Diketahui persamaan garis a 3x-5y+k=0 dan b 25y=15x+60 berimpit maka nilai k

Diketahui persamaan garis a adalah 3x – 5y + k = 0 dan persamaan garis b adalah 25y = 15x + 60. Jika grafik a dan b berimpit, nilai k yang garis memenuhi syarat itu ternyata bisa kita temukan dengan logika yang sederhana, lho. Mari kita buka pikiran sejenak dan ikuti alur berpikirnya, karena konsep ini nggak cuma sekadar hitungan tapi tentang memahami esensi “kesamaan” dalam dunia garis lurus yang ternyata punya cerita menarik.

Sebelum terjun ke angka-angka, kita perlu sepakati dulu nih, dua garis bisa disebut berimpit itu bukan kebetulan. Mereka harus benar-benar identik, seperti kembar yang menempati ruang yang sama persis di bidang kartesius. Artinya, semua koefisien variabel dan konstantanya harus proporsional. Nah, dari persamaan yang terlihat berbeda itu, kita akan mengubahnya ke bentuk yang sama, mengamati polanya, dan menemukan si konstanta misterius k yang menyatukan keduanya.

Memahami Konsep Garis Berimpit dalam Sistem Koordinat

Dalam dunia geometri analitik, ada hubungan khusus yang bisa terjadi antara dua garis lurus di bidang kartesius: berpotongan, sejajar, atau berimpit. Nah, kasus berimpit ini yang paling menarik karena sebenarnya dua garis itu adalah satu garis yang sama, hanya persamaannya saja yang mungkin terlihat berbeda. Bayangkan seperti dua jalan tol yang tepat bertumpuk, meski namanya berbeda, jalurnya satu. Agar dua persamaan garis merepresentasikan grafik yang berimpit, mereka harus memenuhi syarat utama: perbandingan koefisien variabel x dan y, serta konstanta, harus sama persis.

Secara matematis, untuk garis A: a₁x + b₁y + c₁ = 0 dan garis B: a₂x + b₂y + c₂ = 0, mereka berimpit jika a₁/a₂ = b₁/b₂ = c₁/c₂.

Nah, kalau soal garis berimpit tadi, intinya kamu cari dulu hubungan koefisiennya biar ketemu nilai k-nya. Soal kayak gini seru banget buat dianalisis, apalagi kalau dikaitin sama materi fungsi kuadrat yang punya titik balik. Misalnya nih, buat yang penasaran cara cari Persamaan grafik fungsi kuadrat yang mempunyai titik balik (1, 4) serta melalui titik (2, 3) adalah , prinsip aljabarnya mirip: cari pola dari data yang diketahui.

Balik lagi ke garis berimpit, setelah paham konsep dasarnya, nilai k itu bakal ketemu dengan lebih mudah dan logis.

BACA JUGA  Tentukan Bilangan Pengisi Tempat Kosong 19 2 4 4 7 30 5 3 8 7 ? 7 8 5 10

Membedakan karakteristik garis berimpit dengan jenis hubungan lainnya akan memperjelas pemahaman. Mari kita lihat perbandingannya dalam tabel berikut.

Jenis Hubungan Syarat Perbandingan Koefisien Banyak Titik Potong Visualisasi di Bidang
Berimpit a₁/a₂ = b₁/b₂ = c₁/c₂ Tak terhingga Dua garis menempati posisi yang sama persis, saling menutupi.
Sejajar a₁/a₂ = b₁/b₂ ≠ c₁/c₂ Tidak ada Dua garis memiliki kemiringan sama tetapi terpisah, tidak pernah bertemu.
Berpotongan a₁/a₂ ≠ b₁/b₂ Satu titik Dua garis bertemu di satu titik tertentu.

Langkah kunci sebelum menganalisis adalah menyamakan bentuk persamaan. Bentuk standar Ax + By + C = 0 atau bentuk eksplisit y = mx + c sangat membantu. Dengan bentuk yang seragam, kita bisa langsung membandingkan “DNA” dari setiap garis, yaitu koefisien dan konstannya, tanpa terkecoh oleh penulisan yang berbeda.

Menganalisis Persamaan Garis yang Diberikan

Diketahui persamaan garis a adalah 3x - 5y + k = 0 dan persamaan garis b adalah 25y = 15x + 60. Jika grafik a dan b berimpit, nilai k yang garis memen

Source: kompas.com

Sekarang, mari kita fokus pada dua kandidat garis dari soal: si garis a (3x – 5y + k = 0) dan garis b (25y = 15x + 60). Mereka diduga berimpit, dan tugas kita adalah membuktikannya dengan mencari nilai k yang tepat. Pertama-tama, kita harus membawa mereka ke ‘meja perundingan’ yang sama, yaitu bentuk yang mirip. Garis a sudah nyaman dalam bentuk standar.

