Jumlah dua bilangan adalah 32 Jika salah satu bilangan adalah -36 bilangan yang lain adalah

Jumlah dua bilangan adalah 32. Jika salah satu bilangan adalah -36, bilangan yang Iain adalah – Jumlah dua bilangan adalah 32. Jika salah satu bilangan adalah -36, bilangan yang lain adalah teka-teki angka sederhana yang sering bikin kita berpikir ulang. Soal ini seperti puzzle mini yang menguji logika dasar kita, mengajak kita untuk bermain-main dengan angka positif dan negatif di luar kepala. Mari kita buka lembaran ini dan lihat bahwa matematika sesederhana ini pun punya cerita menarik untuk diceritakan.

Pada dasarnya, kita sedang mencari pasangan sebuah bilangan misterius dengan si -36 agar keduanya akur dan totalnya menjadi
32. Ini soal tentang hubungan, tentang bagaimana dua hal yang tampak bertolak belakang bisa menghasilkan sesuatu yang positif. Dengan pendekatan yang tepat, kita akan menemukan bahwa jawabannya bukanlah sesuatu yang tersembunyi, melainkan hasil dari operasi hitung yang runut dan masuk akal.

Memahami Inti Masalah: Mencari Pasangan Bilangan

Kita mulai dari soal yang terlihat sederhana: jumlah dua bilangan adalah 32. Salah satunya sudah kita ketahui, yaitu -36. Tugas kita adalah menemukan temannya, bilangan yang lain. Soal ini sebenarnya adalah permainan teka-teki logika aritmatika dasar. Esensinya adalah memahami hubungan “jumlah” atau “total” dari dua entitas.

Ketika satu entitas diketahui dan totalnya juga diketahui, entitas kedua pasti adalah selisih antara total dan entitas pertama. Dalam dunia matematika, ini adalah fondasi dari konsep persamaan.

Mari kita lihat pola soal serupa dengan variasi angka yang berbeda untuk memperjelas konsep ini. Tabel berikut menunjukkan bagaimana logika penyelesaiannya tetap konsisten meskipun angkanya berubah.

Soal (Jumlah = …) Bilangan Diketahui Operasi Bilangan Lain
Jumlah = 32 -36 32 – (-36) 68
Jumlah = 15 20 15 – 20 -5
Jumlah = -10 3 -10 – 3 -13
Jumlah = 0 -7 0 – (-7) 7

Langkah Awal Menghadapi Soal Cerita

Saat pertama kali membaca soal cerita matematika, jangan langsung terjun ke hitungan. Ada beberapa langkah mental kecil yang bisa membuat segalanya lebih jelas. Pertama, identifikasi apa yang ditanyakan. Kedua, soroti informasi-informasi kunci yang diberikan—dalam kasus ini, “jumlah” dan “salah satu bilangan”. Ketiga, coba bayangkan hubungan antar informasi tersebut.

Apakah ini tentang menggabungkan, memisahkan, membandingkan, atau membagi? Dari sana, baru kita terjemahkan kata-kata menjadi bahasa matematika.

Menerjemahkan Kata Menjadi Persamaan

Ini adalah momen dimana cerita berubah menjadi rumus. Kata “jumlah” diterjemahkan sebagai operasi penjumlahan (+). Kata “adalah” berarti sama dengan (=). Jika kita sebut bilangan yang belum diketahui sebagai suatu simbol, misalnya x, maka pernyataan “Jumlah dua bilangan adalah 32” bisa kita tulis sebagai: x + (-36) =
32. Atau, agar lebih rapi, kita tulis: x
-36 = 32.

Persamaan sederhana inilah yang akan kita obrak-abrik untuk menemukan nilai x.

Mengurai dengan Operasi Hitung

Setelah persamaan berdiri di depan mata, saatnya eksekusi. Prosedur penyelesaiannya lurus, tapi butuh kehati-hatian ekstra saat berurusan dengan bilangan negatif. Banyak yang sudah paham konsep, tapi sering tersandung pada tanda minus yang bertemu minus. Mari kita jabarkan langkah-langkahnya dengan rinci, sambil mengantisipasi jebakan-jebakan umum.

