Himpunan penyelesaian dari 2x + 5 – 3(x – 1) <= 0 untuk x bilangan bulat

Himpunan penyelesaian dari 2x + 5 – 3(x – 1) <= 0 jika x variabel pada himpunan bilangan bulat adalah – Himpunan penyelesaian dari 2x + 5 – 3(x – 1) <= 0 jika x variabel pada himpunan bilangan bulat adalah sebuah puzzle aljabar sederhana yang jawabannya bisa kita temukan dengan logika dan langkah-langkah yang runtut. Mari kita bongkar bersama-sama, karena sebenarnya di balik simbol-simbol dan tanda pertidaksamaan itu, tersembunyi sebuah daftar angka yang siap memecahkan misteri matematika ini.

Pertidaksamaan linear seperti ini seringkali jadi batu loncatan untuk memahami konsep matematika yang lebih kompleks. Dengan x yang hanya boleh berupa bilangan bulat, kita bukan cuma mencari sebuah rentang, tapi daftar spesifik angka-angka yang memenuhi syarat. Prosesnya dimulai dari menyederhanakan ekspresi aljabarnya, mengisolasi si variabel x, dan akhirnya memilih bilangan bulat mana saja yang bisa lolos dari kriteria tersebut.

Mengurai Pertidaksamaan Linear dan Himpunan Bilangan Bulat

Kita sering berhadapan dengan masalah yang jawabannya bukan satu angka pasti, melainkan sekumpulan angka. Dalam matematika, kumpulan solusi ini disebut himpunan penyelesaian. Ketika kita menyelesaikan pertidaksamaan linear, kita sedang mencari semua nilai variabel (biasanya x) yang membuat pernyataan matematika tersebut benar. Kali ini, variabel x dibatasi hanya pada himpunan bilangan bulat, yang berarti kita hanya akan mempertimbangkan angka seperti …-2, -1, 0, 1, 2,…

tanpa melibatkan pecahan atau desimal. Bentuk umum pertidaksamaan linear satu variabel sederhana, biasanya berupa ax + b ≤ 0, ax + b ≥ 0, atau variasi dengan tanda < (kurang dari) dan > (lebih dari). Tujuan kita adalah mengisolasi x untuk menemukan rentang nilai yang memenuhi.

Pengantar dan Definisi Konsep Dasar

Himpunan penyelesaian dari 2x + 5 - 3(x - 1) <=  0 jika x variabel pada himpunan bilangan bulat adalah

Source: amazonaws.com

Nah, setelah kamu selesai menyelesaikan soal himpunan penyelesaian dari 2x + 5 – 3(x – 1) ≤ 0 untuk bilangan bulat, tantangan aljabar berikutnya bisa lebih seru, lho. Coba intip cara Tentukan persamaan kuadrat yang akar-akarnya: (5 – akar(3)) dan (5 + akar(3)) itu, karena logika menyusun persamaan dari akar-akarnya bakal memperkuat pemahamanmu dalam manipulasi bentuk aljabar, yang juga sangat berguna saat menyelesaikan pertidaksamaan linear kayak soal pertama tadi.

BACA JUGA  Hasil dari 4 1/3 + 2 1/2 - 3 1/6 adalah 3 2/3

Memahami dasar-dasar istilah adalah kunci untuk menyelesaikan soal dengan percaya diri. Himpunan penyelesaian dalam konteks pertidaksamaan adalah kumpulan semua bilangan yang, ketika disubstitusikan ke variabel, membuat pertidaksamaan tersebut menjadi pernyataan yang benar. Variabel pada himpunan bilangan bulat memberi batasan penting: solusi kita harus berasal dari angka-angka bulat, bukan bilangan real yang kontinu. Ini mengubah solusi dari sebuah interval di garis bilangan menjadi titik-titik diskrit yang terpisah.

Komponen utama pertidaksamaan linear meliputi variabel (yang nilainya dicari), koefisien (angka yang mengalikan variabel), konstanta (angka tetap), dan tanda pertidaksamaan yang menentukan hubungan besaran.

Penyederhanaan dan Penyelesaian Aljabar

Mari kita selesaikan pertidaksamaan 2x + 5 – 3(x – 1) ≤ 0 langkah demi langkah. Prosesnya mirip dengan menyelesaikan persamaan, tetapi kita harus hati-hati dengan tanda pertidaksamaan, terutama jika mengalikan atau membagi dengan bilangan negatif.

