Hasil pembagian 12 1/2 oleh 20 5/6 adalah pecahan sederhana

Hasil pembagian 12 1/2 : 20 5/6 adalah sebuah angka yang mungkin terlihat rumit di awal, tapi percayalah, setelah tahu triknya, soal seperti ini jadi semudah membalik telapak tangan. Kita sering kali ketakutan duluan sama bilangan pecahan campuran, apalagi pas harus dibagi. Padahal, di balik semua itu ada logika matematika yang cantik dan rapi, menunggu untuk diurai langkah demi langkah dengan cara yang asyik.

Pembahasan ini akan mengajak untuk melihat proses konversi pecahan campuran menjadi pecahan biasa, memahami esensi operasi pembagian pada pecahan yang intinya adalah perkalian dengan kebalikannya, lalu menerapkannya langsung pada soal spesifik tadi. Semua akan dijabarkan dengan jelas, plus tips agar terhindar dari jebakan kesalahan yang biasa terjadi. Jadi, siapkan pensil dan kertas, atau cukup baca dengan santai, karena jawabannya akan ditemukan dengan cara yang menyenangkan.

Memahami Bentuk Pecahan Campuran

Sebelum kita terjun ke dalam perhitungan yang lebih kompleks, mari kita pahami dulu karakter utama dalam cerita kita: pecahan campuran. Pecahan campuran adalah bentuk bilangan yang terdiri dari bagian bulat dan bagian pecahan murni. Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk ini jauh lebih umum daripada yang kita sadari. Misalnya, ketika kamu membeli beras “2 ½ kilogram”, atau resep kue membutuhkan “1 ¾ sendok teh vanili”, itulah pecahan campuran dalam aksinya.

Bentuk ini memudahkan kita menyebutkan ukuran yang tidak bulat dengan lebih intuitif.

Konversi Pecahan Campuran ke Pecahan Biasa

Untuk melakukan operasi matematika seperti pembagian, pecahan campuran harus diubah terlebih dahulu menjadi bentuk pecahan biasa (di mana pembilang bisa lebih besar dari penyebut). Logikanya sederhana: kita menggabungkan nilai bagian bulat ke dalam bagian pecahan. Caranya adalah dengan mengalikan bilangan bulat dengan penyebut, lalu menjumlahkan hasilnya dengan pembilang. Nilai penyebut tetap sama.

Rumus umum: a b/c = ( (a × c) + b ) / c

Proses ini mengubah bilangan menjadi satu kesatuan fraksi yang utuh, siap untuk dioperasikan. Berikut adalah beberapa contoh konversi untuk memperjelas pemahaman.

Pecahan Campuran Langkah Konversi Pecahan Biasa Penjelasan Singkat
3 1/4 (3×4) + 1 = 13 13/4 Tiga benda utuh yang masing-masing dibagi 4, ditambah seperempat.
5 2/3 (5×3) + 2 = 17 17/3 Lima utuh (setara 15/3) ditambah 2/3.
1 7/8 (1×8) + 7 = 15 15/8 Satu utuh (8/8) ditambah 7/8.
12 1/2 (12×2) + 1 = 25 25/2 Dua belas setengah, atau 25 per dua.

Operasi Pembagian pada Pecahan

Jika penjumlahan dan pengurangan pecahan butuh penyamaan penyebut, pembagian punya aturan mainnya sendiri yang unik. Aturan dasarnya adalah: membagi dengan suatu pecahan sama dengan mengalikan dengan kebalikan (resiprokal) dari pecahan tersebut. Konsep “membalik” pecahan pembagi ini seringkali membingungkan di awal, tapi sebenarnya sangat logis jika kita bayangkan dalam konteks nyata.

BACA JUGA  Carilah akar persamaan kuadrat 2x^2 + 5x + 2 = 0 dengan faktorisasi

Ilustrasi Pembagian Pecahan

Bayangkan kamu punya 1 kue utuh (yang mewakili angka 1) dan ingin membaginya kepada beberapa teman. Jika aturannya setiap orang dapat 1/2 kue (membagi dengan 1/2), maka pertanyaannya: ada berapa orang yang bisa mendapat jatah? Jawabannya 2 orang. Operasi matematikanya adalah 1 ÷ (1/2) = 1 × (2/1) = 2. Lihat?

