Soal Pola Bilangan Persegi Panjang Mencari Suku ke-n Jika Rn 552

Soal berikut berkaitan dengan pola bilangan persegi panjang. Jika Rn = 552, suku ke berapakah Rn? Mari kita bongkar bersama-sama, karena sebenarnya di balik angka-angka yang terlihat rumit itu ada pola yang cantik dan logika yang bisa kita kejar. Bayangkan ini seperti menyusun puzzle, di mana kita punya kunci utamanya, yaitu rumus, dan tinggal memasukkan potongan yang tepat untuk melihat gambaran lengkapnya.

Pola bilangan persegi panjang ini sebenarnya adalah sepupu dekat dari bilangan persegi biasa, tapi dengan karakter yang lebih ‘panjang’. Kalau bilangan persegi seperti 1, 4, 9, 16 berasal dari mengalikan suatu bilangan dengan dirinya sendiri, maka bilangan persegi panjang datang dari mengalikan dua bilangan berurutan. Hasilnya adalah sebuah deret angka yang punya cerita visual tersendiri, bisa dibayangkan sebagai susunan titik yang membentuk persegi panjang, bukan persegi sempurna.

Nah, dari sanalah kita bisa temukan rumus ajaibnya.

Memahami Pola Bilangan Persegi Panjang

Kalau kita bicara pola bilangan, pasti yang langsung keinget barisan seperti 2, 4, 6, 8 atau 1, 3, 5, 7. Nah, pola bilangan persegi panjang ini punya karakter yang unik dan visual banget. Ia disebut “persegi panjang” karena jika kita menyusun titik-titik untuk membentuk bilangannya, kita akan mendapatkan bentuk persegi panjang, bukan persegi sempurna. Konsep ini menarik karena menghubungkan aljabar dengan geometri secara langsung dan elegan.

Secara definisi, pola bilangan persegi panjang adalah barisan bilangan yang mewakili jumlah titik yang dapat disusun membentuk persegi panjang dengan panjang sisi yang berbeda satu satuan. Rumus umum untuk suku ke-n (R_n) dari pola ini sangat sederhana:

Rn = n × (n + 1)

Di mana ‘n’ adalah bilangan asli (1, 2, 3, …). Mari kita lihat lima suku pertamanya dalam tabel berikut untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

Suku ke-n (n) Rumus n × (n+1) Perhitungan Nilai Rn
1 1 × (1+1) 1 × 2 2
2 2 × (2+1) 2 × 3 6
3 3 × (3+1) 3 × 4 12
4 4 × (4+1) 4 × 5 20
5 5 × (5+1) 5 × 6 30

Perbandingan dengan pola bilangan persegi biasa (seperti 1, 4, 9, 16) penting untuk menghindari kebingungan. Bilangan persegi punya rumus n², yang jika divisualisasikan akan membentuk bangun persegi sempurna (misal 9 titik susunan 3×3). Sementara bilangan persegi panjang, dengan rumus n(n+1), selalu membentuk persegi panjang dengan sisi yang berurutan, seperti 2×3 atau 5×6. Karakteristik utamanya adalah setiap suku merupakan hasil kali dua bilangan asli berurutan, yang membuat selisih antar sukunya membentuk barisan bilangan genap (4, 6, 8, 10, …).

BACA JUGA  Jika fungsi kuadrat y = f(x) mencapai minimum di titik (1,-4) dan f (4) = 5 maka f (x) =

Menganalisis Soal dan Mencari Nilai ‘n’

Sekarang kita masuk ke inti persoalan: jika diketahui R_n = 552, suku ke berapakah itu? Soal ini sebenarnya adalah undangan untuk bermain dengan aljabar dasar. Kita punya rumus dan kita punya hasilnya, tinggal mencari faktor yang hilang, yaitu nilai n. Prosesnya sistematis dan bisa diikuti siapa saja yang paham operasi aljabar sederhana.

Oke, soal pola bilangan persegi panjang di mana Rn = 552 itu seru banget buat dipecahkan, intinya kita cari suku ke-n yang hasilnya segitu. Teknik pencarian polanya mirip kayak saat kita mau nemuin persamaan fungsi kuadrat dari titik potongnya, kayak contoh soal yang satu ini: Grafik suatu fungsi kuadrat memotong sumbu X di titik A(-1, 0), B(4, 0), dan memotong sumbu Y di titik C(0, 8).

Persamaan grafik fungsi tersebut adala. Nah, setelah paham logika menyusun pola dari data yang ada, balik lagi ke soal awal, dengan rumus Rn = n(n+1), kita bisa temuin n yang memenuhi 552.

