Jika titik P(3, -4) bergeser 4 kiri dan 2 atas koordinat barunya adalah

Jika titik P(3, -4) bergeser sejauh 4 satuan ke kiri dan sejauh 2 satuan ke atas, koordinat titik P sekarang adalah pertanyaan yang terlihat sederhana, tapi sebenarnya ini adalah pintu gerbang untuk memahami salah satu konsep paling elegan dalam matematika: translasi. Bayangkan kamu punya sebuah titik di peta koordinat, lalu kamu ingin memindahkannya tanpa memutar atau mengubah bentuknya, hanya geser murni.

Nah, proses itulah yang akan kita jelajahi bersama.

Menguasai pergeseran titik di bidang Kartesius itu seperti punya kunci rahasia. Dari soal ujian yang paling dasar sampai aplikasi dalam grafika komputer dan desain game, prinsipnya tetap sama. Kita akan bahas langkah-langkah praktisnya, lengkap dengan trik untuk menghindari kesalahan umum, sehingga kamu bisa menyelesaikan soal seperti ini hanya dalam hitungan detik.

Oke, kita hitung dulu pergeseran titik P(3, -4). Geser 4 ke kiri jadi (-1, -4), lalu 2 ke atas, jadilah koordinat baru P'(-1, -2). Gampang, kan? Nah, prinsip pergeseran ini mirip dengan logika garis sejajar dalam aljabar, di mana jika dua garis sejajar, gradiennya pasti sama. Contohnya kayak soal Diketahui garis p sejajar garis q.

Jika persamaan garis p diwakili oleh y = 3 – 5x maka garis q memiliki gradien yang prinsip dasarnya serupa: ketahui satu, ketahui yang lain. Jadi, setelah paham konsep paralel itu, balik lagi ke soal awal kita, pergeseran titik tadi jadi lebih masuk akal karena dasarnya sama: memahami perubahan posisi secara sistematis.

Konsep Dasar Pergeseran Titik pada Bidang Kartesius

Bayangkan kamu punya sebuah titik di atas kertas grafik. Titik itu diam, koordinatnya sudah pasti. Lalu, kamu geser titik itu ke tempat lain tanpa memutar, membalik, atau mengubah ukurannya. Itulah yang dalam matematika disebut translasi atau pergeseran. Intinya, pergeseran adalah memindahkan setiap titik pada suatu objek dengan jarak dan arah yang sama.

Di sistem koordinat Kartesius, pergeseran ini mengubah angka-angka pada koordinat (x, y) secara sangat teratur dan mudah diprediksi.

Arah pergeseran secara langsung mempengaruhi nilai koordinat. Geser ke kanan atau kiri hanya mengubah nilai x, sementara geser ke atas atau bawah hanya mengubah nilai y. Lebih spesifiknya, pergeseran ke kanan akan menambah nilai x, dan pergeseran ke kiri akan menguranginya. Sementara itu, pergeseran ke atas akan menambah nilai y, dan pergeseran ke bawah akan menguranginya. Logikanya sederhana: sumbu x kanan itu positif, kiri negatif; sumbu y atas positif, bawah negatif.

BACA JUGA  Dari 40 Siswa 22 Suka Basket 9 Suka Keduanya 7 Tidak Suka Keduanya

Jadi, ketika bergerak, kita hanya menambah atau mengurangi sesuai arahnya.

Pengaruh Arah Pergeseran terhadap Koordinat

Untuk memudahkan pemahaman, mari kita lihat berikut yang merangkum perubahan koordinat berdasarkan arah pergeseran. Tabel ini bisa jadi panduan cepat saat kamu mengerjakan soal.