Nah, kalau hasil pembagian 12 1/2 : 20 5/6 adalah soal hitungan dasar yang perlu ketelitian, ada soal aljabar yang tantangannya beda level. Coba tengok soal tentang Misalkan F = (6x^2 + 16x + 3m)/6 merupakan kuadrat dari bentuk linear terhadap x(ax + b). Nilai m yang memungkinan hal tersebut terjadi terletak di an ini, di mana kita harus cari nilai m agar ekspresinya jadi kuadrat sempurna.

Setelah pusing mikirin variabel dan konstanta, balik lagi deh ke soal awal tadi, karena hasil pembagian 12 1/2 : 20 5/6 adalah tentang menyederhanakan pecahan campuran dengan logika yang sama, meski angkanya lebih ramah.

Membagi dengan setengah menghasilkan angka yang lebih besar, karena kita sedang mencari “ada berapa setengah dalam satu utuh”. Analogi ini membantu memahami mengapa kita membalik pecahan pembagi.

Prosedur Langkah Demi Langkah, Hasil pembagian 12 1/2 : 20 5/6 adalah

Untuk menyelesaikan pembagian pecahan biasa dengan rapi, ikuti alur sistematis berikut:

  • Pastikan semua bilangan dalam bentuk pecahan biasa. Konversikan bilangan bulat atau pecahan campuran.
  • Identifikasi pecahan pembagi. Ini adalah pecahan yang ada di sebelah kanan tanda bagi (: atau ÷).
  • Tentukan kebalikan (resiprokal) dari pecahan pembagi. Kebalikan diperoleh dengan menukar posisi pembilang dan penyebut.
  • Ganti tanda bagi (÷) dengan tanda kali (×). Lalu ganti pecahan pembagi dengan kebalikannya.
  • Lakukan perkalian pecahan seperti biasa. Kalikan pembilang dengan pembilang, dan penyebut dengan penyebut.
  • Sederhanakan hasilnya. Carilah Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) antara pembilang dan penyebut, lalu bagi keduanya dengan FPB tersebut. Hasil akhir bisa ditulis sebagai pecahan biasa atau campuran.

Penyelesaian Soal Spesifik: 12 1/2 : 20 5/6

Sekarang, mari kita terapkan semua teori dan prosedur tadi untuk mengurai soal utama kita. Perhitungan 12 ½ dibagi 20 ⅚ mungkin terlihat menakutkan, tapi dengan langkah yang terstruktur, kita akan menemukan jawabannya yang ternyata cukup elegan.

Uraian Perhitungan Detail

Pertama, kita konversi semua pecahan campuran. 12 ½ menjadi 25/
2. Sementara 20 ⅚ menjadi ((20×6)+5)/6 = (120+5)/6 = 125/
6. Soal sekarang berubah menjadi (25/2) ÷ (125/6). Menurut aturan, kita ubah menjadi perkalian dengan kebalikan pembagi: (25/2) × (6/125).

Selanjutnya, kita kalikan: (25 × 6) / (2 × 125) = 150 /
250. Pecahan 150/250 bisa disederhanakan. FPB dari 150 dan 250 adalah
50. Jadi, (150÷50) / (250÷50) = 3/
5. Maka, hasil akhir dari 12 ½ : 20 ⅚ adalah 3/5.

BACA JUGA  Bentuk paling sederhana dari (z^2 + 3z)/(z + 3) adalah z dengan catatan
Tahap Bentuk Awal Konversi & Operasi Penyederhanaan
1. Konversi 12 1/2 dan 20 5/6 12 1/2 = 25/2
20 5/6 = 125/6
2. Tulis Ulang Soal 25/2 ÷ 125/6 25/2 × 6/125 (menggunakan kebalikan)
3. Perkalian (25/2) × (6/125) (25 × 6) / (2 × 125) = 150/250
4. Hasil Akhir 150/250 Mencari FPB(150,250)=50 (150÷50)/(250÷50) = 3/5

Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya

Beberapa jebakan sering mengintai. Pertama, lupa mengonversi pecahan campuran. Langsung membalik pecahan campuran tanpa diubah ke biasa akan menghasilkan jawaban yang salah total. Kedua, salah menentukan pecahan yang harus dibalik. Yang dibalik hanyalah pecahan pembagi (setelah tanda bagi), bukan pecahan pertama.