Langkah pertama adalah mensubstitusi nilai yang diketahui ke dalam rumus utama. Kita tulis persamaannya: n × (n + 1) =
552. Persamaan ini belum dalam bentuk yang mudah diolah, jadi kita kembangkan menjadi persamaan kuadrat standar: n² + n = 552, yang kemudian menjadi n² + n – 552 = 0. Inilah persamaan kunci yang harus kita pecahkan.

Untuk mencari nilai n, kita bisa gunakan pemfaktoran. Kita perlu dua bilangan yang hasil kalinya -552 dan jumlahnya +1 (koefisien dari n). Setelah mencoba-coba, kita temukan bahwa 24 dan -23 memenuhi syarat tersebut (24 × -23 = -552 dan 24 + (-23) = 1). Jadi, persamaan dapat difaktorkan menjadi (n + 24)(n – 23) =
0. Dari sini kita peroleh dua solusi: n = -24 dan n = 23.

Dalam konteks pola bilangan, suku ke-n hanya didefinisikan untuk n sebagai bilangan bulat positif. Oleh karena itu, solusi n = -24 tidak memiliki makna karena tidak ada suku ke-minus dua puluh empat. Solusi yang valid dan bermakna hanya n = 23.

Penerapan dan Variasi Soal Serupa

Setelah berhasil mengatasi soal utama, kemampuan kita akan lebih terasah jika mencoba variasi soal lain. Pola bilangan persegi panjang bisa ditanyakan dalam berbagai bentuk, misalnya mencari suku tertentu, menentukan apakah suatu bilangan termasuk dalam pola, atau bahkan menghitung jumlah beberapa suku pertamanya. Berikut tiga contoh soal dengan tingkat kesulitan yang berbeda.

BACA JUGA  Diketahui h(x) ax+9 h(3)-6 Tentukan h(6) dan Rumusnya
Jenis Soal Pertanyaan Langkah Penyelesaian Singkat Jawaban
Dasar Tentukan suku ke-15 dari pola bilangan persegi panjang. Substitusi n=15 ke rumus R_n = n(n+1). R_15 = 15 × 16. 240
Menengah Apakah bilangan 342 merupakan bagian dari pola bilangan persegi panjang? Jika ya, suku ke berapa? Selesaikan n² + n – 342 = 0. Faktorkan (n+19)(n-18)=0. Ambil solusi positif. Ya, suku ke-18.
Analitis Jika suku ke-k dari pola ini adalah 156, dan suku ke-(k+1) adalah 210, tentukan nilai k. Buat persamaan: k(k+1)=156 dan (k+1)(k+2)=

Bagi persamaan kedua dengan pertama, sederhanakan untuk verifikasi atau selesaikan satu persamaan.

k = 12 (dari persamaan pertama: 12×13=156).

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah mencampuradukkan rumus dengan pola bilangan persegi (n²) atau pola bilangan segitiga (½n(n+1)). Kecerobohan dalam memfaktorkan persamaan kuadrat juga sering menjadi batu sandungan. Representasi visual pola ini bisa dibayangkan sebagai susunan titik. Misal untuk R_3 = 12, bayangkan 12 titik yang disusun dalam 3 baris, di mana setiap barisnya berisi 4 titik (karena 3 × 4), membentuk sebuah persegi panjang yang lebih panjang daripada lebar.

Strategi Penyelesaian dan Verifikasi Jawaban: Soal Berikut Berkaitan Dengan Pola Bilangan Persegi Panjang. Jika Rn = 552, Suku Ke Berapakah Rn?

Menemukan jawaban saja belum cukup. Verifikasi adalah langkah krusial untuk memastikan kita tidak keliru. Untuk soal kita (n=23, R_n=552), strategi verifikasi yang paling langsung adalah melakukan perhitungan balik: hitung 23 × 24. Jika hasilnya 552, maka jawaban kita sudah pasti benar. Pendekatan ini sederhana namun sangat powerful.

Nah, soal tentang pola bilangan persegi panjang di mana Rn = 552 itu sebenarnya seru buat diulik. Kalau kamu suka tantangan aljabar kayak gini, coba deh tengok soal lain yang prinsip pengerjaannya mirip, misalnya soal fungsi Jika h(x) = x/a + 5 dan h(a^2) = 12, maka nilai a =. Dengan memahami konsep substitusi dan penyelesaian persamaan di soal itu, insight-nya bisa kamu bawa balik untuk mecahin teka-teki suku ke berapa sih yang menghasilkan nilai 552 dalam pola persegi panjang tadi.

