Diketahui A = a,b,c dan B = x| 1 <= x < 4; x bilangan bulat . Banyaknya korespondensi satu-satu yang mungkin dari himpunan A ke B adalah 6

Diketahui A = {a,b,c} dan B = {x| 1 <= x < 4; x bilangan bulat} . Banyaknya korespondensi satu-satu yang mungkin dari himpunan A ke B adalah – Diketahui A = a,b,c dan B = x| 1 <= x < 4; x bilangan bulat . Banyaknya korespondensi satu-satu yang mungkin dari himpunan A ke B adalah pertanyaan yang sering muncul dalam dunia matematika diskrit. Mari kita bedah bersama-sama, karena konsep ini sebenarnya sangat aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur pasangan kursi dan penonton hingga membuat kode unik untuk setiap item.

Inti dari korespondensi satu-satu adalah setiap anggota dari himpunan pertama dipasangkan dengan tepat satu anggota di himpunan kedua, dan begitu pula sebaliknya, tanpa ada yang terlewat atau berbagi pasangan. Syarat mutlaknya adalah kedua himpunan harus memiliki jumlah anggota yang persis sama, yang dalam kasus ini adalah tiga.

Pengertian Dasar Himpunan dan Korespondensi Satu-Satu

Dalam matematika, himpunan adalah kumpulan objek yang terdefinisi dengan jelas. Objek-objek ini disebut anggota atau elemen himpunan. Sebagai contoh, himpunan A = a, b, c adalah kumpulan tiga huruf pertama dalam alfabet. Konsep himpunan menjadi fondasi untuk membangun relasi yang lebih kompleks antar objek, salah satunya adalah korespondensi satu-satu.

Korespondensi satu-satu adalah relasi khusus antara dua himpunan di mana setiap anggota dari himpunan pertama dipasangkan dengan tepat satu anggota dari himpunan kedua, dan begitu pula sebaliknya. Syarat mutlak untuk terciptanya relasi ini adalah kedua himpunan harus memiliki jumlah anggota yang persis sama. Hubungan ini sangat erat dengan konsep fungsi bijektif, yang merupakan fungsi yang sekaligus injektif (satu-satu) dan surjektif (onto).

Jenis-Jenis Relasi Antar Himpunan

Relasi antar himpunan dapat diklasifikasikan berdasarkan bagaimana pemetaan antara anggotanya terjadi. Pemahaman terhadap jenis-jenis relasi ini membantu dalam mengidentifikasi kapan sebuah korespondensi satu-satu dapat terbentuk.

tr>

Jenis Relasi Karakteristik Contoh Sederhana
Korespondensi Satu-Satu (Fungsi Bijektif) Setiap anggota domain dipasangkan ke satu kodomain yang unik, dan semua anggota kodomain terpakai. Memasangkan 3 siswa dengan 3 buku yang berbeda; setiap siswa dapat melaporkan satu buku.
Fungsi Into Setiap anggota domain memiliki pasangan, tetapi ada anggota kodomain yang tidak terpakai. Memasangkan 2 siswa dengan 3 buku; satu buku tidak akan dilaporkan oleh siapa pun.
Fungsi Onto (Surjektif) Semua anggota kodomain terpakai, tetapi mungkin ada anggota domain yang memetakan ke kodomain yang sama. Memasangkan 3 siswa dengan 2 buku; setidaknya dua siswa akan melaporkan buku yang sama.

Analisis Himpunan B dalam Soal

Soal memberikan himpunan B dalam notasi pembentuk himpunan, yaitu B = x | 1 ≤ x < 4; x bilangan bulat. Notasi ini dibaca sebagai "himpunan B berisi semua x, sedemikian sehingga x lebih besar atau sama dengan 1 dan x kurang dari 4, dengan x adalah bilangan bulat". Tugas kita adalah menerjemahkan notasi ini menjadi daftar anggota yang eksplisit.

Bilangan bulat yang memenuhi kondisi 1 ≤ x < 4 adalah 1, 2, dan 3. Angka 4 tidak termasuk karena syaratnya adalah x -kurang dari* 4, bukan kurang dari atau sama dengan. Karakteristik ini, yaitu memiliki tiga anggota, menjadi kunci utama. Hanya himpunan dengan kardinalitas yang sama dengan A yang dapat membentuk korespondensi satu-satu.