Ketiga, terburu-buru tidak menyederhanakan sebelum mengalikan. Pada soal kita, setelah menulis (25/2) × (6/125), kita bisa menyederhanakan silang terlebih dahulu: 25 dengan 125 sama-sama dibagi 25, dan 6 dengan 2 sama-sama dibagi 2. Langsung menghasilkan (1/1) × (3/5) = 3/5. Ini menghemat waktu dan meminimalisir kesalahan hitung bilangan besar.

Aplikasi dan Latihan Soal Serupa: Hasil Pembagian 12 1/2 : 20 5/6 Adalah

Penguasaan konsep menjadi sempurna dengan latihan. Cobalah kerjakan tiga soal berikut yang dirancang dengan tingkat kerumitan berbeda. Jangan lupa untuk selalu menuliskan langkah-langkahnya secara rapi.

Variasi Soal Latihan

Hasil pembagian 12 1/2 : 20 5/6 adalah

Source: bimbelbrilian.com

  • Tingkat Dasar: 4 1/2 :
    3. (Petunjuk: ubah 3 menjadi pecahan 3/1).
  • Tingkat Menengah: 5 1/3 : 2 2/5.
  • Tingkat Lanjut: 8 3/4 : 1 7/12 : 1/
    2. (Perhatikan: ada dua tanda bagi berturut-turut).

Tips Cek Cepat: Setelah mendapatkan hasil, cobalah lakukan logika terbalik. Kalikan hasil pembagianmu dengan pecahan pembagi. Hasilnya harus mendekati atau sama dengan pecahan pertama. Jika selisihnya jauh, mungkin ada kesalahan pada langkah membalik pecahan atau perkalian.

Demonstrasi Penyelesaian Satu Soal

Mari kita selesaikan soal tingkat menengah: 5 1/3 : 2 2/
5. Pertama, konversi: 5 1/3 = 16/3, dan 2 2/5 = 12/
5. Soal menjadi (16/3) ÷ (12/5). Ubah menjadi perkalian dengan kebalikan: (16/3) × (5/12). Sebelum mengalikan, kita sederhanakan silang.

FPB 16 dan 12 adalah 4, bagi keduanya: 16÷4=4, 12÷4=
3. Sekarang kita punya (4/3) × (5/3). Kalikan: (4×5)/(3×3) = 20/
9. Karena pembilang lebih besar, kita ubah ke pecahan campuran: 20/9 = 2 2/9. Jadi, hasil akhirnya adalah 2 2/9.

Nah, soal hitung-hitungan kayak “Hasil pembagian 12 1/2 : 20 5/6 adalah” itu memang butuh ketelitian, biar nggak salah langkah. Kalau kamu suka tantangan logika angka yang lebih seru, coba deh tebak jawaban dari teka-teki ini: Tentukan bilangan yang tepat untuk mengisi tempat yang kosong pada gambar berikut ini! 19 2 4 4 7 30 5 3 8 7 ?

7 8 5 10. Latihan otak kayak gini bakal ngebantu banget buat ngasah logika, yang pastinya berguna juga waktu kamu ngitung pembagian pecahan tadi sampai ketemu hasil akhirnya.

Konteks Penggunaan dalam Matematika Lanjut

Mengapa kita repot-repot belajar pembagian pecahan campuran yang rumit ini? Jawabannya sederhana: ini adalah fondasi. Seperti batu bata untuk sebuah gedung, penguasaan operasi pecahan yang solid mutlak diperlukan sebelum membangun pemahaman pada struktur matematika yang lebih tinggi.

BACA JUGA  Nilai 7 Merupakan 35 Persen dari Bilangan Hitung dan Aplikasinya

Fondasi untuk Topik Matematika Lain

Dalam aljabar, ketika kamu menyelesaikan persamaan seperti (1/2)x = 3/4, kamu secara tidak langsung melakukan pembagian pecahan untuk mengisolasi x (x = (3/4) ÷ (1/2)). Di trigonometri, banyak identitas dan nilai perbandingan yang dinyatakan dalam bentuk pecahan. Kemampuan menyederhanakan ekspresi seperti (sin²θ)/(1 – cosθ) sangat bergantung pada intuisi memanipulasi pecahan yang sudah kamu asah di sini.

