Urutan Aba-aba Start Lari Jarak Pendek Kunci Keberhasilan

Urutan Aba-aba Star Lari Jarak Pendek – Urutan Aba-aba Start Lari Jarak Pendek bukan sekadar ritual sebelum peluit dibunyikan, melainkan simfoni gerak yang telah distandarisasi secara global untuk menciptakan keadilan dan ketepatan dalam setiap pertandingan atletik. Ritual ini, yang mungkin terlihat sederhana, sesungguhnya merupakan fondasi hukum dari setiap lomba lari cepat, di mana setiap detik dan setiap gerakan telah diatur dengan presisi tinggi.

Dari posisi “Bersedia” yang penuh konsentrasi, transisi ke “Siap” yang tegang, hingga ledakan tenaga pada aba-aba “Ya”, setiap fase dirancang untuk mengoptimalkan potensi ledakan otot dan kecepatan reaksi atlet. Konsistensi dalam urutan dan pelaksanaannya menjadi tanggung jawab bersama antara starter yang berwibawa dan pelari yang terlatih, membentuk sebuah dialog non-verbal yang menentukan garis tipis antara kemenangan dan kekalahan.

Pengertian dan Dasar Hukum Aba-aba Start Lari Jarak Pendek

Dalam dunia atletik, khususnya lari jarak pendek, momen start bukan sekadar awal perlombaan. Ia adalah fondasi dari setiap langkah juara. Aba-aba start merupakan serangkaian perintah terstruktur yang diberikan oleh petugas starter untuk memastikan semua pelari memulai perlombaan dari kondisi yang setara, adil, dan aman. Tujuannya jelas: menciptakan titik awal yang seragam sehingga hasil lomba murni ditentukan oleh kecepatan, teknik, dan daya ledak atlet, bukan oleh keuntungan posisi atau waktu.

Urutan dan prosedur pemberian aba-aba ini tidaklah sembarangan. Ia diatur oleh badan atletik dunia, World Athletics (dulu dikenal sebagai IAAF), melalui buku peraturan kompetisinya. Peraturan ini menjadi acuan baku di setiap kejuaraan resmi, mulai dari Olimpiade hingga kejuaraan nasional. Konsistensi penerapan aturan ini sangat penting, baik bagi wasit untuk menjalankan tugasnya secara objektif, maupun bagi pelari yang telah berlatih dengan pola yang sama di berbagai belahan dunia.

Esensi dan Perbandingan Tahap Aba-aba, Urutan Aba-aba Star Lari Jarak Pendek

Setiap kata dalam urutan aba-aba memiliki makna dan tujuan fisiologis yang spesifik. Memahami esensi ini membantu pelari mengoptimalkan persiapan dan reaksinya. Berikut adalah perbandingan mendasar dari ketiga tahap utama.

Tahap Aba-aba Fungsi Utama Kondisi Ideal Pelari Sinyal untuk Starter
Bersedia Memposisikan tubuh pada blok start dan mencapai kestabilan awal. Rileks, fokus, napas teratur, tubuh sudah dalam formasi dasar. Semua pelari sudah tidak bergerak dan siap menerima perintah selanjutnya.
Siap Mengangkat pinggul ke posisi optimal untuk dorongan eksplosif, meningkatkan ketegangan otot. Pinggul lebih tinggi dari bahu, berat badan bertumpu pada tangan dan kaki, tungkai depan membentuk sudut sekitar 90 derajat. Posisi tubuh pelari statis dan seimbang sebelum komando akhir.
Ya/Bunyi Pistol Memberikan stimulus yang jelas dan serempak untuk memulai gerakan reaktif. Reaksi secepat kilat dengan dorongan kuat dari kaki dan lengan, tubuh membentuk garis lurus ke depan. Titik dimulainya perlombaan; waktu reaksi pelari mulai dihitung.

Konsistensi urutan ini adalah kunci netralitas pertandingan. Bagi wasit, pola yang tetap memudahkan identifikasi pelanggaran seperti false start. Bagi pelari, ritme yang familiar mengurangi kecemasan dan memungkinkan eksekusi gerakan yang otomatis dan maksimal.

Urutan dan Prosedur Aba-aba Start yang Resmi

Prosedur start lari jarak pendek adalah sebuah ritual yang presisi, dirancang untuk meminimalkan variabel dan memaksimalkan keadilan. Urutannya telah distandardisasi secara global untuk memastikan setiap pelari, di arena mana pun, menghadapi kondisi awal yang identik. Pemahaman mendalam tentang prosedur ini bukan hanya kewajiban bagi starter, tetapi juga senjata bagi pelari untuk tampil percaya diri.