Anggota Himpunan B

Berdasarkan notasi pembentuk himpunan, kita dapat menuliskan semua anggotanya secara jelas.

  • Anggota himpunan B: 1
  • Anggota himpunan B: 2
  • Anggota himpunan B: 3

Dengan demikian, himpunan B dapat ditulis sebagai B = 1, 2, 3.

Syarat Korespondensi Satu-Satu dan Aplikasinya

Syarat fundamental untuk membangun korespondensi satu-satu adalah kesamaan jumlah anggota antara kedua himpunan. Tanpa ini, mustahil untuk memetakan setiap anggota dari himpunan pertama ke anggota himpunan kedua secara unik dan tanpa ada yang tersisa.

Himpunan A = a, b, c memiliki tiga anggota. Himpunan B = 1, 2, 3 juga memiliki tiga anggota. Karena kardinalitasnya sama, yaitu n(A) = n(B) = 3, maka korespondensi satu-satu antara A dan B sangat dimungkinkan. Salah satu contoh pasangan berurutannya adalah (a,1), (b,2), (c,3).

Konsep Faktorial dalam Menghitung Kemungkinan

Untuk menghitung berapa banyak cara berbeda kita dapat memasangkan anggota-anggota himpunan, kita menggunakan konsep faktorial. Faktorial dari suatu bilangan n, dilambangkan dengan n!, adalah hasil kali semua bilangan bulat positif dari 1 hingga n.

Soal korespondensi satu-satu dari himpunan A ke B itu seru banget, guys! Setelah ngitung, ternyata jawabannya ada 6. Ngomong-ngomong soal pola angka, kalian udah tau belum rahasia di balik Barisan bilangan 1, 3, 9, 27 jika dilanjutkan dengan dua suku berikutnya akan menjadi ? Konsep berpikir mencari polanya mirip kayak saat kita mengidentifikasi syarat dua himpunan agar bisa berkorespondensi satu-satu, yang dalam kasus ini menghasilkan 6 kemungkinan.

n! = n × (n-1) × (n-2) × … × 3 × 2 × 1

Ini merepresentasikan banyaknya cara menata atau mengurutkan n objek yang berbeda. Dalam konteks korespondensi satu-satu, setiap pengurutan anggota himpunan B mewakili satu cara pemetaan unik dari A ke B.

Menghitung Banyaknya Kemungkinan Korespondensi

Rumus untuk menghitung banyaknya korespondensi satu-satu antara dua himpunan yang keduanya memiliki n anggota adalah n! (n faktorial). Ini karena setelah kita memasangkan satu anggota A, pilihan untuk anggota A berikutnya berkurang, mengikuti prinsip perkalian.

Diketahui n =
3. Maka, perhitungan banyaknya kemungkinan korespondensi satu-satu dari A ke B adalah:

! = 3 × 2 × 1 = 6

Jadi, terdapat tepat 6 kemungkinan korespondensi satu-satu yang berbeda dari himpunan A ke himpunan B.

Tabel Kemungkinan Pemetaan Satu-Satu, Diketahui A = {a,b,c} dan B = {x| 1 <= x < 4; x bilangan bulat} . Banyaknya korespondensi satu-satu yang mungkin dari himpunan A ke B adalah

Berikut adalah tabel yang merangkum keenam kemungkinan pemetaan atau korespondensi satu-satu dari himpunan A ke himpunan B. Setiap kolom menunjukkan satu kemungkinan konfigurasi pasangan.