Arah Pergeseran Besaran Koordinat Awal (x, y) Koordinat Akhir (x’, y’)
Kanan 3 satuan (2, 5) (2+3, 5) = (5, 5)
Kiri 5 satuan (1, -3) (1-5, -3) = (-4, -3)
Atas 2 satuan (-1, 0) (-1, 0+2) = (-1, 2)
Bawah 1 satuan (4, 6) (4, 6-1) = (4, 5)

Prinsipnya, pergeseran bisa digabungkan. Misalnya, geser ke kiri 2 satuan dan ke atas 3 satuan sekaligus. Itu artinya kita mengurangi x sebanyak 2 dan menambah y sebanyak
3. Rumus umumnya bisa ditulis sebagai: (x’, y’) = (x + a, y + b), di mana ‘a’ adalah perubahan horizontal (kanan positif, kiri negatif) dan ‘b’ adalah perubahan vertikal (atas positif, bawah negatif).

Menyelesaikan Masalah Pergeseran Spesifik: Jika Titik P(3, -4) Bergeser Sejauh 4 Satuan Ke Kiri Dan Sejauh 2 Satuan Ke Atas, Koordinat Titik P Sekarang Adalah

Sekarang, mari kita terapkan konsep tadi untuk menyelesaikan soal spesifik tentang titik P(3, -4) yang bergeser 4 satuan ke kiri dan 2 satuan ke atas. Ini bukan sekadar menghitung, tapi juga memahami proses berpikirnya agar kamu bisa menerapkan pada soal apa pun.

Langkah Penyelesaian Titik P(3, -4)

Pertama, kita uraikan pergeserannya. “4 satuan ke kiri” berarti nilai x berkurang 4. “2 satuan ke atas” berarti nilai y bertambah 2. Kita bisa lakukan perhitungan ini secara terpisah.

  • Koordinat x baru: x’ = 3 – 4 = -1
  • Koordinat y baru: y’ = -4 + 2 = -2

Jadi, koordinat titik P setelah pergeseran adalah P'(-1, -2). Sederhana, bukan? Untuk memeriksa kebenarannya, coba bayangkan atau sketsa kasar di kertas. Gambarlah sumbu koordinat, tandai titik P(3, -4). Dari titik itu, gerakkan jarimu 4 langkah ke kiri, lalu dari posisi baru itu, naik 2 langkah.

Kamu akan sampai di daerah kuadran III, di mana x negatif dan y negatif, tepatnya di (-1, -2). Visualisasi ini sangat membantu untuk memastikan jawabanmu masuk akal.

Prosedur Universal Pergeseran Titik

Agar kamu bisa menyelesaikan semua soal translasi titik dengan percaya diri, ikuti prosedur sistematis berikut ini.

Setelah titik P(3, -4) digeser 4 satuan ke kiri dan 2 satuan ke atas, koordinat barunya adalah (-1, -2). Perhitungan pergeseran titik seperti ini mirip logikanya dengan mencari pola dalam barisan aritmetika, misalnya saat kamu ingin tahu Diketahui barisan aritmetika 55, 51, 47, 43, Suku kedua puluh enam barisan aritmetika tersebut adalah berapa. Nah, kembali ke soal titik, proses bergesernya itu sederhana tapi perlu ketelitian, sama kayak kamu teliti menghitung suku ke-n dalam sebuah barisan.

BACA JUGA  Rumus Suku ke-n Barisan 5 10 20 40 80 dan Cara Menemukannya

  1. Identifikasi koordinat awal (x, y). Tulis dengan jelas angka untuk x dan y.
  2. Terjemahkan perintah pergeseran menjadi operasi matematika. Kiri/Kanan mempengaruhi x (kiri: kurangi, kanan: tambah). Atas/Bawah mempengaruhi y (atas: tambah, bawah: kurangi).
  3. Lakukan perhitungan untuk masing-masing sumbu secara terpisah. Hitung nilai x baru (x’) dan nilai y baru (y’).
  4. Tuliskan koordinat hasil dalam bentuk (x’, y’).
  5. Verifikasi dengan sketsa mental atau gambar sederhana untuk memastikan posisi hasil berada di kuadran yang logis berdasarkan pergeseran yang dilakukan.