BACA JUGA  Lukislah Grafik Fungsi Kuadrat f(x) = x^2 + x - 6 dengan Mudah

Prosedur Penyelesaian Langsung

Kita punya fakta: Bilangan 1 + Bilangan 2 =
32. Kita tahu Bilangan 1 = –
36. Maka, untuk mencari Bilangan 2, logikanya adalah: Bilangan 2 = Jumlah – Bilangan
1. Secara hitungan: 32 – (-36). Pengurangan dengan bilangan negatif sama dengan penambahan.

Ingat, minus bertemu minus jadi plus. Jadi, 32 – (-36) = 32 + 36 = 68. Bilangan yang lain adalah 68.

Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya

Bilangan negatif sering menjadi batu sandungan. Berikut beberapa kesalahan yang kerap terjadi dan tips untuk mengatasinya.

  • Lupa Mengubah Tanda saat Memindah Ruas: Saat memindah -36 dari kiri ke kanan persamaan x
    -36 = 32, banyak yang langsung menulis x = 32 – 36. Itu salah. Yang benar, -36 harus berubah tanda menjadi +36, sehingga x = 32 + 36.
  • Bingung dengan “Minus dikurang Minus”: Konsep 32 – (-36) harus dibayangkan sebagai “32 dikurangi hutang 36”. Mengurangi hutang sama dengan menambah aset, hasilnya pasti bertambah besar, yaitu 68, bukan -4.
  • Tidak Mengecek Kembali: Setelah dapat hasil, selalu cek dengan memasukkan ke soal awal. 68 + (-36) = 32? 68 – 36 = 32. Betul. Pengecekan sederhana ini bisa menyelamatkan dari kesalahan tanda.

Sifat Invers dalam Penjumlahan

Mencari bilangan yang tidak diketahui dalam penjumlahan adalah tentang menemukan invers (lawan) dari bilangan yang diketahui. Jika a + b = c, maka b = c – a. Operasi pengurangan di sini berfungsi sebagai invers dari penjumlahan untuk mengisolasi b. Dalam konteks soal kita, lawan dari menambahkan -36 adalah mengurangkan -36, yang ekuivalen dengan menambahkan 36.

Dua Metode Penyelesaian, Jumlah dua bilangan adalah 32. Jika salah satu bilangan adalah -36, bilangan yang Iain adalah

Untuk memperkaya pemahaman, mari lihat dua cara penyajian yang berbeda namun bermuara pada titik yang sama.

Metode Pengurangan Langsung: Ini adalah cara paling natural berdasarkan definisi. Langsung hitung: Bilangan Lain = Jumlah – Bilangan Diketahui = 32 – (-36) = 68.

Metode Memindah Ruas (Pendekatan Aljabar): Kita buat persamaan: x + (-36) =
32. Untuk mengisolasi x, kita pindahkan -36 ke ruas kanan. Aturan: setiap pindah ruas, tanda berubah. Jadi, x = 32 – (-36) menjadi x = 32 + 36 = 68. Kedua metode ini saling mengonfirmasi.

Nah, kalau ditanya “Jumlah dua bilangan adalah 32. Jika salah satu bilangan adalah -36, bilangan yang lain adalah?”, jawabannya pasti 68, dong. Sederhana banget, kan? Tapi dunia matematika nggak cuma sesimpel itu. Ada soal yang lebih kompleks dan menarik buat diulik, kayak Persamaan kuadrat 3x^2 – (a – 1)x – 1 = 0 mempunyai akar-akar x1 dan x2, sedangkan persamaan yang akar-akarnya 1/x1 dan 1/x2 adalah x^2 – (2a + 1)x + yang butuh pemahaman konsep akar-akar.

Jadi, balik lagi ke soal awal, setelah lihat yang ribet tadi, hitungan cari bilangan lain dari 32 dan -36 tadi jadi terasa lebih mudah dan menyenangkan, ya!

Membayangkan dan Memaknai dalam Konteks: Jumlah Dua Bilangan Adalah 32. Jika Salah Satu Bilangan Adalah -36, Bilangan Yang Iain Adalah

Matematika bukan sekadar angka. Ia punya cerita dan bisa divisualisasikan. Memberikan konteks pada angka -36 dan 68 akan membuat pemahaman kita lebih mengakar dan sulit terlupakan. Bayangkan sebuah garis bilangan yang membentang dari kiri ke kanan.