Kemungkinan Ke- Pasangan untuk a Pasangan untuk b Pasangan untuk c
1 1 2 3
2 1 3 2
3 2 1 3
4 2 3 1
5 3 1 2
6 3 2 1

Contoh Visualisasi dan Aplikasi Praktis: Diketahui A = {a,b,c} Dan B = {x| 1 <= X < 4; X Bilangan Bulat} . Banyaknya Korespondensi Satu-satu Yang Mungkin Dari Himpunan A Ke B Adalah

Diketahui A = {a,b,c} dan B = {x| 1 <= x < 4; x bilangan bulat} . Banyaknya korespondensi satu-satu yang mungkin dari himpunan A ke B adalah

Source: idschool.net

Konsep korespondensi satu-satu bukan hanya abstraksi matematika semata. Ia memiliki representasi visual yang jelas melalui diagram panah dan analogi dalam kehidupan sehari-hari yang membuatnya mudah dipahami.

Bayangkan sebuah bioskop dengan tiga penonton (himpunan A: Penonton 1, Penonton 2, Penonton 3) dan tiga nomor kursi (himpunan B: Kursi A1, Kursi A2, Kursi A3). Sebuah korespondensi satu-satu terjadi ketika setiap penonton mendapatkan satu kursi yang spesifik dan tidak ada kursi yang kosong. Situasi ini memodelkan dengan sempurna hubungan satu-ke-satu antara dua himpunan.

Visualisasi Diagram Panah

Mari kita visualisasikan satu contoh korespondensi dari tabel di atas, misalnya kemungkinan ke-4: a→2, b→3, c→1.

Gambarkan tiga titik di sebelah kiri yang mewakili himpunan A, berlabel a, b, dan c. Di sebelah kanan, gambarkan tiga titik yang mewakili himpunan B, berlabel 1, 2, dan 3. Tarik panah dari titik ‘a’ menuju titik ‘2’. Tarik panah dari titik ‘b’ menuju titik ‘3’. Terakhir, tarik panah dari titik ‘c’ menuju titik ‘1’.

Dalam diagram ini, setiap anggota di kiri memiliki tepat satu panah ke kanan, dan setiap anggota di kanan ditunjuk oleh tepat satu panah dari kiri. Inilah ciri khas diagram panah untuk sebuah korespondensi satu-satu.

Ringkasan Terakhir

Jadi, jawaban akhir untuk banyaknya korespondensi satu-satu dari A ke B adalah enam. Ini bukan sekadar angka, tetapi representasi dari semua cara unik untuk menciptakan hubungan sempurna antara dua kelompok. Pemahaman ini membuka pintu untuk memecahkan masalah yang lebih kompleks, seperti dalam ilmu komputer dan logika. Selamat, kamu sudah menguasai satu konsep fundamental yang elegan.

Panduan Tanya Jawab

Mengapa himpunan B memiliki anggota 1, 2, dan 3, bukan termasuk angka 4?

Soal korespondensi satu-satu dari himpunan A ke B itu seru banget, lho! Nih, konsep dasarnya mirip kayak lagi cari akar-akar dari persamaan kuadrat 2x² – 7x + 6 = 0. Setelah tahu jumlah anggotanya sama, kita bisa langsung itung berapa banyaknya korespondensi satu-satu yang mungkin dari A ke B. Gampang, kan?

Karena notasi pembentuk himpunannya adalah 1 ≤ x < 4. Artinya, x bilangan bulat yang dimulai dari 1 dan berjalan hingga kurang dari 4, sehingga hanya mencakup 1, 2, dan 3. Angka 4 tidak termasuk karena simbol "<" berarti "kurang dari", bukan "kurang dari atau sama dengan".

Apakah korespondensi satu-satu sama dengan fungsi bijektif?

Ya, benar sekali. Korespondensi satu-satu adalah nama lain untuk fungsi bijektif, yaitu fungsi yang sekaligus bersifat injektif (satu-satu) dan surjektif (pada). Setiap elemen daerah kodomain dipetakan oleh tepat satu elemen dari domain.

Bagaimana jika himpunannya memiliki lebih dari tiga anggota, bagaimana rumusnya?

Rumusnya tetap menggunakan faktorial. Jika kedua himpunan memiliki n anggota, maka banyaknya korespondensi satu-satu yang mungkin adalah n! (n faktorial), yang artinya n × (n-1) × (n-2) × … × 1.

BACA JUGA  Dengan Metode Grafik Tentukan Penyelesaian Sistem Persamaan x=2 dan y=4

Leave a Comment