Hitung nilai 4(a‑2b) – (2a‑9b) untuk a=5 b=-3 Langkah Aljabar

Hitung nilai 4(a‑2b) – (2a‑9b) untuk a=5, b=-3 mungkin terlihat seperti sekadar angka dan huruf yang acak bagi sebagian orang, tapi sebenarnya ini adalah pintu masuk yang sempurna untuk memahami logika dan keindahan tersembunyi di balik aljabar. Soal ini bukan tentang menghafal rumus, melainkan tentang melatih pola pikir terstruktur, ketelitian, dan sedikit seni dalam memanipulasi simbol menjadi sebuah jawaban yang elegan.

Ekspresi 4(a‑2b) – (2a‑9b) merupakan sebuah pernyataan matematika yang menggabungkan operasi perkalian, pengurangan, dan penggunaan variabel. Di dalamnya, kita akan berkenalan dengan suku-suku seperti ‘2a’ dan ‘-9b’, koefisien seperti angka 4, serta variabel ‘a’ dan ‘b’ yang bertindak sebagai tempat kosong yang siap diisi nilai. Proses menyelesaikannya melibatkan dua tahap kunci: menyederhanakan ekspresi ke bentuk paling ringkas, lalu dengan cermat memasangkan nilai a=5 dan b=-3 ke dalamnya.

Pengenalan Ekspresi Aljabar

Ekspresi aljabar adalah kombinasi dari variabel, konstanta, dan operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Ekspresi yang kita bahas, 4(a‑2b) – (2a‑9b), adalah contoh yang menarik karena menggabungkan operasi perkalian dengan suatu konstanta terhadap suatu kelompok, serta pengurangan antar dua kelompok ekspresi. Memahami komponennya adalah langkah pertama untuk menguasai penyelesaiannya.

Contoh ekspresi aljabar sederhana lainnya yang mirip misalnya 3(x+4)
-(x-1) atau -2(5m – n) + (3m+2n). Dalam ekspresi 4(a‑2b) – (2a‑9b), kita dapat mengidentifikasi elemen-elemen dasarnya. Variabelnya adalah huruf a dan b yang mewakili nilai yang belum diketahui. Koefisien adalah angka yang mengalikan suatu variabel atau kelompok, seperti angka 4 di depan (a-2b) dan angka 2 di dalam (2a-9b).

Suku-suku adalah bagian-bagian yang dipisahkan oleh tanda plus atau minus.

Komponen Ekspresi 4(a‑2b) dan (2a‑9b)

Hitung nilai 4(a‑2b) – (2a‑9b) untuk a=5, b=-3

Source: amazonaws.com

Untuk melihat perbandingan yang jelas antara dua bagian utama ekspresi kita, tabel berikut memetakan komponen-komponennya. Pembagian ini membantu dalam visualisasi sebelum melakukan penyederhanaan.

Bagian Ekspresi Suku-suku di Dalam Kurung Koefisien Pengali Keterangan
4(a – 2b) a, -2b 4 Koefisien 4 mengalikan setiap suku di dalam kurung.
(2a – 9b) 2a, -9b 1 (implisit) Tanda minus di depan kurung berarti dikalikan -1.

Penyederhanaan Ekspresi

Penyederhanaan ekspresi aljabar bertujuan untuk menulisnya dalam bentuk yang paling ringkas dan mudah diolah. Proses ini mengandalkan dua prinsip utama: hukum distributif dan pengelompokan suku sejenis. Hukum distributif memungkinkan kita mengalikan koefisien di luar kurung ke setiap suku di dalamnya, sementara pengelompokan suku sejenis menggabungkan suku-suku dengan variabel yang sama.

BACA JUGA  Refleksi Lingkaran (x‑1)²+(y+3)²=4 terhadap Garis y=‑x dan Hasilnya

Langkah-langkah Penyederhanaan

Mari kita jabarkan proses penyederhanaan ekspresi 4(a‑2b) – (2a‑9b) langkah demi langkah. Pertama, terapkan hukum distributif. Angka 4 dikalikan dengan a dan dengan -2b. Selanjutnya, tanda minus di depan kurung kedua berarti kita mengalikan -1 ke setiap suku di dalam (2a-9b). Setelah itu, kita kumpulkan suku-suku yang mengandung variabel a dan suku-suku yang mengandung variabel b.

Ekspresi Awal: 4(a – 2b) – (2a – 9b)
Ekspresi Sederhana: 2a + b

Berikut adalah rincian alurnya:
4(a – 2b) – (2a – 9b) = 4*a + 4*(-2b) + (-1)*2a + (-1)*(-9b)
= 4a – 8b – 2a + 9b
Kemudian, kelompokkan suku sejenis: (4a – 2a) + (-8b + 9b) = 2a + b.

Kesalahan Umum dalam Penyederhanaan

Beberapa titik rawan sering menyebabkan kesalahan dalam proses penyederhanaan seperti ini. Kesadaran akan titik-titik ini dapat meningkatkan akurasi perhitungan.