Visualisasi pada Garis Bilangan

Anggaplah kita berdiri di titik -36 pada sebuah garis bilangan panjang. Tugas kita adalah bergerak sehingga total perjalanan kita mencapai titik +32. Karena kita mulai dari -36, yang berarti jauh di sebelah kiri nol, kita harus melangkah ke kanan. Pertanyaannya, berapa langkah? Kita perlu melangkah cukup jauh untuk tidak hanya menutupi jarak ke nol (yaitu 36 langkah), tetapi juga melanjutkan perjalanan dari nol ke 32 (32 langkah lagi).

Total langkah yang dibutuhkan adalah 36 + 32 = 68 langkah ke kanan. Jadi, titik akhir kita, 68, adalah pasangan dari -36 yang bersama-sama berpusat di sekitar jumlah 32.

BACA JUGA  Hasil dari 4 1/3 + 2 1/2 - 3 1/6 adalah 3 2/3

Analogi dalam Kehidupan Sehari-hari

Mari kita angkat soal ini dari dunia abstrak ke situasi yang lebih nyata. Tabel berikut menunjukkan bagaimana konsep yang sama terlihat dalam konteks berbeda.

Konteks Total/Target Kondisi Awal Aksi/Status Lain
Keuangan Saldo akhir Rp 32.000 Memiliki utang Rp 36.000 Harus menyetor Rp 68.000 agar utang lunas dan ada sisa Rp 32.000.
Ketinggian Ketinggian akhir 32 mdpl Berada di lokasi 36 meter di bawah permukaan laut (-36 mdpl) Harus naik setinggi 68 meter untuk mencapai 32 mdpl.
Suhu Suhu rata-rata 32°C Suhu pagi hari -36°C (sangat dingin) Suhu siang hari harus melonjak hingga 68°C untuk rata-ratanya jadi 32°C.
Skor Game Total skor 32 poin Pada ronde I, kalah 36 poin (skor -36) Pada ronde II, harus mencetak 68 poin untuk total menjadi 32.

Alasan Hasil yang Besar dan Positif

Mungkin timbul pertanyaan, kok bisa bilangan lainnya sebesar 68, padahal jumlahnya cuma 32? Ini terjadi karena bilangan pertama kita sangat negatif (-36). Bayangkan ia adalah lubang yang dalam. Untuk mencapai ketinggian total 32, kita butuh tumpukan yang sangat tinggi (68) untuk menutupi lubang tersebut dulu, baru kemudian mencapai ketinggian 32. Semakin negatif bilangan pertama, semakin besar bilangan kedua yang dibutuhkan untuk mencapai jumlah positif.

Ini menunjukkan bagaimana negatif yang besar “memakan” bagian dari bilangan positif pasangannya.

Pentingnya Pengecekan Kembali

Setelah mendapatkan angka 68, jangan berhenti. Langkah final yang krusial adalah verifikasi. Masukkan kedua bilangan ke dalam pernyataan awal: Apakah (-36) + 68 sama dengan 32? Mari kita hitung: 68 – 36 = 32. Hasilnya cocok.

Proses pengecekan ini bukan formalitas, tetapi konfirmasi bahwa logika dan hitungan kita tidak meleset. Ia memastikan bahwa 68 dan -36 memang benar-benar pasangan yang harmonis dengan jumlah 32.

Mengembangkan dan Memvariasikan Soal

Setelah menguasai satu soal, kita bisa melatih diri dengan memodifikasinya. Ini melatih fleksibilitas berpikir dan memastikan kita paham konsep, bukan sekadar menghafal jawaban dari satu pola kalimat. Berikut beberapa variasi soal yang dibangun dari konsep yang sama persis.

Tiga Variasi Soal dengan Konsep Serupa

  1. Selisih antara suatu bilangan dan -36 adalah 32. Bilangan tersebut adalah?
  2. Jika -36 ditambahkan ke suatu bilangan, hasilnya 32. Tentukan bilangan itu.
  3. Dua bilangan berselisih 68. Jika bilangan yang lebih kecil adalah -36, maka bilangan yang lebih besar adalah?

Pola dalam Variasi Soal

Dari ketiga variasi di atas, kita bisa mengidentifikasi pola yang konsisten.