Aplikasi dan Variasi Soal Translasi

Pergeseran titik bukan cuma teori. Konsep ini adalah fondasi untuk hal-hal yang lebih kompleks, seperti grafik fungsi, animasi komputer, dan memahami gerak. Dengan menguasai variasi soalnya, kamu jadi lebih lincah berpikir secara spasial.

Contoh Variasi Soal Translasi

Berikut tiga contoh soal dengan titik awal dan besaran geser yang berbeda-beda untuk mengasah pemahamanmu.

  1. Titik A(-2, 5) digeser 6 satuan ke kanan dan 3 satuan ke bawah. Koordinat A’ adalah (4, 2).
  2. Titik B(0, -1) digeser 5 satuan ke kiri lalu 5 satuan ke atas. Koordinat B’ adalah (-5, 4).
  3. Titik C(7, 7) digeser 10 satuan ke kiri dan 10 satuan ke bawah. Koordinat C’ adalah (-3, -3).

Translasi pada Sekumpulan Titik (Pola), Jika titik P(3, -4) bergeser sejauh 4 satuan ke kiri dan sejauh 2 satuan ke atas, koordinat titik P sekarang adalah

Bayangkan sebuah pola segitiga yang dibentuk oleh tiga titik: A(1,1), B(3,1), dan C(2,3). Jika seluruh pola ini digeser 2 satuan ke kanan dan 4 satuan ke atas, maka setiap titik pada pola tersebut akan mengalami perubahan yang sama. Hasilnya adalah A'(3,5), B'(5,5), dan C'(4,7). Yang menarik, bentuk dan ukuran segitiga itu tetap sama persis, hanya lokasinya saja yang berubah. Ilustrasi ini menunjukkan bahwa translasi merupakan salah satu jenis transformasi yang menjaga kekongruenan bangun.

Kaitan dengan Konsep Vektor

Pergeseran dalam matematika memiliki hubungan yang sangat erat dengan konsep vektor perpindahan. Besaran pergeseran “4 satuan ke kiri dan 2 satuan ke atas” dapat direpresentasikan sebagai sebuah vektor translasi t = (-4, 2). Vektor ini memberitahu kita seberapa jauh dan ke arah mana perpindahan terjadi. Ketika kita menuliskan rumus (x’, y’) = (x + a, y + b), pasangan (a, b) itu sendiri adalah komponen vektor translasinya.

Memandangnya sebagai vektor membuat pemahaman kita lebih kuat, terutama ketika nanti menghadapi komposisi beberapa translasi atau menerapkannya dalam konteks fisika.

Latihan dan Penerapan Mandiri

Waktunya menguji pemahamanmu. Coba kerjakan lima soal latihan berikut ini, mulai dari yang mudah hingga menengah. Jangan lupa untuk selalu mengecek jawabanmu dengan prosedur yang sudah kita bahas.

BACA JUGA  Tentukan Persamaan Kuadrat dari Akar 5 Minus dan Plus Akar 3

Soal Latihan Bertingkat

  1. Titik K(5, 2) digeser 3 satuan ke kiri. Tentukan koordinat K’.
  2. Titik L(-1, -3) digeser 4 satuan ke kanan dan 5 satuan ke atas. Tentukan koordinat L’.
  3. Titik M(0, 8) digeser 6 satuan ke kiri dan 10 satuan ke bawah. Tentukan koordinat M’.
  4. Sebuah titik N setelah digeser 2 satuan ke kanan dan 7 satuan ke bawah menjadi N'(4, -5). Tentukan koordinat awal N.
  5. Titik O( a, b ) digeser oleh vektor translasi (-3, 6) sehingga bayangannya adalah O'(2, 0). Tentukan nilai a dan b.

Solusi untuk Soal Nomor 4

Soal nomor 4 menarik karena kita diminta mencari titik awal, bukan titik akhir. Ini melatih kemampuan berpikir balik. Berikut solusi lengkapnya.