Langkah Penyederhanaan Hukum Aljabar yang Digunakan
2x + 5 – 3(x – 1) ≤ 0 Soal awal.
2x + 5 – 3x + 3 ≤ 0 Distributif: -3 dikalikan ke (x – 1) menjadi -3x + 3.
(2x – 3x) + (5 + 3) ≤ 0 Pengelompokan suku sejenis.
-1x + 8 ≤ 0 Penjumlahan dan pengurangan suku sejenis.
-1x ≤ -8 Pengurangan kedua ruas dengan 8 (Sifat Pengurangan Kesetaraan).
x ≥ 8 Pembagian kedua ruas dengan -1. Tanda ≤ berbalik menjadi ≥ karena dibagi bilangan negatif.

Dari proses aljabar di atas, kita mendapatkan solusi umum pertidaksamaan: x ≥ 8. Artinya, dalam bilangan real, semua angka dari 8 sampai tak terhingga adalah solusi. Namun, ingat batasan kita: x harus bilangan bulat.

Interpretasi Solusi dalam Bilangan Bulat

Hasil x ≥ 8 harus kita terjemahkan ke dalam dunia bilangan bulat. Ini berarti kita mencari semua bilangan bulat yang nilainya lebih besar atau sama dengan 8. Tidak ada bilangan bulat di antara 8 dan 9, jadi himpunan solusinya adalah bilangan bulat yang dimulai dari 8 dan seterusnya ke arah positif.

Anggota himpunan penyelesaiannya dapat didaftar sebagai berikut:

  • 8
  • 9
  • 10
  • … dan seterusnya hingga tak terhingga.

Dalam notasi himpunan yang lebih rapi, kita tulis: HP = x | x ≥ 8, x ∈ bilangan bulat atau dengan mendaftar anggotanya: HP = 8, 9, 10, 11, …. Tiga titik (…) menunjukkan pola ini berlanjut tanpa batas ke bilangan bulat positif yang lebih besar.

Verifikasi dan Pengujian Solusi

Setelah menemukan solusi, penting untuk memverifikasi kebenarannya. Caranya dengan mensubstitusikan beberapa nilai ke dalam pertidaksamaan awal. Kita akan uji satu bilangan yang termasuk solusi (misalnya 8) dan satu yang bukan (misalnya 7).

Verifikasi untuk x = 8 (Termasuk Solusi):
2(8) + 5 – 3(8 – 1) ≤ 0
16 + 5 – 3(7) ≤ 0
21 – 21 ≤ 0
0 ≤ 0 → BENAR (karena 0 sama dengan 0, syarat ≤ terpenuhi).

Verifikasi untuk x = 7 (Bukan Solusi):
2(7) + 5 – 3(7 – 1) ≤ 0
14 + 5 – 3(6) ≤ 0
19 – 18 ≤ 0
1 ≤ 0 → SALAH.

Pengujian ini mengonfirmasi kebenaran himpunan penyelesaian kita. Jika batasan bilangan bulat diabaikan dan kita menganggap solusinya adalah semua bilangan real x ≥ 8, kita tidak melakukan kesalahan konseptual untuk pertidaksamaan ini. Namun, dalam konteks soal yang secara eksplisit meminta bilangan bulat, jawaban berupa interval real akan dianggap kurang tepat karena tidak spesifik dan mencakup nilai-nilai (seperti 8,5) yang bukan merupakan anggota himpunan bilangan bulat.

BACA JUGA  Menentukan Rumus Fungsi Linear f(x)=ax+b dari f(2)=13 dan f(5)=22

Aplikasi dan Variasi dalam Konteks Berbeda: Himpunan Penyelesaian Dari 2x + 5 – 3(x – 1) <= 0 Jika X Variabel Pada Himpunan Bilangan Bulat Adalah

Pemahaman tentang penyelesaian pertidaksamaan linear menjadi lebih kokoh ketika kita melihat variasi soalnya. Perubahan kecil pada koefisien atau tanda pertidaksamaan bisa menghasilkan himpunan penyelesaian yang sangat berbeda, terutama ketika dikaitkan dengan bilangan bulat.

Variasi Soal dan Perbandingan Penyelesaian, Himpunan penyelesaian dari 2x + 5 – 3(x – 1) <= 0 jika x variabel pada himpunan bilangan bulat adalah

Mari kita rancang dua variasi soal untuk dilihat perbedaannya.

Variasi 1: -2x + 4 < 10, dengan x bilangan bulat.
Variasi 2: 3(x + 1)
-5 ≥ 2x – 7, dengan x bilangan bulat.

Penyelesaian dan perbandingannya dengan soal utama adalah sebagai berikut:

  • Proses Aljabar: Soal utama dan kedua variasi sama-sama melalui langkah distributif, pengelompokan suku, dan operasi kesetaraan. Perbedaan utama ada pada apakah tanda pertidaksamaan harus dibalik (saat mengalikan/membagi negatif) seperti pada Variasi 1 yang hasilnya x > -3.
  • Bentuk Solusi: Soal utama menghasilkan x ≥ 8 (mulai dari 8 ke atas). Variasi 1 menghasilkan x > -3, yang berarti himpunan bulatnya dimulai dari -2. Variasi 2 setelah disederhanakan menjadi x ≥ -5, yang berarti dimulai dari -5.
  • Karakter Himpunan: Ketiganya memiliki himpunan solusi yang tak terhingga, tetapi titik awalnya berbeda-beda: 8, -2, dan -5. Ini menunjukkan bagaimana konstanta dan koefisien menggeser “batas awal” himpunan solusi di garis bilangan bulat.

