Diketahui deret aritmetika 2 + 4 + 6 + Tentukan rumus Sn dan jumlah 20 suku pertama

Diketahui deret aritmetika 2 + 4 + 6 + a. Tentukan rumus jumlah n suku pertama! b. Tentukan jumlah 20 suku pertama dari deret tersebut! – Diketahui deret aritmetika 2 + 4 + 6 + a. Tentukan rumus jumlah n suku pertama! b. Tentukan jumlah 20 suku pertama dari deret tersebut! Nah, kalau lihat soal kayak gini, jangan langsung panik dan bikin kening berkerut. Deret angka yang teratur ini sebenernya lagi ngajak kita main teka-teki yang seru, lho. Kita cuma perlu jeli nemuin polanya, lalu semua rumus dan hitungan yang keliatan ribet itu bakal jatuh dengan sendirinya.

Mari kita bongkar bareng-bareng, biar seleseinya bisa bikin kamu senyum-senyum sendiri karena ternyata gampang banget.

Deret 2, 4, 6, dan seterusnya itu adalah contoh klasik deret aritmetika, di mana setiap suku selalu nambah 2 dari suku sebelumnya. Angka pertama (a) adalah 2, dan beda (b)-nya adalah
2. Dari dua informasi sederhana ini, kita bisa menyusun senjata andalan: rumus suku ke-n dan yang paling ditanyakan, rumus jumlah n suku pertama (Sn). Tenang, proses nemuinnya nggak bakal bikin pusing, malah bakal terasa kayak nemuin shortcut rahasia di game.

Deret Aritmetika: Dari Konsep Dasar ke Penyelesaian Soal

Dalam matematika, ada pola-pola angka yang elegan dan mudah dipahami, salah satunya adalah deret aritmetika. Bayangkan kamu menabung setiap minggu dengan menambah jumlah yang sama setiap kalinya, atau anak tangga yang ketinggiannya bertambah secara konsisten. Itulah esensi deret aritmetika: sebuah barisan bilangan yang selisih antara dua suku berurutan selalu tetap. Selisih tetap ini disebut beda (b). Deret yang kita bahas, 2 + 4 + 6 + …, adalah contoh klasik.

Suku pertamanya (a) adalah 2, dan bedanya (b) adalah 2, karena 4 – 2 = 2 dan 6 – 4 = 2. Dengan dua informasi kunci ini, kita bisa meramalkan suku ke berapa pun dan menghitung total jumlah dari sejumlah suku pertama dengan mudah menggunakan rumus-rumus yang sudah teruji.

Identifikasi Komponen Deret 2 + 4 + 6 + …

Mari kita bedah deret ini dengan teliti. Polanya sangat jelas: bilangan genap positif berurutan. Secara formal, kita mendefinisikan suku pertama, dilambangkan dengan ‘a’, sebagai angka yang memulai deret. Dalam kasus ini, a =
2. Kemudian, kita amati loncatan dari satu suku ke suku berikutnya.

BACA JUGA  Perhimpunan 73 Perajin Anyaman Rotan dan Bambu dengan Keahlian Beragam

Dari 2 ke 4, bertambah
2. Dari 4 ke 6, juga bertambah
2. Dengan demikian, beda deret (b) bernilai konstan, yaitu
2. Rumus umum untuk mencari suku ke-n (Un) adalah Un = a + (n-1)b. Sementara untuk menghitung jumlah total n suku pertama (Sn), kita punya dua formula andalan: Sn = n/2 [2a + (n-1)b] atau Sn = n/2 (a + Un).

Penurunan Rumus Jumlah n Suku Pertama (Sn)

Setelah mengetahui a = 2 dan b = 2, tugas kita adalah menemukan rumus Sn yang spesifik untuk deret ini. Kita akan substitusikan nilai-nilai ini ke dalam rumus umum. Proses ini seperti memasukkan resep dasar dengan bahan-bahan spesifik kita untuk mendapatkan kue yang diinginkan. Dengan mengganti ‘a’ dan ‘b’, kita akan mendapatkan sebuah persamaan dalam variabel ‘n’ yang bisa langsung digunakan untuk menghitung jumlah berapa pun suku tanpa harus menjumlahkan satu per satu.