Mari kita tata ulang garis b.

Persamaan garis b adalah 25y = 15x +
60. Untuk membuatnya mirip dengan garis a, kita pindahkan semua suku ke satu ruas: 15x – 25y + 60 = 0. Namun, agar perbandingannya lebih mudah, kita bisa menyederhanakan persamaan ini dengan membagi semua suku dengan faktor persekutuan terbesarnya, yaitu 5. Hasilnya adalah 3x – 5y + 12 = 0. Nah, sekarang kedua garis sudah dalam bentuk yang sangat mirip! Mari kita identifikasi komponen-komponen pentingnya.

Persamaan Garis Bentuk Standar (Setelah Disamakan) Koefisien x (A) Koefisien y (B) Konstanta (C)
Garis a 3x – 5y + k = 0 3 -5 k
Garis b 3x – 5y + 12 = 0 3 -5 12

Dari tabel di atas, terlihat jelas bahwa koefisien x dan y dari kedua garis sudah sama persis, yaitu 3 dan –
5. Ini adalah syarat pertama dan kedua untuk kebeimpitan. Tinggal satu syarat terakhir: kesamaan konstanta.

Menentukan Nilai Konstanta k agar Terjadi Kebeimpitan

Setelah koefisien variabel x dan y kita pastikan identik, jalan menuju nilai k menjadi sangat lurus. Logikanya sederhana: jika dua garis itu benar-benar garis yang sama, maka konstanta pada bentuk standarnya juga harus sama. Dari analisis sebelumnya, kita sudah mengubah garis b menjadi 3x – 5y + 12 = 0. Garis a kita adalah 3x – 5y + k = 0.

Agar keduanya berimpit, suku konstantanya harus sama. Dengan kata lain, nilai k harus sama dengan 12.

BACA JUGA  Dari sekelompok anak terdapat 20 anak gemar voli 28 basket 27 pingpong 13 voli dan basket 11 voli dan

Prosedur perhitungan formalnya mengikuti prinsip perbandingan yang telah disebutkan di awal. Berikut langkah-langkah sistematisnya:

Langkah 1: Samakan bentuk kedua persamaan garis. Garis a: 3x – 5y + k =
0. Garis b: 25y = 15x + 60 → 15x – 25y + 60 = 0 → (dibagi 5) → 3x – 5y + 12 = 0.
Langkah 2: Identifikasi koefisien. Untuk garis a: A₁=3, B₁=-5, C₁=k.

Untuk garis b: A₂=3, B₂=-5, C₂=12.
Langkah 3: Terapkan syarat berimpit: A₁/A₂ = B₁/B₂ = C₁/C₂.
Langkah 4: Substitusi nilai: 3/3 = (-5)/(-5) = k/12.
Langkah 5: Selesaikan persamaan untuk k. Dari 1 = k/12, kita peroleh k = 12.

Perhitungan di atas menunjukkan bahwa nilai k = 12 adalah satu-satunya jawaban yang memenuhi syarat agar perbandingan ketiga komponen tersebut sama persis.

Verifikasi dan Interpretasi Hasil: Diketahui Persamaan Garis A Adalah 3x – 5y + K = 0 Dan Persamaan Garis B Adalah 25y = 15x + 60. Jika Grafik A Dan B Berimpit, Nilai K Yang Garis Memen

Hasil perhitungan bukanlah akhir cerita. Seorang pemikir kritis selalu melakukan verifikasi. Mari kita substitusi k = 12 ke dalam persamaan garis a: 3x – 5y + 12 = 0. Persamaan ini ternyata identik, kata demi kata, dengan persamaan garis b yang telah kita sederhanakan (3x – 5y + 12 = 0). Ini adalah bukti aljabar yang kuat bahwa kedua persamaan tersebut adalah sama.

Implikasi dari nilai k=12 ini sangat visual. Dalam bidang kartesius, baik grafik dari persamaan “3x – 5y + 12 = 0” maupun “25y = 15x + 60” akan digambar sebagai satu garis lurus yang tunggal. Tidak ada perbedaan atau jarak di antara keduanya. Jika kamu memplot titik-titik yang memenuhi salah satu persamaan, titik-titik itu akan otomatis memenuhi persamaan yang lain.

Coba bayangkan sebuah garis miring yang memotong sumbu y di (0, 12/5) dan memiliki gradien 3/5. Itulah garis yang dimaksud, dan dia hanya ada satu, meski punya dua ‘nama’ atau bentuk persamaan yang berbeda.

