Hitung 5×6 + (-3)×9 Menjelajah Aritmatika Campuran

Hitung 5×6 + (-3)×9 – Hitung 5×6 + (-3)×9, terdengar seperti kode rahasia atau resep masakan yang aneh, ya? “Ambil lima butir telur, kalikan dengan enam apel, tambah dengan tiga utang yang dikalikan sembilan…” Tunggu, itu malah jadi cerita horor keuangan! Sebenarnya, ini adalah teka-teki angka kecil yang sempurna untuk mengasah logika dan mengingatkan kita pada aturan main yang sudah lama terlupa.

Perhitungan ini bukan sekadar mengalikan dan menjumlah seenaknya. Ia adalah contoh klasik dari operasi campuran, di mana perkalian harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum penjumlahan, dan kehadiran bilangan negatif menambah bumbu kejutan. Mari kita bongkar bersama bagaimana proses sederhana ini mengajarkan disiplin matematika yang berlaku bahkan dalam situasi dunia nyata yang paling rumit sekalipun.

Dasar Perhitungan Aritmatika Campuran

Sebelum kita terjun ke angka-angka spesifik, mari kita sepakati aturan mainnya dulu. Dunia matematika punya konvensi yang disebut “urutan operasi” agar semua orang mendapatkan hasil yang sama dari sebuah ekspresi. Bayangkan jika tidak ada aturan, perhitungan akan menjadi liar dan hasilnya bisa berbeda-beda tergantung siapa yang menghitung.

Aturan utamanya adalah perkalian dan pembagian didahulukan sebelum penjumlahan dan pengurangan. Ini sering diingat dengan akronim KBO (Kurung, Kali/Bagi, Tambah/Kurang) atau BODMAS/PEMDAS dalam bahasa Inggris. Dalam kasus kita, 5×6 + (-3)×9, operasi perkalian harus diselesaikan terlebih dahulu, baru hasilnya dijumlahkan.

Urutan Operasi dan Contoh Serupa

Hitung 5×6 + (-3)×9

Source: googleapis.com

Untuk memperjelas, mari kita ambil contoh lain: 4 × 3 + 2 × 5. Langkah pertama adalah mengerjakan semua perkalian: 4 × 3 = 12 dan 2 × 5 = 10. Setelah itu, baru kita jumlahkan hasilnya: 12 + 10 = 22. Jika kita tidak mengikuti aturan ini dan menjumlahkan dulu, kita akan mendapatkan 4 × (3+2) × 5 = 4×5×5 = 100, yang jelas salah untuk ekspresi awal.

Tanda kurung memiliki kekuatan super untuk mengubah urutan ini. Apa pun yang ada di dalam kurung harus diselesaikan paling pertama. Diagram alurnya sederhana: mulai → selesaikan operasi dalam kurung → selesaikan perkalian/pembagian → selesaikan penjumlahan/pengurangan → dapatkan hasil.

Urutan yang Dicoba Proses Perhitungan Hasil Kesimpulan
(Perkalian dulu) 5×6 + (-3)×9 (30) + (-27) = 3 3 Benar (sesuai aturan).
(Kiri ke kanan) (5×6) + (-3) lalu ×9 (30 + -3) × 9 = 27 × 9 = 243 243 Salah (mengabaikan prioritas perkalian kedua).
(Jumlahkan dulu) 5 × (6 + (-3)) × 9 5 × (3) × 9 = 15 × 9 = 135 135 Salah (mengubah struktur ekspresi dengan kurung).
((5×6) + (-3)) × 9 (30 + -3) × 9 = 27 × 9 = 243 243 Salah (hanya benar jika soal asli diberi kurung seperti itu).
BACA JUGA  Cara menyelesaikan PR saya panduan langkah demi langkah

Memahami Perkalian Bilangan Negatif

Sekarang, mari kita bedah bagian yang sering membuat mengernyit: (-3)×9. Perkalian dengan bilangan negatif punya aturan yang elegan: positif × negatif = negatif, dan negatif × negatif = positif. Logika di baliknya bisa dianalogikan dengan “utang” atau “kebalikan arah”.

Jika mengalikan positif dengan negatif, seperti 3 × (-2), artinya kita memiliki “3 kelompok utang masing-masing 2”, total utang kita adalah 6, atau -6. Atau dalam garis bilangan, perkalian positif adalah lompatan ke kanan, sedangkan bilangan negatif membalikkan arah lompatan tersebut.

Contoh dan Visualisasi Perkalian Negatif, Hitung 5×6 + (-3)×9

Berikut beberapa contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari yang melibatkan perkalian bilangan negatif:

  • Penurunan suhu: Jika suhu turun 2 derajat setiap jam (-2°C/jam) selama 3 jam, perubahan total suhu adalah (-2) × 3 = -6°C.
  • Pengeluaran rutin: Pengeluaran belanja mingguan sebesar 200 ribu rupiah dapat dilihat sebagai -200.000/minggu. Dalam 4 minggu, total pengeluaran adalah (-200.000) × 4 = -800.000 rupiah.
  • Kecepatan mundur: Sebuah mobil mundur (arah negatif) dengan kecepatan 5 m/detik selama 3 detik. Posisinya berubah sebesar (-5) × 3 = -15 meter dari titik awal.