Langkah-langkah Menemukan Rumus Sn

Kita mulai dari rumus umum Sn deret aritmetika: Sn = (n/2) [2a + (n-1)b]. Substitusi nilai a = 2 dan b = 2 ke dalam rumus tersebut. Maka perhitungannya menjadi: Sn = (n/2) [2(2) + (n-1)2] = (n/2) [4 + 2n – 2] = (n/2) [2n + 2]. Kita bisa menyederhanakan persamaan ini lebih lanjut. Faktorkan angka 2 di dalam kurung: Sn = (n/2)
– 2(n + 1).

Kemudian, 2 di pembilang dan penyebut dapat disederhanakan, menghasilkan rumus akhir yang sangat rapi: Sn = n(n + 1). Cobalah verifikasi rumus ini dengan nilai-nilai kecil untuk memastikan kebenarannya.

n (Banyak Suku) Suku ke-n (Un) Penjumlahan Manual Hasil Rumus Sn = n(n+1)
1 2 2 1(1+1)=2
2 4 2+4=6 2(2+1)=6
3 6 2+4+6=12 3(3+1)=12
4 8 2+4+6+8=20 4(4+1)=20

Perhitungan Jumlah 20 Suku Pertama (S20)

Sekarang, dengan rumus Sn = n(n+1) yang sudah kita miliki, menghitung jumlah 20 suku pertama menjadi pekerjaan yang sangat singkat. Bayangkan jika kita harus menjumlahkan 2 + 4 + 6 + … terus hingga suku ke-20 secara manual, akan memakan waktu dan rentan kesalahan. Rumus ini adalah jalan pintas yang elegan. Kita hanya perlu mengganti variabel ‘n’ dengan angka 20 dan melakukan operasi perkalian sederhana.

Nah, kalau kamu udah paham cara menentukan rumus jumlah n suku pertama deret aritmetika 2 + 4 + 6 + … dan jumlah 20 sukunya, pasti kamu juga bakal jago mengurai soal-soal pecahan. Misalnya nih, penasaran gimana caranya menemukan Pecahan yang senilai 3/20 adalah ? Konsep dasarnya mirip, yaitu tentang pola dan kesetaraan. Jadi, setelah lancar urusan pecahan, balik lagi ke deret aritmetika tadi, kamu jadi punya logika yang lebih kuat untuk menyelesaikan soal-soal hitungan yang terstruktur.

Proses dan Verifikasi Perhitungan S20

Langkah perhitungannya langsung dan jelas. Karena Sn = n(n+1), maka untuk n = 20, kita hitung S20 = 20
– (20 + 1) = 20
– 21 =
420. Jadi, jumlah 20 suku pertama dari deret 2 + 4 + 6 + … adalah
420. Untuk membayangkan besarnya angka ini, kita bisa merangkum penjumlahan manualnya secara konseptual.

BACA JUGA  Diketahui persamaan kuadrat (p - 2)x^2 - 2px + 2p - 7 = 0 mempunyai dua akar yang saling berkebalikan Nilai p yang memenuhi persamaan tersebut adalah

Deret ini hingga suku ke-20 adalah penjumlahan 20 bilangan genap pertama: 2, 4, 6, 8, …, 40.

Jumlah 20 bilangan genap pertama (2+4+6+…+40) dapat juga dipandang sebagai 2 dikali jumlah 20 bilangan asli pertama (1+2+3+…+20). Jumlah 20 bilangan asli pertama adalah 210, sehingga 2210 = 420. Hasil ini konsisten dengan perhitungan menggunakan rumus Sn.

Aplikasi dan Variasi Soal dalam Deret: Diketahui Deret Aritmetika 2 + 4 + 6 + A. Tentukan Rumus Jumlah N Suku Pertama! B. Tentukan Jumlah 20 Suku Pertama Dari Deret Tersebut!