Urutan dan Jeda Waktu Aba-aba

Urutan resmi dimulai setelah pelari dipanggil ke garis start oleh starter. Aba-aba diberikan dengan suara lantang, jelas, dan dengan intonasi yang netral. Urutannya adalah: “Bersedia” (on your marks), diikuti jeda hingga semua pelari diam, kemudian “Siap” (set), dan setelah jeda singkat yang konsisten, bunyi pistol atau komando “Ya”. Rekomendasi jeda antara “Siap” dan bunyi pistol adalah antara 1.2 hingga 1.5 detik.

Jeda ini cukup untuk memastikan pelari telah stabil di posisi “Siap”, tetapi tidak terlalu lama hingga menyebabkan ketegangan otot berlebihan.

BACA JUGA  Motivasi Umat Islam untuk Bangkit dari Landasan Spiritual ke Aksi Nyata

Prosedur Pelaksanaan Start Blok

Prosedur start blok mengalir sesuai dengan komando yang diberikan. Pada aba-aba “Bersedia”, pelari menempatkan kaki pada blok start, tangan di belakang garis start dengan jari membentuk jembatan, dan tubuh bersandar di atas lutut. Setelah posisi stabil, starter memberikan aba-aba “Siap”. Pada titik ini, pelari mengangkat pinggul hingga setinggi atau sedikit lebih tinggi dari bahu, bahu bergeser sedikit ke depan melewati garis tangan, dan pandangan ke bawah.

Tubuh kini seperti pegas yang tertekan. Begitu bunyi pistol terdengar, kaki belakang mendorong lebih dulu diikuti langkah eksplosif dari kaki depan, dengan tangan yang terayun kuat untuk memberikan momentum awal.

Poin Pengawasan bagi Wasit Starter

Seorang starter harus menjadi pengawas yang cermat pada setiap fase. Perhatiannya terbagi pada semua pelari di lintasan. Berikut adalah fokus utama pada setiap tahap:

  • Saat “Bersedia”: Memastikan tidak ada bagian tubuh pelari yang menyentuh garis start atau tanah di depannya. Memastikan posisi tangan dan kaki sesuai aturan, serta menunggu hingga semua pelari benar-benar diam.
  • Saat “Siap”: Mengamati kestabilan posisi. Jika ada pelari yang masih bergerak atau belum mengangkat pinggul setelah komando diberikan, starter dapat meminta semua pelari untuk berdiri kembali dan mengulangi prosedur.
  • Saat “Ya”/Bunyi Pistol: Memastikan bunyi pistol jelas terdengar oleh semua pelari dan alat pengukur waktu reaksi (jika ada) terpicu dengan benar. Waspada terhadap kemungkinan false start yang terdeteksi oleh alat atau secara visual.

Ilustrasi Posisi Tubuh Pelari per Fase

Urutan Aba-aba Star Lari Jarak Pendek

Source: gramedia.net

Bayangkan seorang pelari di blok start. Pada fase “Bersedia”, tubuhnya seperti pembalap di kokpit: kaki menempel kuat di blok, tangan selebar bahu menopang tubuh dengan siku lurus namun tidak terkunci, punggung relatif datar, dan kepala sejajar dengan tulang belakang, pandangan menatap lintasan sekitar satu meter di depan. Saat “Siap”, terjadi transformasi: pinggul terangkat secara signifikan, membentuk sudut tajam antara paha dan badan.

Berat badan berpindah ke depan, sehingga bahu kini berada di depan tangan, dan tekanan pada blok start meningkat. Pada detik pelontaran setelah bunyi pistol, tubuh melesak ke depan. Kaki belakang mendorong dengan kekuatan penuh untuk langkah pertama yang panjang, sementara lengan yang berlawanan ayunannya melesat ke depan untuk mengimbangi dorongan kaki. Tubuh secara keseluruhan membentuk garis lurus dan rendah untuk meminimalkan hambatan angin.

Peran dan Tanggung Jawab Petugas Start (Starter)

Starter adalah konduktor orkestra di garis start. Ia memegang kendali penuh atas momen krusial sebelum pistol ditembakkan. Posisi ini membutuhkan kombinasi antara otoritas, ketenangan, dan pengambilan keputusan yang cepat dan adil. Seorang starter yang baik tidak hanya memahami peraturan secara kaku, tetapi juga memiliki feel untuk kondisi atlet dan dinamika perlombaan.