  • Inti soalnya selalu tentang hubungan antara dua bilangan dan sebuah hasil (32).
  • Salah satu bilangan selalu diberikan (-36), meski perannya dalam kalimat bisa berubah (sebagai pengurang, penambah, atau bilangan pembanding).
  • Operasi yang terlibat selalu berkisar pada penjumlahan dan pengurangan, yang saling berhubungan sebagai invers.
  • Jawaban akhirnya selalu tetap, yaitu 68, karena hubungan matematis dasarnya tidak berubah.

Membuat Rumus Umum

Agar bisa menyelesaikan semua soal jenis ini dengan cepat, kita bisa abstraksikan ke dalam rumus. Misalkan: Jumlah (atau hasil tertentu) kita sebut J. Bilangan yang diketahui kita sebut B. Bilangan yang dicari kita sebut X. Maka, hubungan dasar dari soal awal adalah X + B = J.

Untuk mencari X, rumus umumnya adalah X = J – B. Dengan rumus ini, kita tinggal substitusi angka. Untuk soal kita: X = 32 – (-36) = 68.

Perbandingan Soal Asli dan Variasi

Jumlah dua bilangan adalah 32. Jika salah satu bilangan adalah -36, bilangan yang Iain adalah

Source: z-dn.net

Tabel ini meringkas bagaimana variasi soal mengemas konsep yang sama dengan bungkus kalimat yang berbeda.

Soal Kalimat Kunci Persamaan Penyelesaian (X = …)
Asli Jumlah dua bilangan adalah 32 X + (-36) = 32 32 – (-36) = 68
Variasi 1 Selisih antara suatu bilangan dan -36 adalah 32 X – (-36) = 32 32 + (-36) = 68? Tunggu! Harus hati-hati. X – (-36) = X + 36 = 32, jadi X = 32 – 36 = -4? Ini berbeda. Mari kita koreksi. “Selisih antara A dan B” biasanya diartikan |A – B| atau A – B. Jika diartikan A – B = 32, dengan B = -36, maka X – (-36) = X + 36 = 32, sehingga X = –

4. Ini contoh yang bagus bahwa perubahan kata kunci bisa mengubah makna. Mari kita buat variasi yang setara

“Suatu bilangan dikurangi -36 hasilnya 32”. Itu baru setara dengan soal asli. Untuk variasi di tabel, kita ambil yang setara: “Suatu bilangan dikurangi -36 adalah 32”.

Variasi 2 -36 ditambahkan ke suatu bilangan hasilnya 32 X + (-36) = 32 Sama persis dengan soal asli, 68.
Variasi 3 Dua bilangan berselisih 68, bilangan kecil -36 X – (-36) = 68 (jika X besar) X + 36 = 68, jadi X = 32. Hasilnya berbeda karena “selisih” didefinisikan sebagai 68, bukan 32. Ini menunjukkan pentingnya memahami apa yang diberikan sebagai hasil (32 atau 68).

Koreksi pada tabel di atas justru memberikan pelajaran penting: ketepatan menangkap makna kata “selisih”, “jumlah”, “ditambahkan ke” sangat krusial.

Soal asli dan variasi 2 adalah konsep yang persis sama.

Oke, kalau soal bilangannya gini: jumlah dua bilangan 32, salah satunya -36. Otomatis, bilangan lain pasti 68, dong? Soal hitungan kayak gini tuh seru banget buat diasah, apalagi kalau kamu mau coba tantangan lain kayak Tuliskan hasil operasi perpangkatan berikut ini. a. -8 x 2^6 b.

5^4 x 50 c. 16/2^4 d. 98?7^3. Nah, balik lagi ke soal awal, intinya logika sederhana itu kuncinya: 32 – (-36) ya jelas hasilnya 68.

Koneksi dengan Dunia Matematika yang Lebih Luas

Pemecahan soal ini bukan akhir perjalanan. Ia justru adalah gerbang masuk ke topik matematika yang lebih kompleks dan menarik. Konsep mencari bilangan yang hilang dari sebuah hubungan ini adalah benang merah yang menghubungkan aritmatika dasar dengan aljabar, dan bahkan sistem persamaan.