Visualisasi (-3)×9 pada garis bilangan: Bayangkan angka 9 sebagai 9 lompatan ke kanan. Tanda negatif pada -3 membalik arah setiap lompatan, menjadikannya 9 lompatan ke kiri. Dimulai dari 0, 9 lompatan ke kiri akan mendarat di -27. Dalam model area, bayangkan sebuah persegi panjang dengan sisi panjang 9 dan sisi lebar 3, tetapi karena lebarnya negatif, area tersebut dianggap “hilang” atau berkurang dari total area positif.

Perbedaan mendasar antara perkalian positif dan negatif terletak pada “arah” hasilnya. Perkalian positif memperkuat atau menambah dalam arah yang sama, sementara perkalian dengan bilangan negatif membalikkan arah atau status (seperti dari pemasukan menjadi pengeluaran, dari kenaikan menjadi penurunan).

Penyelesaian Langkah Demi Langkah

Mari kita aplikasikan semua pemahaman kita untuk menyelesaikan Hitung 5×6 + (-3)×9 dengan metodis. Kunci utamanya adalah kesabaran dan tidak terburu-buru menggabungkan angka sebelum waktunya.

Proses kalkulasi dimulai dengan mengidentifikasi semua operasi: ada dua operasi perkalian dan satu operasi penjumlahan. Berdasarkan aturan, kita prioritaskan menyelesaikan kedua perkalian tersebut terlebih dahulu.

Proses Kalkulasi dan Kesalahan Umum

Langkah Operasi Penjelasan Hasil Sementara
1 5 × 6 Menyelesaikan perkalian pertama. 30
2 (-3) × 9 Menyelesaikan perkalian kedua. Ingat, positif × negatif = negatif. -27
3 30 + (-27) Menjumlahkan hasil kedua perkalian. Menjumlahkan dengan bilangan negatif sama dengan pengurangan. 3

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain: menjumlahkan 6 dan (-3) terlebih dahulu karena mereka berdekatan, atau lupa bahwa hasil (-3)×9 adalah negatif sehingga saat dijumlahkan dengan 30 malah menjadi 30 + 27 = 57. Kesalahan lain adalah menganggap tanda minus melekat pada angka 3 saja, bukan pada hasil perkaliannya.

Catatan penting: Tanda minus pada (-3) adalah bagian dari bilangan yang dikalikan. Setelah perkalian (-3)×9 selesai, kita mendapatkan bilangan bulat -27. Pada langkah penjumlahan 30 + (-27), kita dapat membacanya sebagai “30 dikurangi 27”.

Aplikasi dalam Konteks Nyata: Hitung 5×6 + (-3)×9

Rumus struktur a×b + c×d dengan kemungkinan bilangan negatif bukan hanya abstraksi matematika. Ia sangat hidup dalam laporan keuangan, ilmu pengetahuan, dan analisis data. Struktur ini secara efektif menghitung total dari dua (atau lebih) kelompok item yang masing-masing memiliki kuantitas dan nilai per unit, di mana nilai tersebut bisa positif (pendapatan, keuntungan, kenaikan) atau negatif (kerugian, pengeluaran, penurunan).

BACA JUGA  Jaringan Tumbuhan Penyimpan Cadangan Makanan Kunci Kehidupan

Misalnya, dalam laporan penjualan sederhana: (Harga Item A × Jumlah Terjual) + (Harga Item B × Jumlah Terjual). Jika Item B adalah barang yang dijual dengan diskon besar atau menyebabkan kerugian, harganya bisa direpresentasikan sebagai bilangan negatif.

Skenario dan Representasi Angka

Berikut dua skenario yang menghasilkan persamaan 5×6 + (-3)×9:

  1. Seorang pedagang kecil menjual dua jenis barang. Barang pertama memberi untung Rp5.000 per buah, terjual 6 buah. Barang kedua justru rugi Rp3.000 per buah (misalnya karena rusak atau salah beli), dan ada 9 buah yang harus dilepas. Total keuntungan bersihnya adalah (5000×6) + (-3000×9) = 30.000 – 27.000 = Rp3.000.
  2. Dalam catatan perubahan suhu harian: Suhu naik 5 derajat selama 6 jam pertama siang, kemudian turun 3 derajat selama 9 jam berikutnya (malam). Perubahan suhu netto adalah (5×6) + (-3)×9 = 30 – 27 = +3 derajat.

Pemahaman perhitungan ini krusial dalam ekonomi untuk menghitung laba bersih, dalam sains untuk menghitung resultan gaya atau perubahan energi, dan dalam pemrograman untuk logika bisnis yang kompleks.

  • Angka 5 dan 6: Bisa mewakili keuntungan per unit (5) dan jumlah unit terjual (6), atau tingkat kenaikan (5) dan durasi (6).
  • Angka -3 dan 9: Bisa mewakili kerugian per unit (-3) dan jumlah unit yang rugi (9), atau tingkat penurunan (-3) dan durasi penurunan (9).