Kualifikasi dan Tugas Utama Starter

Starter biasanya adalah wasit yang telah mendapatkan sertifikasi khusus dan berpengalaman. Tugas utamanya meliputi: memastikan semua perlengkapan start (blok, pistol) berfungsi, memanggil pelari ke garis start, memberikan aba-aba sesuai prosedur, mengawasi kemungkinan pelanggaran start, dan memutuskan untuk mengulang start jika terjadi gangguan atau pelanggaran. Ia harus bekerja sama erat dengan Recall Starter (petugas yang membantu mengamati false start) dan ofisial di meja wasit.

Teknik Vokal dan Penggunaan Peluit

Suara starter adalah alat utamanya. Aba-aba harus dikumandangkan dengan volume yang cukup keras untuk menembus keriuhan penonton, tetapi dengan intonasi yang datar dan netral, tidak memancing atau mengagetkan. Kecepatan pengucapan harus konsisten. Peluit sering digunakan untuk menarik perhatian pelari sebelum rangkaian aba-aba verbal dimulai, misalnya untuk memanggil mereka ke garis start atau menghentikan prosedur jika ada yang tidak beres. Satu tiupan peluit pendek dan tegas biasanya digunakan untuk sinyal “stand up” atau “bersiap”, sementara dua tiupan bisa untuk membatalkan start.

Tindakan Menghadapi False Start

False start adalah ujian bagi kewibawaan dan pengetahuan starter. Menurut peraturan World Athletics, start dinyatakan false jika pelari bergerak dalam waktu kurang dari 0.100 detik setelah bunyi pistol (dianggap reaksi manusia tidak mungkin secepat itu) atau terdeteksi bergerak sebelum bunyi pistol oleh sistem sensor. Tindakan starter harus tegas dan prosedural:

  1. Segera menembakkan pistol kedua kali atau membunyikan peluit sebagai tanda start dibatalkan.
  2. Mengidentifikasi dan menandai pelari yang melakukan pelanggaran (dibantu oleh sistem atau recall starter).
  3. Memberikan kartu merah atau peringatan kepada pelari yang bersalah. Dalam aturan modern, satu false start langsung didiskualifikasi (kecuali dalam multi-event seperti decathlon/heptathlon).
  4. Menjelaskan secara singkat dan jelas kepada semua pelari tentang alasan pembatalan.
  5. Mengembalikan semua pelari ke belakang garis start dan memulai kembali prosedur.

Contoh Komunikasi dengan Petugas Lain

Komunikasi yang efektif di arena sangat penting untuk kelancaran pertandingan. Starter harus mampu berkoordinasi dengan lancar. Misalnya, sebelum start, starter mungkin menengok ke arah wasit utama dan bertanya, “Semua petugas siap?” atau “Apakah waktu sudah siap?” Setelah terjadi false start, starter akan berkomunikasi dengan recall starter melalui headset atau kontak mata, “Saya terima konfirmasi pelanggaran di lintasan empat,” sebelum mengumumkan diskualifikasi.

BACA JUGA  Rata-rata Curah Hujan Tahunan di Indonesia Pola dan Dampaknya

Dalam atletik, urutan aba-aba start lari jarak pendek seperti “bersedia”, “siap”, dan “ya” merupakan ritme baku yang harus dikuasai. Prinsip ketepatan ini serupa dengan logika perbandingan, misalnya saat kita perlu Hitung Jumlah Permen B Jika A 24 dan Rasio 3:8. Keduanya menuntut presisi dan penerapan rumus yang tepat. Demikian pula, seorang sprinter harus menjalankan setiap fase aba-aba dengan disiplin mutlak untuk mencapai hasil optimal di garis finis.

Dengan petugas di meja pencatat waktu, starter mungkin memberi isyarat tangan bahwa start akan segera diberikan.

Teknik Respons Pelari terhadap Setiap Tahap Aba-aba

Bagi pelari, respons terhadap aba-aba adalah sebuah refleks yang dilatih ribuan kali. Setiap suara dari starter harus memicu rangkaian gerakan spesifik yang telah terpola dalam memori otot. Penguasaan respons ini memisahkan pelari yang hanya cepat dari pelari yang efisien dan konsisten di garis start.

Gerakan pada Aba-aba “Bersedia”

Saat mendengar “Bersedia”, pelari memasuki fase persiapan aktif. Ia melangkah ke depan dan menempatkan kaki pada blok start dengan presisi. Kaki yang kuat biasanya di belakang. Tangan diletakkan di belakang garis start dengan jari-jari membentuk lengkungan yang kuat, siku lurus tapi tidak terkunci. Lutut kaki belakang menyentuh tanah, tubuh rileks namun waspada.

