend menjadi passive voice

Source: akupintar.id

Menguasai cara mengubah “He plays football every weekend” menjadi passive voice adalah lebih dari sekadar latihan gramatikal; ini adalah investasi dalam kelincahan berbahasa. Kemampuan ini memungkinkan Anda untuk mengendalikan alur informasi, menyoroti apa yang penting, dan menyesuaikan nada bicara sesuai audiens dan konteks. Seperti alat yang tajam, passive voice menjadi sangat efektif ketika digunakan pada tempat dan tujuan yang tepat, memperkaya ekspresi Anda tanpa mengorbankan kejelasan.

Sudut Pertanyaan Umum (FAQ): Ubah Kalimat He Plays Football Every Weekend Menjadi Passive Voice

Apakah arti kalimat berubah setelah diubah menjadi passive voice?

Makna dasar tetap sama, tetapi fokus informasi berubah. Active voice menekankan pelaku (He), sedangkan passive voice menekankan aksi dan objeknya (Football is played).

Bisahkah kata “every weekend” dihilangkan dalam bentuk passive?

Bisa. Adverb of time seperti “every weekend” bersifat opsional dan dapat dipertahankan atau dihilangkan tanpa mengubah struktur gramatikal passive voice, tergantung konteks kalimat.

Mengapa kita perlu belajar passive voice jika active voice sudah jelas?

Passive voice penting untuk penulisan akademik, teknis, atau formal dimana objek atau hasil tindakan lebih penting daripada pelakunya. Ini juga digunakan ketika pelaku tidak diketahui atau tidak ingin disebutkan.

Apakah semua kalimat active bisa diubah menjadi passive?

Tidak. Kalimat active hanya dapat diubah menjadi passive jika memiliki objek langsung (direct object). Kalimat seperti “He sleeps” tidak memiliki objek, sehingga tidak dapat dipasifkan.

Leave a Comment