  • Kesalahan tanda saat mendistribusikan nilai negatif. Melupakan bahwa tanda minus di depan kurung mempengaruhi semua suku di dalamnya adalah kesalahan paling klasik. Misalnya, pada -(2a-9b), suku -9b menjadi +9b karena -1
    – -9b = +9b.
  • Keliru dalam mengelompokkan suku sejenis. Hanya suku dengan variabel dan pangkat yang persis sama yang dapat digabungkan. Suku dengan variabel a tidak dapat digabung dengan suku b atau .
  • Lupa menerapkan distribusi ke semua suku. Terkadang, hanya suku pertama dalam kurung yang dikalikan dengan koefisien di luar, sedangkan suku kedua terlupakan.

Substitusi Nilai Variabel: Hitung Nilai 4(a‑2b) – (2a‑9b) Untuk A=5, B=-3

Setelah ekspresi disederhanakan menjadi bentuk yang lebih sederhana, langkah selanjutnya adalah mensubstitusi nilai variabel yang diketahui. Untuk kasus ini, kita tahu bahwa a = 5 dan b = -3. Substitusi adalah proses mengganti simbol variabel dengan angka konkret. Ketelitian sangat krusial di sini, terutama ketika berhadapan dengan nilai negatif seperti b = -3.

Sebenarnya, substitusi dapat dilakukan pada ekspresi awal maupun yang telah disederhanakan. Hasil akhirnya harus sama. Melakukannya pada ekspresi sederhana (2a + b) jelas lebih cepat dan meminimalkan risiko kesalahan hitung. Namun, melakukan substitusi pada ekspresi awal dapat berfungsi sebagai metode verifikasi.

Prosedur Substitusi Langkah Demi Langkah

Tabel berikut membandingkan proses substitusi pada ekspresi awal dan ekspresi yang telah disederhanakan. Perhatikan bagaimana penanganan tanda negatif dan urutan operasi.

Langkah Substitusi ke Ekspresi Awal: 4(a-2b) – (2a-9b) Substitusi ke Ekspresi Sederhana: 2a + b
1. Ganti variabel 4(5 – 2*(-3)) – (2*5 – 9*(-3)) 2*5 + (-3)
2. Hitung dalam kurung 4(5 – (-6)) – (10 – (-27)) = 4(5+6) – (10+27) 10 + (-3)
3. Selesaikan perkalian/pengurangan 4(11) – (37) = 44 – 37 10 – 3
4. Hasil Akhir 7 7
BACA JUGA  Minta Penjelasan Cara Kerja Seni Bertanya yang Efektif

Dari tabel terlihat bahwa meskipun jumlah langkah berbeda, hasil akhirnya konsisten. Substitusi pada bentuk sederhana lebih efisien.

Perhitungan dan Verifikasi Hasil

Dari proses substitusi ke dalam ekspresi sederhana 2a + b, kita melakukan perhitungan aritmetika final: 2*(5) + (-3) = 10 – 3 = 7. Angka 7 ini adalah nilai numerik dari ekspresi aljabar 4(a‑2b) – (2a‑9b) ketika a=5 dan b=-3. Hasil ini memiliki makna bahwa untuk nilai spesifik tersebut, seluruh kombinasi operasi dalam ekspresi tersebut setara dengan bilangan 7.

Metode Verifikasi Hasil

Untuk memastikan keakuratan hasil perhitungan, kita dapat menggunakan beberapa metode verifikasi. Metode pertama adalah dengan melakukan substitusi balik, yaitu memeriksa apakah dengan a=5, b=-3, dan hasil=7, hubungannya tetap logis. Metode kedua adalah menggunakan kalkulator ilmiah atau software matematika untuk mengevaluasi ekspresi awal secara langsung. Metode ketiga adalah melalui diagram alur naratif yang memandu logika perhitungan.

Ilustrasi deskriptif perhitungan dapat divisualisasikan sebagai berikut: Mulai dari dua bilangan, 5 dan –
3. Kalikan -3 dengan 2 menjadi –
6. Kurangkan -6 dari 5 menjadi 11 (ingat, 5 – (-6) = 11). Kalikan hasilnya, 11, dengan 4 menjadi
44. Itu adalah nilai bagian pertama.

Untuk bagian kedua, kalikan 5 dengan 2 menjadi 10, dan kalikan -3 dengan -9 menjadi
27. Kurangkan 27 dari 10? Tunggu, hati-hati: (2a-9b) adalah 10 – (-27) yang sama dengan 10+27=37. Sekarang, kurangkan hasil bagian kedua (37) dari hasil bagian pertama (44), sehingga 44 – 37 = 7. Alur ini mengonfirmasi setiap tahap.

Hasil Final: 7. Nilai ini menunjukkan bahwa setelah seluruh proses aljabar dan aritmetika diterapkan, ekspresi tersebut berkondensasi menjadi bilangan bulat 7 untuk pasangan nilai a dan b yang diberikan.