Napas diatur secara teratur, dan fokus visual mulai menyempit ke lintasan di depan. Ini adalah momen untuk menenangkan diri dan memvisualisasikan lomba.

Teknik Pernapasan dan Fokus Mental pada Posisi “Siap”

Komando “Siap” adalah pemicu ketegangan terkontrol. Saat mendengarnya, pelari mengambil napas dalam terakhir kali, lalu menahannya sebagian atau menghembuskannya perlahan sambil mengangkat pinggul. Fokus mental bergeser dari visualisasi ke sensasi tubuh: tekanan pada blok start, ketegangan di otot paha dan glutes, dan distribusi berat badan di tangan dan kaki. Pikiran harus jernih, hanya berisi antisipasi terhadap bunyi pistol, bukan pada apa yang terjadi setelahnya.

Dalam dunia atletik, urutan aba-aba “siap”, “bersedia”, “ya” pada start lari jarak pendek adalah ritme sakral yang menentukan kecepatan reaksi atlet, mirip dengan ketepatan menghitung pola dalam matematika. Seperti halnya menganalisis Bilangan satuan hasil penjumlahan 1!+2!+…+2018! yang memerlukan logika sistematis untuk menemukan pola satuan faktorial setelah angka tertentu, seorang pelari juga harus menginternalisasi pola komando start hingga menjadi refleks otomatis.

Dengan demikian, kedisiplinan dalam merespons setiap tahap aba-aba menjadi kunci utama untuk melesat optimal dari balok start.

Kesalahan umum adalah mengangkat pinggul terlalu tinggi atau terlalu rendah; ketinggian optimal memungkinkan sudut tubuh sekitar 45 derajat terhadap tanah.

Reaksi Gerak Eksplosif terhadap Bunyi Pistol

Reaksi terhadap bunyi pistol atau “Ya” harus bersifat refleksif dan eksplosif. Gerakan dimulai dari dorongan kuat kaki belakang, yang memberikan daya tolak awal. Secara bersamaan, lengan yang berlawanan dengan kaki belakang (misal, kaki kiri di belakang, maka lengan kanan) diayunkan ke depan dengan kuat untuk menyeimbangkan dan memberikan momentum. Tubuh didorong ke depan, bukan ke atas, dengan kepala tetap rendah sejalan dengan tulang belakang.

Langkah pertama ini harus kuat dan agresif, menetapkan ritme untuk langkah-langkah percepatan selanjutnya.

Tips Konsentrasi dari Pelari Profesional

“Jangan pernah mendengarkan starter. Dengarkan bunyi pistolnya. Aba-aba ‘Bersedia’ dan ‘Siap’ hanyalah musik latar untuk ritual Anda. Saat di posisi ‘Siap’, kosongkan pikiran. Fokuskan seluruh kesadaran Anda pada ujung jari telinga, menunggu ledakan suara itu. Jadikan reaksi Anda seperti sentakan pada karet yang diregangkan—otomatis dan tanpa pikir. Start adalah 90% kepercayaan pada latihan dan 10% keberanian untuk meledak.”

Latihan dan Simulasi Menguasai Aba-aba Start

Keahlian start yang tajam tidak datang secara instan; ia adalah hasil dari repetisi dan simulasi yang cerdas. Latihan start harus melampaui sekadar berlari dari blok, tetapi juga melatih reaksi terhadap stimulus pendengaran, konsistensi gerakan, dan ketahanan mental menghadapi tekanan prosedur start yang sesungguhnya.

Latihan Dasar untuk Reaksi dan Konsistensi

Latihan dasar dapat dimulai bahkan tanpa blok start. Latihan reaksi sederhana seperti “drop drill”, dimana partner menjatuhkan benda dari ketinggian tertentu dan pelari harus menangkapnya sebelum menyentuh tanah, sangat efektif. Latihan start dari berbagai posisi (duduk, terlentang, membelakangi) juga melatih kemampuan meledak dari keadaan diam. Kunci dari semua latihan ini adalah konsistensi: melakukan gerakan yang sama persis setiap kali ada stimulus, sehingga menjadi kebiasaan otot.