Dasar dari Persamaan Linear Satu Variabel

Soal ini adalah contoh konkret dan paling sederhana dari persamaan linear satu variabel, yaitu persamaan berbentuk ax + b = c. Dalam kasus kita, a=1, b=-36, dan c=32. Proses mencari x dengan cara memindah ruas atau mengurangkan kedua ruas adalah inti dari penyelesaian persamaan linear. Menguasai soal ini berarti memahami langkah fundamental untuk menyelesaikan persamaan yang lebih rumit, seperti 2x – 5 = 15 atau 3(x+4) = 21.

Batu Pijakan untuk Sistem Persamaan Dua Variabel

Bayangkan jika soalnya berkembang: “Jumlah dua bilangan adalah
32. Selisih kedua bilangan adalah
4. Tentukan kedua bilangan tersebut.” Di sini, kita punya dua hubungan (persamaan) untuk dua bilangan yang tidak diketahui. Strategi dasarnya tetap sama: mengisolasi satu variabel. Pemahaman dari soal awal, bahwa “bilangan lain = jumlah – bilangan diketahui”, adalah logika yang akan diterapkan berulang kali, mungkin dengan substitusi atau eliminasi, untuk memecahkan sistem tersebut.

Penerapan Logika dalam Konteks Lain

Logika “hasil dikurangi bagian yang diketahui sama dengan bagian lain” berlaku universal. Misal dalam soal suhu: “Rata-rata suhu di dua kota adalah 25°C. Jika suhu kota A adalah 18°C, berapa suhu kota B?” Penyelesaiannya: (Suhu A + Suhu B)/2 = 25 → 18 + Suhu B = 50 → Suhu B = 50 – 18 = 32°C. Polanya identik, hanya ada pembagian 2 di tengah yang harus diatasi terlebih dahulu.

Hubungan Aritmatika dan Aljabar

Soal “32 dan -36” ini adalah jembatan sempurna antara berpikir aritmatika dan berpikir aljabar. Dalam aritmatika, kita langsung hitung 32 – (-36) = 68. Dalam aljabar, kita memodelkan situasi dengan simbol (x), membentuk persamaan ( x – 36 = 32), dan kemudian menyelesaikannya dengan aturan yang konsisten. Aljabar menggeneralisasi trik aritmatika menjadi metode yang bisa diterapkan pada masalah yang jauh lebih luas dan kompleks. Memahami mengapa kedua pendekatan itu menghasilkan hal yang sama adalah kunci untuk menjadi mahir dalam matematika.

Ringkasan Penutup

Jadi, begitulah ceritanya. Dari sebuah kalimat singkat, kita berpetualang dari memahami masalah, menyelesaikannya dengan berbagai cara, hingga melihat aplikasinya dalam kehidupan. Bilangan yang kita cari tadi ternyata adalah 68, sebuah angka positif besar yang berhasil menyeimbangkan kekuatan negatif dari -36. Pelajaran pentingnya? Jangan pernah meremehkan soal yang terlihat sederhana, karena di baliknya selalu ada logika yang bisa memperkuat fondasi berpikir kita untuk masalah yang lebih kompleks ke depannya.

Sudut Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah jawaban dari soal ini selalu bilangan positif?

Tidak selalu. Itu tergantung angka yang diketahui dan jumlahnya. Jika bilangan yang diketahui lebih besar dari jumlahnya, maka bilangan yang dicari akan negatif.

Bagaimana jika soalnya dibalik, bilangan yang diketahui adalah 68 dan jumlahnya 32?

Maka bilangan lainnya adalah –
36. Logikanya sama: 32 – 68 = -36.

Apakah metode garis bilangan efektif untuk soal seperti ini?

Sangat efektif, terutama untuk pemula. Garis bilangan membantu visualisasi langkah yang diperlukan dari bilangan negatif untuk mencapai jumlah positif.

Konsep matematika apa yang menjadi inti dari penyelesaian soal ini?

Konsep intinya adalah invers penjumlahan (pengurangan sebagai kebalikan penjumlahan) dan pemahaman operasi bilangan bulat positif dan negatif.

BACA JUGA  Bentuk sederhana dari (20p^2 q^7 r^(-3))/(4p^5 q^(-2) r^(-5)) adalah

Leave a Comment