Aplikasi dalam Bidang Sains dan Ekonomi

Bayangkan seorang apoteker harus mencampur obat. Resep membutuhkan 2 ¾ gram suatu zat, tetapi dia hanya memiliki sediaan larutan dengan konsentrasi 1 ⅕ gram per 10ml. Berapa ml larutan yang harus diambil? Soal ini intinya adalah (2 ¾) ÷ (1 ⅕). Di ekonomi, jika seorang pengusaha tahu keuntungan kotor per proyek adalah 15 ½ juta rupiah dan total keuntungan dalam periode tertentu adalah 124 juta rupiah, untuk memperkirakan jumlah proyek, dia perlu menghitung 124 ÷ 15 ½.

Situasi nyata ini seringkali tidak menghasilkan bilangan bulat, dan kemampuan menangani pecahan memberikan jawaban yang presisi.

Teknik Penyederhanaan Pecahan Kompleks

Pada perhitungan kita yang menghasilkan 150/250, penyederhanaan dilakukan di akhir. Namun, dalam matematika lanjut, terutama kalkulus, menyederhanakan di tengah proses (seperti menyederhanakan silang sebelum mengalikan) adalah keterampilan krusial. Ini mencegah bilangan menjadi sangat besar dan sulit dikelola, serta memudahkan identifikasi pola. Prinsip yang sama digunakan untuk menyederhanakan pecahan aljabar kompleks, di mana “pembilang” dan “penyebut”-nya adalah ekspresi polinomial. Jadi, setiap latihan menyederhanakan 150/250 menjadi 3/5 adalah latihan fundamental untuk naluri matematika yang lebih tajam.

Penutupan

Jadi, begitulah perjalanan kita mengurai hasil pembagian 12 1/2 oleh 20 5/6. Dari angka yang terlihat kompleks, akhirnya kita sampai pada bentuk yang sederhana dan elegan. Proses ini bukan cuma tentang mencari jawaban, tapi lebih tentang melatih ketelitian dan memahami fondasi yang kokoh. Keterampilan mengolah pecahan seperti ini adalah senjata rahasia untuk membuka gerbang topik matematika yang lebih menantang, mulai dari aljabar hingga kalkulus.

Ingat, yang terpenting bukan sekadar hafal rumus, tapi paham alurnya. Coba terapkan pada soal latihan lain, dan lihat bagaimana rasa percaya diri dalam matematika perlahan tapi pasti akan tumbuh.

Pertanyaan yang Kerap Ditanyakan

Apakah hasil pembagian pecahan campuran selalu lebih kecil dari 1?

Tidak selalu. Hasilnya bisa lebih kecil dari 1 jika bilangan yang dibagi (dividen) lebih kecil dari pembagi (divisor), seperti pada soal 12 1/2 : 20 5/6. Namun, jika dividen lebih besar, hasilnya bisa lebih dari 1.

Mengapa harus diubah ke pecahan biasa dulu? Tidak bisa langsung dibagi?

Mengubah ke pecahan biasa menyederhanakan proses operasi. Langsung membagi bilangan campuran memerlukan langkah ekstra yang lebih rumit, seperti memisahkan bagian bulat dan pecahan, sehingga konversi ke bentuk tunggal lebih efisien dan mengurangi kesalahan.

Bagaimana cara cepat memeriksa apakah hasil pembagian pecahan sudah benar?

Lakukan cross-check dengan perkalian. Kalikan hasil pembagian yang didapat dengan pembagi (divisor). Jika hasil perkaliannya sama dengan bilangan yang dibagi (dividen), maka jawaban tersebut hampir pasti benar.

Apakah ada aplikasi kalkulator atau tools online untuk menghitung ini?

Ada banyak. Namun, sangat disarankan untuk menguasai cara manualnya terlebih dahulu untuk memahami konsep. Penggunaan kalkulator sebaiknya untuk memverifikasi hasil atau menangani perhitungan yang sangat kompleks.

Dalam kehidupan sehari-hari, di mana contoh penerapan pembagian pecahan campuran seperti ini?

Contohnya dalam membagi bahan masakan (misal, 1 1/2 kg tepung untuk 2 3/4 loyang), menghitung rasio campuran material dalam proyek DIY, atau menentukan kecepatan dan jarak tempuh dengan waktu pecahan.

Leave a Comment