Memahami rumus Sn dan Un membuka pintu untuk menyelesaikan berbagai jenis soal yang lebih kompleks. Soal-soal ini tidak hanya mengetes hafalan rumus, tetapi juga kemampuan logika dan pemahaman konseptual tentang hubungan antara suku, jumlah, dan banyaknya suku. Berikut adalah beberapa contoh variasi soal yang bisa muncul dari deret 2 + 4 + 6 + …

Contoh Soal Latihan

  • Soal 1: Pada deret 2 + 4 + 6 + …, berapakah jumlah suku yang harus dijumlahkan agar hasilnya mencapai 156?
  • Soal 2: Tentukan suku tengah dari deret tersebut jika jumlah 15 suku pertamanya diketahui.
  • Soal 3: Diberikan bahwa jumlah n suku pertama adalah 272. Tentukan nilai dari suku ke-n (Un) pada kondisi tersebut.

Prosedur Penyelesaian untuk Soal 1

Soal pertama adalah tipe yang umum: mencari ‘n’ jika Sn diketahui. Kita gunakan rumus Sn = n(n+1) yang sudah kita miliki.

  1. Diketahui Sn =
    156. Maka, kita bentuk persamaan: n(n+1) = 156.
  2. Ubah persamaan menjadi bentuk kuadrat: n² + n – 156 = 0.
  3. Faktorkan persamaan kuadrat tersebut: (n – 12)(n + 13) = 0.
  4. Diperoleh akar-akar n = 12 atau n = -13. Karena banyak suku tidak mungkin negatif, maka solusi yang valid adalah n = 12.
  5. Jadi, diperlukan 12 suku untuk mencapai jumlah 156 (yaitu 2+4+6+…+24).

Kesalahan Umum dan Antisipasinya, Diketahui deret aritmetika 2 + 4 + 6 + a. Tentukan rumus jumlah n suku pertama! b. Tentukan jumlah 20 suku pertama dari deret tersebut!

Beberapa jebakan sering ditemui. Pertama, keliru mengidentifikasi beda (b). Pastikan selisih antara suku kedua dan pertama, bukan suku pertama itu sendiri. Kedua, kesalahan substitusi ke dalam rumus, khususnya pada bagian (n-1)b. Ketiga, saat mencari ‘n’ dari persamaan kuadrat, melupakan untuk menolak solusi negatif.

Selalu ingat bahwa ‘n’ merepresentasikan jumlah suku, sehingga haruslah bilangan bulat positif. Cross-check dengan menghitung ulang Sn untuk nilai ‘n’ yang didapat adalah kebiasaan baik.

Visualisasi dan Pola Grafis Deret Aritmetika

Matematika bukan hanya angka, tetapi juga bentuk dan pola. Deret 2, 4, 6, … dapat divisualisasikan sebagai serangkaian balok yang tingginya sesuai dengan nilai sukunya. Balok pertama tingginya 2 unit, balok kedua 4 unit, dan seterusnya. Jika kita menyusunnya berjejer, kita akan melihat sebuah tangga yang naik secara linear dengan kenaikan yang konsisten.

BACA JUGA  Bu Ana Pesanan 24 Kotak Kue 2 Lusin Hitung Total Kue

Visualisasi ini membantu kita memahami mengapa rumus jumlahnya berbentuk kuadratik.

Pola Kuadratik pada Grafik Sn vs. n

Rumus Sn = n(n+1) = n² + n adalah sebuah fungsi kuadrat dalam variabel n. Jika kita memplot titik-titik koordinat (n, Sn) seperti (1,2), (2,6), (3,12), (4,20), dan seterusnya pada bidang kartesius, titik-titik tersebut tidak akan membentuk garis lurus, melainkan sebuah kurva parabola yang terbuka ke atas. Hal ini menunjukkan bahwa pertambahan jumlah total (Sn) tidak linear terhadap pertambahan suku (n).

Setiap penambahan satu suku, kenaikan Sn-nya justru semakin besar, sesuai dengan sifat fungsi kuadrat.