Program Simulasi Latihan Start

Sebuah program simulasi yang efektif menggabungkan unsur teknis, fisik, dan mental. Satu sesi dapat mencakup pemanasan dinamis, diikuti oleh 6-8 repetisi start dari blok dengan jeda penuh. Beberapa repetisi dilakukan dengan fokus pada teknik dorongan dan langkah pertama, sementara yang lain fokus pada kecepatan reaksi terhadap bunyi pistol (dapat menggunakan aplikasi atau rekaman). Penting untuk menyertakan latihan ini dalam kondisi lelah, untuk mensimulasikan final di mana pelari mungkin sudah melalui beberapa babak.

Metode Pelatihan dengan Alat Bantu Audio

Rekaman audio adalah pelatih yang sabar dan konsisten. Pelari dapat merekam urutan aba-aba dengan jeda waktu yang bervariasi (antara 1.0 hingga 2.0 detik antara “Siap” dan “Ya”) untuk melatih ketajaman dan mencegah ketergantungan pada ritme yang tetap. Memutar rekaman ini secara acak selama latihan atau bahkan saat aktivitas ringan di rumah dapat melatih respons pendengaran. Beberapa aplikasi atletik juga telah dilengkapi dengan fitur start simulator yang dapat memberikan variasi dan mencatat waktu reaksi.

BACA JUGA  Tempat dan Tanggal Lahir Raden Ajeng Kartini Titik Awal Sejarah

Jenis, Tujuan, dan Durasi Latihan Start

Jenis Latihan Tujuan Utama Durasi/Volume yang Disarankan
Start Teknik (Tanpa Kecepatan Penuh) Memperbaiki formasi tubuh, sudut dorong, dan koordinasi lengan-kaki pada fase awal. 8-10 repetisi, dengan istirahat 2-3 menit antar repetisi.
Start Reaksi (Dengan Stimulus Audio) Meningkatkan kecepatan respons terhadap bunyi start dan mengurangi waktu reaksi. 6-8 repetisi, fokus pada ledakan pertama, jarak 10-20m.
Start Berulang di Bawah Kondisi Lelah Membangun ketahanan teknik dan mental saat otot lelah, mensimulasikan final. 4-6 set (2-3 start per set), dengan istirahat pendek antar start dan istirahat panjang antar set.
Visualisasi dan Latihan Mental Membiasakan pikiran dengan prosedur, mengurangi kecemasan, dan memprogram respons positif. 5-10 menit sebelum latihan fisik atau sesi terpisah.

Kesalahan Umum dan Solusi dalam Start Lari Jarak Pendek

Start yang buruk dapat menghancurkan strategi balapan dalam sepersekian detik. Baik itu kesalahan teknis dari pelari maupun ketidakkonsistenan dari starter, dampaknya sama-sama merugikan. Mengidentifikasi kesalahan-kesalahan umum ini adalah langkah pertama untuk mengeliminasinya dari latihan dan pertandingan.

Kesalahan Teknis Pelari per Tahap

Pelari sering kali terjebak dalam kesalahan yang berulang. Pada tahap “Bersedia”, kesalahan umum termasuk posisi tangan terlalu lebar atau terlalu sempit, siku terkunci kaku, atau pandangan mengarah terlalu jauh ke depan sehingga leher tegang. Saat “Siap”, banyak pelari mengangkat pinggul terlalu tinggi (menyebabkan dorongan ke atas) atau terlalu rendah (menghilangkan potensi daya pegas). Reaksi terhadap bunyi pistol yang terlambat atau berupa loncatan ke atas, bukan dorongan ke depan, juga sering terjadi akibat ketegangan atau teknik dorongan kaki yang salah.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Starter

Starter, meski terlatih, tetap manusia. Kesalahan yang mungkin terjadi antara lain memberikan jeda antara “Siap” dan bunyi pistol yang tidak konsisten, kadang cepat kadang lambat, yang dapat memancing false start. Intonasi suara yang naik turun atau terlalu emosional juga dapat mengganggu konsentrasi pelari. Kurang tegas dalam mengambil keputusan saat ada pelari yang bergerak sebelum “Siap” juga merupakan kesalahan yang mengganggu keadilan.

Solusi Korektif untuk Setiap Kesalahan

Solusi untuk pelari dimulai dari penguatan dasar. Kesalahan posisi tangan dan tubuh diperbaiki dengan latihan start statis di depan cermin atau dengan bantuan pelatih yang memberikan koreksi langsung. Untuk masalah reaksi, latihan dengan rekaman audio variatif dan drop drill sangat membantu. Bagi starter, penggunaan metronom elektronik dalam latihan dapat membantu menjaga konsistensi jeda. Starter juga harus rutin mengikuti klinik wasit untuk menyegarkan pengetahuannya dan berlatih memberikan aba-aba dengan tone yang datar dan otoritatif di berbagai kondisi.