Jadi, yuk, kita lanjutin eksplorasinya!

Pemeriksaan syarat bahwa n harus bilangan bulat positif adalah bagian yang tidak boleh dilewatkan. Dalam matematika, banyak persamaan yang menghasilkan dua akar, namun konteks soal—seperti indeks suku, jumlah benda, atau urutan—seringkali membatasi solusi hanya pada bilangan positif. Mengabaikan ini bisa membuat kita menerima jawaban yang secara matematis benar tetapi secara kontekstual tidak masuk akal.

Berikut prosedur lengkap dan terstruktur untuk menyelesaikan soal seperti ini dari awal hingga akhir:

  • Tuliskan rumus umum pola bilangan persegi panjang: R_n = n(n+1).
  • Substitusi nilai R_n yang diketahui ke dalam rumus, sehingga membentuk persamaan n(n+1) = [angka].
  • Ubah persamaan tersebut ke bentuk kuadrat standar: n² + n – [angka] = 0.
  • Selesaikan persamaan kuadrat dengan metode pemfaktoran, melengkapkan kuadrat, atau menggunakan rumus ABC.
  • Dari akar-akar yang didapat, pilih akar yang merupakan bilangan bulat positif. Abaikan akar negatif atau pecahan (kecuali dinyatakan lain).
  • Verifikasi jawaban dengan memasukkan nilai n yang ditemukan kembali ke rumus asli. Pastikan hasilnya sesuai dengan nilai R_n pada soal.

Kaitan antara konsep akar-akar persamaan kuadrat dengan penyelesaian masalah ini sangat erat. Persamaan n² + n – 552 = 0 secara grafis akan berbentuk parabola yang memotong sumbu-n di dua titik. Titik potong itulah akar-akarnya. Dalam dunia nyata pola bilangan, hanya titik potong di kuadran positif (n>0) yang memiliki interpretasi nyata, yaitu sebagai nomor suku dalam barisan. Dengan demikian, aljabar dan logika kontekstual bekerja sama untuk menghasilkan satu solusi final yang valid.

Ringkasan Akhir

Jadi, begitulah ceritanya. Dari sebuah soal yang bertanya “suku ke berapa?”, kita diajak jalan-jalan menyusuri konsep pola, bermain dengan persamaan kuadrat, dan akhirnya menemukan jawaban yang memuaskan, yaitu suku ke-23. Proses ini mengajarkan bahwa matematika seringkali bukan sekadar hitung-hitungan kering, tapi lebih tentang memahami cerita di balik rumus dan teliti dalam setiap langkah. Yang penting, jangan takut untuk mencoba dan mengecek kembali jawabanmu.

Siapa tahu, pola bilangan persegi panjang ini nantinya bisa jadi inspirasi untuk memecahkan teka-teki lain yang lebih seru lagi.

Pertanyaan yang Kerap Ditanyakan

Apa bedanya bilangan persegi panjang dengan bilangan persegi biasa?

Bilangan persegi (seperti 4, 9, 16) berbentuk persegi sempurna (n x n), sedangkan bilangan persegi panjang (seperti 6, 12, 20) berbentuk persegi panjang dengan sisi berurutan (n x (n+1)).

Mengapa dalam penyelesaian soal ini hanya satu jawaban (n=23) yang diterima?

Karena ‘n’ mewakili urutan suku yang harus berupa bilangan bulat positif. Solusi persamaan kuadrat lainnya menghasilkan bilangan negatif, yang tidak masuk akal dalam konteks nomor urutan.

Bagaimana cara cepat membayangkan bentuk visual pola ini?

Bayangkan susunan titik: untuk suku ke-2 (R2=6), bentuknya 2 baris dengan 3 titik per baris. Untuk suku ke-3 (R3=12), bentuknya 3 baris dengan 4 titik per baris, dan seterusnya.

Apakah rumus Rn = n(n+1) hanya untuk pola bilangan persegi panjang?

Ya, rumus itu adalah rumus umum suku ke-n untuk pola bilangan persegi panjang spesifik yang dimulai dari 1×2. Pola lain mungkin punya rumus yang berbeda.

Kesalahan umum apa yang sering terjadi saat mengerjakan soal seperti ini?

Kesalahan umum meliputi lupa menyamakan persamaan dengan nol saat memfaktorkan, salah menulis rumus, dan lupa memfilter jawaban yang bukan bilangan bulat positif.

Leave a Comment