Interpretasi Beda Deret pada Visual Grafik

Diketahui deret aritmetika 2 + 4 + 6 +  a. Tentukan rumus jumlah n suku pertama! b. Tentukan jumlah 20 suku pertama dari deret tersebut!

Source: slidesharecdn.com

Nilai beda (b) yang konstan, dalam hal ini 2, sangat menentukan “kecuraman” tangga balok dan juga laju pertumbuhan kurva parabola pada grafik Sn. Bayangkan jika bedanya lebih besar, misalnya 5 (deret 2, 7, 12,…), maka kenaikan tinggi setiap balok akan lebih tajam, dan kurva parabolanya akan naik lebih cepat. Sebaliknya, beda yang kecil menghasilkan tangga yang landai dan kurva yang lebih mendatar.

Dengan demikian, beda deret berperan sebagai faktor pengali yang memperlebar atau mempersempit bentuk visual dari pola yang terbentuk, baik dalam representasi balok maupun grafik hubungan n dan Sn.

Pemungkas

Jadi, gimana? Ternyata membedah deret aritmetika seperti 2 + 4 + 6 + … itu nggak serumit yang dibayangkan, kan? Dari sekian angka yang berbaris rapi, kita berhasil ekstrak rumus sakti Sn = n(n+1) dan membuktikan bahwa 20 suku pertamanya berjumlah
420. Yang paling penting dari semua ini bukan cuma hafal rumusnya, tapi ngerti cara berpikirnya.

Begitu polanya ketangkep, kamu bisa aplikasiin ke berbagai variasi soal lain, dari yang paling sederhana sampai yang bikin mikir dua kali. So, next time ketemu deret kayak gini, anggap aja dia lagi kasih kode. Tugas kita cuma satu: pecahin kodenya dengan percaya diri!

Nah, setelah kamu berhasil nemuin rumus S n = n(n+1) dan jumlah 20 suku pertama deret 2+4+6+…, kamu pasti makin jago mainin pola angka. Coba tantangan lain yang seru nih, misalnya soal tentang Jumlah dua bilangan adalah 57, sedangkan selisihnya 23. Tentukan hasil kali kedua bilangan tersebut.. Konsep sistem persamaan linear di situ bakal nge-sharp-in logikamu, yang ujung-ujungnya bikin pemahamanmu tentang deret aritmetika tadi jadi lebih dalem dan aplikatif banget!

FAQ Terpadu

Apa bedanya deret aritmetika dengan barisan aritmetika?

Barisan aritmetika adalah daftar urutan sukunya (misal: 2, 4, 6, 8,…). Deret aritmetika adalah hasil PENJUMLAHAN dari suku-suku dalam barisan tersebut (misal: 2+4+6+8+…). Soal di atas membahas deretnya.

Bagaimana jika soalnya mencari suku ke-100, apakah harus hitung S100 dulu?

Tidak perlu. Untuk mencari suku ke-n tertentu (U100), gunakan rumus Un = a + (n-1)b. Mencari jumlah (S100) barulah menggunakan rumus Sn yang telah ditemukan.

Apakah rumus Sn = n(n+1) ini hanya berlaku untuk deret 2+4+6+…?

Ya, rumus Sn = n(n+1) itu spesifik untuk deret dengan a=2 dan b=2. Deret aritmetika lain punya rumus Sn-nya sendiri berdasarkan nilai a dan b yang dimiliki.

Mengapa grafik hubungan antara n dan Sn berbentuk parabola?

Karena rumus Sn = n(n+1) = n² + n adalah fungsi kuadrat. Dalam matematika, fungsi kuadrat selalu digambarkan sebagai grafik parabola ketika diplot.

Kesalahan umum apa yang sering terjadi saat menghitung S20?

Kesalahan sering terjadi pada substitusi nilai n. Misal, lupa bahwa n=20, lalu salah hitung 20*(20+1) menjadi 20*21=420. Atau, keliru menggunakan rumus Un untuk mencari jumlah.

Leave a Comment