Aplikasi dan Variasi Soal Serupa

Konsep garis berimpit ini sering muncul dalam berbagai bentuk soal. Untuk mengasah kemampuan, coba kerjakan beberapa variasi soal berikut dengan tingkat kesulitan yang bertahap.

Variasi Soal 1 (Mudah): Diketahui garis g: 2x + 4y – 8 = 0 dan garis h: (a-1)x + 2y + 3 = 0. Jika garis g dan h berimpit, tentukan nilai a dan konstanta yang sesuai pada garis h.
Variasi Soal 2 (Sedang): Persamaan garis p melalui titik (1,2) dan (3,5). Garis q dinyatakan sebagai 6x – 4y + k = 0. Tentukan nilai k agar garis q berimpit dengan garis p.

Variasi Soal 3 (Menantang): Garis r: (m+2)x + (n-1)y = 7 dan garis s: 4x + 6y – 14 = 0 berimpit. Tentukan nilai m dan n, kemudian hitung nilai dari m² + n.

BACA JUGA  Dari Soal Gambarkan Grafik Fungsi Kuadrat y = ax² dan Simpulannya

Prosedur penyelesaian umum untuk tipe soal seperti ini selalu konsisten: (1) Ubah kedua persamaan ke bentuk standar Ax+By+C=0, (2) Samakan atau bandingkan koefisien A dan B dari kedua persamaan (ini akan memberi persamaan jika ada variabel selain konstanta), (3) Samakan perbandingan A₁/A₂ = C₁/C₂ atau B₁/B₂ = C₁/C₂ untuk mencari nilai konstanta yang belum diketahui.

Nah, kalau kamu udah paham cara cari nilai k saat dua garis berimpit, pasti logika matematikamu makin oke. Coba tantangan lain yang seru nih, misalnya soal tentang Persegi panjang ABCD mempunyai keliling 64 cm. Panjang sisi AB 4 cm lebih dari panjang BC. Tentukan: a. panjang sisi AB; b.

luas persegi panjang ABCD.. Soal kayak gini bikin kemampuan aljabar dan geometrimu terasah banget, yang pasti berguna buat ngelanjutin analisis persamaan garis berimpit tadi dengan lebih percaya diri.

Beberapa tips untuk menghindari kesalahan umum: Pertama, selesaikan proses penyederhanaan. Jangan terburu-buru membandingkan sebelum persamaan benar-benar dalam bentuk paling sederhana. Kedua, perhatikan tanda minus. Kesalahan pada tanda koefisien atau konstanta adalah sumber error yang paling umum. Ketiga, verifikasi dengan substitusi.

Setelah mendapatkan nilai konstanta, substitusi kembali ke persamaan awal untuk memastikan keduanya menjadi identik. Dengan ketelitian ini, soal-soal tentang garis berimpit justru akan menjadi yang paling mudah dan menyenangkan untuk diselesaikan.

Terakhir

Jadi, setelah melalui proses menyamakan bentuk dan membandingkan koefisien, nilai k yang membuat garis a dan b berimpit telah berhasil kita ungkap. Hasil ini bukan akhir, melainkan pintu masuk untuk memahami relasi yang lebih kompleks antar garis. Coba terapkan logika serupa pada variasi soal lain, dan lihat bagaimana pemahamanmu berkembang. Ingat, matematika seringkali adalah permainan menemukan pola dalam kerumitan, dan kamu baru saja memenangkan satu level di dalamnya.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apa bedanya garis berimpit dengan garis yang sejajar?

Garis sejajar memiliki kemiringan (gradien) yang sama tetapi konstanta berbeda, sehingga mereka tidak pernah bertemu. Garis berimpit memiliki gradien dan konstanta yang proporsional, sehingga mereka menempati posisi yang sama persis (bertemu di semua titik).

Bagaimana jika koefisien x dan y sudah sama, tapi konstanta berbeda?

Itu adalah kondisi garis sejajar. Untuk berimpit, perbandingan koefisien x, koefisien y, dan konstanta dari kedua persamaan harus sama persis.

Apakah harus selalu diubah ke bentuk Ax + By + C = 0?

Tidak harus, tetapi bentuk itu sangat memudahkan perbandingan. Yang penting adalah bentuk akhir kedua persamaan dibuat konsisten agar koefisien dan konstanta dapat dibandingkan secara langsung.

Bisakah soal seperti ini muncul dengan bentuk persamaan garis yang lain, misalnya y = mx + c?

Tentu bisa! Prinsipnya tetap sama: samakan dulu bentuk persamaannya, lalu bandingkan koefisien-koefisiennya untuk menemukan hubungan dan nilai konstanta yang belum diketahui.

Leave a Comment