Eksplorasi Variasi dan Latihan

Agar mahir, cobalah bereksplorasi dengan variasi soal yang strukturnya mirip. Tantang diri dengan angka yang berbeda, lebih banyak suku, atau penyusunan yang sedikit lebih rumit. Intinya tetap sama: identifikasi perkalian/pembagian, kerjakan dulu, baru jumlahkan atau kurangi.

Strategi memeriksa kebenaran hasil bisa dilakukan dengan menghitung ulang secara terpisah, atau memecah soal menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Untuk soal dengan bilangan negatif, pastikan tanda hasil perkalian sudah benar sebelum melanjutkan ke penjumlahan.

BACA JUGA  Tiga Cara Adaptasi Bakau Mahoni Venus dan Kantong Semar

Variasi Soal dan Strategi Penyelesaian

Soal Langkah Kunci Tantangan Jawaban Akhir
1. 8 × 4 + (-2) × 10 Hitung 8×4=32 dan (-2)×10=-20. Penjumlahan bilangan positif dan negatif. 32 + (-20) = 12
2. (-5) × 3 + 7 × (-2) Kedua perkalian menghasilkan bilangan negatif. Menjumlahkan dua bilangan negatif. (-15) + (-14) = -29
3. 12 ÷ 4 + 6 × (-0.5) Perhatikan pembagian dan perkalian dengan desimal negatif. Urutan operasi dan operasi desimal. 3 + (-3) = 0
4. 2 × 3 + 4 × 5 + (-1) × 6 Tiga suku dengan operasi perkalian. Mengelola lebih banyak suku secara sistematis. 6 + 20 + (-6) = 20
5. (-10) ÷ 2 × 3 + 4² Gabungan pembagian, perkalian, dan pangkat. Pangkat diselesaikan setelah kurung, sebelum kali/bagi. (-5) × 3 + 16 = -15 + 16 = 1

Soal 5×6 + (-3)×9 dapat ditransformasi menjadi bentuk setara yang memenuhi aturan, misalnya 30 - 27 atau (5×6)
-(3×9)
. Transformasi ini membantu melihat inti perhitungan sebagai pengurangan sederhana setelah perkalian dilakukan.

Ringkasan Terakhir

Jadi, setelah semua langkah dan penjelasan, rahasia dari Hitung 5×6 + (-3)×9 akhirnya terungkap. Ternyata, di balik susunan angka-angka itu tersimpan cerita tentang prioritas, tentang positif dan negatif yang saling menyeimbangkan, dan tentang betapa pentingnya mengikuti “aturan jalan” dalam matematika. Kesimpulannya, jangan pernah meremehkan soal yang terlihat pendek, karena bisa jadi ia adalah gerbang memahami pola pikir yang terstruktur. Selamat, kamu baru saja menyelesaikan sebuah petualangan mini yang cukup untuk membuat otak berkata, “Oh, jadi begitu caranya!”

Ringkasan FAQ

Mengapa perkalian harus didahulukan sebelum penjumlahan dalam perhitungan seperti ini?

Ini adalah kesepakatan internasional dalam matematika yang disebut urutan operasi (contohnya aturan BODMAS/PEMDAS). Tujuannya agar semua orang di seluruh dunia mendapatkan hasil yang sama dari satu ekspresi matematika yang ditulis sama, menghindari kebingungan dan hasil yang ambigu.

Apakah tanda kurung pada (-3) wajib ditulis?

Ya, sangat disarankan. Tanda kurung membungkus tanda negatif dengan angkanya, memperjelas bahwa “-3” adalah satu bilangan utuh (negatif tiga), bukan operasi pengurangan antara 3 dan 9. Penulisan -3×9 tanpa kurung bisa disalahartikan sebagai 0 – (3×9).

Bisakah saya menghitung dari kiri ke kanan saja (5×6 dulu, lalu +(-3), lalu ×9)?

Tidak bisa. Itu akan melanggar aturan urutan operasi dan menghasilkan jawaban yang salah. Perkalian (-3)×9 harus diselesaikan sebagai satu unit terlebih dahulu, baru hasilnya dijumlahkan dengan hasil dari 5×6.

Dalam kehidupan sehari-hari, di mana bentuk perhitungan seperti 5×6 + (-3)×9 muncul?

Misalnya dalam laporan keuangan sederhana: (5 barang terjual × harga Rp6.000) + (3 barang yang dikembalikan/rugi × harga Rp9.000). Atau dalam catatan suhu: (5 jam kenaikan 6°C) + (3 jam penurunan 9°C).

Bagaimana cara cepat memeriksa apakah jawaban saya sudah benar?

Setelah mendapatkan hasil, coba pecahkan menjadi bagian-bagian: pastikan 5×6 = 30 dan (-3)×9 = -27. Secara logika, menjumlahkan 30 dengan -27 pasti hasilnya sedikit di atas 0 (karena 30 lebih besar dari 27), yaitu 3. Jika dapat angka jauh berbeda, mungkin ada kesalahan tanda.

Leave a Comment