Ilustrasi Garis Bilangan untuk Berbagai Tanda Pertidaksamaan

Bayangkan sebuah garis bilangan bulat. Himpunan penyelesaian untuk bilangan bulat digambarkan sebagai titik-titik yang ditebalkan atau diberi bulatan.

  • Untuk x ≥ a (seperti soal utama): Titik pada angka a diisi penuh (karena termasuk), dan semua titik di sebelah kanannya (angka lebih besar) juga diisi, berlanjut tak terhingga.
  • Untuk x > a: Titik pada angka a dikosongkan atau diberi lingkaran terbuka (karena tidak termasuk), tetapi semua titik di sebelah kanannya diisi.
  • Untuk x ≤ a: Titik pada angka a diisi penuh, dan semua titik di sebelah kirinya (angka lebih kecil) diisi, berlanjut tak terhingga ke kiri.
  • Untuk x < a: Titik pada angka a dikosongkan, dan semua titik di sebelah kirinya diisi.
BACA JUGA  Dua Sudut Berpelurus Satu Dua Kali Lainnya Berapa Besarnya

Perbedaan antara tanda ≥/≤ dan >/ < sangat krusial dalam menentukan apakah bilangan batas (a) itu sendiri termasuk dalam himpunan penyelesaian atau tidak. Dalam konteks bilangan bulat, perbedaan ini bisa berarti satu angka tertentu masuk atau tidak ke dalam daftar jawaban akhir kita.

Simpulan Akhir

Jadi, setelah melalui proses penyederhanaan dan penjaringan, himpunan penyelesaiannya akhirnya terkuak. Ini membuktikan bahwa matematika, meski terkesan ketat, sebenarnya adalah permainan logika yang sangat memuaskan ketika kita berhasil menemukan jawaban pastinya. Pemahaman ini nggak cuma berguna untuk mengerjakan soal ini saja, tapi juga menjadi fondasi untuk menyelesaikan berbagai variasi pertidaksamaan lain di masa depan.

Nah, setelah kamu selesai menyelesaikan himpunan penyelesaian dari 2x + 5 – 3(x – 1) ≤ 0 untuk bilangan bulat, pasti otakmu lagi panas-panasnya mikir angka, kan? Tenang, ada tantangan seru lain yang bisa melatih logikamu: coba deh Misalkan, m dan n adalah bilangan positif yang memenuhi 1/m + 1/n = 4/7. Berapakah nilai m^2 + n^2?. Soal ini punya vibe yang mirip, tapi dengan pendekatan berbeda yang bikin kamu makin jago mengolah persamaan.

Jadi, setelah beres dari soal m dan n itu, kembali lagi ke soal pertidaksamaan tadi, pasti kamu bakal lebih pede menyusun solusinya dengan lebih rapi dan teliti.

Panduan FAQ

Apakah tanda ≤ (kurang dari atau sama dengan) sangat mempengaruhi hasil akhir?

Ya, sangat. Tanda ≤ berarti bilangan bulat pada batas tersebut (dalam soal ini, 8) ikut termasuk dalam himpunan penyelesaian. Jika tandanya hanya < (kurang dari), maka angka 8 tidak akan masuk.

Bagaimana jika soal meminta himpunan penyelesaian untuk bilangan cacah?

Konsepnya sama, tetapi himpunan bilangan cacah dimulai dari 0. Jadi, kita ambil semua bilangan bulat yang memenuhi x ≥ 8, lalu pastikan angkanya tidak negatif. Himpunan penyelesaiannya akan menjadi 8, 9, 10, 11, ….

Apakah langkah penyederhanaan aljabar bisa diubah urutannya?

Inti dari penyederhanaan adalah menerapkan hukum aljabar (distributif, komutatif, asosiatif) dengan benar. Urutan tertentu mungkin lebih efisien, tetapi selama hukum matematika dipatuhi, hasil akhirnya akan tetap sama.

Mengapa penting untuk melakukan verifikasi dengan substitusi?

Verifikasi adalah cara untuk memastikan tidak ada kesalahan hitung selama proses. Dengan mencoba satu angka yang termasuk solusi dan satu yang bukan, kita bisa menguji kebenaran batas dan tanda pertidaksamaan yang telah kita tentukan.

Leave a Comment