Kita tahu bahwa pergeseran ke kanan menambah x dan pergeseran ke bawah mengurangi y. Jika titik awal N(x, y) digeser menjadi N'(4, -5), maka hubungannya adalah:
x + 2 = 4 → x = 4 – 2 = 2
y – 7 = -5 → y = -5 + 7 = 2
Jadi, koordinat awal titik N adalah (2, 2). Cara cepatnya: untuk mencari titik awal, lakukan operasi kebalikan dari pergeseran. Karena pergeserannya ke kanan dan ke bawah, maka kita geser balik ke kiri dan ke atas dari titik N’.

Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya

Jika titik P(3, -4) bergeser sejauh 4 satuan ke kiri dan sejauh 2 satuan ke atas, koordinat titik P sekarang adalah

Source: z-dn.net

Beberapa kesalahan sering terjadi, terutama saat baru belajar. Pertama, terbalik mengubah x dan y. Misalnya, pergeseran ke atas malah ditambahkan ke x. Ingat selalu: kiri-kanan urusan x, atas-bawah urusan y. Kedua, keliru dengan tanda negatif.

Titik dengan koordinat negatif seperti (-4, -2) saat digeser ke kiri, harus dikurangi lagi, misalnya: -4 – 3 = -7 (bukan -1). Ketiga, lupa bahwa pergeseran bisa gabungan dan harus dihitung semua. Cara menghindarinya adalah dengan selalu menuliskan langkah perhitungan untuk x dan y secara terpisah, tidak digabung, dan melakukan sketsa cepat untuk memverifikasi apakah hasilnya masuk akal secara visual.

Ringkasan Penutup

Jadi, setelah mengikuti seluruh penjelasan, koordinat baru titik P bukan lagi sekadar angka. Itu adalah bukti bahwa kamu sudah paham cara “bermain” di bidang koordinat. Konsep translasi ini nantinya akan menjadi fondasi untuk memahami materi yang lebih kompleks, seperti transformasi geometri dan vektor. Ingat, setiap pergeseran punya logikanya sendiri, dan sekarang logika itu sudah ada di genggamanmu. Coba terapkan pada soal latihan dan lihat betapa mudahnya!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa bedanya pergeseran (translasi) dengan rotasi atau refleksi?

Translasi hanya memindahkan titik tanpa mengubah orientasi atau membaliknya, seperti menggeser buku di atas meja. Rotasi memutar titik sekitar suatu pusat, sedangkan refleksi seperti mencerminkan titik di atas suatu garis.

Bagaimana jika pergeserannya ke kanan atau ke bawah?

Prinsipnya sama. Geser ke kanan menambah nilai x, ke kiri mengurangi x. Geser ke atas menambah nilai y, ke bawah mengurangi y. Tinggal sesuaikan operasi penjumlahan atau pengurangan.

Apakah hasil pergeseran bisa didapatkan tanpa rumus?

Bisa! Dengan menggambar sketsa pada kertas berpetak atau membayangkan grid koordinat, kamu bisa menghitung dengan visual. Namun, rumus atau prosedur sistematis lebih cepat dan akurat untuk koordinat yang rumit.

Bagaimana cara memeriksa apakah jawaban pergeseran sudah benar?

Gambarlah posisi titik awal dan titik hasil pergeseran pada bidang koordinat. Pastikan jarak dan arah perpindahannya sesuai dengan perintah soal. Jika digambar, seharusnya membentuk garis lurus dari titik awal ke titik akhir.

Apakah konsep ini berguna di luar pelajaran matematika?

Sangat! Konsep dasar translasi digunakan dalam pembuatan animasi, desain grafis, pengembangan game (untuk pergerakan karakter atau objek), dan bahkan dalam pemrograman untuk mengatur posisi elemen di layar.

Leave a Comment