Urutan aba-aba “siap”, “bersedia”, dan “ya” dalam start lari jarak pendek menekankan kesiapan fisik dan mental yang setara bagi semua peserta. Prinsip keadilan ini selaras dengan semangat Sila Kelima Pancasila yang menjamin keadilan sosial. Dengan demikian, setiap atlet memulai dari titik yang sama, mencerminkan sebuah kompetisi yang adil dan sportif, di mana kemenangan ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan teknik, bukan oleh keuntungan yang tidak seimbang.

Konsekuensi Kesalahan Start terhadap Performa

  • Hilangnya Momentum Awal: Start yang lambat atau terhuyung-huyung membuat pelari langsung tertinggal beberapa langkah, yang secara psikologis sangat memberatkan.
  • Pemborosan Energi: Start dengan teknik buruk, seperti dorongan ke atas, menggunakan energi yang tidak efisien dan mengganggu transisi ke fase akselerasi.
  • Diskualifikasi: Kesalahan berupa false start, dalam aturan modern, berakibat langsung pada diskualifikasi tanpa ampun.
  • Gangguan Irama Lari: Start yang tidak mulus seringkali merusak irama langkah dan pernapasan pelari, butuh beberapa meter untuk bisa kembali ke ritme optimal.
  • Tekanan Mental Tambahan: Kesalahan di start, meski tidak sampai diskualifikasi, dapat menimbulkan keraguan dan kecemasan yang memengaruhi performa di sisa lomba.

Penutup: Urutan Aba-aba Star Lari Jarak Pendek

Dengan demikian, penguasaan terhadap Urutan Aba-aba Start Lari Jarak Pendek terbukti menjadi elemen fundamental yang memisahkan pelari biasa dengan yang luar biasa. Proses ini melampaui sekadar mengikuti perintah; ia adalah tentang menyelaraskan ritme internal dengan sinyal eksternal, mengubah energi potensial menjadi kinetik dengan efisiensi maksimal. Latihan yang repetitif dan disiplin tinggi terhadap setiap detail prosedur start pada akhirnya akan terbayar di lintasan, di mana reaksi tercepat seringkali lahir dari persiapan yang paling matang dan pemahaman yang paling mendalam.

Bagian Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah jeda waktu antar aba-aba “Bersedia”, “Siap”, dan “Ya” itu tetap atau bisa berbeda-beda?

Jeda waktu antar aba-aba tidak tetap secara ketat dalam hitungan detik, tetapi memiliki prinsip. Setelah “Bersedia”, pelari diberi waktu untuk mengambil posisi dengan nyaman. Aba-aba “Siap” diberikan setelah semua pelari stabil. Jarak antara “Siap” dan “Ya” atau tembakan pistol harus konsisten untuk semua pelari dalam satu heat, biasanya antara 1.5 hingga 2 detik, untuk menghindari ketidakadilan.

Bagaimana jika pistol start macet atau suaranya tidak terdengar jelas?

Jika pistol start gagal atau suaranya tidak jelas, starter harus segera mengulangi prosedur start dengan aba-aba “Bersedia” kembali. Pelari yang sudah mulai berlari karena salah paham harus dipanggil kembali. Dalam pertandingan modern, sistem start elektronik yang dilengkapi speaker di setiap blok start meminimalisir kejadian ini.

Apakah pelari boleh mengangkat kepala atau melihat ke depan saat posisi “Siap”?

Tidak disarankan. Pada posisi “Siap”, pandangan harus tetap ke bawah, mengarah ke lintasan tepat di depan start blok. Mengangkat kepala dapat mengganggu keseimbangan dan alignment tubuh, menyebabkan dorongan yang kurang optimal serta meningkatkan risiko false start karena gerakan awal yang tidak terkontrol.

Adakah konsekuensi bagi starter yang memberikan aba-aba yang tidak konsisten atau salah?

Ya. Starter yang dinilai melakukan kesalahan prosedural yang signifikan, seperti jeda yang terlalu bervariasi atau aba-aba yang tidak jelas, dapat diberi sanksi oleh badan penyelenggara pertandingan. Dalam lomba besar, biasanya ada Chief Starter yang mengawasi kinerja starter. Starter yang buruk dapat digantikan atau tidak ditugaskan di pertandingan selanjutnya.

Leave a Comment