Aplikasi dan Variasi Soal Serupa

Pemahaman tentang penyederhanaan dan substitusi ini bukan sekadar untuk satu soal. Konsep ini adalah fondasi untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam matematika, fisika, ekonomi, dan bidang lain di mana hubungan antar variabel dimodelkan secara aljabar. Misalnya, menghitung total biaya setelah diskon bertingkat atau menentukan resultan gaya dalam fisika dapat melibatkan bentuk ekspresi serupa.

Variasi Soal Latihan, Hitung nilai 4(a‑2b) – (2a‑9b) untuk a=5, b=-3

Berikut tiga variasi soal dengan kompleksitas berbeda untuk melatih pemahaman yang sama. Soal-soal ini dirancang dengan pola yang mirip tetapi menguji penerapan pada koefisien desimal, lebih dari dua variabel, dan pengurangan berantai.

BACA JUGA  Bahasa Jepang Aldiansyah Perjalanan Belajar dan Penerapannya
Tingkat Soal Konsep yang Diuji Kunci Jawaban
Dasar Tentukan nilai 3(p – q)

(2p – 4q) untuk p=2, q=-1.

Distribusi, pengelompokan, substitusi bilangan bulat. p + q = 2 + (-1) = 1
Menengah Hitung 2.5(x+2y)

(3x – 0.5y) untuk x=4, y=-2.

Distribusi dengan koefisien desimal, ketelitian aritmetika. 2.5*4 + 5*(-2) -12 – (-1) = 10 -10 -12 +1 = -11
Lanjutan Sederhanakan dan hitung 2(m-3n+p)

(4m-n-2p) + (m+p) untuk m=1, n=-2, p=0.

Ekspresi dengan tiga variabel, penyederhanaan multi-langkah. Sederhana: -m + 5n + 5p. Substitusi: -1 + 5*(-2) + 0 = -11

Strategi Umum Penyelesaian

Strategi umum untuk menyelesaikan soal-soal jenis ini dapat dirangkum dalam sebuah pendekatan sistematis. Pertama, identifikasi semua suku, koefisien, dan variabel dalam ekspresi. Kedua, sederhanakan ekspresi aljabar semaksimal mungkin menggunakan hukum distributif dan pengelompokan suku sejenis. Ketiga, pastikan tidak ada kesalahan tanda, terutama ketika berurusan dengan pengurangan dan bilangan negatif. Keempat, lakukan substitusi nilai variabel dengan hati-hati, selalu menggunakan tanda kurung saat mengganti variabel dengan bilangan negatif untuk menjaga kejelasan.

Terakhir, lakukan operasi aritmetika secara bertahap sesuai urutan operasi (urutannya: kurung, perkalian/pembagian, penjumlahan/pengurangan).

Kesimpulan

Jadi, dari ekspresi yang tampak rumit, kita akhirnya sampai pada hasil yang konkret: 35. Perjalanan dari 4(a‑2b) – (2a‑9b) ke 2a + b, lalu ke angka 35 ini lebih dari sekadar hitung-menghitung. Ini adalah bukti bahwa aljabar adalah alat yang powerful untuk menyederhanakan kompleksitas. Nilai negatif b=-3 yang sempat bikin was-was justru memperkaya proses, mengajarkan pentingnya kehati-hatian dengan tanda. Setelah ini, soal serupa dengan variasi angka atau bentuk pasti akan terasa lebih mudah, karena logika dasarnya sudah kita kuasai.

Intinya, matematika seringkali adalah soal menemukan pola dan jalan yang paling efisien.

Pertanyaan Populer dan Jawabannya

Apa manfaat menyederhanakan ekspresi aljabar sebelum substitusi?

Menyederhanakan terlebih dahulu meminimalkan kesalahan perhitungan, terutama dengan bilangan negatif, dan membuat proses substitusi menjadi jauh lebih cepat dan ringkas.

Bagaimana jika saya substitusi langsung ke bentuk awal tanpa menyederhanakan?

Hasil akhirnya akan sama, tetapi perhitungannya lebih panjang dan berpeluang lebih besar untuk salah, karena Anda harus melakukan distribusi dan operasi aritmetika yang lebih banyak.

Apakah urutan penyederhanaan (mana yang didistribusikan dulu) mempengaruhi hasil?

Tidak, selama hukum aljabar (seperti distributif dan pengelompokan suku sejenis) diterapkan dengan benar, urutan langkah yang berbeda akan menghasilkan bentuk sederhana yang sama.

Bisakah soal ini diselesaikan dengan metode lain selain substitusi?

Inti soalnya adalah substitusi. Namun, verifikasi bisa dilakukan dengan metode lain, seperti menggambar grafik (jika diinterpretasikan sebagai fungsi) atau menggunakan kalkulator aljabar untuk membandingkan hasil substitusi pada bentuk awal dan bentuk sederhana.

Konsep matematika apa saja yang dilatih dari soal seperti ini?

Soal ini melatih pemahaman hukum distributif, pengelompokan suku sejenis, operasi bilangan bulat (termasuk negatif), dan prosedur sistematis substitusi nilai—fondasi untuk materi aljabar yang lebih kompleks.

Leave a Comment